Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Rencana


__ADS_3

"APAA" teriak Kenzo dan Alisya secara bersamaan.


"Wanita sialan ini beraninya kamu memfitnah ku" Kata Alisya yang langsung melayangkan tamparan keras pada pipi kiri Friska hingga cap 5 jari membekas di wajah full make up Friska.


"Kau.... Tunggu hadiah dari ku karena sudah berani memfitnah istri ku "


Ucap Kenzo yang langsung menarik Alisya untuk pergi karena dia takut tidak dapat menahan keinginannya untuk membunuh wanita itu sekarang juga. Namun, Baru beberapa langkah Alisya kembali berhenti.


"Tunggu byy, aku belum mengambil pesanan ku" Kata Alisya yang melepaskan rangkulan tangan Kenzo di pinggangnya lalu menuju Pelayan toko yang tadi membungkus pesanannya.


"Pesananku" Kata Alisya datar namun masih menerbitkan senyum tipis karena pelayan itu melayaninya dengan baik tanpa memandang siapa dia dan seberapa tinggi kasta nya, membuat Alisya mengapresiasi pelayanan wanita di depannya itu.


"Ini Nona" Pelayan itu menyodorkan bungkusan kepada Alisya.


"Terima kasih atas pelayanan yang kamu berikan, itu sangat menyenangkan." Ungkap Alisya.


"Terima kasih nona" balas pelayan itu.


"Ambillah, ini tips untukmu karena telah melayaniku dengan baik" Alisya langsung menyodorkan beberapa uang pecahan ke arah pelayan itu.


"Terima kasih banyak Nona"


Alisya hanya menganggum lalu berbalik mendekati Friska yang masih berdiri menatap tajam dirinya.


"Kamu....... Tunggu kehancuran mu...... Kamu begitu membanggakan karir mu bukan? Akan aku hancurkan sumber kebanggaan mu itu tanpa sisa" Bisik Alisya di telinga Friska.


Deg


Setelah membisikkan kata-kata mutiara kepada Friska, Alisya langsung pergi begitu saja meninggalkan Friska yang kini menatap punggung Alicia.


"Dasar bodoh. Jika Aku jadi dia aku akan segera meminta maaf kepada Nona itu"


"Kamu benar, aku juga akan melakukan hal yang sama walau harus berlutut di depan wanita itu"


"Kalian tidak tahu wanita tadi selain istri dari Tuan Kenzo, Wanita itu juga adalah pemilik perusahaan Beatrix Company"


"Selain itu dia juga merupakan cucu satu-satunya dari pengusaha terbesar di China "


"Astaga model ini benar benar mencari kehancurannya sendiri "


Deg


Friska yang awalnya tenang kini langsung menegang saat mendengar bisikan orang-orang di sekitarnya apalagi saat mengetahui identitas wanita yang dia hina namun Friska menolak untuk mempercayai akan hal itu hingga dia dengan sombong berkata,


"Cih kalian jangan percaya begitu saja, pewaris perusahaan Beatrix Company adalah Alexa teman ku" kata Riska dengan lantang membuat orang-orang langsung menatapnya dengan sinis.


"Makanya jangan hanya berada di luar negeri terus, tidak tahu kan kalau Nona Alexa yang kau bangga-banggakan itu telah lama meninggal sekeluarga karena sebuah kecelakaan, lagi pula memang dari awal perusahaan itu seharusnya jatuh di tangan Nona itu namun keluarga pamannya yang begitu jahat ingin menguasai perusahaan itu untuk diri mereka sendiri" Kata salah satu wanita dari kerumunan itu yang dengan berani membalas perkataan Friska bahkan terlihat wanita itu tanpa malu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Friska.


" Aku juga keluar negeri karena pekerjaan, aku yang seperti model sibuk pemotretan sana sini, tidak seperti kalian yang hanya bisa bersantai di dalam rumah "ucap Friska sinis.

__ADS_1


"Menjadi model atau simpanan om-om mana ada yang tahu" balas wanita itu tak kalah sinisnya.


"Jaga bicaramu aku akan......"


"Akan apa? Kamu ingat pemilik perusahaan batubara di kota B? "Tanya wanita itu dengan sinis.


Mata Friska langsung membulat saat wanita mengungkit tentang kota B bahkan dengan orang yang dulu sangat dia kenal.


"A....apa-apaan pertanyaan kamu itu, ma...mana aku tahu siapa pemilik perusahaan batubara di sana" Jawab Friska dengan Gugup.


"CK. Kalian semua dengar baik-baik dia, Dewi yang kalian puja-puja ini sesungguhnya adalah wanita yang tak tahu malu dan wanita jahat yang tak mempunyai hati nurani" teriak wanita muda itu yang langsung mengundang bisik-bisik tetangga.


Orang-orang yang mendengar teriakan dan penuturan dari sang wanita langsung mengeluarkan ponsel mereka dan mulai mereka bahkan beberapa orang sudah merekam sedari awal kejadian.


"Dia Friska sang model internasional yang begitu di puja-puja semua orang namun di balik wajah ini, dia sesungguhnya adalah wanita penggoda dan simpanan pria-pria kaya" Wanita muda itu menunjuk Friska dengan jari telunjuknya.


"Apa maksudmu sialan? Jangan coba-coba merusak nama baik ku apalagi memfitnah ku sialan....!"


"CK. Sudah lama aku mencarimu j4l4ng si4l4n, gara-gara kamu mami ku meninggal karena mendapati Daddy ku yang sedang bercumbu mesra di perusahaan bersama dengan kamu "ucap wanita itu lantang.


Dhuarrr


Friska membulatkan mata, dia sangat tahu siapa yang di maksud oleh wanita di depannya itu. Friska memang seorang model Namun karena keserakahan membuatnya tidak cukup dengan apa yang dia miliki sebagai model hingga dia rela menjadi selingkuhan dan simpanan beberapa pria-pria kaya untuk mencukupi gaya dan kebutuhannya yang sudah seperti putri raja.


Friska bukan satu kali ataupun dua kali kedapatan dan di labrak oleh istri-istri dari pria sugar daddynya namun selama menjadi wanita selingkuhan atau simpanan hanya satu orang wanita paruh baya yang langsung meninggal karena mendapati suaminya sedang bercinta dengan Friska.


"Iya, aku adalah anak dari wanita paruh baya yang mati di depan mata kalian sendiri namun bukannya menolongnya kalian manusia hina malah asyik bercinta" teriak wanita itu penuh amarah yang langsung melayangkan tamparan super keras di wajah Friska hingga menyebabkan bunyi yang begitu menggema karena orang-orang diam.


"Kau....."


Friska tidak lagi melanjutkan perkataan yang saat mendengar jika orang-orang dalam kerumunan itu dengan membicarakan dan menggunjing dirinya, Friska semakin takut saat melihat jika mereka semua sedang merekam adegan itu.


"Sial. Aku tidak bisa berbuat apapun sekarang titik lebih baik aku pergi dari sini" kata Friska dalam hati.


"kamu tunggu pembalasan ku" ucap Friska yang langsung pergi dari tempat itu.


"Sial. aku harus ke tempat Daddy agar dia mau membantu aku menyelesaikan masalah ini, jika tidak maka karir ku bisa hancur dan aku tidak mau akan hal itu terjadi" Guman Friska yang langsung menghidupkan mobilnya pergi meninggalkan area mall.


Sedangkan di sisi lain Kenzo terus mengomel layaknya ibu-ibu daster.


"Harusnya tadi kamu membiarkan aku menembak otak bodoh dan mulut kotornya itu yang telah menghina dan memfitnah mu baby" Gerutu Kenzo dengan nafas yang memburu karena masih menahan amarah.


"Jika kamu membunuhnya di sana, urusannya akan panjang byy, di sana ada kamera CCTV" terang Alisya yang mengelus rahang sang suami lalu memberi ciuman lembut di rahang tegas Kenzo.


"Untung Nona ku masih waras tidak seperti pria kejam namun berotak dangkal itu" Kata Dirga dalam hati yang melirik Kenzo yang sudah mulai tenang setelah mendapat ciuman dari Alisya.


"Coba saja di sana tidak ada kamera CCTV, sudah aku robek mulutnya, aku beda perutnya, terus aku ambil ginjalnya dan aku tarik paksa jantungnya pasti akan sangat menyenangkan "


Uhukk uhukk

__ADS_1


Dirga yang sedang fokus menyetir langsung tersedak sendiri mendengar pernyataan Alisya yang Bahkan tidak jauh berbeda dari Kenzo.


"Ya Tuhan aku menyesal telah memujinya bahkan sifat keduanya tidak berbeda jauh. Jika saja kelakuan mereka berdua sudah seperti itu lalu bagaimana mereka mempunyai anak nanti, aku yakin anak mereka bahkan masih berada dalam kandungan dia sudah menjadi psikopat" Ucap Dirga dalam hati.


Memikirkannya saja sudah membuat Dirga bergidik ngeri.


"Jika kamu melakukannya maka aku akan membereskannya untukmu baby" Kata Kenzo lembut yang langsung mengangkat Alisya ke atas pangkuannya.


"Aku punya rencana" kata Alisya dengan girang.


"Katakanlah"


Kenzo tahu wanitanya itu pasti akan meminta bantuan kepadanya dan Kenzo akan dengan senang hati akan melakukan hal itu.


"Aku mau suami ku yang tampan ini Blacklist nama dia dari agensi manapun dengan begitu karirnya akan hancur dan dia akan hidup menderita "


"Apa dengan begitu kamu akan senang? "


"Hmmmm. Aku akan sangat senang "


" Baiklah akan aku lakukan "


Putus Kenzo yang langsung menyetujui ide dari sang istri.


"Sebenarnya aku ingin membunuhnya dan menyiksanya terlebih dahulu karena dia sudah berani menghina dan merendahkan istri ku di muka umum. Namun, Alisya masih ingin bermain maka, aku ikuti saja permainannya setelah itu aku akan menghabisinya" Kata Kenzo dalam hati yang penuh akan rencana.


Dirga yang tak sengaja melihat seringaian Kenzo lewat kaca spion langsung mengangkat alisnya satu.


"Entah apalagi yang direncanakan oleh Tuan, aku yakin Tuan mempunyai rencana lain tidak mungkin Tuan akan diam saja di saat ada orang lain yang menghina wanita yang di cintainya, apalagi itu terjadi di depan matanya sendiri " kata Dirga dalam hati.


Beberapa menit kemudian Kenzo sampai di perusahaan, Kenzo keluar dari mobil dengan sang istri yang berada dalam gendongannya serta karena perbuatan itu membuat para karyawan kantor saling bergosip dan saling berbisik satu sama lain.


Ting


Kenzo keluar dari lift lalu menuju ruangannya dengan Dirga yang senantiasa mengikuti dari belakang.


Ceklek


"Kamu duduk di sini aku akan menyelesaikan beberapa berkas lagi" kata Kenzo yang mendudukan sang istri di sofa dengan tenang.


"Eh ini milik siapa?" Tanya Alisya dengan datar saat melihat ada rantang bekal di atas meja dalam ruangan Kenzo.


"Itu rantang saya Nona" sahut Dirga yang langsung mengambil rantang bekal buatan Maya dengan cepat lalu memeluk rantang itu dengan erat


"Apa itu benar-benar milikmu?" tanya Alisya yang memicingkan mata menatap penuh curiga kepada Dirga lalu beralih menatap menatap Kenzo dengan tajam.


Kenzo yang mendapat tatapan menyelidik dari sang Ratu langsung membulatkan mata beralih menetap tajam Dirga yang hanya berdiri mematung


"Dirga" ucap Kenzo dengan suara rendah namun penuh akan penekanan yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2