Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Niat Alisya


__ADS_3

"Kenapa sangat berisik" gerutu Alisya yang merasa tidurnya terganggu.


"Maaf sayang disini kedatangan tiga ekor burung BEO"


Pfffft


Sontak ucapan Kenzo itu membuat Maya hampir melepaskan tawanya


"Burung Beo" Guman Alisya yang masih belum menyadari keberadaan kedua orang tuanya dan Alexa.


"Hm lihatlah" Kata Kenzo sambil melirik Alexa dan kedua orang tua mereka. Mata Alisya langsung memakan saat menyadari keberadaan Alexa apalagi jarak Alexa dan Kenzo yang berjarak dekat.


"Kau pasti habis memeluknya" Ucap Alisya pelan tapi Kenzo masih mendengarnya karna posisi kenzo yang dekat.


Cup


"Apa yang kamu bicarakan Baby. aku tak menyentuhnya" kata Kenzo lembut dengan sebuah kecupan di layangkan di kening Alisya


"Hanya menamparnya" lanjut Kenzo


"Alisya sialan......kau selalu saja lebih beruntung dariku" Umpat Alexa menatap tajam Alisya.


"Untuk apa kalian datang disini" Alisya bertanya dengan pelan kepada kedua orang tuanya.


"Kamu datang ingin menjenguk kamu Bagaimana pun juga kamu masih putri kami" Jawab Edric


"Benarkan mereka khawatir akan keadaanku tapi haruskan aku terluka seperti ini baru mereka perduli" kata Alisya dalam hati merasa senang sekaligus nyeri di hatinya.


"Alisya aku balik dulu yah. nanti besok aku datang lagi" kata Maya dia memang berencana untuk pulang di apartemen malam ini karna sudah ada Kenzo yang siap 24 jam menjaga Alisya.


"Hati-hati" Balas Alisya.


"Dirga Antar wanita itu pulang dengan selamat" Perintah Kenzo.


"Baik Tuan"


Dirga dan Maya beranjak berdiri lalu berjalan keluar bersama-sama. beberapa menit kemudian setelah kepergian Dirga dan Maya ponsel Ke zo tiba-tiba bergetar.


Drettt

__ADS_1


Drett


Drett


Kenzo hanya melihat dengan datar ponsel di tangannya tanpa mengangkatnya.


"Angkatlah siapa tahu penting" kata Alisya


"Tapi...."


"Aku baik-baik saja" Seakan mengerti Alisya mencoba menyakinkan Kenzo.


"Jika mereka macam-macam kamu teriak saja yah aku nggak jauh dari sini kok" kata Kenzo yang di balas anggukan kepala oleh Alisya.


"Awas saja jika kalian berani melukai Alisya walau seujung kuku sekalipun terima akibatnya" Ancam Kenzo menatap tajam ketiga manusia beda umur di depannya.


Setelah memberi peringatan kepada Alexa dan kedua orang tuanya Kenzo lalu berlalu keluar.


"Alisya" Panggil Reva mendekati brankar Alisya


"Iya Mom" Jawab Alisya binar kebahagiaan terlihat jelas di matanya saat melihat Reva berjalan menghampirinya.


"Kau ingin kami menyayangi kamu bukan" Tanya Reva dengan lembut kepada Alisya


"Kami akan menyayangi kamu sama seperti kami menyayangi Alexa Tapi......" Reva menggantung kalimatnya dan menatap Alisya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Tapi apa" Tanya Alisya menatap Reva penuh harap.


"Akhirnya mereka akan menyayangi ku Tuhan..." kata Alisya dalam hati dengan bahagia dan haru.


"Berikan Tuan Kenzo untuk Alexa. biarkan Alexa dan Tuan Kenzo bersatu" kata Reva santai.


Deg


Jantung Alisya rasanya berhenti berdetak saat itu juga mendengar permintaan wanita di depannya ini. wanita yang melahirkannya, wanita yang mempertaruhkan hidupnya untuk dia dan Alexa, Wanita yang ia panggil dengan Ibu, kenapa wanita itu tidak bisa bersikap adil kepada kedua putrinya. kenapa wanita itu bisa seperti ini, membahagiakan satu putrinya tapi yang satunya lagi ia sakiti dan abaikan nya berulang-ulang kali.


"HAHAHA.. apa ini Alisya? bahkan sampai saat ini kamu masih mengharapkan mereka menyayangi kamu! Bangun! bangun dari mimpi indah namun yang tak akan pernah terwujud itu. Lihat bahkan di saat kondisi kamu yang hampir matipun yang mereka lihat dan pikirkan hanya Alexa bukan Dirimu" Kata Alisya dalam hati mengejek dirinya sendiri.


"Ayo katakan kamu akan membiarkan Tuan Kenzo bersatu dengan Kakak mu Alexa. kami akan langsung menyayangi kamu" desak Edric karna hanya melihat Alisya yang terdiam kaku tanpa menjawab pertanyaan Istrinya.

__ADS_1


"He...bahkan dalam keadaan aku seperti ini pun yang kalian pikirkan hanya Alexa" Alisya berucap dengan menatap Sinis kedua orang di depannya yang begitu tak berperasaan yang sayangnya adalah kedua orang tuanya.


Edric dan Reva hanya terdiam mendengar perkataan Alisya bahkan mereka tak menunjukan rasa iba sedikitpun kepada keadaan Alisya saat ini.


"Mau bagaimana lagi. Alexa itu kakak kamu jadi kamu harus mengalah demi dia setelah kebahagiaan Alexa terjamin baru kami akan menyayangi kamu" kata Reva santai tanpa beban sedikit pun mengatakan itu kepada Alisya.


Mendengar itu Alisya hanya bisa diam mengepalkan kedua tangannya sampai kuku putihnya menembus telapak tangannya hingga berdarah tapi Alisya tak merasakan itu.


"Setelah ini aku bersumpah, aku akan benar-benar membuat kalian semua sengsara dan menderita. jangan salahkan aku bila harus menjadi monster karna kalian yang membuat ku melupakan akan ikatan darah di antara kita. aku akan benar-benar membalas dendam, rasa sakit ini akan aku kembalikan suatu saat nanti dengan rasa sakit yang berkali lipat lebih sakit dari apa yang aku rasakan" Kata Alisya dalam hati.


Alisya sudah membulatkan tekadnya Ia akan benar-benar akan membalas dendam kepada mereka semua. Selama ini Alisya masih terlalu Naif mengira Kedua orang tua sedikit menyayangi dirinya tapi dari sini ia tahu jika kedua orang tuanya hanya menganggap dirinya sebagai orang asing atau hanya sebagai alat atau bayangan untuk Alexa.


"Cih kali ini aku tidak akan diam dan mengalah lagi" kata Alisya tersenyum sinis kepada Alexa yang sedang menatapnya tajam dengan kepalan tangan yang mengerat.


"ALISYA" sentak Edric dan Reva dengan suara yang tertahan karna takut Kenzo mendengar mereka.


"Kalian ingin membahagiakan dia bukan? maka lakukanlah semampu kalian dan aku? aku akan mempertahankan apa yang menjadi milikku" Desis Alisya menatap tajam mereka bertiga.


"Alisya mengertilah dari awal kamu tidak akan pernah bisa menang melawan Kakak kamu" kata Reva dengan nada mengejek.


"Karna dari awal aku hanya mengalah" balas Alisya Sinis.


"Alisya jangan keras kepala" Tekan Edric menahan emosi.


"Kali ini kamu tidak akan menang Alexa. Lihat penderitaan apa yang akan aku berikan kepada kalian. mulai saat ini aku bukan lagi bagian dari kalian. Ah aku lupa..... dari awal aku bukan bagian dari kalian jadi tunggu PEMBALASAN DARIKU" kata Alisya dengan menekan kata Pembalasan dariku. kini tekadnya sudah bulat ia akan membalas dendam, membalas rasa sakit dan penderitaan yang dia alami selama ini karna Ulah mereka bertiga terutama Alexa.


"A....apa maksud....mu" Reva bertanya dengan suara terbata-bata menatap Alisya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Masih kurang jelas? aku akan membalas dendam CAMKAN ITU" ulang Alisya.


Degh


Mereka bertiga tertegun mendengar penuturan Alisya yang akan membalas dendam. Mereka bertiga hanya mampu terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Sial......rupanya kau ingin bermain-main Alisya sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang di atas penderitaan ku. Kenzo harus menjadi milikku" Batin Alexa matanya memerah karna menahan amarah.


"Dengan cara apa kamu akan membalas dendam he" Alexa berkata dengan nada merendahkan dan menatap Rendah Alisya.


"Jangan lupa aku punya saham sebesar 50% di perusahaan bahkan aku bisa merebut kursi CEO kapan pun aku mau" Balas Alisya tersenyum kemenangan.

__ADS_1


"Ka...kamu akan masuk di perusahaan" Edric bertanya dengan terbata-bata, Aliran darahnya seperti tersumbat membuat wajahnya menjadi pucat pasi.


"Aku tidak bilang akan masuk perusahaan Tapi......


__ADS_2