Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kemarahan Kevin


__ADS_3

Seorang wanita cantik begitu lelap dalam tidurnya tanpa terganggu dengan hal-hal di depannya. di samping wanita itu seorang pria menatap dia penuh cinta dan kasih sayang tangan pria itu tanpa lelah mengelus Surai hitam wanita yang dalam pelukannya.


Kedua soal itu tak lain dan bukan adalah Alisya dan Kenzo yang sedang berada di ranjang serba putih.


"Terima kasih Tuhan engkau masih memberi hamba yang penuh dosa ini kebahagiaan yang bahkan tiada taranya" ucap Kenzo yang penuh syukur atas karunia Tuhan.


Kenzo tanpa henti memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan yang memberi dia kebahagiaan yang begitu besar. Kenzo tak pernah lelap menatap wajah damai wanita yang menjadi istrinya, bibirnya tak pernah lelah mengucapkan kata-kata cinta kepada Sang istri walau pun tidak di dengar oleh Alisya yang sedang tertidur lelap.


"Tidurlah yang lelap saat kamu terbangun nanti mungkin kita sudah sampai tujuan" bisik Kenzo yang mengecup kening Sang istri lalu beranjak turun dari ranjang lalu keluar dari kamar itu.


Tidak berselang lama setelah kepergian Kenzo Alisya menggerakkan kelopak matanya hingga dengan pelan-pelan terbuka.


"Hoam.... ini dimana?" guman Alisya yang melihat jika yang dia tempati bukan kamar dia dan Kenzo.


"Jangan-jangan aku malah di culik" Guman Alisya yang segera bergegas turun dari ranjang.


Alisya yang memang suka tidur tambah molor saja setelah menikah dengan Kenzo membuatnya tertidur seperti orang mati saja.


Alisya langsung menyipitkan mata melihat jendela ruangan itu yang langsung menunjukan pemandangan awan.


"**** setan mana yang menculik ku" Guman Alisya yang dengan suara rendah.


Ceklek.


"Baby kamu sudah bangun" kata Kenzo yang kaget melihat Alisya yang sedang membelakanginya.


Mendengar suara orang yang dia kenal Alisya langsung membalikan badan hingga matanya melotot melihat Kenzo yang sedang berada di depannya itu.


"Ada apa baby kenapa melihat aku seperti melihat hantu saja" kata Kenzo dengan lembut berjalan mendekat ke arah Alisya.


"Kita di pesawat?" tanya Alisya yang hanya bisa berfikir itu untuk sekarang.

__ADS_1


"Kita memang ada di pesawat lebih tepatnya menuju Korea untuk bulan madu seperti keinginan kamu" ungkap Kenzo yang membalik badan Alisya menatap ke luar jendela lalu memeluknya dari belakang.


Alisya hanya bisa berdiri kaku dengan mata melotot dan mulut terbuka bagaimana bisa dia memang ingin bulan madu di Korea tapi dia fikir tidak akan secepat ini juga di tambah dia belum beres-beres apa saja yang perlu di bawa.


"Kenapa diam kamu tidak senang?" tanya Kenzo dengan lembut.


"Bukan nggak senang tapi..... Byy aku belum beres-beres semua kebutuhan kita,kebutuhan kamu, dan kebutuhan aku kenapa malah asal terbang saja sih" gerutu Alisya dengan kesal melepaskan pelukan sang suami.


"Semua sudah beres baby jika pun masih ada yang kurang nanti kita beli disana. jangankan barang yang kamu minta bahkan tokohnya jika kamu mau kamu bisa membelinya" ucap Kenzo santai dan begitu enteng.


"Dasar sombong sultan mah benas" umpat Alisya dalam hati menatap kesal ke arah Sang suami melalui ekor matanya.


Alisya mengatakan jika Kenzo sultan tapi dia tidak menyadari jika dia juga adalah orang kaya yang bahkan hanya dengan mengucapakan kata Mau maka Kakek XU dan Bimo akan mengabulkannya tanpa bertanya untuk apa dan berapa harganya.


Di tempat lain di negara yang terkenal akan keindahan bunga sakura Kevin sedang mengomel dan marah karna jadwalnya begitu padat entah kenapa sekarang Kevin mudah sekali marah.


Kevin memang berada di negara Jepang mengurus perusahaan miliknya disini selain itu jadwal pemotretan dirinya sebagai model semakin padat dan banyak yang menawarinya.


Kini Kevin berada di kantor miliknya karna ada beberapa berkas penting yang harus di tanda tangani olehnya.


Ting


"Bulan madu?" teriak Kevin yang melotot melihat dua kata dari pesan itu.


"Sial sial sial. Kenzo s*al*n jangan berfikir aku akan diam saja aku akan merebut semua kebahagiaan kamu sama seperti kamu yang merebut kebahagiaan Khanza dan kebahagiaan ku" teriak Kevin dengan emosi yang berada di ubun-ubun.


"AAAAAAA DASAR TIDAK BERGUNA" teriak Kevin mengangkat tangannya.


Ting


Kevin yang baru saja berniat membanting ponselnya langsung terhenti di udara saat mendengar suara Notif lagi. Kevin dengan malas menurunkan tangannya lalu melihat pesan dari mana. Kevin membuka pesan itu lalu membacanya.

__ADS_1


Bruk


Pyarrr


Jika tadi Kevin gagal membanting ponsel karna ada pesan masuk maka kali ini Kevin benar-benar membanting ponselnya hingga hancur menjadi beberapa bagian.


"Ternyata apa yang aku alami karna rencana kamu tapi aku tidak akan diam. silahkan lindungi istri tercinta mu itu tapi suatu saat nanti akan aku buat kamu menangis darah lewat istri tercinta mu itu" kata Kevin yang do penuhi akan dendam.


Ceklek


"ASTAGA KEVIN APALAGI INI? KENAPA RUANGAN KAMU INI BERANTAKAN SEPERTI KAPAL PECAH KAMU SELALU BEGINI SETIAP KALI DATANG KE KANTOR" teriak pria yang baru sama masuk yang merupakan Asistennya yaitu Tomi.


Kevin yang mendengar teriakan Tomy hanya memutar bola mata jengah dan duduk kembali di kursi kerjanya dengan santai.


"Haaaah" Tomy yang melihat sifat menyebalkan Kevin hanya bisa berdengus kecil lalu mengatur napasnya dan berjalan duduk di depan Kevin.


"Sekarang apalagi? aku yakin kamu tidak akan mengamuk jika masalah perusahaan karna perusahaan kali ini tidak ada masalah apapun" kata Tomy menatap serius ke arah Kevin.


"Apalagi jika bukan karna di Kenzo br*ngs*k itu. semua yang terjadi padaku adalah ulahnya." ucap Kevin dengan napas yang memburu.


"Maksud kamu apa?" tanya Tomy yang tidak mengerti.


"Semuanya. baik jadwal aku yang padat, perusahaan yang bermasalah, semua itu rencana Kenzo agar aku sibuk dan tidak mengusiknya" ucap Kevin dengan datar.


Kevin memang dari awal sudah curiga kenapa perusahaan nya bisa mendapat masalah padahal sebelumnya baik-baik saja belum lagi yang tiba-tiba jadwal pemotretan dirinya semakin padat membuatnya semakin curiga jadi segera memerintahkan anak buahnya untuk menyelidikinya.


Walau terkesan lambat tapi akhirnya anak buah Kevin menemukan dalangnya membuat Kevin benar-benar emosi tingkat dewa.


Sedangkan Tomy yang mendengar penuturan Kevin hanya bisa menggertakkan gigi menahan amarah.


"Harusnya dari dulu aku perhatikan kenapa jadwal kamu sepadat ini. jika begini terus kita akan lambat membalas dendam kepada Kenzo" kata Tomy dengan amarah yang meluap-luap.

__ADS_1


"Kita tidak punya cara lain cara satu-satunya kita harus bertahan 2 Minggu lagi selama itu pastikan kamu menolak orang yang ingin memakai jasa ku apapun alasannya tolak" ucap Kevin dengan memijit pelipisnya.


"Kamu tenang saja semua itu menjadi urusan ku yang harus kita lakukan adalah segera menyelesaikan semua ini dan kembali ke Rusia untuk membalas dendam." ucap Tomy dengan tangan yang mengepal di bawah meja.


__ADS_2