Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
2 wanita Ular


__ADS_3

"Anak bibi sangat kaya rupanya" Kata wanita muda yang begitu terpesona dengan semua yang ada di perusahaan Kenzo.


"Kan bibi sudah bilang kalau dia itu sangat kaya. Jika kamu bisa menikah dengannya maka kamu akan mendapatkan semua yang dia miliki termasuk perusahaan ini," Ucap wanita tua itu dengan senyum licik.


"Bibi tenang saja, aku pasti bisa membuat anak bibi jatuh cinta padaku" Ucap wanita muda itu dengan percaya diri.


"Harus! Kamu harus bisa membuat Kenzo jatuh cinta padamu. kamu mau miliki Ini semua bukan?" Tanya wanita tua itu melirik wanita muda di sampingnya.


"Aku sangat mau Bi. Jika aku memiliki ini semua aku bisa membeli apapun yang aku mau tanpa harus berpikir dua kali," Jawab wanita muda itu dengan mata penuh binar.


Mendengar itu wanita tua itu langsung tersenyum miring mendengar penuturan dari keponakannya tersayang.


Tok


" Masuk "sahut dari dalam.


Ceklek


Mata wanita muda itu langsung terpesona melihat Kenzo yang sedang sibuk pada berkasnya.


"Nak ini mami," Ucap wanita tua itu dengan nada bergetar menatap penuh kerinduan pada sosok Kenzo yang duduk tenang di depannya.


Kenzo yang sedang fokus pada berkas di tangannya langsung mendongak saat mendengar suara itu.


"Kamu....."


"Ini Mami Kenzo" Kata wanita itu yang langsung menghambur memeluk Kenzo penuh kerinduan


"Hiks Hiks Mami begitu merindukan kamu Nak "


Wanita tua itu terus berceloteh di sela-sela tangisannya dalam pelukan Kenzo.


"Sudah lama mami mencarimu namun baru sekarang Mami menemukan keberadaan kamu. Setelah sekian lama mencari akhirnya mami bertemu denganmu lagi" Kata wanita tua itu di sela-sela tangisannya.


Sedangkan Kenzo hanya diam seperti patung tidak bersuara dan tak menolak pelukan wanita tua itu. Melihat kebungkaman Kenzo wanita tua itu langsung memberi kode kepada wanita muda.


"Bibi" Wanita muda itu mendekat lalu mengambil alih wanita tua yang masih menangis itu. entah air mata sungguhan atau hanya bualan semata hanya mereka yang tahu.


"Tuan tidak bisakah anda menyuruh kami untuk duduk terlebih dahulu," Ucap wanita muda itu begitu sopan bahkan suaranya terdengar merdu di telinga

__ADS_1


"Silakan duduk" Ucap Kenzo datar yang mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa.


Wanita paruh baya itu dan wanita muda langsung tersenyum aneh. Wanita muda itu langsung menatap takjub interior dalam ruangan itu yang begitu rapi dan mewah. Namun senyum wanita itu langsung hilang saat matanya menatap potret seorang wanita yang berada di dinding ruangan kerja Kenzo yang di gantung dengan ukuran besar.


"Wanita itu harus segera aku singkirkan" Ucap wanita muda itu dalam hati yang mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Tetapan tajam wanita itu kembali melembut saat menatap wanita tua di sampingnya.


"Lihat bibi sudah menemukan anak laki-laki bibi untuk ke depannya bibi harus sehat-sehat ya" Kata wanita muda itu yang mengelus lembut punggung wanita tua di sampingnya.


Jika ada yang melihat perlakuan wanita muda itu mereka pasti akan memuji nya. Namun tidak dengan Kenzo yang hanya dia menatap datar mereka berdua.


"Nak kamu tidak mengingat mami?" Tanya wanita tua itu menatap sendu Sang putra.


"Sangat! Aku sangat wajah itu yang pergi meninggalkanku, meninggalkan kami di saat kami dalam keadaan yang sedang butuh butuh tempat sandaran, tempat mengadu koma tempat papa bersandar titik namun dengan teganya anda malah pergi dengan b******* itu "


Ingin sekali Kenzo meneriaki dan mencaci maki orang yang berada di depannya itu. Namun di tahannya untuk melancarkan rencana yang telah mereka susun membuat Kenzo terpaksa harus diam.


"Ken....Kenzo Nak..."


"Aku mengingatnya" potong Kenzo cepat.


Wanita tua itu tak lain dan tak bukan adalah Melinda ibu kandung dari Kenzo yang menghilang selama ini lalu kembali tiba-tiba di hadapan Kenzo. Sedangkan di samping wanita tua itu ada wanita muda yang bernama Kim Yoona. Kim Yoona merupakan keponakan diri dari Melinda namun Yoona sangat di sayang oleh Melinda. Bahkan bukan hanya Melinda Namun semua keluarga besar Kim menyayangi gadis itu. Kim Yoona memiliki sifat yang polos dan lugu sehingga membuat semua orang menyayanginya padahal dia hanya Anak tiri alias anak sambung keluarga Kim.


" Nak kenalkan dia adalah Yoona keponakan Mami. Namun dia memperlakukan Mami seperti ibunya sendiri" Kata Melinda yang memperkenalkan Yona pada Kenzo.


"Hm."


Kenzo hanya berdehen sebagai tanggapan bahkan melirik saja tidak.


"Halo Tuan aku Kim Yoona" Ucap Yona yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman namun Kenzo hanya acuh duduk tenang di depan kedua manusia itu.


Yona yang melihat itu hanya berdecak kesal dalam hati. Namun dengan senyum manisnya Yoona kembali duduk tenang di samping Melinda.


"Dia menatapku begitu lama? pastinya dia terpesona pada kecantikanku" Ucap Yona yang bersorak gembira dalam hati saat melirik Kenzo yang terus menatap ke arahnya.


Namun yang sebenarnya terjadi adalah, "Aku harus segera menyuruh Dirga untuk segera mencarikan aku sofa baru. Sofa itu sudah kotor karena wanita ular ini"Umpat Kenzo dalam hati.


"Ada apa anda mencariku dan menemuiku?" Tanya Kenzo datar menahan gejolak dalam hati yang muak setengah Mati.

__ADS_1


"Nak maafkan manis sebenarnya Mami sudah lama mencarimu. Namun Mami tidak pernah berhasil menemukanmu hingga Mami tak sengaja menemukan potretmu dalam sebuah surat kabar. Mami sangat senang Mami ingin sekali menemui kamu satu bulan yang lalu. Tapi tiba-tiba suami Mami sakit jadi tidak sempat datang menemuimu. Sebagai istri yang baik Mami harus menemani papa kamu...."


BRAK


"Jaga mulut Anda wanita tua papaku cuma satu dan dia sudah meninggal. Jika itu suamimu maka berarti suamimu Namun bukan papaku" Bentak Kenzo menatap menyala wanita tua di depannya itu.


Kenzo yang sudah menahan amalnya sedari tadi langsung meledak saat wanita tua itu dengan berani menjadikan orang asing sebagai papanya. Dan tentunya hal itu tak bisa terima karena baginya papanya hanya satu yaitu Ardan Sardin Keano.


"Menjadi istri yang baik? Apa aku tidak salah dengar? Di mana anda saat papa saya memohon kepada anda untuk tidak pergi? Anda dengan tidak berperasaannya pergi dengan selingkuhan anda itu"


Ucap Kenzo datar menatap dingin pada wanita yang seharusnya di hormati itu. Namun Apa yang di lakukannya di masa lalu membuat rasa hormat Kenzo langsung hilang entah kemana.


"Nak Mami sudah berubah," Ucap Melinda dengan air mata yang mengalir deras di pipinya namun Kenzo tak peduli akan hal itu


Baginya wanita itu tak pernah berubah harta dan tahta adalah segalanya dan yang paling utama.


"Tuan..... Tuan tidak boleh berteriak apalagi membentak Ibu Tuan. Bibi Meli sudah lama mencari Tuan namun tidak berhasil menemukan Tuan. Saya tahu Tuan sayang kepada bapak Tuan. Tapi sebagai seorang anak sudah sepantasnya mendukung kebahagiaan orang tuanya. Saya tahu Tuan berat untuk menerima hal ini karena saya juga merasakan hal yang sama. Tapi Paman Sihim merupakan pribadi yang baik kok saya yakin Paman mau....."


"BERHENTI MENGOCEH SIALAN," Bentak Kenzo.


" Suaramu bahkan lebih bagus suara kucing yang sedang terjepit. Sudah seperti radio rusak saja" kata Kenzo pedas yang menatap tajam Yoona.


"Bibi......" Bibir Yoona bergetar memanggil Melinda dengan mata yang berkaca-kaca.


Selama ini Yoona terbiasa hidup yang selalu penuh kasih sayang dan di manja. Walau hanya anak tiri atau anak sambung Namun semua keluarga Kim begitu menyayanginya. Tak ada satupun dari keluarga itu yang meneriakinya apalagi membentaknya.


"Nak kamu jangan membentak Yoona seperti itu. Yoona tidak terbiasa dengan hal seperti itu karena selama ini dia tidak pernah di bentak" Bela Melinda.


"Apa peduli ku. dia bukan siapa-siapa bagiku jadi lebih baik kalian segera pergi karena aku ada meeting penting" Usir Kenzo.


"Jika kamu ingin meeting pergilah kami akan menunggumu di sini. Mami ingin makan siang bersama kamu" Kata Melinda dengan lembut.


Kenzo yang mendengar itu segera pergi dalam ruang ruangannya karena tak ingin lepas kendali dan meh muntahkan pelurunya pada kepala dua orang itu.


Brak


Kenzo keluar dalam ruangan dengan menutup pintu dengan keras. Sebagai bentuk pelampiasan amarah yang meledak-ledak dalam dirinya.


"Bibi hiks dia membentak aku bibi hiks "kata Yoona yang mengandung pada Melinda.

__ADS_1


"Maafkan anak bibi ya. Bibi tahu dia begitu menyayangi papanya namun dengan kamu menjadi berani seperti tadi. Kamu pasti bisa mendapatkan hati Kenzo"


__ADS_2