Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Sisi lain Alisya 2


__ADS_3

*Lanjutan Flashback.


"Sekarang ayo antar aku ke ruang latihan kalian" kata Alisya tiba-tiba berbalik ke arah ketiga pria di belakangnya.


"Untuk apa Nona?" tanya Ramos sopan.


"Hanya melihat-lihat dan mungkin sedikit latihan" ucap Alisya dengan senyum aneh di bibirnya.


"Entah kenapa kali ini aku benar-benar merasakan firasat buruk" bisik Ramos ke telinga Kris.


"Sama aku juga merasakan hal yang sama" timpal Kris.


"Bagaimana dengan mu Alvaro?" Ramos beralih kepada Alvaro yang mengikuti Alisya.


"Aku sudah dari tadi merasakan firasat buruk jika kalian ingin tahu." jawab Alvaro ketus.


"Aku semakin merasakan firasat buruk semakin mendekati ruangan ini" bisik Ramos.


Alisya dengan langkah riang memasuki ruangan latihan yang di tunjuk Ramos kepadanya.


"Wow ini sungguh keren......"


Mata Alisya langsung berbinar-binar melihat puluhah bahkan ratusan senjata berada di ruangan itu.


"Apa semua ini adalah ciptaan kalian?" tanya Alisya berbinar-binar.


"Benar Nona." jawab Ramos


Alisya terlihat menganggukkan kepala lalu berjalan mengelilingi ruangan penuh senjata itu hingga matanya langsung berbinar saat menemukan benda kesukaannya.


"Wow ternyata kamu juga ada disini" guman Alisya lalu mengambil benda kesukaannya yang merupakan busur lengkap anak panahnya.


"Nona apa yang anda......" kalimat Ramos langsung terhenti saat melihat Alisya memberi isyarat kepada mereka untuk diam.


"Kalian berdiri di sana!" Kata Alisya menunjuk di depannya.


"Kami semua?" tanya Ramos yang sudah was-was menatap busuk dan anak panah yang ada di tangan Alisya.


"Jangan sampai" batin Ramos.


"Ya kalian bertiga" jawab Alisya enteng.


Sontak membuat ketiga pria tampan itu Lang menelan ludah dengan keringat yang mulai menetas di dahi masing-masing.


"Jangan lupa letakkan apel-apel itu di atas kepala masing-masing" lanjut Alisya sambil tersenyum manis.


Jedarrrr


Bagaimana di sambar petir pagi pagi buta Ramos, Kris dan Alvaro langsung lemas seketika saat mendengar perintah dari sang wanita dari ketua mereka.


"Mampus"


"Tamat sudah"

__ADS_1


"Hancur beledur"


Ketiganya kompak mengumpat dalam hati dengan menyumpah serapahi Kenzo dan Bimo yang menjadi sumber kekesalan Alisya dan akibatnya malah berakhir di mereka.


"Ramos ayo maju" ucap Kris menyenggol Ramos menyuruhnya untuk maju duluan.


"Tidak! Alvaro saja" tolak Ramos malah menyuruh Alvaro.


"Enak saja. Aku masih sayang nyawa" sahut Alvaro.


"Sudah sama maju MOS kamu kan ketua ke 2 setelah Tuan Kenzo." kata Kris mendorong Ramos.


"Jika begitu kalian harus tunduk pada perintahku. Dan sekarang aku perintahkan kalian untuk maju lebih dulu" kata Ramos dengan penuh wibawa.


Glek


Kris dan Alvaro langsung membelalakkan mata dengan menelan ludah sudah payah.


Sedangkan Alisya yang melihat tingkah ketiga pria matang di depannya langsung mengernyit bingun.


"Apa yang kalian ributkan. ayo berdiri disana" ucap Alisya yang terdengar mulai kesal.


"Nona ingin siapa dulu yang berdiri disana?" Ramos bertanya dengan perasaan was-was.


"Apanya yang berdiri duluan? Kalian bertiga berdiri disana berjejer rapi!" kata Alisya penuh .


"Bertiga? berjejer rapi?" teriak ketiganya kaget.


"Iya cepat.....!" gertak Alisya.


Ketiganya dengan terpaksa berjalan menuju arah yang di tunjuk oleh sang Calon Queen mereka.


Ramos, Kris, dan Alvaro berdiri dengan sesuai instruksi Alisya.


"Nah sekarang letakkan apel itu di kepala kalian semua!" perintah Alisya penuh senyuman.


Ketiganya langsung menurut meletakkan apel yang ada di genggaman tangan mereka ke atas kepala. Mereka hanya bisa berdoa semoga nyawa mereka masih bisa di selamatkan setelah ini.


Namun tiba-tiba mata mereka bertiga langsung terbelalak saat melihat Alisya yang langsung menarik tiga anak panah sekaligus.


"Tamat sudah." batin ketiganya dengan keringat di dahi sebesar biji jagung semakin banyak.


"Tuan tolong kami........."


Jerit ketiganya dalam hati yang sudah mau menangis. Jika bisa memilih lebih baik mereka bermain dengan pistol daripada anak panah karna pistol sakitnya hanya saat di tembus tidak seperti panah yang malah menakutkan bagi mereka.


Keringat dingin semakin banyak di jidat masing-masing saat melihat Alisya semakin menarik busurnya. mereka tau jika gadis di depan mereka bisa memainkan pistol tapi mereka tidak tahu dia bisa memanah apa tidak apalagi sasarannya berada di atas kepala jika meleset sedikit maka di pastikan yang akan kena pasti kepala.


Sedangkan Alisya berkonsentrasi menarik dan menetapkan arah panah pada target sasaran tanpa memperdulikan jika ketiga pria di depannya itu sudah pucat pasi.


TAK


TAK

__ADS_1


TAK


Ramos, Kris, dan Alvaro secara bersamaan langsung menutup mata rapat-rapat saat melihat anak panah itu melayang ke arah mereka.


"Wow ternyata keahlian ku masih sama" teriak Alisya.


Sontak teriakan Alisya membuat ketiga pria yang sedang menutup mata itu langsung membuka mata secara bersamaan. Mereka bertiga langsung saling lirik lalu.


Wusssh


"Eh eh kalian mau kemana?" teriak Alisya saat melihat jika ketiga anggota kepercayaan Kenzo itu berlari kencang keluar dari ruangan itu.


Hah hah hah


"Aku..... ber...... Janji tidak akan..... lagi mencari perkara dengan Nona bahkan dia lebih menakutkan dari si Bos" kata Alvaro dengan napas yang tersengal-sengal.


"Sama aku juga." timpal Yang lainnya.


# Flashback end


Kenzo berjalan mondar mandir dalam kamarnya. dia benar-benar kesal dengan ulah kekasihnya itu yang seenak jidatnya menariknya keluar hanya mengenakan piyama dan celana Boxer.


"Awas kau baby" guman Kenzo menggeram kesal.


Kenzo yang tidak merasakan tanda-tanda Alisya Kana masuk langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri Kenzo beranggapan mungkin Alisya masih asyik bermain dengan kedua kecoak itu pikir Kenzo.


30 menit berlalu terlihat Kenzo berjalan keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya untuk menutupi area pribadinya.


Kenzo mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang mencari sosok yang sudah sedari tadi dia tunggu kedatangannya.


"Kemana lagi gadis nakal itu" ucap Kenzo pelan.


Kenzo dengan langkah lebar berjalan ke arah Walk in close mulai memilih setelan dan aksesoris seperti jam lalu sepatu.


Setelah semuanya rapi Kenzo langsung menuju pintu untuk keluar dari kamarnya. Kenzo berjalan menelusuri lorong-lorong markas KL untuk mencari keberadaan sang kekasih.


Ceklek


Kenzo masuk di ruangan yang menjadi tempat menyekapan Edric dan Reva namun disana Kenzo tak menemukan keberadaan sang kekasih yang dia lihat hanya kotak hitam yang di pegang Alisya tadi pagi.


"Anak pembawa sial...... Keluarkan aku dari sini. Hahahaha" teriak Reva di iringi tawa menakutkan.


Sontak Kenzo langsung menatap heran kedua manusia di depannya ini yang terlihat berantakan terutama Reva yang terus tertawa.


"Apa yang di berikan Alisya hingga membuat kedua orang ini menjadi tidak waras seperti ini" kata Kenzo dalam hati bertanya-tanya.


...----------------...


**Jangan Lupa beri Like Vote dan Hadiahnya eh jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya ๐Ÿ˜™


Follow Akun media Author Donk๐Ÿ˜‰


#Facebook @Inaya Arfal

__ADS_1


#IG. @Inayaar011


Jaga kesehatan yah semuanya bye bye๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2