
"Nona Maya baik-baik saja begitu pula bayinya" Ucap Kris menjelaskan keadaan Maya kepada Dirga.
"Tapi....." Jeda Kris yang menoleh menatap ke arah Kenzo.
"Tapi apa brengsek!" Umpat Kenzo yang sudah tidak sabaran.
"Di dalam tidak ada Nona Alisya" Terus terang Kris.
Bugh
Kenzo yang sudah tidak bisa membendung amarahnya langsung memberi bogem mentah kepada Kris.
"Jangan becanda Kris jika tidak akan aku ledakan kepalamu" kata Kenzo datar yang menyodongkan pistol ke arah kepala Kris.
"Aku tidak berbohong Tuan. Jika Tuan tidak percaya silahkan masuk" Ucap Kris yang membuka pintu ruangan UGD.
Sebenarnya keadaan pasien belum sadar tapi mau bagaimana lagi. Kris tak punya pilihan lain selain membiarkan Kenzo masuk dan melihat sendiri kondisi di dalam ruangan agar membuat pria itu percaya.
Tanpa ba-bi-bu Kenzo langsung mendorong Kris ke samping lalu berjalan masuk dalam ruang itu.
Deg
Mata Kenzo membulat sempurna saat melihat kedua anggotanya yang di tugaskan untuk menjaga istrinya. Kini terbaring tak berdaya dengan perban dimana-mana. Terutama gadis yang di akuinya sendiri jika gadis itu adalah petarung yang terkuat nomor satu di kelompoknya yang berjenis kelamin perempuan. Tapi kini wanita itu terbaring dengan kepala yang di perban, wajah babak belur, sudut bibir robek, tangannya di perban dan di kalungkan perban di leher. Melihat itu Kenzo yakin tangan anggotanya itu pasti patah.
"Baby dimana kamu" batin Kenzo yang begitu cemas dan khawatir akan keadaan sang istri.
"Sampai kapan mereka akan seperti itu?" Tanya Kenzo datar.
"Untuk Maya dan Alya mungkin 2 jam kemudian sadar. Akan tetapi untuk Ariana.... Dia di nyatakan Koma" terang Kris dengan suara berat.
Deg
"Apa...?"
Suara di belakang mereka membuat ketiga pria itu langsung berbalik. Kris membulatkan mata saat melihat Alvaro disana.
"Bro ini......"
"Katakan sekali lagi ke adaan adik aku dan..... Keadaan Ari....ana" ucap Alvaro dengan suara tercekat.
"Alya baik-baik saja tapi untuk Ariana dia di nyatakan Koma. Salah satu peluru menembus dada kirinya hampir mengenai jantungnya. Bahkan jarak pelurunya hanya berjarak 5 Senti" jelas Kris.
"Aku tau keadaan kita semua sedang genting. Tapi aku tidak mau tahu.... Lacak keberadaan Istriku karna semua ini adalah ulah dari orang yang sama" kata Kenzo datar.
"Dirga! Ramos! Segera lacak keberadaan Alisya" perintah Kenzo pada Ramos yang baru saja datang bergabung.
"Baik Tuan" jawab Ramos dan Dirga secara serentak yang terdengar tegas.
"Dan kalian berdua siapkan senjata dan segala sesuatu yang kita perlukan. Setelah keberadaan Alisya terlacak maka kita akan langsung menyerang"
"Akan kami kerjakan Tuan"
__ADS_1
Mereka semua bubar menjalankan tugas masing-masing. Tinggal Kenzo yang berdiri di depan ruangan UGD mengikuti suster yang membawa ketiga orang yang berada di ruangan itu ke ruangan inap.
Kenzo memilih untuk membuat mereka satu ruangan. Agar nanti dia bisa langsung bertanya saat Alya atau Maya sadar bagaimana kronologi kejadian sebenarnya.
2 jam kemudian terlihat Alya yang menggerakkan jarinya. Kenzo yang melihat itu langsung berdiri mendekat ke arah brankar Alya.
"Aku ada dimana?" Guman Alya yang melihat keadaan sekitar.
"Kamu sudah sadar?"
"Tuan...!" Pekik Alya yang berusaha untuk bangun namun di hentikan oleh Kenzo.
"Tidak perlu bangun. Aku hanya ingin kamu menceritakan kronologi hingga kalian seperti ini" kata Kenzo datar.
"Kamu di cegat saat menuju ke rumah sakit untuk menjenguk wanita yang bernama Clarissa itu karna wanita itu telah sadar. Kami kalah jumlah dengan mereka karna mereka berjumlah ratusan orang bla bla bla"
Alya menceritakan semuanya tanpa di tutupi satupun. Tanpa di kurangi ataupun di tambahkan semuanya terjadi persis seperti yang terjadi.
"Pria itu membawa Nona pergi setelah menembaknya dengan obat bius" ucap Alya yang mengakhiri ceritanya.
"Kevin....! Kali ini kamu benar-benar melewati batasan kesabaran yang telah lama ku simpan. Kamu pikir dengan menculiknya aku akan terpuruk kamu salah Kevin. Justru dengan menyentuhnya kamu membuat singa ini tertidur. Kali ini aku sendiri, tanganku sendiri yang akan mencincang tubuhmu menjadi bagian potong-potongan kecil" Desis Kenzo dalam hati.
Kepalan tangan Kenzo semakin menguat dengan tatapan yang penuh akan nafsu membunuh yang kuat.
Ceklek
Kenzo beralih menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu di buka. Masuklah 4 orang pria yang langsung duduk di ruangan itu dengan wajah Frutasi masing-masing.
"Maaf Tuan tapi keberadaan Nona Alisya tidak terlacak." Ucap Dirga yang di angguki oleh Ramos.
"Bagaimana bisa kalian tidak bisa menembus pertahanan mereka?" Kenzo hampir saja mengamuk tapi dia menahannya.
"Aku tidak mau tahu pokoknya cari keberadaan Istriku" perintah Kenzo yang tak ingin di bantah.
Setelah berkata seperti itu Ke zo segera berdiri lalu keluar dari ruangan itu.
"Kevin kali ini kamu benar-benar akan musnah" Desis Kenzo penuh amarah.
Kenzo menaiki motor besarnya laku menarik pegal gas dengan kencang membuat motor itu melaju dengan kencang membela jalanan yang sepi.
Tujuan Kenzo kali ini hanya satu yaitu markas Kevin. Sudah cukup rasanya Kenzo memberikan waktu kebebasan kepada Kevin. Kini saatnya pria itu menemui raja Yama.
Tanpa Kenzo ketahui di belakangnya ada mobil sedang hitam yang terus mengikutinya semenjak keluar dari rumah sakit.
"Mau kemana anak sialan itu" ucap sosok wanita paruh baya yang Mengumpati Kenzo.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Melinda sang ibu kandung Kenzo sendiri. Melinda sudah mengikuti Kenzo dari Kenzo keluar dari rumah sakit.
"Tapi ada baiknya dia menuju di tempat sepi seperti ini" Guman Melinda yang tersenyum licik.
"Saatnya"
__ADS_1
Brum.......
Brak
Kenzo yang tak bisa menghindar dari tabrakan mobil itu langsung tertabrak hingga sampai terlempar di pembatas jalan dan jatuh ke dalam jurang.
Dhuaaar
Ledakan keras terdengar keras di suasana hutan sepi itu yang bisa di pastikan jika itu berasal dari ledakan motor Kenzo.
Melinda keluar dari mobil lalu tersenyum licik melihat jurang di depannya.
"Akan lebih baik jika kamu langsung mati. Tak ada yang boleh menghalangi jalanku untuk mendapatkan apapun yang aku inginkan. Jika ada maka akan aku singkirkan dia dari muka bumi ini termaksud kamu anakku tersayang. Andaikan dari awal kamu menurut dan patuh mungkin kamu tidak akan berakhir seperti ini" kata Melinda yang tersenyum senang karna setelah ini dia bisa dengan mudah merebut harta dan kekuasaan yang di miliki Kenzo.
Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda Kenzo selamat Melinda dengan penuh senyum yang mekar di bibirnya yang merah menyala segera berbalik. Masuk ke dalam mobil dengan senandung kecil tanda kebahagiaan dan kemenangan secara bersamaan.
Tanpa perasaan, tanpa keraguan Melinda melajukan mobilnya tak sedikitpun menoleh ke belakang lagi.
"Hahahaha aku kaya hahaha"
Melinda tertawa terbahak-bahak karna merasa bahagia dan sudah menang. Baginya Alisya tidak akan bisa berbuat apa-apa jika Kenzo tidak ada di sampingnya.
Ada yang bilang seburuk-buruknya seorang ibu tapi lebih buruk lagi seekor hewan yang kadang menjadikan umpannya untuk menarik mangsa. Tapi apa yang di lakukan Melinda barusan membuktikan bahwa seorang manusia pun bahkan bisa lebih kejam dan keji bahkan melupakan jika ia merupakan seorang ibu.
Harta, tahta, dan kekuasaan semua itu membutakan mata hati akan rasa obsesi, iri, dan dengki telah menggait dan membutakan segala mata hati manusia. Bahkan sampai bisa membuatkan mata hati seorang ibu sekaligus melupakan jika yang di bunuh-nya, yang di binasakan-nya, yang di lenyapkan-nya dan di singkirkan-nya adalah anaknya darah dagingnya sendiri.
Sakitnya melahirkan mempertaruhkan hidup dan mati seakan lupa pada perjuangan itu hanya karna sebuah tiga hal yang bersifat sementara yaitu Harta, tahta dan kekuasaan.
Sedangkan di sisi lain seorang sosok wanita cantik tengah bergerak gelisah di atas ranjang. Keningnya telah banjir oleh keringat dingin dan bibirnya terus meracau tidak jelas.
"Habby..... Kenzo..... TIDAK.....!"
Hosh hosh hosh
Suara napas Alisya terdengar ngos-ngosan saat terbangun dari tidurnya. Alisya bermimpi buruk melihat Kenzo bermandikan darah dan jatuh ke jurang.
"Pertanda apa mimpiku tadi?" Guman Alisya yang masih menyenangkan hatinya.
"Kamu sudah bangun baby?"
Alisya yang sibuk menenangkan napasnya yang ngos-ngosan langsung mendongak saat mendengar suara asing masuk ke dalam gendang telinga Alisya.
"Kamu lagi?" Alisya hanya berucap dengan santai memalingkan kembali wajahnya.
"Baby aku punya kabar bahagia untuk kita berdua" kata Tommy yang duduk di samping Alisya.
Alisya yang melihat Tommy mendekat hanya cuek bebek saja. Seperti tidak melihat apapun hanya duduk tenang saja karna otaknya sedang menebak rencananya.
"Lihatlah" Tommy menyodorkan sebuah iPad di tangan Alisya.
Alisya hanya diam menerima dan menonton apa yang di tunjukan oleh Tommy. Hingga di detik berikutnya matanya langsung membulat sempurna saat melihat mobil Kenzo meledak hancur berkeping-keping.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan pada suamiku ha....?"