Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Menculik Maya


__ADS_3

"Bagaimana sudah kau dapatkan informasi gadis itu" tanya Pria bertudung yang duduk di kursi dengan mengajar satu kakinya.


"Sudah Bos tapi Tim belum dapat memastikan gadis yang mana sebagai kekasih Tuan Kenzo" lapor pria yang berlutut di depannya.


"Jangan panggil dia Tuan, dia adalah musuhku yang berarti adalah musuhmu juga!" tekan sosok bertudung itu.


"Baik Bos" jawab paruh pria berlutut.


"Apa maksud mu dengan gadis mana yang menjadi kekasih si brengsek itu?" tanya Sosok itu.


"Mereka adalah gadis kembar Bos, paras keduanya memiliki kesamaan sempurna tidak ada yang membedakan nama mereka adalah Alexa Briana Beatrix dan Alisya Arkana Demian topik mereka berdua masih hangat-hangatnya di perbincangkan di media sosial Bos" kata pria itu lagi.


Sosok bertudung itu terlihat mengerutkan dahinya dalam menatap rumit ke depan lalu menunduk melihat bawahannya.


"Berikan" kata Sosok bertudung menyodorkan tangannya kepada pria berlutut.


"Ini Bos" seakan mengerti pria itu segera menyerahkan ponselnya yang sudah menunjukan gambar video.


Sosok itu mengambil ponsel bawahannya lalu menekan ikon segitiga yang langsung memutar video di dalam ponsel itu.


Beberapa menit kemudian sosok itu terlihat menyeringai menatap ponsel di tangannya dengan rumit.


"Jadi Alisya ini putri buangan begitu?" tanya Sosok itu tersenyum miring.


"Iya Bos" jawab pria itu.


"Awasi dan segera bawah dia di hadapanku" perintah sosok itu lengkap dengan Seringaian yang menakutkan di sudut bibirnya.


"Tapi Bos yang sering di lihat berkeliaran di dekat bahkan di kantor Kenzo adalah gadis bernama Alexa karna gadis bernama Alisya itu baru kembali di negara ini beberapa hari yang lalu" papar sang bawahan yang membuat senyum di bibir Bosnya langsung hilang.


"Baru kembali?"


"Iya Bos"


"Sudah kamu pastikan?"


"Sudah Bos bahkan ada bukti rekaman CCTV juga"


Mendengar itu sosok bertudung itu memijit pangkal hidungnya. sosok itu sangat mengetahui bagaimana sifat seorang Kenzo apalagi jika seorang wanita.


"Kenzo tidak akan mungkin menyukai gadis manja dan licik sepertinya tapi jika Alisya yang menjadi kekasih Kenzo itu tidak mungkin mengingat gadis itu baru kembali ke negara ini" kata Sosok itu dalam hati.


"Pergi dan awasi keduanya pastikan yang mana kekasih si brengsek itu" perintah Sosok itu.

__ADS_1


"Baik Bos"


Pria yang berlutut itu segera berdiri lalu berjalan keluar dengan cepat.


"Tunggu pembalasanku Kenzo Devandra Keano. tunggu di saat aku merusak kekasih tercintamu itu, tunggu saat kamu menyaksikan kekasih tercintamu itu harus di gilir oleh para Bawahan ku hahahaha" kata sosok itu yang di akhiri tawa menyeramkan menatap tajam potret Kenzo di depannya yang sudah dia beri tanda silang dan sebuah pisau menancap di kening Kenzo.


"Aku akan benar-benar menghancurkan kamu sehancur-hancurnya hingga kau akan menangis darah Kenzo" tekan sosok itu.


*********


Sedangkan di tempat ruangan yang serba hitam duduk dua orang berjenis kelamin pria dan wanita yang memakai pakaian beda warna yaitu hitam dan putih.


"Sudah kamu temukan dalangnya?" tanya Sosok serba hitam yang ternyata adalah seorang gadis.


"Sudah Nona. hanya saja kita akan sulit memusnakannya" jawab pria berpakaian hitam.


"Aku tidak peduli itu Bimo" sentak Alexi menatap tajam Bimo.


Alexi? Bimo? yeah keduanya adalah Alexi dan Bimo yang sedang melakukan diskusi di ruangan serba hitam.


"Tapi Nona mereka adalah salah satu Mafia terkuat di dunia" kata Bimo.


"Mafia"


Alexi menyeringai dingin mendengar informasi yang di berikan oleh Bimo. Bukan merasa takut Alexi malah merasa tertantang akan hal itu.


"Mafia ke berapa?" tanya Alexi dengan senyum aneh di bibirnya.


"Ke 2 nona" jawab Bimo yang sudah menelan ludah menatap ngeri senyuman Alexi.


Bimo sangat mengetahui bagaimana dampaknya jika Alexi sudah tersenyum seperti itu.


"Astaga Nona jika ingin tersenyum seperti itu tolong jangan di depanku" ucap Bimo dalam hati.


"Black Dragon rupanya" kata Alexi. "Berapa jumlah ke seluruhan anggota kita?" lanjut Alexi memainkan wine di tangannya.


"Sekitar 10 ribu orang Nona" jawab Bimo mantap.


Alexi diam menatap jauh ke depan menerawang rencana apa yang akan dia lakukan. Alexi akui musuhnya kali ini bukan main-main mengingat posisi mereka menjadi urutan kedua setelah Mafia milik Kenzo namun tidak membuat Alexi gentar sedikitpun karna dendam kakeknya harus ia balaskan sampai ke akarnya.


"Huuuuu ini akan sedikit sulit tapi aku berjanji dendammu akan segera terbalas Kakek" janji Alexi dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan masa lalu keluarga Beatrix bagaimana mereka bisa membenci Alisya?" tanya Alexi yang langsung menoleh kembali ke arah Bimo.

__ADS_1


"Semua ada disini Nona" ucap Bimo meletakkan map hitam di atas meja lalu di sodorkan kepada Alexi.


Untuk sesaat Alexi menatap dalam map itu lalu menatap Bimo yang nampak duduk santai.


"Ku harap isinya tidak mengecewakan" kata Alexi datar sambil membuka map itu.


Alexi dengan serius membaca satu persatu lembaran kertas itu hingga tiba-tiba mata Alexi menajam, napasnya memburu, dan kedua tangannya meremas kertas itu dengan kasar.


"Dasar keluarga b****p" umpat Alexi langsung meletakkan map itu dengan kasar.


TAK


****************


"Tuan lepas. apa yang Tuan lakukan kenapa terus menarikku seperti ini" teriak sosok gadis yang di tarik-menarik seorang pria.


"Tolong..... Tolong....... pria ini mau menculikku" teriak gadis itu lagi.


"Maaf dia kekasih saya. kami sedang bertengkar maaf" ucap sosok pria itu meminta maaf kepada orang-orang yang sedang menonton mereka.


"Diamlah Nona Mata saya tidak akan macam-macam saya hanya ingin bicara dengan Nona ini menyangkut hidup dan mati saya" kata sosok itu yang tak lain adalah Dirga.


Dirga yang frutasi tidak bisa membobol informasi Alisya tidak punya pilihan lain selain datang menculikku Mata yang merupakan orang terdekat Alisya.


Hanya karna itu Dirga bahkan harus menunggu selama 1 jam di depan restoran Maya lalu mulai mengikuti Mata yang keluar dari restoran hingga kini dia sedang menariknya masuk dalam mobil tapi Maya menolak hingga terjadi adegan saling tarik-menarik.


"Sekarang cepat katakan" kata Maya ketus karna hany untuk bertanya dia harus di tarik-tarik membuatnya jadi tontonan orang-orang yang lewat.


"Memalukan" umpat Maya.


"Lebih baik kita cari tempat yang baik untuk mengobrol" kata Dirga tanpa menjawab pertanyaan Maya, Dirga menjalankan mobilnya.


Beberapa menit berkendara akhirnya Dirga berhenti di depan sebuah kafe lalu turun tanpa mengajak Maya. sedangkan Maya hanya bisa mendengus kesal Karna sikap Dirga.


"Sekarang cepat katakan aku tidak punya waktu luang untuk hal yang tidak penting" kata Maya yang sudah tidak sabaran menatap tajam Dirga yang sedang menatapnya datar.


"Menggemaskan" kata Dirga dalam hati menyunggingkan senyum tipis saking tipisnya Maya tidak menyadari akan hal itu.


*Ea ea kayak si Asisten bakal ke cantol sama si Maya nih😄


Menurut kalian ceritanya di gabungin disini atau buat yang baru🤔


Yuk komen😁 ku Tunggu lho😘*

__ADS_1


Eiiits jangan lupa vote-nya bagi yang ikhlas ya soalnya ini sudah akhir bulan Author butuh penyemangat 😉


__ADS_2