
"Hallo...."
"APA"
Brak
""Tu....tuan" Kenzo bergetar melihat Tuannya sudah bermandikan darah dengan satu tubuh yang telah tercabik-cabik tergeletak di sampingnya.
"Ada apa Dirga" tanya Kenzo menyeringai menatap Dirga.
"Itu....Nona Alisya sudah sadar" kata Dirga namun tidak ada sahutan. karna mendengar tidak ada sahutan Dirga lalu mendongak untuk melihat Tuannya tapi kedua matanya membulat saat tak melihat siapa pun di depannya.
"TUAN....." Teriak Dirga lalu berlari keluar. sampai di luar ternyata masih ada Kris dan Alvaro sedangkan Ramos berada di sudut ruangan memuntahkan isi perutnya entah karna apa.
"Tuan mana..." Tanya Dirga menatap kedua pria di depannya.
"Itu....Tuan sudah pergi" jawab Kris menunjuk tepat larinya Kenzo mendengar itu Dirga lantar berlari tapi kerah bajunya di tarik oleh Alvaro.
"Tunggu dulu...kau kemana sih itu juga Tuan berlari keluar dengan pakaian yang penuh darah" kata Alvaro menggerutu.
"APA.....penuh darah" teriak Dirga Shock.
"Nah iya. mau kemana sih" tanya Alvaro lagi sambil menatap Dirga penuh harap.
"Ke rumah sakit" Kata Dirga lalu berlari keluar menyusul Kenzo
"Rumah sakit" Beo Kris.
"NONA ALISYA" kata Kris dan Alvaro kompak lalu saling melirik satu sama lain.
"Lah......Tuan mana....aku di tinggalin gitu" monolog Dirga mengedarkan pandangannya mencari mobil yang di pakai tadi tapi mobil itu sudah tidak ada di parkiran itu.
Sedangkan di tempat lain Kenzo menarik pegal gass dengan kencang. bahkan roda empat itu meleset dengan cepat bagaikan angin membela jalanan aspal itu hingga membuat para pengendara lain beberapa kali mengumpat karna ulah mobil yang di kendarai Kenzo melaju ugal-ugalan. Kenzo? jangan di tanya dari awal dia peduli akan hal itu yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana cepat sampai di rumah sakit.
"Cih dasar lambat" Umpat Kenzo karna merasa mobilnya melaju dengan pelan padahal jika di lihat dari luar kecepatan mobil itu bahkan sudah lebih cepat dari angin. memang kalau sudah cemas aja menjemput aja nggak merasa takut sama seperti Kenzo bahkan mungkin ia sudah di kejar malaikat maut tapi Ia malah bersikap bodoh amat.
__ADS_1
Sampai di Rumah sakit Kenzo segera keluar lalu berlari masuk ke rumah sakit tanpa memperdulikan keadaan dirinya saat ini. sepanjang lorong ia selalu di tatap Aneh dan ngeri oleh orang-orang tapi kenzo acuh tujuannya saat ini hanya satu yaitu menemui Alisya.
Brak....
Kenzo membuka kasar pintu ruang inap Alisya lalu berlari masuk ke dalam
"Aaaah apa yang kau lakukan kenapa kau seperti itu" Teriak Alisya melihat ngeri Kenzo dari ujung kepala lalu turun di kaki. Rambut acak-acakan, pakaian beratapkan bahkan penuh darah terus jangan lupa jika kakinya hanya berbalut kaos kaki entah kemana sepatutnya.
Mendengar teriakan Alisya sontak Kenzo langsung melihat ke pakaiannya sendiri. kedua matanya sesaat membulat melihat penampilan dirinya sendiri yang bisa di katakan buruk.
"Sial....harusnya tadi aku mandi dulu agar terlihat menawan bukan terlihat berantakan dan buruk seperti ini.....Dirga Sialan...." Umpat Kenzo dalam hati bahkan masih sempat-sempatnya Ia menyalahkan Dirga untuk kondisinya sekarang
dengan kepala tertunduk Kenzo berbalik lalu keluar dari ruangan Alisya.
Kenzo berjalan keluar dari rumah sakit dengan datar bahkan wajahnya semakin Datar saat mendengar bisikan-bisikan di sekitarnya yang membicarakannya. Kenzo mempercepat langkahnya hingga sampai di mobil ia segera masuk dan menutup pintu mobil dengan kencang.
"Semua ini karna Dirga awas saja dia" kenzo menggerutu lalu mulai mencari ponselnya setelah mendapatkannya ia mulai mengotak-atik benda canggih itu lalu meletakkan di dekat telinga.
"Hallo...."
"SEKARANG. BAWAKAN AKU PAKAIAN GANTI" teriak Kenzo lalu mematikan sepihak panggilannya.
Sedangkan di tempat lain seorang pria hanya bisa bermuka masam akan perintah atasannya itu.
"Kenapa....muka mu langsung masam seperti itu" Tanya Alvaro kepada Dirga yang hanya bisa menarik napas kasar.
"Biasa Tuan....Aku pergi dulu mau menjemput Tuan" pamit Dirga kepada Alvaro lalu beranjak berdiri dan berjalan pergi.
*****
"Tuan"
"Kenapa lama sekali...kau tahu karna mu aku di pandang buruk oleh Alisya" Hardik Kenzo kepada Dirga yang hanya bisa mengerutkan dahi tidak mengerti.
"Itu kan memang salah tuan....kenapa tidak bersihkan diri dulu sebelum menemui nona Alisya. salah saya dimana coba" Ingin sekali Dirga berteriak di depan wajah Kenzo tapi mau gimana lagi Ia masih sayang nyawanya jadi terpaksa dia hanya bisa diam dan menelan semuanya walau terasa pahit.
__ADS_1
"Tunggu disini" Kata Kenzo datar menatap tajam Dirga lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
Karna malas untuk kembali ke mension atau Apartemen Kenzo lebih memilih mencari hotel terdekat untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya dan sebuah handuk kecil di tangannya untuk mengeringkan rambutnya.
Setelah merasa rambutnya sudah cukup kering Kenzo lalu menghampiri Paber bag di atas ranjang yang di bawah oleh Dirga. Kenzo membuka Paber bag itu lalu mulai memakainya.
Setelah selesai Kenzo lalu mulai menuju cermin lalu menyisir rambutnya Setelah selesai ia segera keluar dari kamar itu ternyata di depan pintu Dirga sudah berdiri menunggunya.
Ceklek
"Tuan" Dirga langsung menundukkan kepalanya saat melihat kenzo Namun Kenzo hanya datar dan berjalan melewati Dirga begitu saja.
Kenzo berjalan dengan wajah datar dan di ikuti Dirga di belakangnya. sampai di mobil Dirga langsung membukakan pintu mobil jok belakang untuk Kenzo. setelah Kenzo masuk baru Dirga masuk ke jok kemudi lalu menarik pegal Gas meninggalkan hotel itu.
Hanya butuh waktu 10 menit Akhirnya sampai di rumah sakit. Kenzo segera turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit sedangkan Dirga hanya bisa mengikuti Tuannya kemana pergi seperti anak ayam yang mengikuti induknya maka begitu nasib seorang Dirga.
Ceklek
Alisya dan Maya yang tengah asik bercerita langsung menoleh ke pintu saat mendengar suara pintu di buka.
"Bagaimana keadaan mu....ada yang sakit" Tanya Kenzo mengelus lembut luka di kening Alisya.
"Tidak ada" jawab Alisya singkat menatap lekat Kenzo.
Mendengar jawaban Alisya lantas Kenzo langsung duduk di ranjang Alisya lalu mengambil tangan gadis itu dan menggenggamnya lembut seperti sangat hati-hati.
Maya yang melihat kebucinan itu lantas langsung berdiri lalu pindah ke sofa di sana sudah ada Dirga.
"Mau makan...." tanya Kenzo menawarkan Alisya.
"Mau tapi aku tidak suka bubur" Cicit Alisya seperti anak kecil yang di suruh minum obat. Kenzo langsung melirik mangkuk bubur di atas meja lalu menatap kembali ke Alisya.
"Tapi kamu masih sakit Sayang...." kata Kenzo menyematkan kata sayang di akhir kalimatnya.
__ADS_1
"Tapi.......