Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Masa lalu


__ADS_3

Hanya tiga kata namun langsung membuat pena yang dipegang Kenzo langsung jatuh dari tangannya fokus pada berkas di tangannya langsung menatap orang di depannya dengan wajah datar dan dingin.


"Kapan?"


"Menurut laporan, baru beberapa menit lalu"


Mendengar itu Kenzo hanya mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya mulutnya memang tidak terbuka namun tidak dengan bibirnya yang menyunggingkan senyum miring yang entah apa artinya namun Ramos tahu itu bukan pertanda baik.


"Awasi dia," kata Kenzo datar melanjutkan pekerjaannya.


"Tuan....?"


"Apa Ada hal lain?" Tanya Kenzo pada Ramos yang duduk gelisah di depannya.


"Dia datang tidak sendirian tapi membawa seorang wanita muda Tuan" Kata Ramos datar.


"Bertahun-tahun namun tak ada yang berubah. Entah bagaimana dulu papa bisa mencintai bahkan memperistri Wanita berhati iblis sepertinya," Ucap Kenzo dalam hati yang benar-benar bertanya-tanya kenapa dia mempunyai seorang wanita yang melahirkannya seperti itu.


"Selidiki! "


"Sudah Tuan, wanita muda itu adalah keponakan tiri dari wanita itu," Terang Ramos.


"Keponakan tiri? ternyata dia telah menikah lagi" Guman Kenzo yang tersenyum dingin.


"Dari data yang kami peroleh Wanita itu sangat menyayangi keponakannya. Selain itu, wanita muda itu terkenal dengan sifatnya yang polos dan lugu hingga ayah sambung yang sangat menyayangi nya,"


"Polos dan logo? Apa kamu percaya? Terkadang yang kita lihat tak sesuai dengan apa yang dilihat dengan mata "


Ramos yang mendengar penuturan dari Tuannya hanya diam karena dia bukan pria yang akan langsung terperdaya. Ramos dan Kenzo mempunyai kisah masa lalu yang sama bahkan keduanya sama-sama membenci Wanita hanya dalam kadar dan porsi yang berbeda.


Jika kerja membenci wanita hingga tak percaya akan cinta dan wanita hingga Alisya hadir mengubah semuanya. Sedangkan Ramos membenci wanita dengan melampiaskan dengan cara terus bergonta-ganti pasangan baik itu kekasih atau hanya wanita untuk pemuas nafsunya.


"Kamu selidiki dengan serius wanita itu, Buang dulu wanita-wanitamu itu jika tidak........" Jeda Kenzo yang melihat ke arah bawah.


Ramos yang paham Apa maksud dari perkataan sang Bos langsung menelan ludah kasar.


"Tuan tenang saja, saya akan mencari tahu tentangnya hingga akhir akar. jadi, Tuan tidak perlu membuat si piton tertidur" Ungkap Ramos yang menutupi pitonnya dengan kedua tangannya.


"Cari! Aku tidak mau tahu besok harus ada jika tidak maka piton kebanggaan kamu itu akan menerima akibatnya" ancam Kenzo yang tidak main-main.


Glek


Ramos langsung menelan ludah saat mendengar ancaman dari sang Bos. Ramos tahu apa yang dikatakan oleh Kenzo maka akan di lakukan dan Ramos sudah pernah merasakan bagaimana piton yang dia banggakan itu di suntik hingga tidak bisa bangun lagi selama beberapa bulan piton itu mati suri.


Ramos sangat tersiksa di mana saat nafsunya yang sudah berada di ubun-ubun dan butuh pelampiasan namun senjatanya malah tidak bangun.


"Kapan kamu akan berhenti melakukan ini semua Mos?" Tanya Kenzo serius menatap Ramos.


"Maksud tuan?" Tanya Ramos balik yang pura-pura tidak mengerti.


"Kamu mengerti apa yang aku katakan Ramos, "


Huhhhh


Melihat jika Kenzo begitu serius terlihat Ramos yang menarik napas dalam dalam sebelum menetap unsur dengan tatapan yang entah apa artinya.


"Aku akan berhenti di saat aku menemukan Alisya ke 2"


"Apa maksudmu sialan! Kamu ingin merebut istriku? Maka siap mati," Ucap Kenzo yang langsung menyodongkan pistol di dahi Ramos.


"Bukan itu maksudku Tuan.... Maksud yang aku katakan adalah wanita yang bisa membuat aku percaya Jika masih ada wanita yang berbeda di dunia ini. Wanita yang bisa membuat aku tertarik seperti kamu yang tak dapat menatap wanita lain selain Alisya maka aku juga ingin, ingin hanya dia yang ada dalam hidupku Jika boleh jujur aku sendiri lelah dengan kehidupan yang monoton seperti ini aku ingin berhenti namun setiap kali melihat sifat menjijikan mereka membuatku muak dan ingin menghancurkan mereka semua,"; Kata Ramos dengan menutup mata menetralkan rasa marah dan dendam yang mencari pelampiasan.


Selama ini memang Ramos terkena playboy atau cassanova namun hanya beberapa orang yang mengetahui jika Ramos mempunyai kelainan seksual yaitu Sadomasokis di mana Ramos seringkali menyiksa pasangannya untuk mendapat sebuah kepuasan.


"Aku hanya takut di saat kamu menemukan wanita yang kamu cari kamu malah tidak sembuh dan menyakitinya. Kamu ingat? Bukan satu atau dua orang yang mati di tangan kamu karena kelainan kamu itu,"bKata Kenzo panjang kali lebar.


Deg


Ramos langsung kaku saat mendengar penuturan dari Kenzo yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya.


"Dan yang paling bahaya adalah saat kamu begitu mencintainya kamu tahu jika misal dia adalah mantan wanita malam tetap menutup kemungkinan kamu benar-benar akan membunuhnya Ramos,"


"Sudahlah untuk apa dibahas. Aku yakin tidak akan melakukan itu jika aku mencintainya kamu saja bisa tumbuh Kenapa aku tidak? Terus terang Ramos yang berusaha untuk tenang.


"Aku punya satu tugas lagi untukmu"

__ADS_1


" Apa itu Tuan? "


"Selidiki model internasional yang bernama Friska. Unggas semua video skandalnya ke publik dan pastikan besok pagi berita itu menjadi topik utama,"


"Baik Tuan"


Setelah berbicara beberapa hal Ramos keluar dari ruangan Kenzo begitu pula Kenzo yang kembali fokus pada pekerjaannya.


" Jadi wanita itu sudah bergerak" Guman Alisa yang berada di pintu.


Tanpa Kenzo dan ramus ketahui Alisya sudah terbangun sedari tadi dan Mendengar pembicaraan Kenzo dan Ramos


Alisya yang ingin menghampiri Kenzo kembali mengurungkan niatnya dan malah kembali ke dalam ruangan pribadi Kenzo.


"Aku harus mulai siaga dari sekarang" monolog Alisya.


Alisya mengambil tasnya lalu mencari benda persegi panjang itu.


"Nona"


"Bergerak sekarang"


"Baik nona "


"Hati-hati Jangan sampai tercium oleh anggota suami ku,"


"Akan kami usahakan Nona"


"Bagaimana dengan orang itu?"


"Dia sudah membaik Nona dan besok dia akan mulai bergerak "


"Bagus pastikan dia tidak berkhianat, "


Setelah membicarakan rencananya dengan anak buahnya Alyssa segera keluar dari ruangan itu menghampiri Kenzo.


Grep


"Belum selesai?," Tanya Alisya dengan memeluk leher Kenzo dari belakang.


"Kemarilah," Kata kerja yang menepuk-nepuk pahanya menyuruh Alisya untuk duduk di atas pangkuannya.


Alisa hanya tersenyum lalu menurut duduk di pangkuan sang suami.


"Kamu lapar?," Tanya Kenzo yang memeluk pinggang sang istri dengan kepala yang disandarkan pada leher Alisya.


"Sedikit" balas Alisa.


"Baiklah tunggu sebentar lagi"


Kenzo mulai kembali mengerjakan sesuatu dalam laptopnya hingga beberapa menit kemudian benzo langsung menutup laptop miliknya karena sudah selesai.


"Ambil tasmu ! Kita akan pulang"


Mendengar itu Alisya langsung bangun dari pangkuan Kenzo bergegas masuk dalam ruang ruang pribadi Kenzo sehingga kembali dengan membawa tas miliknya.


"Sudah?"


"Hm"


Kenzo dan Alisya keluar dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain. bahkan tanpa malu Kenzo menenteng tas sang istri sampai di lobi Kenzo dan Alisya langsung berpapasan dengan Dirga yang ternyata sudah menunggu mereka.


"Tuan Dirga belum pulang?" Tanya Alisa kepada Dirga.


"Belum nona , Saya akan mengantar tuan dan Nona lebih dulu setelah itu baru saya akan pulang," Jawab Dirga.


Mendengar itu Alisya manggut-manggut lalu menoleh ke arah Kenzo.


"Ada apa baby?" Tanya Kenzo yang sadar jika Alisa menatap ke arahnya.


"Apa di perusahaan ini tidak ada kendaraan lain lain? Maksudku mobil lain atau motor gitu?" Tanya Alisa pada Kenzo.


" Di parkiran khusus masih ada satu mobil dan satu motor baby tapi untuk apa? "


"Dirga kamu pulang lah. maksudku jemput Maya jam segini pasti masih ada di restoran miliknya. Anak itu akan lupa dengan waktu jika sudah dihadapkan dengan pekerjaannya"

__ADS_1


Dirga yang mendengar itu tak langsung menoleh ke arah sang atasan.


"Pergilah" Kata Kenzo datar.


"Terima kasih Tuan saya pamit dulu Tuan, Nona" Pamit Dirga yang membungkukkan badan sebentar lalu masuk ke dalam mobil begitu juga Kenzo yang langsung membawa sang istri di parkiran khusus yang ada pada perusahaan itu.


Dirga mengemudi mobilnya dengan wajah berseri-seri karena bisa menjemput sang pujaan hati setelah 2 minggu mereka resmi menjadi sepasang kekasih.


Sampai di restoran Dirga tak langsung turun, dia memperbaiki dulu penampilannya dan tatanan rambutnya agar terlihat tampan dan segar.


"Saatnya menemui sang kekasih" kata Dirga dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Durga dengan wajah segar turun dari mobil tak lupa mengambil sempit bunga mawar untuk Maya.


Dirga masuk dalam restoran menuju ruangan Maya.tidak ada yang menghentikannya karena karyawan Maya tahu jika Dirga adalah kekasih dari bos mereka. namun, Dirga menyernyitkan alis saat mendengar bisik-bisik pelayan yang tidak mengenakan di telinganya.


"Itu Tuan Dirga?"


"Astaga bagaimana? ini di dalam masih ada Tuan Bram "


Dirga yang mendengar itu langsung mempercepat langkahnya menaiki lantai 2 di mana keberadaan ruangan Maya. Wajah yang tadinya penuh binar kini langsung berubah menjadi datar bahkan tangannya ikut terkepal kuat. Sampai di ruangan Maya Dirga langsung mengulurkan tangannya untuk membuka pintu namun terhenti.


"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini bahkan Aku lebih mencintaimu dibanding dengan diriku sendiri"


Tubuh Dirga langsung kaku mendengar suara itu titik suara yang amat dia kenal dan suara dari orang yang sangat dia cintai.


Maya


Nama itu telah terukir indah di dalam jurang hati paling dalam milik Dirga namun kenyataan yang didengarnya barusan membuatnya terdiam kaku dengan tatapan kosong.


Dirga ingin lari, Dirga ingin pergi namun kakinya seakan tak bisa digerakkan. hati kecilnya menyuruhnya untuk tetap stay mendengar apa yang dibicarakan kedua orang dalam ruangan itu.


"Aku begitu mencintaimu dan memuja mu demi kamu, demi cinta ku ke kamu aku bahkan rela melepaskan ginjal ku satu untuk adikmu hanya demi aku mendapat restu dari orang tua mu, tapi apa? Bahkan luka jahitan belum kering kamu menghianati aku di depan mata aku sendiri,"


"Aku melakukan itu karna dia mendonorkan ginjalnya untuk adikku"


"ITU AKU BUKAN DIA"


"Waktu itu aku tidak mengetahuinya Tari"


"Tidak mengetahuinya atau pura-pura tidak mengetahuinya?"


"A.....apa maksud kamu Tari? Aku benar-benar tidak mengetahui hal itu"


"Berhenti mengatakan omong kosong si4l4n. jelas-jelas saat proses persetujuan pencangkokan itu kamu ada"


"Tari aku...."


"Kamu memang tidak keluar namun aku tau jika kamu ada disana"


"Kenapa tidak katakan sejujurnya saja?"


"Mengatakan apa Tari? aku tidak mengerti"


"Kamu pikir aku tidak tahu, jika kamu mau bertunangan dengannya karna di coret dari ahli waris. aku mencintai mu sampai rela mengorbankan apapun namun, Cinta dan pengorbanan ku akan tetap kalah jika di bandingkan dengan uang dan tahta"


"Tari aku bisa jelaskan ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan. sekarang kita bisa bersama, aku sudah memegang perusahan dan aku yakin Daddy dan juga Mommy akan merestui kita di tambah kamu sudah sukses tidak seperti dulu"


"Tidak perlu. aku tidak akan kembali padamu karna aku sudah mencintai pria lain. Pria yang mau menerima aku apa adanya tanpa aku harus berpura-pura menjadi orang lain,"


"Kamu......"


Ceklek


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***Hallo apa kabar☺️ Author harap semua baik-baik saja ya😁


Berhubung karna Author kemarin nggk up di tambah tadi up bab-nya pendek🤣 jadi Author panjangin nih🤭 Dah puas belum🙈


Eitssss satu lagi jangan lupa mampir di Novel baru Author ya😁😁😁


Judul : Gadis Hutan kesayangan Tuan Amesia***


__ADS_1


__ADS_2