Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kematian yang Tragis


__ADS_3

"Masih ingatkah kau wanita Bernama Bianka Mellynda KEANO" Tanya Kenzo dengan menatap benci pria di depannya.


"Kau...."


"AKU ANAKNYA" teriak lantang Kenzo.


"APA...."


"AKU ADALAH ANAK YANG KAU REBUT IBUNYA. KARNA MU WANITA ITU RELA MENINGGALKAN AYAHKU YANG PADA SAAT ITU LAGI TERPURUK, KARNA MU WANITA ITU DENGAN TEGA MENINGGALKAN AKU YANG MASIH SANGAT MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG SEORANG IBU, KARNA MU AKU DAN AYAHKU HARUS TERSAKITI DAN MENDERITA ITU SEMUA KARNAMU" teriak Kenzo di depan wajah pria itu.


15 TAHUN YANG LALU


"Melly ku mohon jangan pergi" Mohon seorang pria menghalangi seorang wanita yang menarik kopernya.


"Minggir Ardan" Sentak wanita itu mendorong pria yang menghalangi jalannya hingga membuat pria itu jatuh terduduk di lantai.


"Melly ingat Kenzo, Ingat anak kita, dia masih kecil Melly tolong jangan pergi" Mohon pria itu berlutut memeluk kaki Wanita yang dapat di yakini sebagai Istrinya. tidak jauh dari sana seorang anak kecil berusia sekitar 10 tahun meyaksikan semua pertengkaran itu.


Pria dan wanita itu adalah pasangan suami istri, Ayah dan ibu Kenzo kecil sedang anak yang bersembunyi di dekat Vas bunga adalah Kenzo kecil.


"Aku tidak peduli. urus saja anak sialanmu itu" sentak Melly.


"Melly Kenzo masih begitu kecil ia masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu" kata Ardan yang terus memeluk kaki istrinya.


"Yasudah kamu menikah lagi saja itupun jika ada wanita yang mau hidup miskin bersama pria miskin sepertimu" Hina Melly menunjuk-nunjuk Ardan dengan jari telunjuknya.


"Melly ini hanya sementara, aku janji akan segera menyelesaikan masalah ini setelah itu keuangan aku akan kembali stabil kita tidak akan jatuh miskin" bujuk Ardan berharap Istrinya itu luluh.


"Cih ini sudah 3 bulan aku hidup menderita bersama kamu. perusahaan kamu itu sebentar lagi akan bangkrut lagipula aku sudah menemukan pengganti kamu yang lebih dari segala-segalanya dari kamu. dia pengusaha sukses dan kaya raya tidak seperti kamu yang miskin" Hina Melly menendang tubuh Ardan hingga terlepas pelukannya di kaki Melly.


"Gimana sayang sudah selesai" Tiba-tiba seorang pria masuk melihat pertengkaran pasangan suami itu.


"Sudah sayang kita tinggal pergi saja" kata Melly bergelayut mesra di lengan pria itu membuat Ardan Membelalakkan matanya.


"Kau....Kau Martin Aderson bukan" kata Ardan menatap kaget pria di depannya itu.


"Ya itu dia, dia adalah calon suami aku yang baru" bukan Martin yang menjawab melainkan Melly.


"Sudah kita pergi Baby" ajak Martin memeluk pinggang ramping Melly.


"Tidak tidak Melly jangan tinggalkan aku, anak kita masih butuh kamu Melly, Melly aku mohon" Teriak Ardan mengejar mobil Martin yang menjauh.


Kenzo kecil menyaksikan semua apa yang terjadi kepada Ayahnya bagaimana Ayahnya bersimpuh memohon tanpa harga diri kepada ibunya namun wanita itu tak peduli seakan tuli bahkan tak peduli akan dirinya yang masih kecil.


Sejak saat itu Kenzo kecil yang memang dari kecil sudah pintar dan mengerti akan pikiran orang dewasa mulai mencari tahu siapa pria yang menjadi selingkuhan Ibunya. butuh waktu 5 tahun untuk Kenzo menemukan informasi lengkap pria selingkuhan Ibunya.


Saat mengetahui pria itu adalah pengusaha yang cukup terkenal Kenzo semakin berambisi untuk sukses hingga umur 17 tahun ia mulai mengambil kendali perusahan Ayahnya.


"HAHAHAHA ITU KARNA AYAH MU JATUH MISKIN" balas Pria itu yang tak lain adalah Martin pria selingkuhan Ibunya di masa lalu.


BRUK


"Jangan pernah menghina Ayahku" Desis Kenzo menendang tubuh Martin.

__ADS_1


Uhukk uhukk


Lagi lagi Martin memuntahkan seteguk darah dari mulutnya akibat hantaman tendangan Kenzo di dadanya.


"Tendangannya kuat sekali. bagaimana aku bisa Lolos dari iblis ini"Batin Martine mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan ternyata sudah di kelilingi oleh anak buah Kenzo.


"Tidak usah berfikir untuk kabur karna kali ini aku pastikan kamu tidak akan lolos. MALAM INI JUGA KAMU HARUS MENEMUI RAJA NERAKA" teriak Lantang Kenzo lalu mengambil pistolnya.


DOR


DOR


"AAAAA" teriak Martin saat Kenzo menembak kedua kakinya.


"Dirga seret dia ke hadapanku" perintah Kenzo.


"Baik Tuan" jawab Dirga yang langsung berlari menyeret dengan paksa tubuh Martin lalu ia lemparkan di hadapan Kenzo.


"Kita mulai" Kenzo berjalan mengelilingi Martin dengan Seringaian kejam andalannya.


"Wajah ini bukan yang membuat wanita itu berpaling"


SRETTT


AAAA


SRRETTT


tak puas dengan menyayat wajah Martin Kenzo lalu beralih memotong jari-jari tangan Martin satu persatu hingga kini jari tangannya semuanya terputus


Tak


AAAA


"Berisik" Bentak Kenzo lalu menarik lidah Kenzo lalu memotongnya.


Crash


"Begini enak" Guman Kenzo lalu mulai menyiksa Martin.


Bagai orang kesetanan Kenzo menyiksa habis Martin, dari menyayat, memotong kedua tangan, memotong kedua kaki milik Martin, Lalu membedah dada sampai perut Martin lalu mengeluarkan semua isinya, Usus, lambung, ginjal, hati, paru-paru, dan terakhir jantung. Merasa belum puas juga Kenzo langsung menebas kepala Martin yang sudah tidak bernyawa lagi hingga kepala itu terpisah dari tubuhnya.


"Gila, Tuan semakin beringas saja" batin Kris


"Jika Ramos ada disini dapat di pastikan Ia akan langsung muntah-muntah melihat ini" batin Alvaro membayangkan ekspresi wajah Ramos lalu Alvaro Cekikikan.


"Semua menjadi satu, Dendam, amarah, kebencian, di tambah lagi kepergian Nona Alisya yang membuat amarah Tuan semakin meledak-ledak" batin Dirga menatap ngeri tubuh Martin yang sudah tidak berbentuk lagi. Untuk pertama kali Dirga merasa ngeri akan penyiksaan yang Kenzo lakukan.


"Untuk apa kalian diam disana" Kata Kenzo tiba-tiba menyadarkan mereka dari lamunan masing-masing.


"Eh Tuan" kaget mereka semua lalu menggaruk-garuk kepalanya.


"Cepat keluar sebentar lagi ini markas akan meledak" kata Kenzo santai lalu berjalan meninggalkan Ketiga bawahannya.

__ADS_1


"APA MELEDAK" teriak mereka secara serentak lalu berjalan cepat menyusul Kenzo yang sudah tidak terlihat lagi.


"Aku rasa ini di luar rencana" kata Alvaro di sela-sela langkah lebarnya.


"Iya perasaan di rencana tidak ada untuk meledakkan tempat ini" timpal Alvaro sedangkan Dirga hanya diam dan mempercepat langkahnya.


"Malahan ini tempat bagus untuk kita jadikan markas mengingat sulit untuk di temukan" Lanjut Alvaro lagi.


"Apa kalian pikir Tuan akan Sudi membiarkan apalagi memakai tempat orang yang sangat dia benci" Sahut Dirga datar membuat Alvaro dan Kris langsung bungkam.


Beberapa menit kemudian Kenzo dan semua anggotanya kembali berkumpul di tempat awal.


"Tuan...."


"Ledakkan" potong Kenzo lalu menaiki motornya di ikuti yang lain.


Mendengar perintah dari Tuannya Ramos menganggukan kepala lalu menekan tombol di tangannya yang tak lain dan tak bukan adalah Tombol Bom.


BOM


BOM


BOM


Gunung yang terlibat indah lebih tepatnya Mension itu kini meledak besar-besaran sedangkan di sisi Kenzo hanya bisa menyeringai keji.


"Siapapun yang mengusikku akan segera bertemu Raja Neraka" Batin Kenzo tersenyum Misterius.


Sedangkan di tempat lain terlihat gadis cantik dengan rambut panjang yang tergerai indah baru saja turun dari pesawat.


"Nona Muda" Tiba-tiba saja datang seorang pria berpakaian serbah putih menunduk hormat pada gadis itu.


"Bawah koperku" kata gadis itu dingin.


"Baik Nona muda" pria itu lalu mengambil koper milik gadis itu.


"Nona mudah ikuti saya" lanjut Pria itu yang hanya di balas deheman oleh gadis itu. Pria itu lalu berjalan di depan Gadis itu hingga berhenti di samping mobil Ferarri warna hitam.


"Silahkan Nona muda" pria itu membukakan pintu jok belakang untuk Gadis itu.


"Bagaimana kabar anda Nona" tanya Pria itu menatap gadis di belakangnya lewat kaca Spion.


"Buruk" jawab Singkat gadis itu.


mendengar itu pria yang sedang mengemudi mobil itu tak berani lagi bertanya.


30 menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah mension dengan lantai 5 dengan pagar yang menjulang tinggi.


Gadis itu turun dari Mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam mension itu dengan sangat anggun.


"Selamat datang kembali Nona Muda" sambut para pelayang dan pengawal kepada Gadis itu. gadis itu hanya berjalan acuh melewati barisan para pelayan dan pengawal yang sedang membungkukkan setengah badan mereka.


"Selamat datang kembali Cucuku ALEXI XU" Sambut Pria tua dengan tongkat di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2