
Hey 😄😄😄 Part ini Othor sengaja panjangin biar reader puas bacanya🤣🤣🤣🤭 Selamat membaca😆😆💪
"Kau ingin menikahkan suamiku dengan keponakan tersayang mu ini bukan?"
"Hanya Yoona yang pantas untuk putraku kau hanya......"
Sret
Bruk
"YOONA...!"
Alisya tanpa ragu langsung menarik rambut Yoona dan membenturkan kepalanya di salah satu tiang.
"Pa....papa Mama....."
"Le...."
"Majulah akan aku tembak kepala kalian!" Gertak Alisya.
"Punya apa kau hingga bermimpi untuk menjadi istri suamiku ha....?"
Srek
Alisya langsung melepaskan tudung kepala yang di kenakan Yoona dengan amarah yang benar-benar berada di puncaknya.
"Wajah ini? Apa yang perlu kamu banggakan dengan wajah penuh operasinya ini he?" Kata Alisya yang mencekram dagu Yoona dengan keras.
"Wanita sialan lepaskan...."
Bugh
"Jangan berani menghina istriku atau aku lubangi kepala mu Pak tua" kata Kenzo yang menyodongkan senjata di kening pria paruh baya yang menjadi papa tiri Yoona itu.
"Lanjutkan baby" Kenzo menoleh ke arah sang istri tak lupa memberi senyum lembut.
Hiks
Bruk
"Yoona hiks" teriak histeris wanita paruh baya yang menjadi mama Yoona.
"Jawab sialan!?" teriak Alisya yang semakin menekan dagu Yoona.
"Hiks lepas... I...ini sakit" ucap Yoona lemah.
"Sakit?"
"I...iya sa...sakit"
Bruk
Aaaaaa
Yoona hanya bisa menangis tanpa bisa apa-apa karna tenaganya tidak sebesar tenaga Alisya. Wajah yang tadinya begitu cantik karna make up kini telah berganti dengan warna merah yang membanjiri pipi Yoona.
Tanpa di ketahui wanita paruh baya yang menjadi mama Yoona. Mama Yoona yang tak menerima anaknya di perlakukan seperti itu segera mengambil sebuah vas. Berlari untuk menerjang Alisya.
"Mati kau wanita sialan...!"
Dor
"Mama.....!"
"Istriku...!"
Wanita paruh baya itu langsung ambruk dengan dada yang lubang karna tembakan.
"Berani mengusik istriku maka nyawa taruhannya" ucap Kenzo penuh penekanan.
"Mama dasar iblis hiks"
Hahahaha
"Iblis katamu? Yah suamiku iblis dan aku juga iblis hihihihi" Alisya tertawa cekikikan yang terdengar begitu mengerikan.
Sret
"Kamu lupa baby? Jika iblis itu yang ingin kamu nikahi? Kamu lupa jika kamu telah membangunkan sisi iblisku?" Bisik Alisya di telinga Yoona.
"Hiks hiks hiks ka....kalian ja...jahat hiks"
"Ya kami memang jahat hihihi"
Yoona hanya bisa menangis menatap jasad wanita paruh baya yang merupakan Mamanya. Yoona tidak bodoh, Yoona tahu Kenzo menembak mamanya di dada kiri yang kemungkinan mengenai jantungnya begitu besar.
__ADS_1
"Ah rambutmu begitu halus tapi... Aku tidak menyukainya bagaimana jika aku.... Aku buat model baru mau ya?" Kata Alisya yang mengerjap polos dengan senyum devilnya.
Yoona yang melihat itu sontak langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat dengan air mata yang semakin deras membanjiri pipinya.
Sret
"Mau kemana? Aku kan mau main" ucap Alisya yang menarik rambut Yoona saat melihat Yoona ingin lari.
Yoona yang rambutnya di tarik oleh Alisya hampir terjungkal ke belakang saking kerasnya tarikan Alisya.
"Berikan aku gunting!" Alisya mengarahkan tangannya meminta sebuah gunting tapi tidak ada yang bergerak.
"Mana!" sentak Alisya karna tak menemukan apa yang di mintanya.
"Baby di..... disini tidak a...ada gunting" kata Kenzo dengan terbata-bata.
Entah kenapa Kenzo merasakan perasaan gugup dan takut secara bersamaan saat melihat tatapan tajam sang istri. Kenzo seperti melihat orang lain di diri Alisya biasanya walau istrinya itu marah tidak akan semengamuk ini. Bahkan kemarahannya sudah seperti dia saat sedang marah.
"Baby ada apa dengan mu? Kenapa kamu terlihat begitu mengerikan?" Kata Kenzo dalam hati yang menatap dalam dan penuh tanda tanya kepada Alisya yang sedang marah-marah karna tidak menemukan gunting.
"Cepat cari! Aku maunya gunting titik!" Ucap Alisya lantang yang masih setia terus menarik rambut sebahu Yoona.
Sontak Anak buah Alisya yang sebelas orang itu langsung kocar kacir mencari sebuah gunting.
"Kamu juga" tunjuk Alisya ke arah Kenzo.
Kenzo langsung membulatkan mata tapi melihat sang istri yang menyodongkan senapan padanya. Langsung membuat Kenzo mati gaya.
Glek
"Sabar baby" balas Kenzo yang langsung ikut menggeledah tempat-tempat itu.
"Kalian juga cari gunting jika tidak dapat akan aku tembak satu-satu" tunjuk Alisya pada kumpulan para tamu dan wartawan yang berada di bawah panggung.
Sontak semua orang sibuk mencari gunting tanpa memperdulikan keadaan Yoona yang sudah sangat memperhatinkan. Sedangkan keluarga besar Kim hanya bisa berlutut dengan gemetar. Bagaimana tidak gemetar di belakang kepala mereka masing-masing telah di todongkan sebuah pistol oleh anak buah Kenzo.
"Hiks hiks Lepas"
"Diam!" Bentak Alisya yang semakin menarik rambut Yoona.
Hiks hiks
"Jika kamu masih bersuara akan aku robek mulutmu dengan pisau"
Cling
Glek
"Bagus! Menurutlah jika masih ingin menghirup udara segar" ucap Alisya yang menepuk-nepuk kepala Yoona seperti anjing peliharaan.
"Nona..."
"Mana guntingnya?"
"I....itu Nona..... Kami tidak menemukan gunting tapi....."
"Tapi apa....?"
"Kamu hanya mendapat gunting tanaman" Anak buah Alisya langsung meletakkan sebuah gunting khusus tanaman di depan kaki Alisya
"Hemmmm kurasa tidak buruk" Guman Alisya yang mengetuk-ngetuk dagunya menatap gunting tanaman lalu kepala Yoona.
Yoona yang melihat Alisya mengambil gunting itu langsung menggelengkan kepala dengan keras.
"Ja....ngan ku mo...mohon jangan aku..... Minta maaf A...aku salah ma...maafkan aku" kata Yoona yang cegugukkan.
"Terlambat sayang.... Harusnya kamu tidak membangunkan iblis yang tengah tertidur ini"
Alisya berjalan mendekat ke arah Yoona Sedangkan Yoona terus menyeret tubuhnya ke belakang.
"Ck tahan dia! Jangan sampai kamu membuatku bertambah kesal Karna jika itu terjadi bukan hanya rambutmu aku potong tali leher indahmu ini juga akan aku potong hihihi"
Yoona semakin bergetar ketakutan saat Alisya dengan santai mengelus lehernya.
"Tahan dan jangan biarkan dia bergerak sedikitpun!"
"Baik Nona"
"Tidak..... No...nona aku minta maaf.... Tolong ampuni aku huhuhu,"
"Terlambat"
Srett
Srekk.
__ADS_1
Srekk
Alisya dengan santai memotong acak rambut Yoona dengan gantung tanaman di miliknya. Hingga beberapa beberapa menit kemudian Alisya menghentikan perbuatannya setelah merasa puas akan karyanya.
"Ku rasa kamu cukup cantik dengan model seperti itu hahaha" kata Alisya yang tertawa jahat menertawakan Yoona.
Yoona? Gadis itu hanya bisa menangis terisak-isak berat tapi nasibnya yang benar-benar menyedihkan.
Bagaimana tidak menyedihkan? Alisya memotong acak rambut Yoona. Hingga kini rambut yang tadinya terlihat indah dan rapi kini terlihat berantakan dengan potongan seperti pria bahkan lebih buruk dari rambut seekor babi.
Rambutnya benar-benar di rusak oleh Alisya hingga sampai kulit kepalanya terlihat. Tak hanya itu bahkan kepala Yoona benar-benar luka karna di iris oleh gunting.
"Rambutku hiks hiks"
Yoona hanya bisa menangis melihat rambutnya yang indah sekarang tidak ada lagi. Jika di tanya apa menyesal atau tidak? Yoona akan menjawab benar-benar menyesal. Andaikan saja dia tahu akibat dari menyinggung Alisya seperti ini Yoona tidak akan berani menyinggung wanita itu bahkan di dunia mimpi sekalipun.
"Kenapa tidak membunuhku Nona?" Ucap Yoona yang menatap putus asa Alisya.
Sret
Alisya mencekram dagu Yoona membuat gadis itu mendongak melihatnya.
"Karna kematian terlalu mudah untuk orang hina dan licik sepertimu."
"Aku......"
"Bukankah dulu kamu dan Ibumu itu begitu mudah memaksa seseorang untuk memberikan ginjalnya untuk kamu? Bahkan kalian melakukannya dengan cara paksa? Sekarang lihatlah aku! Aku akan menjadi perantara yang memberikan kamu karna akan itu."
Deg
Yoona langsung membulatkan mata saat Alisya mengungkit kejadian beberapa tahun lalu. Yoona tidak menduga bagaimana bisa Alisya mengetahui kasus itu.
"Ba... bagaimana bisa ka...kamu....?"
"Jelas aku tahu! Karna wanita yang dengan suka rela memberikan ginjalnya untukmu hanya karna sebuah restu adalah sahabat sekaligu Saudaraku! Tapi nyatanya ginjalnya malah kalian jual. Dan kamu..... Kamu merebut ginjal yang menjadi anak kandung dari papa tiri kamu tersayang itu"
Deg
"Dan anda Tuan Kim? Bukankah kamu dengan begitu bahagia mengambil ginjal sahabatku Maya Lestari laku kau jual untuk membangun perusahaan mu? Apa salah gadis kecil 14 tahun yang kau paksa untuk menyerahkan ginjalnya hanya demi anak tiri kesayangan kamu itu? Apa dosa gadis kecil 14 tahun yang kalian tipu habis-habisan bahkan kalian mengusirnya di saat baru .elakukan operasi?"
Deg
Pria paruh baya yang merupakan Papa tiri dari Yoona langsung terdiam. Jelas dia tahu dan ingat siapa yang di bahas oleh Alisya. Gadis kecil yang di maksud Alisya tak lain dan tak bukan adalah Clarissa. Bahkan sampai saat ini pria paruh baya itu tidak tahu dimana keberadaan Putri kandungnya itu.
"Bukankah kau sangat membanggakan perusahaan dan hartamu itu? Maka mulai besok kamu akan melihat perusahaan yang kau banggakan itu gulung tikar"
Deg
Mata pria paruh baya itu langsung membulat mendengar ancaman dari Alisya. Pria paruh baya itu langsung memeluk kaki Alisya bahkan sampai bersujud di kaki Alisya.
"Nona maafkan kelakuan putri saya. Saya berjanji akan membawanya pergi jauh dan tidak akan mengganggu anda lagi. Saya mohon Nona jangan membuat perusahaan saya bangkrut" ucap pria paruh baya itu penuh permohonan kepada Alisya.
Bruk
Alisya tanpa perasaan langsung menendang pria paru baya itu hingga tersungkur.
Hahahahaha
"Tak di sangka harta tetaplah yang utama di mata mu Pak Tua. Aku kira kamu akan menyesal karna telah menelantarkan putri kandungmu nyatanya kau biasa-biasa saja. Tapi tenang saja aku tidak akan membunuh kalian karna kematian terlalu mudah untuk manusia seperti kalian. Lihatlah penderitaan yang akan aku buat kalian yang akan memohon akan kematian datang cepat" ucap Alisya yang smirk jahat.
Alisya berfikir setelah dia berbicara panjang kali lebar seperti tadi. Pria paruh baya di depannya itu akan mengerti dan minimal sedikit merasa bersalah dan menyesal telah menelantarkan Putri kandungnya. Akan tetapi, yang ada di pikiran dan Apa yang di pikirkan oleh pria paruh baya itu hanyalah soal harta.
Bahkan masih sempat-sempatnya juga. Memohon belas kasihan untuk melepaskan Yoona. Seharusnya di saat-saat seperti ini pria paruh baya itu akan merasa bersalah dan mencari keberadaan putrinya. Namun ternyata Alisya benar-benar salah akan kali ini.
"Sekarang giliran mu" Alisya tersenyum mering berjalan ke arah Melinda.
"M....mau apa kau?" Teriak Melinda panik.
"Memberimu pelajaran!"
Tak
Tak
"TIDAK.....!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk Mampir sini juga😁
Judul : Merindukan Purnama
Author : Rima Junia
__ADS_1