Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kecelakaan


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"$hit" umpat Kenzo melepaskan ciumannya dengan tidak ikhlas.


Sedangkan Alisya segera membenahi penampilannya terutama rambutnya yang sedikit acak-acakan.


"Masuk" teriak Alisya.


"Nona"


"Ada apa Galang?" Alisya bertanya dengan datar menutupi rona merah di pipinya karna masih malu mengingat kejadia barusan.


Ternyata yang mengetok pintu adalah Galang sang sekretaris Alisya. Sedangkan Kenzo langsung menatap tajam pria di depannya itu dengan pandangan yang siap untuk memakannya hidup-hidup.


"Itu Nona tentang perusahan Tuan Leon....."terlihat Galang ragu untuk mengatakannya matanya melirik Kenzo yang duduk di sebelah Alisya.


"Katakan saja dia tidak akan membocorkannya" titah Alisya mutlak.


"Perusahaan Tuan Leon semakin pesat saat banyak perusahaan-perusahaan yang mengajukan kerja sama selain banyak para investor yang menanamkan saham mereka disana" kata Galang.


"Wow rupanya makin kaya ya? Ternyata waktu 1 bulan ini mereka begitu tenang dan damai namun aku belum mau mengakhirinya lalu bagaimana jika kita beri mereka sedikit guncangan" kata Alisya tersenyum licik.


"Galang tarik para investor itu berpihak pada kita" perintah Alisya datar.


"Baik Nona"


Alisya hanya berdehem sebagai jawaban lalu mengambilkan tangan mengusir Galang dari ruangannya.


"Ternyata wanitaku sudah mengambil langkah bermainnya ya?" ucap Kenzo lalu menarik tubuh Alisya hingga terduduk di atas pangkuannya kembali.


"Apa kamu tidak ingin segera menyelesaikannya?"


"Belum karna mereka semua harus menerima akibat dari perbuatannya di masa lalu" ucap Alisya dengan sorot mata yang tajam.


"Tapi baby kedua orang tua Leon tidak terlibat akan hal itu" kata Kenzo.


Kenzo memang kejam dan tak punya perasaan namun dia anti membunuh atau menyakiti orang yang tidak mengusiknya atau orang tidak bersalah.


"Tidak bersalah?"


Alisya berucap dengan nada yang sangat dingin dan datar membuat Kenzo untuk sesaat tertegun. Sedangkan Alisya beranjak turun dari pangkuan Kenzo lalu berjalan mendekat ke dinding kaca hingga Alisya melihat pemandangan di luar.


"Mereka adalah salah satu dalang dari aku kehilangan orang-orang yang aku sayangi mulai dari kedua orang tuaku dan bahkan Kakekku pun mati ada sangkut pautnya dengan keluarga sampah itu." ucap Alisya penuh penekanan.


Deg


"Kedua orang tua?" beo Kenzo


Kenzo langsung berdiri lalu berjalan mendekati Alisya yang kini tatapan menerawang ke depan.


"Yah. Tuan Edric dan Reva bukanlah orang tua kandungku melainkan bibi dan pamanku. Edric si sampah itu adalah saudara kembar ayahku" kata Alisya.


"Jadi mereka bukan orang tua kandung kamu"tanya Kenzo yang sudah bisa mencerna perkataan Alisya.

__ADS_1


"Mereka sengaja menyabotase mobil kedua orang tua ku hingga mengalami kecelakaan dengan harapan semua warisan akan jatuh kepada si Edric sampah itu tapi lagi lagi tuhan masih mempermainkan mereka karna aku selamat dari kecelakaan itu" jelas Alisya.


"Lalu apa yang kamu rencakan?"


"Gigi di balas dengan gigi maka nyawa harus di balas dengan nyawa pula bukan?"


Alisya tersenyum licik dengan rencana yang telah ia susun dengan rapi untuk menyerang mereka semua.


"Walau mereka tidak akan bangkrut tapi setidaknya mereka akan terguncang"


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


Ceklek


"Alisya....." teriak Maya heboh lalu berlari memeluk Alisya tanpa menyadari keberadaan Kenzo di samping Alisya.


"Aku benar-benar kangen tau" kata Maya.


"Dirga jauhkan wanita gila ini dari wanitaku" teriak Kenzo.


Dirga yang mendengar perintah dari Tuannya segera berjalan mendekati Maya yang masih asyik memeluk Alisya sampai di dekat Mata tanpa banyak bicara Dirga langsung menarik lengah Maya hingga pelukan Maya terlepas dari Alisya.


"Eh eh eh...... Woy pria kaku apa yang kamu lakukan ha....? aku masih melepas rindu pada sahabatku." sentak Maya dengan kesal.


"Tapi Nona...."


"Silahkan Nona lakukan itu tapi lihat dulu orang di samping Nona Alisya. Jika ingin mati silahkan kembali peluk Nona Alisya."


Sontak mendengar itu Maya mengenyitkan dahi lalu dengan kepala pelan menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Dirga.


Deg


Tubuh Maya langsung menegang di tempat, kedua matanya melotot hampir keluar melihat orang yang paling dia hindari berada di depan sana sedang menatapnya tajam.


"Tu....tuan Ken....kenzo" cicit Mata yang sudah seperti kelinci yang sedang menghadapi seekor singa.


"Kenzo...." Alisya yang melihat Maya ketakutan langsung memperingati Kenzo.


Kenzo yang mendengar peringatan Alisya langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Alisya penuh kelembutan.


Alsiay berjalan ke sofa di ikuti oleh Kenzo begitu pula Maya dan Dirga yang duduk di hadapan Kenzo dan Alisya.


Mereka semua mulai menyantap makanan yang di atas meja dengan khidmat tanpa mengeluarkan suara.


"Sekarang katakan" ucap Alisya tiba-tiba membuat semua orang langsung menoleh ke arahnya.


"Apanya?" Maya menatap heran Alisya.


"Leon dan Alexa" kata Alisya serius.


"Oh Si nenek lampir sama bajingan itu" balas Maya santai.

__ADS_1


"Kedua orang tuan Leon sudah menerima Alexa bahkan kembali menyayangi dia seperti dulu bahkan so bajingan itu begitu memanjakan Si nenek lampir"


"Hehe itu yang aku mau" kata Alisy tertawa licik.


"Ha.....?"


"Bukankah akan tambah sakit jika kita mengetahui kebenaran orang yang kita cintai ternyata membohongi kita"


"Jadi kapan kamu membongkar kebusukan Si nenek lampir?"


"Dari sekarang"


"HAAAAAA?"


"Lihat saja"


Alisya hanya berujar dengan santai dengan tersenyum miring membuat Maya mengernyitkan alis.


Sedangkan di tempat lain Alexa tengah stres karna Marissa terus memaksanya untuk perawatan bersamanya sedangkan dia tidak bisa menolak terus karna aman menimbulkan kecurigaan.


"Aku harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini" kata Alexa dalam hati bergerak gelisah.


"Mom Alexa ke toilet dulu kebelet pipis" kata Alexa.


"Ya sudahlah tapi segera kembali" balas Marissa yang sedang menikmati kepalanya di pijat oleh pekerja salon itu.


Alexa segera beranjak berdiri lalu berjalan keluar dari tempat itu dengan langkah yang lebar.


"Aku harus segera kabur dari tempat ini"


Alexa yang terburu-buru langsung menyebrang tanpa tanpa menoleh kiri kanan hingga


Tin


Tin


Tin


Brak


"ALEXA......" teriak histeris Marissa melihat tubuh menantunya terseprembet motor.


Marissa langsung menghampiri Tubuh lemah Alexa yang sudah tak sadarkan diri. Marissa segera meminta tolong pada orang-orang sekitar untuk membantunya membawa Alexa ke dalam mobilnya untuk di bawah ke rumah sakit.


30 menit kemudian


"Mom bagaimana keadaan Alexa?" Leon bertanya dengan napas yang terengah-engah.


Leon yang sedang sibuk meeting langsung meninggalkan meetingnya saat Marissa mengabarinya jika Alexa terserempet motor.


"Mommy belum tau dokter masih di dalam menangani Alexa" jawab Marissa terdengar cemas.


Ceklek


Leon dan Marissa langsung menoleh saat mendengar suara pintu di buka.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" Leon segera bertanya kepada Dokter.

__ADS_1


"Keadaan Nona Alexa baik-baik saja Tuan namun kami sudah semaksimal mungkin berusaha mempertahankan janin di dalam kandungan Nona Alexa tapi Tuhan berkendak lain Nona Alexa keguguran"


Jedarrrr


__ADS_2