
"Baby berhentilah ngambek, sebenarnya apa salah ku pada mu baby?" Kenzo bertanya dengan nada lembut setengah merengek pasalnya Alisya tidak mau bicara kepada Kenzo entah karna apalagi.
"Jadi kamu nggak salah gitu?" tanya Alisya balik yang balik memelototi Kenzo.
"Kan aku memang nggak salah baby" kata Kenzo dengan lembut sangat lembut.
"Nggak salah katamu? dasar pria cabul, mesum, mata keranjang sudah punya istri masih saja tebar pesona. kalau mau makan ya makan kagak usah tebar pesona segala sudah punya bini ngapain kegatelan" gerutu Alisya
Sontak Kenzo langsung mengernyitkan alis bingun mendengar penuturan Alisya yang menurutnya sangat jauh dari ekspetasi.
"Baby siapa yang tebar pesona aku tidak tebar pesona kan sudah ada kamu di hati dan hidup aku" kata Kenzo setengah merayu dengan harapan bisa membuat Alisya luluh.
Sedangkan Alisya bukannya terpesona atau tersipu malu mendengar rayuan maut kenzo malah memutar bola mata jengah.
"Cih dasar buaya cap kadal" gerutu Alisya yang langsung membuang muka.
"Buaya cap kadal? emang ada" tanya Kenzo yang malah menjadi bodoh entah kemana otak jeniusnya.
"Ya mana ada byy yang ada tuh buaya darat" kata Alisya yang ikut gregetan sendiri karna ulah dari Kenzo.
"Berhentilah marah aku tidak tebar pesona hanya saja....."
"Hanya apa? bilang saja tebar pesona jika tidak mana ada tuh ondel-ondel datang di meja kita jika kamu tidak tebar pesona. mana makanan aku nggak habis lagi kamu tau aku kelaparan karna wanita simpanan kamu itu" gerutu Alisya.
"Syut diamlah dan tidur kita akan segera sampai di hotel tempat kita menginap sampai disana kamu boleh makan sepuas kamu tapi sekarang tidur" kata Kenzo yang menarik Alisya masuk dalam pelukannya
Alisya yang di peluk Kenzo pun hanya bisa pasrah lalu mulai memejamkan matanya hingga detik berikutnya Alisya langsung tertidur dengan nyenyak.
"Akhirnya kamu berhenti mengomel juga baby telinga aku bahkan berdenyut mendengar gerutu kamu yang panjangnya seperti jalan tol itu." ucap Kenzo yang menarik napas lega.
"Sepertinya Nyonya sedang cemburu Tuan" ucap Reiki.
"Cemburu?"
"Yah biasanya wanita yang sedang cemburu itu menakutkan Tuan" terang Reiki.
Mendengar penuturan Reiki membuat Kenzo langsung memikirkan semua yang terjadi pada Alisya.
"Jika dia cemburu itu bagus tapi sepertinya sekarang aku harus benar-benar sabar jika aku salah langkah lagi bisa-bisa aku akan di ceraikan." kata Kenzo dalam hati bergidik ngeri.
"Reiki kamu selidiki wanita yang tadi membentak istri ku aku mau karirnya hancur dan di blacklist dari semua agensi" ucap Kenzo dengan nada datar dan dingin.
__ADS_1
Amarah Kenzo tiba-tiba membuncah saat mengingat wanita itu membentak istrinya di muka umum.
"Tidak ada yang boleh meninggikan suaranya di depan kamu baby karna jika ada orang itu akan aku hancurkan aku tak peduli jika dia anak dari presiden sekalipun." kata Kenzo dalam hati penuh akan keyakinan.
"Kamu hanya bisa menangis karna bahagia selebihnya aku tak mengizinkan air mata mu akan jatuh membasahi pipi mulusmu" lanjut Kenzo mengecup kening Alisya penuh cinta dan kasih sayang.
Sedangkan Reiki hanya bisa diam fokus mengemudi walau begitu sesekali Reiki akan melihat Kenzo dan Alisya lewat kaca Spion mobil.
"Sepertinya Tuan sangat mencintai Nyonya terbukti dengan banyak senyum yang dia ulurkan. selama ini Tuan hanya berwajah datar tapi setelah ada Nyonya Tuan memiliki banyak ekspresi." batin Reiki yang ikut tersenyum senang karna orang yang begitu dia hormati sekarang menemukan kebahagiaannya.
Beberapa menit kemudian Reiki memberhentikan mobilnya di depan sebuah hotel mewah.
"Tuan Kita sudah sampai" ucap Reiki.
Kenzo yang sedang menutup mata menikmati aroma lavender dari rambut Alisya langsung membuka matanya saat mendengar suara Reiki.
"Bawah barang Istri ku di bagasi" titah Kenzo yang langsung menggendong Alisya model bridal style.
Kenzo langsung masuk ke dalam hotel sampai di lobby semua orang langsung membungkuk kepada Kenzo.
Sampai di kamar Kenzo langsung membaringkan Alisya di atas ranjang super empuk di dalam kamar itu.
"Ini Tuan" Reiki menyerahkan 2 koper di tangannya kepada Kenzo.
Ternyata Kenzo keluar untuk mengambil Koper mereka karna Reiki tidak di izinkan masuk ke dalam kamar mereka.
"Pergilah tapi jangan lengah tetap awasi keadaan sekitar" ucap Ke zo yang mengingatkan.
"Baik Tuan" jawab Reiki yang langsung pergi menghilang di pembelokan.
"Entah kenapa firasat ku semakin besar" Guman Kenzo namun kembali menepis prasangka itu.
Kenzo berjalan masuk kembali dalam kamar mulai menata pakaian mereka pada lemari yang telah di siapkan.
Sedangkan di tempat lain Dirga baru saja menyelesaikan semuanya pekerjaannya setelah hari sudah menjadi sore.
"Akhirnya selesai juga. ini jam berapa" Guman Dirga yang melirik jangan tangan yang berada di pergelangan tangannya.
"Jam 5 ku fikir masih bisa" ucap Dirga dengan senyum simpul.
Dirga merentangkan tangannya melemaskan otot-otot miliknya hingga terdengar beberapa kali temukan seperti patah tulang. Setelah merasa badannya lebih rileks Dirga berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju ruang pribadi miliknya.
__ADS_1
Di bukanya pintu hingga terlihatlah sosok gadis yang masih terlelap dalam tidurnya gadis itu tak lain adalah Maya. dengan langkah pelan Dirga berjalan mendekat ke arah ranjang lalu menyikap helaian anak rambut yang menghalangi wajah sang Kekasih.
"Dia tidur begitu nyenyak tapi ini sudah sore jika aku tidak membangunkannya maka Rencana yang aku susun akan berantakan." kata Dirga dalam hati menatap wajah damai Maya.
"Lagi pula 1 Minggu ke depan aku akan super sibuk dan mungkin tidak punya waktu untuk dia" lanjut Dirga.
Setelah berpikir cukup lama Dirga memutuskan untuk membangunkan Maya.
"Sayang...... sayang ayo bangun ini sudah sore" bisik Dirga di telinga Maya.
"Sayang bangun"
Maya yang mendengar suara terus menerus di telinganya menggerak-gerakkan kelopak matanya lalu mulai terbuka dengan pelan hingga terbuka sempurna.
Orang yang pertama di lihat Mata adalah Dirga membuat gadis itu membulatkan mata apalagi melihat jarak keduanya yang begitu dekat.
Cup
Baru saja Maya membuka mulut untuk menyuruh Dirga menjauh namun lebih dulu sebuah kecupan melayang di bibirnya.
"Ka....kamu......" Maya tidak tahu harus berkata apa pipinya memerah seperti tomat menjalar hingga ke kuping.
"Kamu bertambah cantik dengan wajah merah seperti ini. aku menyukainya" ucap Dirga pelan di depan wajah Alisya.
"Sialan.... kenapa aku malah menjadi grogi dan gugup seperti ini seharusnya kamu memakinya Maya bukan malah berdebar tak karuan seperti ini" maki Maya dalam hati memarahi dirinya sendiri.
"YAAAAAK........ BERANINYA KAMU..."
Cup
...****************...
***Ganti pemeran dulu yah😁
Dirga Asisten Kenzo***
Maya sahabat Alisya
__ADS_1