Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kunjungan


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang bernuansa putih dan abu-abu seorang pria begitu serius membaca dan mencoret kan tinta hitam di atas kertas-kertas itu.


Pria itu terus menerus menggerakkan mata dan tangannya yang terus mengambil satu persatu tumpukan map yang berbagai warna di depannya hingga beberapa jam kemudian pria itu menghela napas dan mengeluarkannya secara kasar.


Pria itu merentangkan tangannya hingga terdengar temukan seperti tulang yang di patahkan setelah selesai Pria itu langsung menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan hingga lagi lagi terdengar suara remuk kan tulang seperti di patahkan.


"Dasar Bos gila" gerutu pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Dirga Asisten dari Kenzo.


"Kenzo s*alan dia bahkan membuat ku kerja rodi tanpa istrahat sama sekali. dia bilang bulan madu 1 Minggu tapi lihat dia bahkan pergi meninggalkan perusahaan selama 2 Minggu full. membuat ku bekerja siang dan malam tanpa henti. awas saja jika nanti dia tidak menaikan gaji ku akan aku ledakan kepalanya itu" gerutu Dirga yang menatap kesal satu tumpukan lagi berkas di depannya yang bahkan belum dia kerjakan dan tanda tangani.


Dua Minggu?


Sudah dua minggu Kenzo meninggalkan perusahaan bahkan di telepon pun tidak bisa membuat Dirga sering kali mengumpat Bosnya itu.


Padahal Kenzo mengatakan akan berbulan madu ke Korea hanya selama seminggu namun entah kerasukan apa Kenzo tiba-tiba menghubungi Dirga Jika dia akan menambah waktu bulan madunya menjadi dua minggu yang benar-benar membuat Dirga kesel tingkat dewa.


"Aku bahkan tak punya waktu untuk bertemu dengan Maya karna berkas-berkas sialan ini" gerutu Dirga.


Sejak di malam makan romantis itu Dirga tidak pernah lagi bisa menemui Maya karena kesibukannya yang benar-benar padat sedangkan Maya begitu pula sedang sibuk mengurus pembukaan restoran barunya.


kedua insan yang menjadi sepasang kekasih itu hanya bisa saling memberi perhatian lewat pesan singkat itupun tidak sering bahkan sehari-hari hanya 3 sampai 4 pesan yang masuk.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" teriak Dirga yang langsung duduk kembali di kursinya.


Ceklek


Tak


Tak


Tak

__ADS_1


Dirga yang sedang menunduk membaca berkas langsung mengangkat kepalanya saat mencium aroma parfum yang sangat dia kenali.


"Sayang kamu datang"


Dirga langsung berdiri dari kursi kerjanya lalu berjalan cepat memeluk sosok yang baru saja masuk yang merupakan kekasihnya yaitu Maya.


"Selamat siang yank" kata Maya yang berada dalam pelukan Dirga.


"Aku merindukan mu" bisik Dirga di telinga Maya lalu mengecup pucuk kepala sang kekasih dengan sayang.


"Ayo kita duduk, aku membawakan kamu makan siang kita makan siang bersama" ucap Maya yang melepaskan pelukan Dirga lalu menarik tangan Dirga untuk duduk di sofa.


Dirga hanya menurut Apa yang dilakukan Maya salah satunya yaitu menariknya duduk di sofa.


Maya dengan semangat membuka kotak bekal yang dibawanya yang ternyata isinya berupa nasi udang sayuran dan dua potong ayam yang sudah di goreng.


"Ayo makan" ucap Maya dengan penuh senyuman.


Maya meletakkan piring yang telah dia isi dengan nasi dan lauk pauk di depan Dirga dan lagi-lagi Dirga hanya menurut mengambil piring itu lalu mulai makan diikuti dengan Maya juga yang makan bagian porsinya.


Beberapa menit kemudian Maya dan Dirga telah menyelesaikan acara makan siang mereka. Maya segera mengumpulkan kembali rentang-rentang bekalnya.


Dirga tak pernah menuntut Maya untuk selalu ada di dekatnya atau menuntutnya untuk membawakannya makan siang setiap hari. Dirga membebaskan Maya untuk melakukan apapun yang dia inginkan karena Dirga sendiri sadar dia tidak bisa memberikan perhatian selama 24 jam untuk kekasihnya itu karena pekerjaannya yang sebagai asisten yang begitu sibuk.


"Aku tidak terlalu sibuk hari ini" jawab Maya yang baru selesai minum.


"Lalu bagaimana dengan pembangunan Restoran kamu?"


"Semua beres hanya membangun saja aku sudah menemukan lokasi yang tepat hanya menunggu orang kepercayaan ku mencari tukangnya saja"


"Syukurlah. maaf ya aku tidak selalu ada di dekat mu" ungkap Dirga yang memeluk Maya dari samping.


"Tidak apa-apa. mungkin Tuan Kenzo sengaja memperlambat kepulangan mereka agar Alisya puas berlibur di negara kesukaannya itu" balas Maya yang memainkan jari-jari tangan Dirga yang besar di banding tangannya.


"Sayang.."


"Hm"

__ADS_1


Maya mendongak menatap Dirga yang ternyata juga sedang menunduk menatap nya hingga tatapan keduanya bertemu. Dirga terus menatap dalam bola mata Maya dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Maya.


Cup


Kedua benda kenyal itu akhirnya bertemu Dirga mulai menggerakkan pelan bibirnya mulai m*Lum*t lembut b*bir Maya.


"Manis" batin Dirga yang terus memainkan benda kenyal itu.


Maya tak tinggal diam seakan tidak mau kalah Maya mengalunkan tangannya di leher Dirga menarik Dirga untuk semakin dekat dengannya.


Tangan Dirga yang tadinya hanya memeluk biasa kini malah menarik Maya dalam satu kali tarikan Maya benar-benar berada di pangkuan Dirga.


Tak puas dengan benda kenyal itu Dirga menggigit b*bir bawah Maya hingga mulutnya terbuka tak mau menyia-nyiakan kesempatan Dirga langsung menerobos masuk menjelajahi rongg mulut Maya dengan lidahnya sesekali Dirga akan mengajak lidah Maya untuk saling membelit.


Hm


Maya melenguh kecil saat Dirga menurunkan ciumannya lalu menyerang lehernya dengan gigitan kecil namun mampu membuat Maya berdesir hebat karna baru merasakan hal yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.


Cup


Puas bermain di leher Maya, Dirga kembali mencium b*bir Maya dengan begitu Rakus dan menuntut.


Hosh


Hosh


Hosh


nafas keduanya terdengar memburu dan tersenggol-senggal saat ciuman mereka terlepas. baik Dirga maupun Maya tidak ada yang mengeluarkan suara mereka hanya saling menatap dengan begitu dalam ditemani dengan suara nafas yang terdengar masih memburu terutama Dirga.


"Maaf aku membuat mu tidak nyaman"ungkap Dirga karena penyesalan menarik kepala Maya lalu menempelkan kening mereka berdua.


"Tidak aku suka" balas Maya tersenyum manis kayak Dirga.


Dirga yang mendengar balasan Maya hanya bisa terkekeh kecil kekasihnya itu masih saja bar-bar karena tetap tak tahan menahan Akgemes Dirga langsung menarik tengkuk Maya lalu kembali mencium b*bir Maya namun kali ini ciumannya berbeda dengan tadi kali ini Dirga dan Maya maafkan c*uman yang benar-benar lembut tanpa melibatkan nafsu.


"Aku mencintai mu. I Love you more" ungkap Dirga menatap penuh cinta Maya.

__ADS_1


"I Love you too" balas Maya.


Dirga menarik Maya masuk ke dalam dekapannya. dipeluknya sang kekasih dengan begitu erat namun tak membuat sang kekasih sesak nafas.


__ADS_2