Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Serangan Kevin


__ADS_3

"Tenanglah baby aku hanya ingin kamu ikut dengan ku maka aku tidak akan menyakiti kamu barang seujung kuku pun" ucap seorang pria yang tiba-tiba keluar di antara para rombolan orang-orang berbaju hitam itu.


Alisya yang melihat orang asing di depannya langsung mengernyitkan alis. Matanya menyelidik dan menatap pria itu dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Namun Alisya tidak pernah mengingat jika dia pernah bertemu dengan pria ini.


"Kamu siapa?" Tanya Alisya yang bernada ketus.


Tommy yang mendengar nada ketus dari wanita di depannya bukan ya marah malah semakin tersenyum lebar.


"Aku masa depanmu baby, calon suami mu" kata Tommy yang penuh percaya diri.


HAHAHAHAHAHA


Alisya yang mendengar kepercayaan diri Tommy langsung tertawa terbahak-bahak bahkan sampai memegang perutnya karena ikut kram.


"Apa katamu? Calon suami? Cih apa yang di banggakan darimu? Kamu tidak lebih dari suamiku" sarkas Alisya yang tertawa penuh hinaan dan menatap remeh ke arah Tommy.


"Tapi itu memang benar-benar akan terjadi baby. Suami yang kau banggakan itu mungkin sekarang sudah terkapar tak berdaya oleh anggota ku"


"Cih. ARIANA.....!" Teriak Alisya yang benar-benar kesal sekarang.


"Iya No.....nona" Arina menjawab dan berdiri kaku di samping Alisya.


Masih terekam jelas bagaimana wanita di sampingnya itu beberapa hari yang lalu telah menyiksa lawannya dengan begitu sedemikian rupa. Walau saat itu mereka tidak ada di tempat tapi melihat dari video yang viral saja sudah membuat Ariana gemetar ketakutan.


"Pria ini...... Apa dia sudah tidak sayang nyawa lagi hingga mengantarkan nyawanya pada Nona ku" kata Ariana dalam hati yang menatap Tommy sinis.


Ariana tahu siapa pria di depannya itu. Karna pria itu beberapa kali mencari masalah dengan anggota mereka. Ariana tahu jika orang-orang yang berada di depannya dan belakangnya adalah orang-orang anggota dari Black Rose yang merupakan Kelompok mafia milik Kevin.


"Siapa pria ini? Kenapa dia begitu narsis aku ingin sekali menonjok wajah jeleknya itu" gerutu Alisya yang menatap tajam sosok Tommy.


"Dia Tommy...."


"Siapa itu Tommy? Apa dia Tom yang ada di film kartun Tom dan Jerry?"


Uhukk uhukk


Ariana yang mendengar penuturan dari Alisya langsung terbatuk-batuk, Tomy yang mendengar itu langsung mengepalkan tangan tapi dia tidak ingin marah kepada Alisya.


"Baby aku yang akan menjadi suami mu setelah bajingan itu mati di tangan Bos Kevin" ucap Tommy dengan senyum manis.


"Kamu.... Kalian ingin membunuh suamiku?" Alisya bertanya dengan memiringkan kepalanya tak lupa mengerjap polos ke arah Tommy.


"Tentu baby"


"Sialan! Akan aku jadikan perkedel kalian semua" teriak Alisya yang langsung berlari menerjang anggota Tommy.


Bugh


"Alisya!"


"Nona!"


"Lindungi Maya karna dia sedang mengandung" teriak Alisya di sela-sela serangannya pada anggota Tommy.


Ariana yang mendengar teriakan dari atasan mereka langsung mendekati Alya.


"Alya mundur dan lindungi Nona Maya!" Perintah Ariana.


"Tapi....."


"Cepat Nona Maya sedang mengandung akan sangat bahaya jika dia sampai terkena tendangan" kata Ariana.


"Baiklah"


Akhirnya Alya dan Ariana berpencar pada tugas masing-masing. Alya yang melindungi Maya dan Ariana yang berusaha mendekat ke arah Alisya yang tengah mengamuk.


Dor


Dor

__ADS_1


"Mereka siapa lagi?" Tanya Alisya datar saat saling membelakangi dengan Ariana.


"Mereka rekan-rekan kami Nona" jawab Ariana yang terengah-engah.


"Sialan, sepertinya kepiting rebus itu menargetkan aku untuk di jadikan Sandra" Gerutu Alisya yang menarik napas entah kenapa dia merasa lelah padahal biasanya wanita itu tidak pernah merasakan kelelahan.


"Ariana apapun yang terjadi lindungi Maya jangan pedulikan aku. Aku bisa saja melawan mereka tapi aku ingin menghancurkan mereka sampai akar." Ucap Alisya yang sudah menyusun rencana.


"Apa maksud Nona?" Ariana bertanya dengan kaget pasalnya Ariana benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran istri dari ketuanya itu.


"Ikuti saja saran dariku dan apapun yang terjadi pastikan keadaan Maya tidak mengalami luka sedikitpun" ucap Alisya yang terdengar datar dan dingin tak ingin di bantah.


Ariana yang mendengar perintah dari Alisya hanya diam saja. Jauh di lubuk hatinya Alisya tetaplah prioritas utamanya. Walau Maya sebagai sahabat dari Alisya tapi disini mereka hanya menjaga Alisya seorang karna itu perintah dari ketua mereka langsung.


"Sekuat apapun kita bertahan kita akan kalah. Kamu tidak lihat mereka masih banyak bersembunyi. Bahkan aku menebak jika mereka berjumlah ratusan orang. Kevin keparat itu sepertinya menargetkan aku dalam masalahnya. Entah ada masalah apa mereka dengan suamiku hingga menargetkan aku sebagai Sandra utama" ucap Alisya dengan kesal.


"Tuan Kevin mempunyai dendam kepada Tuan karna adik Kevin tergila-gila pada Tuan. Gadis itu meninggal bunuh diri karna ternyata anak yang di kandungnya bukan anak dari Tuan" terang Ariana.


"Jadi maksudmu Kenzo pernah tidur dengan wanita sialan itu begitu!?" Teriak Alisya yang langsung berbalik menatap tajam Ariana.


"Bukan begitu No...."


Bugh


"Sialan, mati kalian semua! Dasar kodok!" Umpat Alisya yang langsung menyerang dengan membabi buta.


Melihat orang yang menjadi istri dari Tuan mereka menyerang. Anggota Kenzo tak tinggal diam mereka langsung menyodongkan senjata mereka.


Dor


Bugh


Sret


Suara dentingan peluru dan retakan tulang terus terdengar di jalan itu. Hingga beberapa menit kemudian anggota Kenzo satu persatu mulai tumbang termaksud Ariana dan Alya yang sudah terluka parah dengan darah yang terus keluar dari luka mereka.


Dor


"NONA.....!"


"ALISYA....!"


Grep


"Daripada aku membunuh kamu lebih baik kamu menjadi wanitaku saja" Guman Tommy yang memeluk tubuh Alisya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Lepaskan Nonaku!" Kata Ariana yang menghadang Tommy walau sudah bermandikan darah tapi dia tidak akan membiarkan pria ini membawa Nonanya.


"Cih dasar hama!" Ejek Tommy yang mengkode anggota untuk menyerang Ariana.


Bugh


Uhuukkk uhuk


Ariana yang memang sudah lemah hanya satu kali tendangan langsung ambruk memuntahkan darah.


"Ja....jangan bawah Nona ku" ucap Ariana yang memeluk kaki Tommy.


Bugh


Tommy tanpa perasaan langsung menendang Ariana hingga gadis itu langsung tumbang tidak sadarkan diri.


Sedangkan di perusahaan sedari tadi Ke zo tidak bisa fokus. Pikirannya kacau, perasaannya di liputi rasa gelisah dan kekhawatiran yang luar biasa.


Deg


"Ssst ada apa ini? Kenapa dadaku sakit" Desis Kenzo yang menekan dadanya sendiri.


"Baby.... Ku harap kamu baik-baik saja" Guman Kenzo penuh harap.

__ADS_1


Tiba-tiba ingatan Kenzo kembali saat beberapa bulan lalu di saat dia merasakan rasa sakit ini Alisya mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit.


"****!" Umpat Kenzo yang langsung mengambil ponselnya.


Tut


Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. Silahkan hubungi lagi nanti.


Berulang kali Kenzo menekan nama My Wife itu tapi hanya suara operator yang terdengar. Kenzo semakin panik sudah hampir 10 kali panggilan tapi hasilnya tetap sama.


"Baby..... Dimana kamu kenapa tidak aktif seperti ini" batin Kenzo yang kalut.


"DIRGA.....!"


Teriakan Kenzo menggelegar sampai di luar ruangan membuat Dirga yang mendengarnya langsung menghampiri Sang Atasan.


"Iya Tuan" Dirga masuk dengan napas yang ngos-ngosan dalam ruangan Kenzo.


"Cari keberadaan Istriku!"


Drettt


Baru saja Dirga membuka mulut namun di hentikan dengan getar di ponselnya. Dirga langsung mengangkatnya setelah melihat nomor tak asing itu.


"Hallo"


"APA......? AKU AKAN SEGERA KESANA"


"Ada apa?" Kenzo bertanya saat melihat wajah pucat dan khawatir Dirga.


"Tuan Istriku berada di rumah sakit. Selain itu, Alya dan Ariana selaku pengawal Nona Alisya terluka parah di rumah sakit yang sama dengan Maya istriku" ucap Dirga dengan nada panik.


"APA.....?"


Mata Kenzo langsung membulat sempurna dadanya berpacu dengan cepat. Keringat dingin mulai menetas di keningnya dan tangannya langsung mendingin seketika.


Tanpa memperdulikan Dirga Kenzo langsung berlari keluar. Dirga yang melihat itu langsung mengikuti Kenzo dari belakang.


Kenzo yang panik langsung masuk dalam mobil di jok kemudi di ikuti Dirga di sampingnya.


Tit


"****, Dirga loncat mobil ini akan meledak" ucap Kenzo lantang yang langsung membuka kembali pintu mobil.


Dhuaaar


Kenzo dan Dirga langsung terlempar hingga beberapa meter dari mobil yang meledak. Syukur Kenzo cepat menyadari akan hal itu nika tidak mungkin mereka sekarang sudah menjadi manusia panggang.


"Tuan....."


"KEVIN SIALAN! BERANINYA KAMU BERMAIN-MAIN DENGANKU!" Teriak Kenzo murka yang menatap tajam mobil mewahnya yang kini tengah hancur berkeping-keping karna ledakan Bom.


"Tuan bagaimana ini?" Tanya Dirga gusar.


"Kita ke parkiran khusus" ucap Kenzo datar.


Kedua itu segera bergerak cepat menuju parkiran khusus yang ada pada perusahaan itu. Kenzo dan Dirga tidak memusingkan mobil yang meledak yang ada di pikiran kedua pria itu hanyalah keselamatan istri mereka.


Sedangkan di tempat kejadian ledakan para karyawan perusahaan Kenzo sudah berkumpul dan melihat mobil mewah sang CEO yang tengah terbakar.


Para karyawan laki-laki di bantu dengan penjaga perusahaan itu segera berupaya memandang kan api yang meluap-luap itu.


Kembali ke Kenzo dan Dirga yang tengah menuju rumah sakit yang telah di sebutkan alamatnya. Kenzo menarik pegal gas motornya dengan kencang menuju rumah sakit di ikuti Dirga dari belakang.


Pikiran Kenzo semakin kacau hingga tak menyadari jika kepalanya terluka dan darahnya sudah membanjiri keningnya. Namun Kenzo abai akan hal itu.


5 menit kemudian terlihat Kenzo dan Dirga yang memarkirkan asal motor mereka masing-masing.


Kedua pria itu berlari dengan kencang di lorong rumah sakit hingga sampai di depan ruangan yang sama bersamaan dengan Dokter Kris yang baru keluar dari ruangan UGD.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istriku?" Ucap Kenzo dan Dirga serentak.


"Nona Maya baik-baik saja begitu pula bayinya" Ucap Kris


__ADS_2