
Malam harinya Alisya berjalan dengan lesuh ke arah mobilnya tanpa menyadari jika ada yang mengawasinya sedari tadi.
Jleb
"$hit! aku lengah" umpat Alisya dalam hati sebelum tumbang di pelukan sosok berbaju hitam itu.
"Bos pasti akan senang" guman sosok itu lalu menggendong Alisya seperti karung beras membawanya ke mobil yang tidak terparkir jauh dari sana.
"Bos" sosok berpakaian hitam segera berlutut di depan sosok bertudung.
"Sudah kau dapatkan?" tanya soal bertudung memainkan wine di gelasnya.
"Sudah Bos. Gadis itu sudah saya bawah ke kamar tahanan yang telah di siapkan"
"Ham.bawah aku kesana"
"Baik Bos"
Akhirnya sosok itu berjalan di depan Soak bertudung lalu berjalan menaiki lantai tiga dan menuju kamar paling ujung dengan pintuh warna merah kehitaman.
Ceklek
Sosok bertudung itu menatap gadis yang sedang terbaring lemah di atas ranjang hitam di depannya.
"Buka Selnya" perintah Sosok bertudung yang langsung di turuti oleh Sanga bawahan.
Krek
Sosok bertudung segera berjalan mendekati sosok gadis yang terbaring itu yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya.
"Wow sungguh cantik" puji sosok bertudung itu mengelus pipi mulus Alisya.
"Selain cantik kamu juga begitu mempesona dan menggairahkan" desis pria bertudung menatap mesum dada Alisya sampai ke kaki.
"Akan tambah menyenangkan jika kekasihmu sialan itu melihat pergulatan kita" lanjut pria bertudung itu lalu berdiri dan menjauh sedikit dari Alisya.
"Jaga dan pastikan gadis ini tidak akan lari dari sini" perintah Pria bertudung lalu berjalan keluar di ikuti sang bawahan.
Krek
Ceklek
Kedua mata Alisya langsung terbuka lalu duduk bersandar di kepala ranjang.
"Menjijikan" desis Alisya lalu menggosok pipinya dengan kasar di tempat sosok bertudung tadi mengelusnya.
Alisya terus menggosok pipinya hingga merah namun Alisya belum berhenti juga hingga beberapa menit kemudian Alisya baru berhenti setelah merasa pipinya telah bersih.
"Orang itu benar-benar niat untuk membuatku tidur panjang. bagaimanapun bisa dia memberikanku bius dalam dosis tinggi" gerutu Alisya merenggangkan Otot-ototnya hingga terdengar retakan seperti tulang patah.
Alisya turun dari ranjang baru mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Cih mereka pikir aku tahanan apa?" guman Alisya yang terus berkeliling dalam kamar itu yang seluruh jendela dan pintu di lapisi dengan jeruji besi.
Mata Alisya tiba-tiba menyipit lalu tersenyum miring dengan pandangan yang langsung menajam.
"Ternyata aku tak perlu bersusah paya mencarimu karna kamu sendiri yang datang padaku" Guman Alisya dinikiti seringaian licik
Klik
__ADS_1
Alisya menekan tombol kecil di samping jam tangannya lalu duduk di atas ranjang dengan santai.
Sedangkan Kenzo kini sedang ketar ketir di dalam markas miliknya. di dalam ruangan itu kini tengah menjadi kapal pecah.
"Tuan tenanglah"
"TENANG KATAMU? WANITAKU MWNGHILANG ENTAH KEMANA DAN KAMU MALAH BILANG TENANG. KAMU MAU MATI?" bentak Kenzo yang langsung menyodokkan senjata di kepala Alvaro.
"Tu....tuan" Alvaro berkata dengan gugup dan badan gemetar.
"Tuan Nona Maya sedang menuju disini" kata Dirga yang langsung mengalihkan fokus mereka ke arah Dirga.
"Untuk apa?" Kenzo bertanya dengan datar dan dingin menatap tajam Dirga.
"Nona Maya tidak mengatakan apa-apa dia hanya bilang untuk menjemputnya di depan markas" jawab Dirga.
"Sudah jemput sana?" kata Ramos.
Dirga melirik Kenzo yang mulai tenang. melihat itu Dirga langsung berjalan keluar untuk menjemput Maya karna jika tidak dapat di pastikan gadis itu akan kehilangan nyawanya dari tubuhnya.
Ckit
Brak
"Tuan Dirga" sapa Maya.
"Kau......." Dirga menunjuk pria di samping Maya.
"Kita masuk saja keadaan Alisya terancam" potong Maya.
Mendengar itu Dirga tidak bisa berbuat apa-apa tanpa suara berjalan masuk membimbing Maya dan pria di sampingnya.
"Anda....."
"Tolong beri saya leptop" kata Maya tegas membuat semua orang langsung menatapnya penuh tanda tanya.
"Jangan bertanya saya yakin Tuan Tuan tidak menemukan lokasi keberadaan Alisya" kata Maya menunjuk Dirga dan Ramos yang hanya menunduk malu.
"Ambillah" Alvaro menyodorkan sebuah Leptop kepada Maya.
Maya dengan segera mengambil Leptop itu lalu duduk di kursi. kedua tangannya mulai menari-nari di atas keyboard.
Terlihat Maya begitu serius memainkan jarinya di atas keybor hingga beberapa menit kemudian Maya semakin menambah penggerakkan kecepatan tangannya.
"Dapat kau"
"Mana?" seru mereka semua.
"Lokasinya berada di sebelah selatan lebih tepatnya markas Black Dragon" kata Maya santai.
"Black Dragon? apa Nona menjalankan rencananya sendiri?" guman Justin namun masih di dengar semua orang lantaran karna suasana hening.
"Rencana apa?" Seru Maya dan Kenzo berbarengan menatap tajam Justin.
"Nanti akan anda ketahui" jawab Justin datar.
"Kau......." Maya menunjuk wajah datar Justin.
"Lebih baik kita segera berangkat karna kita tidak tahu apa yang terjadi kepada Nona" potong Justin.
__ADS_1
"Baiklah siapkan semuanya kita akan berangkat segera" perintah Kenzo mutlak.
"Siap Tuan" jawab Ramos, Alvaro, Kris, dan Dirga lalu berlalu menuju tugas masing-masing.
Sedangkan di tempat Alisya kini hanya sibuk menatap sosok pria bertudung di depannya namun dapat di pastikan jika sosok itu adalah pria paruh baya.
"Jadi kau ketua Black Dragon?" tanya Alisya dengan tenang.
Sedangkan pria itu hanya tersenyum miring mendengar pertanyaan Alisya yang terkesan santai dan tidak takut sama sekali terhadapnya.
"Kau tidak takut?" tanya balik sosok itu.
"Untuk apa aku takut kepada pria tua sepertimu." jawab santai Alisya.
Sosok bertudung itu hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar dengan tangan yang mengepal di bawah meja karna posisinya mereka lagi makan malam.
"Rupanya kau sangat percaya dengan kekasihmu itu." ucap soal itu sinis.
"Bahkan hanya dengan aku sendiri aku sanggup mengalahkan atau bahkan membunuhmu pria tua"
Teriak Alisya dalam hati namun di luar Alisya hanya bisa menampilkan senyum manisnya ke arah sosok itu.
"Jelas karna dia kekasihku" balas Alisya.
Entah kenapa Alisya merasa bangga saat menyebut nama Kenzo sebagai kekasih bahkan sudt bibirnya menyembunyikan sebuah senyuman.
"Cih." Sosok itu hanya berdecih alku m UKKembuang muka.
"Makanlah yang banyak karna sebentar lagi kekasihmu itu akan datang menyaksikan pergulatan panas kita" lanjut sosok itu tersenyum misterius.
"Lihat saja nanti" balas Alisya tersenyum sinis.
"Mana mau aku sama akik-akik" lanjut Alisya dalam hati.
Alisya memakan makanannya dengan lahap tanpa menghiraukan keberadaan soal pria di depannya.
*****
Kenzo telah sampai di suatu tempat yang terlihat menyeramkan tempat itu adalah markas black Dragon.
"Apa Alisya ada di dalam gedung itu?" tanya Kenzo kepada Maya dengan suara yang biasa saja dan terlihat santai bukan seperti sebelum -sebelumnya yang terkesan datar dan dingin.
"Menurut petunjuk dari gelang ini Alisya ada di dalam" jawab Maya menunjukan gelang emas di pergelangan tangannya.
"Bagaimana jika gelang itu di tinggalkan" tanya Alvaro.
" Tidak mungkin. gelang kami gelang pasangan yang sudah di tanamkan chip di dalamnya dan yang bisa melepaskannya hanya pasangan gelang itu yang artinya yang bisa melepas gelang itu hanya aku begitu pula sebaliknya" jawab Maya tegas langsung menjelaskan tujuan dan manfaat dari gelang couple mereka.
"Tapi....." Kalimat Alvaro langsung terpotong saat mendengar perintah dari Kenzo.
"Serang!"
Wusssh
BOM
AAAAAAAA
*untuk hari ini Upnya mungkin satu bab dulu yah๐ kalau udah sembuh baru double lagi๐๐๐
__ADS_1