Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Di goda


__ADS_3

"Bagaimana jika gelang itu di tinggalkan" tanya Alvaro.


" Tidak mungkin. gelang kami gelang pasangan yang sudah di tanamkan chip di dalamnya dan yang bisa melepaskannya hanya pasangan gelang itu yang artinya yang bisa melepas gelang itu hanya aku begitu pula sebaliknya" jawab Maya tegas langsung menjelaskan tujuan dan manfaat dari gelang couple mereka.


"Tapi....." Kalimat Alvaro langsung terpotong saat mendengar perintah dari Kenzo.


"Serang!"


Wusssh


BOM


AAAAAAAA


"Kita di serang!" teriak para anggota Black Dragon berhamburan menuju gudang senjata.


Di lantai atas Alisya yang mendengar suara ledekan langsung tersenyum miring namun tiba-tiba ia langsung linglung dan memasang wajah bingun.


"Siapa yang datang? jika mereka itu tidak mungkin aku tidak menyuruh mereka untuk datang menyerang secara langsung apalagi menghancurkan markas mereka. jangan-jangan........." pikiran Alisya langsung tersadar saat merasakan tusukan kecil di lengannya.


Jleb


"Apa yang kamu lakukan?" Alisya bertanya dengan menatap tajam pria bertudung di depannya.


"Tidak ada hanya obat yang akan membuat malam kita penuh kenikmatan" jawab pria itu lalu membuka tudung kepalanya dan melemparkan senyum misterius ke Alisya.


"Obat perangsang? sial" umpat Alisya dalam hati menatap tajam pria di depannya.


"Rupanya kekasih kamu cukup hebat juga" kata pria itu sinis.


Alisya hanya diam tubuhnya mulai merasakan gelayar aneh keringat dingin mulai membasahi punggung dan dahinya.


"Sial" umpat Alisya menggertakkan gigi menatap tajam sosok di depannya.


"Berhenti jual mahal, mari kita nikmati malam panas ini di saksikan langsung kekasih kamu" kata Pria itu lengkap dengan seringaian.


"Cabalah?" kata Alisya yang masih terdengar tenang tapi percayalah bahkan bajunya kini telah basah dengan keringat.


"Rupanya kau seorang rubah juga"


Pria itu maju berjalan ke arah Alisya yang masih duduk tenang walau keringat membasahi dahinya.


"Tidak perlu di tahan baby, keluarkan saja."


Dengan tatapan mesum pria itu mulai mengelus wajah Alisya. Alisya yang sedang terpengaruh obat langsung menutup mata karna hanya dengan sentuhan ia merasakan dingin.


"Sial" umpat Alisya yang langsung tersadar lalu melayangkan tangannya.


Plak


"Kau.......dasar ******" umpat pria itu lalu menampar Alisya tapi kalah cepat dengan bogem mentah yang di dapatkan Alisya.


Bugh


"Sialan...."


Pria itu maju lalu menyerang Alisya dengan brutal begitu pula Alisya yang terus membalas serangan pria itu walau tubuhnya semakin lama semakin lemah.


Sedangkan di bawah Kenzo dan para anggotanya membatai semua musuh dengan brutal terutama Kenzo kini seluruh tubunya penuh dengan darah namun itu malah membuatnya tersenyum senang.


"HAHAHAHAHA"


"Sudah lama aku tak menikmati sensasi ini" kata Kenzo dengan tawa yang mengerikan.


"BERHENTI BERMAIN SEGERA CARI ALISYA DI LANTAI 3 JIKA KAMU TERLAMBAT PRIA TUA ITU AKAN MEMPERKOSA ALISYA" teriak Maya yang masih sibuk menembak musuh.


Kenapa menembak? karna walau Maya sudah mahir beladiri namun yang paling dia kuasai adalah pistol bukan katana atau lainnya.

__ADS_1


Mendengar teriakan Maya, Kenzo yang sedang mencincang-cincang tubuh musuh langsung tersadar. Kenzo melirik Dirga lalu menganggukan kepala samar dan langsung berlari ke arah tangga.


Di lantai atas khususny di kamar tahanan Alisya kini kondisi Alisya bisa di katakan tidak baik-baik saja. rambut acak-acakan, sudut bibir robek, baju terkoyak, belum lagi nafas yang semakin memburu, matanya sudah buram tak melihat dengan jelas lawannya.


"Menyerahkan baby dan nikmati kesenangan kita malam ini. aku berjanji akan membuat kamu berteriak nikmat di bawah kukunganku" kata pria itu merayu Alisya.


"Mimpilah!" desis Alisya sambil menggoyang-goyangkan kepalanya berharap penglihatannya kembali normal.


"Dasar keras kepala."


Pria itu kembali menyerang Alisya dengan brutal karna dia yakin Alisya sebentar lagi akan jatuh dalam kukungannya.


BRAK


BRAK


"$hit. dimana kamu baby" Guman Kenzo yang terus mendobrak satu persatu pintu di lantai 3 itu.


Kenzo meremas rambutnya dengan kasar, pikirannya kalut dan di liputi perasaan cemas. entah Sudak ke berapanya Kenzo mendobrak pintu namun hasilnya nihil.


Mata Kenzo menyipitkan saat melihat pintu warna yang berbeda dari lainnya. dengan langkah lebar Kenzo menuju pintu itu.


"Semoga aku tidak terlambat" guman Kenzo lalu mendobrak pintu.


Kedua mata Kenzo langsung melotot melihat Alisya berada di bawah kukungan seorang pria.


"Sialan" umpat Kenzo lalu menembak gembok besi lalu berlari menerjang tubuh pria itu.


Bugh


Brak


"Berani sekali menyentuh wanitaku" kata Kenzo datar dengan suara berat nan serak basah mampu membuat musuh yang bergetar teasuk pria yang baru saja ia tendang.


"Kenzo" ucap Alisya lirih nyaris seperti bisikan namun Kenzo masih mampu mendengarnya.


"It's okey, ada aku" kata Kenzo menarik selimut lalu menyelimuti tubuh Alisya.


"Kenzo......."


Bugh


Bugh


Bugh


"Hahaha bukankah nikmat mencumbui kekasihmu itu" kata pria itu yang menyulut emosi Kenzo.


Kenzo dan pria itu terus saling menyerang satu sama lain keduanya sama-sama terluka walau luka Kenzo terlihat hanya luka kecil.


"Ken.... Kenzo" panggil Alisya lemah mengalihkan perhatian Ke zo hingga langsung terjungkal oleh pukulan pria itu.


"Tunggu dan lihat pembalasanku" kata pria itu lalu membuka sel jendela lalu meloncat dari lantai 3.


"Baby" panggil Kenzo mendekati Alisya yang bergerak gelisah.


"Panas" ucap pelan Alisya.


Alisya yang masih dalam keadaan pengaruh obat langsung menyerang bibir Kenzo dengan ganas.


"Sabar sayang" Kenzo dengan susah payah menggendong Alisya dengan bibir mereka yang tidak terpisah.


Dengan tergesa-gesa Kenzo berjalan cepat menuruni anak tangga sesekali ia akan mendesis karna Alisya yang terus menyerang leher dan dadanya yang sudah tertampang jelas.


"Tuan" seru semua anggotanya.


"Selesaikan! lalu kembali ke markas. Kris aku menunggumu di markas" kata Kenzo yang langsung pergi meninggalkan mereka semua menuju mobilnya.

__ADS_1


"Tenanglah baby" kata Kenzo dengan suara berat.


Kenzo segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju markasnya. sampai di markas tanpa ba-bi-bu Kenzo langsung mengangkat tubuh Alisya.


"Baby ah" desah Kenzo kecil saat Alisya menggigit lehernya.


"Kenapa lift ini berjalan begitu lambat" umpat Kenzo yang sudah panas dingin karna serangan Alisya.


"Kenzo" panggil Alisya dengan suara manja dan setengah mendesah membuat Kenzo semakin panas.


"Kenzo" panggil Alisya lagi.


"Yes baby" jawab Kenzo dengan suara yang semakin serak berat menahan hasrat.


"Kamu benar-benar dia? kamu Kenzo ku?"


Deg


Kenzo ku?


Jantung Kenzo bagai habis maraton saat mendengar nama panggilan Alisya padanya yang sudah mengklaim dirinya.


"Kau Kenzo ku?" tanya Alisya ulang dengan meraba dada berotot Kenzo.


"Yes ah.... a..aku Kenzo mu, Kenzonya Alisya" jawab Kenzo yang terputus-putus.


Ting


"Oh God akhirnya." guman Kenzo alku berjalan cepat keluar dari lift lalu menuju kamarnya.


Sampai di kamar Kenzo langsung meletakkan Alisya di atas ranjang King size miliknya.


"Diam disini" kata Kenzo lalu beranjak berdiri namun tangannya di tarik oleh Alisya hingga jatuh tepat di atas tubuh Alisya yang sudah tidak ada penutup lagi bagian dada.


Entah kemana perginya selimut itu hanya Alisya dan Author yang tahu.


"Baby"


Cup


Alisya menyerang dengan brutal dan penuh tuntutan pada bibir Kenzo. tangannya naik mengelus leher turun sampai dada Kenzo dengan penuh sensual.


"Ah baby"


"Sialan...... Dasar tua bangka" umpat Kenzo kepada pria yang memberikan obat laknat itu kepada kekasihnya.


"Ah Alis........yah"


Kenzo tersentak kaget saat Alisya menggulingkan tubuhnya hingga kini ia berada di bawah kukungan Alisya.


"Kau sangat tampan" kata Alisya dengan tatapan menggoda dan penuh damba tangannya bergerak lembut namun sensual di atas dada serta perut sixpack Kenzo.


"Dan perutmu juga berotot" lanjut Alisya yang mulai menciumi perut Kenzo.


"Ba....baby he....henti...tikan jangan mem....membuatku semakin gi...gila"


"Benarkah?"


"**** aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. tapi aku takut Alisya membenciku nantinya" batin Kenzo yang kalut karna bimbang di antara dua pilihan yang ada.


Alisya terus menggoda Kenzo namun Kenzo berusaha menolak walau saat ini Kenzo sudah berada di ujung tanduk apalagi melihat Alisya yang sudah hampir naked.


"Oh God tolong aku. aku tidak ingin menyakitinya" jerit Kenzo penuh permohonan.


"Kenzo aku mencintaimu"


Deg

__ADS_1


Wush..........


__ADS_2