
"Lalu aku harus bagaimana? Alisya tidak mungkin mengatakan kalian dalang kematian kedua orang tuanya tanpa adanya bukti yang jelas Mom"
Deg
Marissa langsung membatu saat Leon menyebut nama Alisya. bagaimana bisa Alisya mengatakan itu kepada Leon pikir Marissa.
Marissa menatap Leon yang sedang menatapnya tajam dan itu membuat Marissa tidak bisa berkutik lagi. Marissa akhirnya memutuskan untuk mengakui apa yang mereka lakukan di masa lalu.
"Sepertinya memang sudah tidak dapat di sembunyikan lagi" kata Marissa menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara pelan-pelan.
"Apa yang di katakan oleh Alisya itu memang benar Mommy dan Daddy mu juga adalah salah satu dalam kematian kedua orang tua Alisya" ungkap Marissa menunduk sedih.
"Tapi Mommy benar-benar menyesal sekarang. Mommy nggak tau harus bagaimana ke depannya apalagi bersama Alisya,anak itu tumbuh tanpa kasih sayang orang tua hingga ia menjadi terobsesi untuk balas dendam. Mommy harap ke depannya jika memang Alisya menginginkan nyawa Mommy kamu tidak membalas dendam ya Nak" lanjut Marissa menatap sendu putra semata wayangnya itu.
Sekarang Marissa benar-benar menyesal dengan apa yang di lakukan dia dan suaminya di masa lalu kepada kedua orang tua Alisya yang menyebabkan mereka meninggal, meninggalkan Alisya yang hidup menderita karna tak di perlakukan adil oleh Reva dan Edric.
Untuk meminta maaf pada Alisya saja Marissa merasa malu. walau dalam hati Marissa begitu ingin bertemu dengan Alisya.
"Mungkin karna itu Alisya membalas dendam lewat Tuan Kenzo" kata Leon dengan lesu.
"Ada apa dengan Tuan Kenzo Leon? bukankah Tuan Kenzo itu pengusaha yang sukses itu ya?" tanya Marissa.
"Yah Mom. Tuan Kenzo adalah kekasih Alisya dan saat ini perusahaan kita tidak dapat di selamatkan lagi karna Tuan Kenzo sudah turun tangan langsung." ungkap Leon dengan kepala menunduk.
"Jadi kita miskin?" tanya Marissa kaget.
Leon hanya bisa menunduk dalam diam menganggukkan kepalanya. jika boleh jujur Leon sangat menyesal karna menampar Alisya tadi siang. andaikan dia tidak melakukan itu mungkin perusahaannya masih bisa di pertahankan.
Sedangkan Marissa kini semakin shock, belum genap 10 hari Wijaya sang suami meninggal kini perusahaan harus bangkrut di tambah dengan keadaan Leon yang babak belur seperti sekarang.
Marissa hanya bisa menunduk menyesali semuanya karna semua ini memang berawal dari dia dan suaminya yang menjadi dalang kecelakaan kedua orang tua Alisya.
Sedangkan di tempat lain Kenzo kini tidak bisa bekerja dengan tenang. pikirannya terus melayang pada penjelasan Dokter yang mengenai Alisya.
Kenzo memang senang karna Alisya manja padanya namun dia menginginkan Alisya berperilaku seperti itu dalam keadaan sadar bukan menjadinya objek yang dia lihat sebagai sosok lain seperti Ayahnya.
Kenzo bukan orang bodoh yang tidak mengerti penjelasan Dokter tadi. Kenzo cukup paham jika Alisya memang manja padanya tapi bukan sebagai kekasih melainkan sosok seorang Ayah dan itu membuat Kenzo di antara pilihan yang sulit untuk dia pilih.
"Apa yang aku harus lakukan? aku ingin kamu bergantungan padaku tapi bukan sebagai sosok ayah tapi sebagai sosok kekasih atau suami" ucap Kenzo menggeram kesal.
Kenzo mengacak-acak rambutnya secara kasar hingga rambut yang tadinya begitu rapi seketika berantakan seperti singa namun Kenzo cuek akan itu.
"Suami?" beo Kenzo.
__ADS_1
Kenzo tiba-tiba tersenyum miring lalu merogoh ponselnya mengambil dan mulai mengotak Atik ponsel itu sebelum meletakkan di dekat telinga.
"Dirga siapkan makan malam romantis di taman kota" titah Kenzo datar.
"Tapi Tuan, taman kota akan rame malam ini Tuan lupa malam ini malam Minggu" protes Dirga di sebrang sana.
"Saya tidak mau tau Dirga, malam ini taman kota harus kosong titik tidak pake koma" kata Kenzo datar dan dingin.
"Tapi Tuan....."
"Kerjakan seromantis mungkin dan gaji mu akan aku tambah 2 kali lipat" potong Kenzo cepat.
"Tetap nggak bisa Bos...."
"Jika kamu gagal akan aku kirim kamu ke kutub Utara Dirga...!" kata Kenzo tanpa perasaan langsung mematikan sambungan telfonnya.
Tut
Tut
Tut
"Aaaa dasar Bos edan.... Bos Arogant, Bos nggak punya hati" Dirga mengomel dengan kesal menunjuk-nunjuk ponselnya seakan-akan di dalam sana ada Kenzo.
"Bagaimana bisa taman kota harus di kosongkan itu milik negara dan ini juga malam Minggu. Dasar Bos Bucin" umpat Dirga menarik napas kesal.
" gerutu Dirga yang sudah pusing tujuh keliling karna ulah dari sang Tuan.
Dirga mendudukkan diri di kursi kerjanya lalu mendongakkan kepala melihat langit-langit ruangannya hingga tiba-tiba,
"Berani ya kamu tidak menjalankan perintahku?" kata Kenzo penuh dengan penekanan.
"Bukannya berani Tuan tapi itu taman Kota milik negara bukankah Tuan tidak ingin berurusan dengan aparat negara." balas Dirga yang sudah berkeringat dingin.
"Saya tidak peduli, saya juga punya King Lucifer di belakang saya. siapa yang berani mengusik dan menentang keinginan dari seorang Kenzo ha...." teriak Kenzo dengan aura intimidasi.
"Tu...Tuan ini....." kalimat Dirga langsung di potong oleh teriakan Kenzo.
"MAFIOSO MAFIOSO.....!" teriakan Kenzo yang begitu keras menggelegar hingga membuat suara langkah kaki terdengar nyaring menuju ke arahnya.
"Tuan ingin apa kenapa memanggil Mafioso?" Dirga bertanya dengan heran.
Dirga kembali mengedarkan pandangannya siapa tau ada musuh namun di seluruh penjuru markas tidak ada tanda-tanda adanya musuh. lalu untuk apa memanggil Mafioso pikir Dirga.
__ADS_1
"Ada apa Tuan?" tanya Mafioso.
"Bawah dia ke helikopter dan terbangkan di kutub Utara" kata Kenzo menunjuk Dirga.
"TUAN" pekik Dirga.
"Baik Tuan"
Dua orang yang berbadan kekar itu langsung menarik Dirga dengan paksa membawanya ke helikopter yang sudah siap terbang.
"TUAN..... TOLONG SAYA.... TUAN......" Dirga berteriak histeris saat badannya di masukkan di dalam helikopter.
"TIDAK.......!" teriak Dirga tiba-tiba berdiri dari kursinya setelah sadar dari khalayannya.
"S**al sepertinya aku harus benar-benar melakukannya jika tidak maka Taun gila itu benar-benar akan mengirim ku ke kutub Utara" guman Dirga.
Dirga langsung menyambar jas dan ponselnya tak lupa kunci mobil di atas meja lalu berjalan keluar.
Sampai di mobil Dirga langsung menjalaninya dengan kecepatan tinggi pergi meninggalkan perusahaan menuju suatu tempat yang dapat menolong dirinya.
Beberapa menit kemudian Dirga berhenti di sebuah restoran kecil namun ramai pengunjung.
Dirga keluar dari mobil lalu berjalan ke dalam Restoran itu yang langsung menuju ruangan orang yang dia cari.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" sahut dari dalam.
Ceklek
"Ada apa.....eh Tuan Dirga"
Maya refleks berdiri lalu mempersilahkan Dirga untuk duduk di depannya.
"Apa apa Tuan Dirga hingga mau mampir di tempat saya?" tanya Maya.
"Nona Maya anda harus membantu saya kali ini" ucap Dirga langsung inti tanpa basa basi dulu.
"Bantu apa Tuan?" tanya Maya lagi bingun.
__ADS_1
"Mengosongkan taman kota malam ini karna Tuan Kenzo berencana makan malam romantis dengan Nona Alisya disana." terang Dirga panjang kali lebar.
"APA....!"