Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Ratu?


__ADS_3

"Maya cepat!" Teriak Alisya yang sudah tidak sabar untuk menyicipi mangga muda yang terlihat menggoda itu.


"Oke sudah.....!" Seru Maya yang meletakan racikan sambal untuk rujak mangga yang dapat di pastikan jika itu pedas.


Alisya dan Maya langsung menusuk setiap daging buah mangga mencelupkannya pada sambal lalu memasukannya ke dalam mulut. Kedua wanita hamil itu begitu sibuk menyantap rujak mangga muda itu tanpa memperdulikan kondisi kedua orang yang berwajah masam itu.


Kedua sosok pria itu tak lain tak bukan adalah Kenzo dan Dirga. Keadaan kedua pria itu cukup memprihatinkan dengan bintik merah-merah dari kaki lengan bahkan wajah pun ikut memerah karna di gigit semut ganas.


Kenzo dan Dirga hanya bisa menatap kedua bumil itu yang makan tanpa bertanya kepada mereka. Jangankan bertanya melirik pun tidak membuat Kedua pria itu benar-benar cengo oleh ulah kedua bumil itu.


"Hello everybody Kevin yang tampan Paripurna telah kembali...!" Tiba-tiba suara orang yang sejak mereka cari kini terdengar di ruangan itu.


Kenzo dan Dirga langsung menatap ke arah asal suara dengan tatapan datar dan super tajam tak lupa memberi intimidasi kepada Kevin.


Kevin yang merasakan tanda bahaya langsung merinding. Dengan kepala yang patah-patah Kevin menoleh ke arah Kenzo dan Dirga.


"Eh pis.... Kalian sudah pulang?" Kevin hanya bisa cengengesan menatap Kenzo dan Dirga dengan polos.


"Dimana saja kamu?" Tanya Ke zo dengan suara datar dan dingin.


"Aku..? Tentu saja bersembunyi dari dua bumil itu. Aku tidak mau.....Upss." Kevin langsung menutup mulutnya saat sadar apa yang baru saja dia ucapkan.


"Kau......."


Plak


Plak


Plak


Srettt


"Pria tidak bertanggung jawab! Untuk apa kamu kemari ha.....?" Kata Alisya yang berkacak pinggang di depan Kevin setelah memberi 3 geplakan pada Kevin.


Kenzo dan Dirga hanya bisa melongo melihat kelakuan bar-bar dari ibu negara itu. Padahal baru beberapa detik lalu wanita hamil itu sedang asyik memakan rujak.


"Gadis kecil, maafkan aku.... Aku tadi mengantuk jadi aku tertidur di....." Jeda Kevin yang tidak tahu harus berkata apa.


"Tidur dimana? Kamar? Dapur? Atau gudang!?"


"Iya aku memang tidur di gudang,"


"Sial. Aku benar-benar cari mati." Umpat Kevin dalam mati.


Alisya dan Maya yang mendengar penuturan dari Kevin langsung melototi pria itu. Sedangkan Kevin hanya bisa menahan ludah melihat singa betina yang sebentar lagi bakal ngamuk.


Srettt


"Sini kamu." Kata Maya dan Alisya yang secara serentak menarik Kevin membuat dua orang pria yang berwajah datar itu langsung membulatkan mata dengan asap yang keluar dari telinga mereka.


"Sayang....!"


"Baby..!"

__ADS_1


Kenzo dan Dirga kompak protes pada kelakuan wanita yang mereka cintai itu. Tapi melihat tatapan tajam kedua bumil itu membuat nyali kedua pria itu menciut.


"Sekarang kita makan." Kata Alisya dengan senyum manis mendudukan Kevin di sampingnya di ikuti Maya yang duduk di samping Kevin jadilah Kevin duduk di antara tengah-tengah Maya dan Alisya.


Glek


Kevin menelan ludah saat melihat tumpukan sambal yang begitu berbau pedas alias cabe.


"Little girl kamu yakin ini sambel bukan cabai?" Tanya Kevin dengan wajah yang tertekan ke arah Alisya.


"Ini enak, Aaaaa...." Alisya langsung menyodorkan sepotong daging mangga yang sudah di lumuri oleh sambel.


"Buka mulutnya!" Desak Alisya yang menatap tajam Kevin.


Kevin hanya bisa pasrah menerima keadaan. Dengan sedikit ragu Kevin membuka mulut menyambut potongan daging mangga yang di sodorkan Alisya padanya.


WUSSSH


Uhukkk uhuukkk


Kevin langsung tersedak dengan keringat dingin yang langsung membasahi jidatnya. Rasa pedas itu bahkan membakar lidahnya dan kerongkongannya secara bersamaan.


"Enak kan? Ayo nambah," Alisya dan Maya bergantian menyuapi dan mengisi mulut Kevin.


Sedangkan Kenzo dan Dirga kedua pria itu hanya bisa bergidik ngeri melihat bagaimana istri mereka yang begitu bar-bar. Kenzo dan Dirga saling melirik satu sama lain. Kedua pria itu menganggukkan kepala samar sebelum berjalan mundur lalu berlari kabur. Meninggalkan Kevin yang kini menjadi bulan-bulanan dari si ibu hamil.


Beberapa menit kemudian Kevin rasanya sudah mau pingsan langsung berdiri dengan wajah yang memerah.


"Nona Maya, Little girl aku rasa sudah cukup. Aku masih sibuk ada urusan lain aku pergi dulu." Ucap Kevin begitu cepat seperti di kejar rentenir.


Sebelum ke kamar tak lupa mengambil air di dapur lalu membawanya masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan di sisi Alisya dan Maya bukannya merasa bersalah kedua bumil itu justru dengan enteng kembali melanjutkan acara makan rujaknya.


Emang kalau lagi ngidam kagak peduli mau sakit atau mau mati sekalipun mah tuh bumil kagak bakal peduli.


"Kenyangnya....!" Ucap Alisya dan Maya yang kompak menyandarkan tubuh keduanya di kursi dengan mengelus-elus perut mereka masing-masing.


"Aku ke kamar dulu ya Lis.... Capek mau bobo." Kata Maya yang beranjak pergi meninggalkan Alisya yang masih betah duduk di kursi sambil mengelus perutnya.


"Sehat-sehat selalu disana baby, mommy sudah tidak sabar melihat perut Mommy besar karna pertumbuhan kamu." Ucap Alisya yang tersenyum tipis menatap penuh kasih sayang ke arah perutnya.


"Dia akan segera tumbuh baby." Tiba-tiba suara Kenzo menyahut dari belakang. Membuat Alisya menoleh ke arahnya.


"Byy...!"


"No.... Jangan bergerak jangan berdiri! Tunggu aku disana." Ucap Kenzo dengan suara sedikit meninggi karna panik melihat sang istri bergerak.


Alisya yang melihat wajah panik Kenzo Ganga tersenyum. Namun, tak ayal wanita hamil itu menuruti keinginan dari suaminya yang kembali duduk pada kursinya.


"Kamu jangan banyak bergerak baby. Apalagi bergerak refleks seperti tadi, tidak boleh. Kamu sedang hamil ingat itu kamu harus selalu hati-hati. Aku tidak mau kamu dan bayi kita kenapa-napa nanti. Kalian berdua adalah duniaku sekarang tanpa kalian aku tidak akan bisa menjalani hidup ini." Terang Kenzo yang memeluk Alisya dengan mesra dan penuh kasih sayang.


"Aku akan hati-hati byy, kamu harus percaya jika aku akan baik-baik saja."Balas Alisya yang memeluk Kenzo dengan menepuk-nepuk punggung pria itu.

__ADS_1


"Byy aku ingin ke kamar mau mandi." Ucap Alisya yang bernada manja.


"Apapun untuk Ratuku" ucap Kenzo lembut tak lupa memberi kecupan pada kening sang istri.


Hap


Dengan pelan Kenzo menunduk lalu menggendong Alisya membawanya masuk dalam pelukannya. Alisya yang merasakan tubuhnya melayang tidak kaget lagi karna Alisya sudah terbiasa dengan perbuatan Kenzo yang begitu posesif padanya.


Dengan langkah cepat Namun hati-hati Kenzo berjalan cepat menuju lift. Sampai di dalam lift pun Kenzo tidak menurunkan Alisya dari gendongannya.


Ting


Kenzo keluar dari lift menuju kamarnya sampai di dalam kamar mereka. Kenzo dengan pelan mendudukan Alisya di sisi ranjang.


"Tunggu disini!" Kata Kenzo yang penuh penekanan berbalik melangkah ke arah kamar mandi tapi di hentikan oleh Alisya yang mencekal tangannya.


"Ada apa baby? Ada yang di butuhkan atau......"


"Byy aku hanya hamil bukan sakit kenapa kamu memperlakukan aku seperti orang yang sakit keras." Ucap Alisya dengan menatap sendu Kenzo.


Deg


Kenzo yang mendengar perkataan Alisya tertegun di tempat. Apa istrinya itu tidak nyaman dengan apa yang dia lakukan?. Padahal dalam hati dan di mata Kenzo tak pernah satu kalipun Kenzo berpikir atau menganggap Alisya seperti orang sakit.


Kenzo berlaku seperti itu karna terlalu mencintai Alisya. Kenzo hanya ingin di saat-saat seperti ini dia sebagai suami bisa berguna untuk istrinya. Kenzo ingin menunjukan kepada Alisya jika dia bisa membuatnya membuatnya menjadi ratu. Namun, tanpa Kenzo sadari ia telah menggores sedikit luka pada wanitanya itu.


Dengan gerakan pelan Kenzo berlutut di depan Alisya yang sedang duduk di atas ranjang.


"Baby......jangan menangis." Ucap Kenzo dengan suara tercekat.


Dada Kenzo seperti di hantam tumpukan batu bata saat melihat wanita yang di cintainya menangis. Terlebih dalang yang membuat wanita itu menangis adalah dirinya sendiri.


"Ma....maaf jika aku...... Caraku memperlakukan kamu menyakitimu tapi...... Percayalah aku tak pernah berpikir apalagi menganggap kamu orang sakit. Aku hanya..... Aku hanya ingin menjadikan kamu Ratu. Aku hanya ingin mengratukan kamu baby. Maaf jika salahku tanpa sengaja membuat kamu terluka." Ucap Kenzo yang memeluk Alisya dengan lembut.


"Jangan minta maaf, mungkin aku yang kurang bersyukur aku....."


"Ssst kamu selalu benar, aku yang salah." Potong Kenzo cepat yang meletakkan telunjuknya pada bibir Alisya.


"Aku janji aku tidak akan memperlakukan kamu sepeti itu lagi tapi kamu harus berjanji padaku. Kamu dan dia akan baik-baik saja." Ucap Kenzo yang terdengar tegas.


"Aku janji." Balas Alisya yang tak kalah tegas pula.


"Baiklah kamu tunggu disini!"


"Byy kamu....."


"Tidak baby, kamar mandi bahaya jadi aku akan memeriksanya terlebih dahulu."


Setelah berucap seperti itu Kenzo langsung berdiri berbalik berjalan kamar mandi. Sedangkan Alisya hanya bisa menatap suaminya itu dengan dahi yang mengkerut.


Setalah beberapa saat Kenzo kembali keluar dengan melempar senyum ke arah Alisya.


"Silahkan Ratuku." Ucap Kenzo yang menyodorkan tangannya kepada Alisya.

__ADS_1


Walau dengan bingun Alisya tetap menerima uluran tangan Kenzo. Ke zo dengan senang hati membawa Alisya sampai di pintu kamar mandi.


"Masuklah semuanya sudah aku kerjakan.."


__ADS_2