
“Ayo nyonya dorong…..!”
Alisya yang mendengar intruksi dokter langsung menarik napas lalu mulai mengejan. Hanya satu kali dorongan bayi itu keluar sempurna.
Oeeek
Dokter yang menyambut bayi itu ikut tersenyum. Bayi itu pun seperti sudah mengeri akan sebuag rasa yang tak ingin membuat ibunya tersakiti lama.
"Ayooo saatnya bayi kedua nyonya…"
Alisya lagi-lagi menarik napas dan mulai mendorong kuat namun sepertinya bayi kedua ini sedikit sulit. Kenzo yang melihat jalan lahir dan bagaimana bayinya keluar penuh darah sudah bergetar sedari tadi. Kenzo berusaha tenang membisikan kata-kata cinta kepada Alisya. Walau tidak bisa membantu Kenzo berharap bisikan itu sampai di di bayinya hingga segera keluar tanpa menyiksa wanita yang di cintainya lagi.
"Ayo berjuan baby… kamu pasti bisa aku selalu menunggumu. Kamu pasti bisa…! Aku mencintai kamu.."
Aaaah
Oeeeek Oeeeek
Di sisa tenaga akhirnya Alisya berhasil mengeluarkan bayi keduanya. Suara tangisan bayi kedua begitu keras hingga terdengar sampai di luar Kamar ruang persalinan.
"Syukurlah sudah lahir…" Kevin mengucapkan banyak-banyak rasa syukur akhirnya semuanya sudah berakhir.
"Terima kasih baby…. Terima kasih telah hadir dalam hidupku dan memberi warna baru untukku." Kenzo mengecup dalam kening Alisya yang hanya bisa tersenyum lemah.
"Nyonya ini bayinya…. Bayi pertama laki-laki dan bayi kedua perempuan yang sangat cantik seperti Nyonya." Ucap Dokter itu yang menyerahkan bayi kedua di atas dada Alisya.
Kenzo menggendong bayi pertamanya dengan sangat hati-hati di tatapnya wajah putranya yang sangat mewarisi dirinya.
"Kamu sangat tampan." Bisik Kenzo yang mengecup kening sang putra.
Kenzo menoleh ke arah bayi kedua yang berada di pelukan sang istri.
Saat Kenzo menoleh bersamaan dengan itu bayi perempuan itu membuka mata hingga Kenzo dengan jelas menatap manik mata dari sang putri.
Deg
Jantung Kenzo bergerumuh melihat mata anak perempuannya itu yang begitu indah selain itu wajahnya sangatlah putih dan halus layaknya porselin yang di rawat bertahun-tahun.
__ADS_1
"Cantik bukan?" Ucap Alisya dengan lemah.
"Sangat cantik." Balas Kenzo yang terus menatap wajah sang putri.
"Coba aku lihat…!" Suara Kevin yang tiba-tiba membuat atensi Kenzo berpindah pada pria yang baru masuk itu.
"Kemarilah…!" Ucap Kenzo yang menyuruh Kevin untuk mendekat.
Kevin yang mendengar perkataan Kenzo dengan senang hati mendekat ke arah Kenzo dengan penuh senyum di bibirnya.
"Gemdonglah…." Kenzo menyerahkan sang putra untuk di gendong pada Kevin.
Glek
Kevin yang tadi tersenyum kini langsung pudar di ganti dengan wajah tegang. Matanya berulang kali melihat Kenzo lalu bayi di depannya itu.
"Gendong…? Gendong ulat ini? Yang benar saja Kenzo…." Gerutu Kevin yang menatap kesal Kenzo.
"Sembarangan dia bukan ulat. Dia bayiku keponakan mu juga." Sentak Kenzo yang tidak terima putra tampannya di samakan dengan ulat.
"Tidak…! Aku tidak bisa menggendongnya. Lihat…! Di sekecil itu bahkan hanya kepala saja yang kelihatan. Aku tidak tahu dia punya tulang atau tidak…. Aku.. aku tidak bisa menggendongnya. Aku lihat saja." Tolak Kevin yang benar-benar takut menyentuh bayi itu yang menurutnya sama seperti Ulat.
Deg
Kevin yang sudah lama tidak mendengar panggilan itu seketika matanya langsung berkaca-kaca.
"Kamu memanggilku Kakak?" Tanya Kevin dengan menatap Alisya penuh haru.
"Gendonglah… di keponakan yang kamu jaga selama ini…"
Dengan perasaan ragu Kevin mengulurkan tangannya untuk menggendong bayi yang dia sebut ulat itu. Kenzo yang melihat itu tersenyum dari awal dia tidak membenci pria ini. Hanya saja Kenzo kesal Karna dia selalu mencari perkara tak terduga justru sekarang mereka seperti keluarga.
Kenzo yang tangannya kosong segera mengambil alih sang putri dari pelukan Alisya. Tak bisa di bohongi dari awal melihat tatapan mata dari sang putri Kenzo sudah sangat tertarik. Namun, saat Kenzo mengambil bayi perempuan itu justru dengan nakal bayinya itu menutup mata.
"Hey baby girl buka mata mu." Bisik Kenzo yang sangat penasaran melihat dari jarak dekat mata putrinya itu.
Seperti mengerti bayi itu pun membuka mata yang lagi lagi membuat Kenzo tertegun.
__ADS_1
"Tatapannya.." Guman Kenzo yang bisa di dengar Kevin dan Alisya.
"Ada apa?" Tanya Kevin yang tadinya sibuk dengan bayi laki-laki kini ikut mendekat ke arah Kenzo.
"Dia perempuannya ya?" Tanya Kevin yang memperhatikan wajah mungil bayi itu tapi Kevin lebih tertarik dengan matanya yang begitu memukai dan juga tajam secara bersamaan.
"Tatapannya seperti gabungan dari kalian berdua…" Spontan Kevin namun di benarkan oleh Alisya.
"Benar… tatapan itu benar-benar gabungan dari kami. Tajam dan terasa damai" Sahut Alisya.
"Apa kamu tidak ingin memberi nama pada kedua ulat-ulat ini?"
"Kevin mereka bayi bukan ulat." Kenzo menatap tajam pria di depannya itu yang selalu menyamakan bayinya dengan ulat.
"Maksudku juga itu. Ayo beri nama..!" Pinta Kevin yang sudah tidak sabar.
"Kamu tidak ingin memberi nama?" Balas Kenzo.
"Tidak…!" Sebenarnya Kevin telah menyediakan satu nama namun itu untuk nama bayi perempuan.
"Katakan saja! Aku tahu kamu mempunyai nama!" Ucap Kenzo yang ingin memberi kesempatan kepada Kevin.
"Apa tidak apa-apa?" Kevin yang kurang enak karna memberi nama pada bayi yang jelas bukan miliknya.
"Katakan saja!" Ucap Alisya yang ikut menyetujui.
"Amora.."
"Amora…. Yang berarti penuh cinta." Ucap Alisya yang di balas anggukan kepala Kevin.
"Untuk laki-laki namnya Kaisar Ares Keano..! Seperti namanya Kaisar yang berarti maha raja yang akan menjaga dan melindungi orang-orang yang dia sayang. Seperti Dewa Ares yang akan kejam dan tanpa ampun pada setiap musuhnya." Ucap Kenzo dengan lantang dan tegas.
"Dan untuknya…." Kenzo menunduk melihat putrinya yang juga menatapnya.
"Athena Queenzi Amora Keano…. Yang berarti Athena melambangkan wanita yang cerdas, kuat, dan bijaksana, Amora yang berarti Cinta. Dia akan menjadi Wanita yang kuat dan cerdas namun mempunyai sejuta cinta." Ucap Kenzo yang di balas senyuman oleh bayi di gendongannya.
"Selamat datang Kaisar dan Athena/Amora" Ucap Kenzo, Alisya beserta Kevin.
__ADS_1
... Tamat........