
Cup
"Aku pergi dulu nanti kalau kamu kangen kamu bisa datang ke kantor" pamit Kenzo yang masih sempat-sempatnya menggoda sang Istri.
Alisya hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Kenzo.
Kenzo keluar dari kamar lalu menuju lift untuk turun langsung ke lantai bawah karna dia malas untuk turun lewat tangga.
"Tuan"
Sampai di lantai bawah Kenzo langsung di sambut oleh kepala pelayan yang sedang mengawasi pelayan-pelayan yang sedang bersih-bersih.
"Bawakan cemilan dan minuman untuk istriku nanti siang jangan ganggu dia karna itu waktunya istri ku tidur siang" pesan Kenzo kepada kepala pelayan.
"Baik Tuan" balas Kepala pelayan yang menundukan kepala.
Setelah memberi pesan kepada kepala Pelayan untuk membawakan cemilan beserta minumannya kepada Alisya yang berada di kamar Kenzo segera berbalik melanjutkan langkahnya untuk ke perusahaan.
Sampai di Perusahaan cansu segera masuk yang langsung disambut penuh hormat oleh karyawan-karyawan kantor.
"Selamat pagi Tuan" ucap semua karyawan kantor yang berkumpul di lantai 1.
Kenzo hanya menatap datar mereka semua lalu berjalan acuh melewati para barisan para karyawan karyawati perusahaan miliknya. Kenzo berjalan dengan wajah datar menuju lift khusus untuk CEO dan asistennya.
Ceklek
Kenzo sampai di depan ruangan miliknya tanpa membuang waktu segera masuk ke dalam lalu menuju kursi kebesarannya.
"Dirga ke ruangan ku segera dan bawah semua berkas yang harus aku kerjakan" titah Kenzo singkat padat dan jelas kepada Dirga.
"Baik Tuan" balas Dirga di seberang sana.
Setelah selesai memberi perintah kenza mematikan sambungan teleponnya lalu duduk tenang di kursi kebesarannya hingga beberapa menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok
"Masuk" sahut Kenzo.
Ceklek
Dirga masuk dalam ruangan atasannya yaitu Kenzo dengan di temani dua orang di belakangnya dengan beban di tangan mereka masing-masing.
"Tuhan ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani SEKARANG JUGA" ucap Dirga penuh penekanan di setiap katanya apalagi sengaja menekan kata sekarang juga.
Dirga meletakkan tumpukan berkas yang ada di tangannya di atas meja Kenzo di ikuti oleh dua orang di belakangnya. Kenzo yang melihat tiga tumpuk tumpukan berkas yang menggunung di mejanya langsung melototkan kedua matanya.
"Apa kamu tidak benar-benar bekerja? Kenapa berkasnya sebanyak ini" tanya Kenzo kepada Dirga.
"Saya bekerja dengan baik Tuan. Ini adalah berkas-berkas yang tidak bisa saya selesaikan dalam kata lain yaitu membutuhkan tanda tangan langsung dari anda" terang Dirga menatap tajam Kenzo.
Kenzo yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar lalu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara pelan.
"Keluarlah" usir Kenzo.
"Permisi Tuan" kata Dirga membungkukkan badan.
Dirga segera membungkukkan badan sebagai tanda hormat lalu berbalik berjalan keluar dari ruangan Kenzo di ikuti dua orang di belakangnya yang tadi membantunya membawa berkas.
Setelah kepergian Dirga, Kenzo beralih menoleh ke arah 3 tumpukan berkas yang menggunung di depannya yang langsung membuat Durga menghela nafas.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus lembur" ucap Kenzo.
Memikirkan kata lembur membuat Kenzo langsung mengingat Alisya yang menunggunya pulang.
"Tidak. Aku harus pulang cepat hari ini" monolog Kenzo.
Dengan semangat 45 segera mengambil berkas itu lalu mulai mengerjakannya satu persatu dengan serius.
Sedangkan di tempat lain terlihat sosok yang tengah duduk santai di sebuah taman di depan sosok itu ada beberapa cemilan dan minuman dingin yang telah di sediakan oleh para pelayan di rumah itu.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya yang sedang bersantai di taman belakang mension milik Kenzo di belakang mansion Kenzo ternyata terletak sebuah taman bunga yang begitu indah dilengkapi dengan gazebo yang berada di tengah-tengah taman itu yang di kelilingi berbagai bunga.
"Aku baru tahu jika di mansion ini ada sebuah taman. Kenapa Kenzo tidak memberitahuku dari awal kalau begini kan aku tidak bosan walau di tinggal" kata Alisya pada diri sendiri .
Alisya dengan tenang duduk di gazebo menikmati pemandangan bunga dengan angin sepoi-sepoi di dalam taman itu.
Alisya yang sedang santai di kagetkan dengan ponselnya yang berdering.
Alisya melihat ponselnya lalu melihat keadaan sekitar setelah memastikan jika keadaan benar-benar aman Alisya langsung menggeser ikon hijau mengangkat telfon itu.
"Hallo"
"Ada apa?"
"Oke. Bawah di tempat biasa aku akan segera meluncur"
Setelah panggilan terputus Alisya langsung melihat jam jika sudah masuk makan siang lalu tiba-tiba sebuah senyum miring tercetak di bibirnya.
"Jika aku keluar dengan tangan kosong pasti aku tidak akan di izinkan jadi....... aku akan membawakan makan siang Kenzo dulu lalu aku akan meluncur kesana" monolog Alisya pada dirinya sendiri yang tersenyum senang.
"Alisya.... Kamu memang pintar" Puni Alisya pada diri sendiri.
Alisya dengan langkah lebar segera berdiri lalu berjalan meninggalkan taman masuk ke dalam mension.
"Iya Nyonya muda" pelayan itu menundukkan kepala kepada Alisya.
"Emmm itu.....yang ngatur semua di mension ini siapa" tanya Alisya.
"Kepala pelayan Nyonya"
"Baiklah tolong panggilkan yah"
"Baik Nyonya"
Pelayan itu segera pergi dari hadapan Alisya mencari Kepala pelayan sedangkan Alisya melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu lalu duduk tenang saja.
Beberapa menit kemudian terlihat pria paruh baya yang tak lain adalah Kepala pelayan yang berjalan cepat menuju Alisya.
"Nyonya muda"
"Eh kepala pelayan"
"Ada apa Nyonya muda"
"Itu kunci motor di garasi ada dimana?"
"Kunci motor Nya..?"
"Iya aku mau pake satu"
__ADS_1
Kepala pelayan yang mendengar permintaan dari sang Nyonya mudanya sebenarnya bingun antara memberi dan tidak namun dia ingat pesan dari Tuan Mudanya.
"Berikan apapun yang di minta istri ku karna aku tak melarangnya"
Mengingat itu Kepala pelayan segera mengangguk lalu
"Mari Nyonya muda akan saya tunjukan"
Kepala pelayan segera berjalan di depan sedangkan Alisya langsung berdiri mengikuti kepala Pelayan dengan hati yang berbunga-bunga.
Sampai di garasi tempat penyimpanan semua kendaraan Kenzo mata Alisya lagi lagi berbinar-binar melihat berbagai macam kendaraan bukan mobil Namun motor mege.
Kepala Pelayan tiba-tiba datang di depan Alisya sambil membawa kotak hitam di tangannya.
"Nyonya ini adalah Kuncinya, Nyonya bisa memilihnya sendir"
Kepala pelayan membuka kotak hitam itu yang ternyata berbagai kunci motor yang ada dalam kotak itu.
"Aku ingin moge merah itu" tunjuk Alisya pada motor mode warna merah dengan mata yang berbinar-binar.
Kepala pelayan yang melihat itu merasa lucu akan reaksi Nyonya mudanya yang ternyata sangat lucu.
"Ini Nyonya Muda"
"Terima kasih Kepala pelayan"
Setelah berkata seperti itu Alisya langsung mengambil kunci motor lalu berbalik berlari masuk ke dalam mension namun baru beberapa langkah Alisya kembali berbalik lalu mendekat ke arah Kepala pelayan.
"Kepala pelayan tolong siapkan makan siang untuk aku bawa untuk Kenzo"
"Baik Nyonya"
Alisya begitu semangat berlari ke arah kamar untuk segera bersiap untuk mencoba motor baru milik Kenzo.
Setelah beberapa menit Alisya keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk. Alisya berjalan cepat menuju walk in close mencari pakaian yang sekiranya cocok untuk di pake.
Alisya keluar dari walk in close dengan pakaian yang lengkap celana jens hitam yang sedikit sobek di lutut dengan kaos yang memiliki campuran hitam dan putih di temani sepatu hitam dan sebuah topi di kepalanya.
Alisya menuju meja rias mengaplikasikan make secukupnya lalu menambahkan sedikit pemerah bibir.
"Oke siap"
Alisya langsung menyambar tas dan kunci motor lalu berjalan menuju lantai bawah dengan senyuman yang mengembang.
"Nyonya ini bekal makan siang Tuan Muda"
Kepala pelayan yang telah menunggu Alisya di ujung tangga segera memberikan rantang yang telah di isi oleh makanan untuk Tuan Mudanya Kenzo makan siang.
"Terima kasih" ungkap Alisya tulis lalu mengambil rantang itu.
"Saatnya mencoba motor baru" Guman Alisya yang sudah duduk tenang di atas motor mgenya.
Brunggg
WUSSSH
"Astaga ternyata Nyonya muda sangat mahir dalam mengedarai motor.
__ADS_1
Penampilan Tomboy Alisya yang sedang mengemudi Motor moge. abaikan maskernya