Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Menunggu


__ADS_3

"YAAAAAK........ BERANINYA KAMU..."


Cup


"Berhenti marah-marah sayang aku tidak melecehkan mu aku hanya minta sedikit untuk mencicipi bibir manis mu ini" potong Dirga tersenyum tipis ke arah Maya.


Maya bahkan hanya bisa tertegun dengan wajah melongo melihat senyum Dirga yang begitu memukau selama ini Maya tidak pernah melihat Dirga tersenyum tapi sekarang Maya bisa melihat itu.


"Pria kaku kamu tersenyum?"


Entah mengapa pertanyaan itu malah keluar dari mulut Maya. Maya juga tidak sadar jika apa yang ada di pikirannya malah dia keluarkan.


Sedangkan Dirga jika dulu dia akan langsung kesal mendengar sebutan pria kaku yang di tunjukan padanya namun kini dia hanya terkekeh kecil.


"Berhenti memanggil ku dengan sebutan pria kaku sayang. aku ini sekarang sudah menjadi kekasih mu jika kamu lupa. seharusnya kamu harus mulai membiasakan diri memanggil ku dengan sebutan kata sayang" kata Dirga dengan lembut.


"Untuk apa? aku akan memanggil mu dengan nama saja atau nggak pria kaku" kata Maya yang bangun dari kasur beranjak pergi namun di tarik oleh Dirga.


Grep


"Untuk apa? jelas sebagai menanda jika aku kekasih mu dan kamu sebagai kekasih ku" kata Dirga memeluk Maya dari belakang.


"Kamu dengar...? bahkan jantung ku berdebar kencang hanya karna bersama mu dan memeluk mu" bisik Dirga lalu membalik badan Maya menghadap dirinya.


"Aku mungkin pria kaku, irit bicara dan sedikit menyebalkan menurut mu tapi aku hanya akan tersenyum kepada orang terdekat ku atau orang-orang yang aku sayangi dan cintai dan kamu adalah orang yang akan aku cintai selamanya. Baik Aku maupun Tuan Kenzo kami adalah pribadi yang dingin namun kami akan berusaha membuat orang yang kamu cintai nyaman. aku hanya ingin menunjukan berbagai ekspresi yang aku lakukan hanya di depan mu bukan di depan umum. biarkan orang di luar sana tahu jika aku adalah pria kaku tapi tidak dengan kamu" terang Dirga.


Maya yang mendengar penuturan Dirga yang begitu sungguh-sungguh membuat jantungnya berdebar dengan kencang hingga dia tidak tahu harus berbuat apa selain hanya diam berdiri seperti patung.


"Pergilah ke kamar mandi bersihkan wajah mu aku akan mengajak kamu keluar malam ini" kata Dirga tiba-tiba membuat Maya tersadar dari lamunannya.


"Ah baiklah" jawab Maya yang tidak tau harus berbuat apa selain menurut berjalan kamar mandi beberapa menit kemudian Maya keluar dari kamar mandi.


"Ayo aku antar pulang" kata Dirga yang langsung menggenggam tangannya membawanya keluar dari ruangannya dengan tas selempang milik Maya berada di bahunya.


"Dirga lebih baik aku pegang sendiri tasnya nanti ada karyawan lihat bagaimana nama kamu akan tercoreng nanti"kata Maya panik saat Dirga menariknya masuk dalam lift khusus CEO dan Asistennya.


"Biarkan saja biar mereka tahu jika aku sudah punya kekasih dan berhenti membicarakan ku gay" kata Dirga santai.


Jika Dirga santai maka berbeda dengan Maya yang membulatkan mata menatap horor Dirga.


"Kamu gay" pekik Maya.


Dirga yang mendengar suara teriakan Maya langsung menoleh dengan senyum yang aneh menurut Maya.

__ADS_1


"Mau aku buktikan sekarang bagaimana? apa aku gay atau tidak?" bisik Dirga yang mengurung Maya di antara dirinya dan dinding lift.


"Ish apaan sih kan kamu bilang gitu yah makanya aku kaget" balas Maya yang tak berani menatap mata Dirga.


Dirga yang melihat jika Maya tak berani menatapnya hanya tersenyum tipis lalu tangannya memegang dagu Maya mengangkatnya sedikit hingga kini mata mereka saling terbuka. Mata Dirga langsung berkabut saat melihat bibir terbuka Maya.


"Aku normal sayang." bisik Dirga yang langsung menarik tengkuk Maya lalu langsung menyambar bibir Maya.


Cup


Dirga mencium dan ******* pelan dan lembut bibir Maya sedangkan Maya hanya diam tanpa merespon dia benar-benar syok untuk saat ini.


"Balas sayang aku butuh balasan kamu" ucap Dirga di sela-sela ciumannya.


Mendengar bisikan Dirga entah setan apa yang memasuki Maya hingga mulai menggerakkan bibirnya membalas ciuman Dirga walau terkesan kaku.


Tak puas hanya dengan memainkan bibir Maya, Dirga langsung menggigit kecil bibir Maya hingga bibir Maya terbuka tak menyia-nyiakan kesempatan Dirga langsung memasukan lidahnya di dalam mulut Maya mengajak Lidah Maya untuk saling membelit.


Semakin lama ciuman Dirga semakin menuntut hingga Maya tak mampu mengimbanginya. Maya yang merasa butuh pasokan oksigen segera menepuk dada Dirga. Dirga yang mengerti dengan kode Maya terpaksa melepaskan ciumannya.


"Aku mencintai mu" ungkap Dirga saat ciuman keduanya terlepas namun Dirga menempelkan kening keduanya hingga bertemu.


Ting


Grep


Sontak Karna hal itu membuat semua karyawan KEANO GROUP langsung banjir dengan bisik-bisik sana sini membuat Maya yang malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dirga.


"Dasar pria kaku. apa yang dia lakukan coba kenapa harus menggendong aku segala coba? apa mata dia buta nggak lihat tuh manusia banyak amat. astaga telinga ku sudah panas mendengar gosip mereka itu. mereka itu bisik-bisik apa teriak sih masa kedengaran sampai sini." gerutu Maya dalam hati menahan kesal karna mendengar karyawan membicarakan dirinya dengan suara yang keras.


Sampai di parkiran Dirga langsung memasukan Maya di dalam mobil lalu memakaikan sabuk pengaman setelah selesai baru menutup pintu lalu berlari kecil masuk di jok kemudi.


Dirga menjalankan mobil miliknya dengan kecepatan sedang dengan tangan satu memegang setir mobil dan yang satunya lagi sedang memegang tangan Maya.


Butuh waktu 15 menit hingga mobil Dirga berhenti di tempat Maya.


"Turunlah aku akan menjemput mu jam 7 malam jadi persiapkan diri mu" ucap Dirga yang mencium kening Maya.


Maya yang malu hanya bisa diam seperti anak ayam tanpa bantahan segera turun dari mobil lalu berlari masuk ke dalam gedung apartemen tempatnya tinggal.


Sedangkan Dirga yang mihat tingkah Maya hanya bisa terkekeh kecil dengan kepala yang di geleng-geleng kan.


"Ternyata walau kamu bar-bar kamu punya sisi yang menggemaskan sayang" kata Dirga yang langsung meninggalkan gedung itu.

__ADS_1


Ceklek.


Hah Hah Hah


Suara napas Maya terdengar tersengal-sengal karna terus berlari seperti di kejar hantu saja.


"Apa pria kaku itu kerasukan setan? kenapa dia begitu AAAAAAAAA ROMANTIS" teriak Maya di dalam Apartemen miliknya.


"Dirga tersenyum dia juga......"


Wajah Maya langsung memerah saat mengingat momen ciuman mereka di dalam lift tadi.


"Astaga wajah ku panas..... dia sangat tampan jika tersenyum seperti tadi dan aku beruntung karna hanya aku yang melihat senyumnya" ucap Maya dengan wajah yang terus berbinar-binar.


"Jam....! ini jam berapa?" pekik Maya yang langsung membuka tasnya lalu melihat ponselnya.


"JAM 6......! sial aku harus bersiap"


Maya langsung berlari ke arah kamarnya sampai di kamar Maya langsung membuang sembarangan tasnya lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Maya telah selesai membersihkan diri kini dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di lilitkan ke badannya dan handuk kecil di atas kepalanya.


Dengan langkah cepat terburu-buru Maya langsung menuju walk in close lalu membuka satu persatu lemari miliknya mencari gaun yang menurutnya pas hingga 10 menit kemudian di atas lantai sudah puluhan lembar gaun yang berserakan karna ulah dari Maya.


"Aku harus pakai yang mana semua telah aku pakai...." monolog Maya yang malah pusing sendiri.


"Aaaa pake gaun Alisya aja"


Maya segera berlari ke lemari satunya. di bukanya kemari itu hingga terpampang lah gaun cantik dan Dress yang masih baru lengkap denan logonya karna Alisya tak pernah memakainya.


"Lisya aku pinjam ya" teriak Maya seakan-akan ada Alisya disitu.


Maya langsung memilih Dress berwarna putih untuk dia pake setelah itu dia langsung keluar dan menuju meja rias sampai disana Maya langsung memakai dress itu yang begitu pas di tubuhnya karna memang tubuh Alisya dan Maya sama dari segi ukuran.


Setelah memakai baju Maya langsung memoles dirinya dengan make up yang sederhana namun terkesan cantik dan Natura.


"Oke perfek tinggal pake lipstik" kata Maya yang langsung mengambil lipstik merah mudah dan di oleskan di bibirnya yang sangat akan pas.


Ting Tong


"Itu pasti Dirga" Guman Maya yang langsung berdiri mengambil Tasnya laku berjalan keluar tanpa memikirkan kekacauan kamar yang telah dia perbuat.


Ceklek

__ADS_1


__ADS_2