Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Hukuman yang di dapat Yoona


__ADS_3

"Tangan mana yang berani menampar istriku?"


Yoona semakin bergetar takut dengan terus menggelengkan kepala dengan air mata yang terus membanjiri pipi tirus milik Yoona.


"Maafkan sa.....ya Tu.. Tuan" yang entah ke berapa kalinya namun untuk kesekian kalinya pula Kenzo mengasuh permintaan maaf Yoona.


"Berikan tanganmu yang menantang istriku "ucapkan goyang penuh penekanan berjongkok di depan wajah Yoona.


Wajah tampan Kenzo dalam begitu cepat berubah menjadi monster membuat tangisan ialah bertambah keras.


"Sial. Kenapa bibi hanya diam? Ini juga orang-orang Kenapa pada diam melihat aku seperti ini? Kenapa tidak ada satu orang tua yang mau menolongku? Semua ini karena wanita sialan itu. Kenapa juga harus langsung di saat seperti tadi padahal tinggal sedikit lagi rincian aku dan bibi akan berhasil" umpat Yoona yang menyalakan kedatangan Alisya dalam kejadian tadi.


Bukannya menyesali malah menyalahkan orang yang jelas-jelas tidak mempunyai salah. Apa anda waras?


"Berikan!" Bentak Kenzo.


Yona yang sedang berpikir langsung tersentak di buatnya.


"Tu.... Tuan aku minta maaf mungkin istri Tuan saja yang terlalu cemburuan"


Plak


Wajah Yoona langsung menoleh saat tamparan di wajahnya hingga membuat bibir yoona robek karena tamparan itu karena main-main kerasnya.


"Tahan tangannya! ""


"Baik Tuan"


"AAAAA A....apa yang kalian lakukan brengsek. Lepaskan aku lepaskan! " Yoona terus berteriak dan memberontak dari anak buah Kenzo namun berakhir sia-sia.


Bruk


"Yoona didudukkan begitu saja di sebuah kursi kayu lalu tangan kanannya di tahan di atas meja.


"HEYY!"


Plak


"Diam sialan "bentak anak buah Kenzo yang langsung memberi tamparan pada wajah Yoona karena jujur suara wanita itu benar-benar membuat gendang telinganya sakit hati.


"Maaf Tuan, silakan di mulai" kata anggota Kenzo yang menampar Yoona.


"Kenzo apa yang kamu......"


Srett


AAAAA


Yoona langsung berteriak nyaring saat tangannya disayat dengan pisau oleh Kenzo. Sedangkan Melinda langsung terdiam kaku dengan kaki dan tangan yang bergetar takut. Melihat perbuatan Kenzo barusan di depan matanya sendiri benar-benar terasa menakutkan.

__ADS_1


"Ck harusnya kamu tidak mengisi ku nona" Desis Kenzo yang tersenyum Devil.


"Tu....Tuan a...aku...."


Tak


Aaaaaa


Teriakan Yoona begitu nyaring dan terdengar memilukan namun tak ada yang berani menolong. Karyawan perusahaan Kenzo hanya bisa dia menutup mata karena mereka tahu ini adalah akibat jika berani mengusik Harimau yang sedang tertidur.


"Tanganku hiks tanganku huhuhu"


Tangisiona semakin pecah saat melihat tangannya berlumuran darah namun masalah yang utama bukan itu. Tapi jari telunjuk Yoona telah terpotong hingga rata dengan telapak tangan.


"Tuan hiks kamu sungguh kejam Aku hanya mencintaimu Kenapa kamu memotong tanganku huhuhu" teriak Yoona yang berdiri menerjang Kenzo namun langsung dihadang anak buahnya.


"Buang mereka di depan perusahaan pastikan kedua wanita iblis ini tidak lagi menginjakkan kaki di perusahaanku ini" kata Kenzo yang penuh akan penekanan di setiap katanya membuat orang-orang langsung merinding di buatnya.


Setelah berkata seperti itu segera berbalik menuju lift sedangkan Yoona dan Melinda langsung ditarik dan didorong begitu saja di depan perusahaan raksasa itu oleh anak buah Kenzo.


"Kalian benar-benar keterlaluan. Lihat saja setelah aku kembali diakui oleh Kenzo kalian adalah orang-orang pertama yang akan aku singkirkan dari perusahaan ini" teriak Melinda yang menatap benci kepada anggota Kenzo yang menyamar menjadi Bodyguard atau penjaga perusahaan itu.


"Mimpi saja nenek Lampir. Tuan kami Tuan Kenzo tidak akan sebodoh itu memelihara seekor anjing yang kapan saja bisa menggigit dirinya sendiri"


"Kau....."


"Akan ada baiknya jika anda segera membawa wanita muda itu ke rumah sakit. Jika tidak ingin dia mati kehabisan darah"


"Astaga Yona Ayo cepat kita harus ke rumah sakit" Pekik Melinda yang langsung menari Yoona memasukkan wanita itu dalam sebuah taksi lalu menuju rumah sakit.


"Tuan begitu baik walau kejam namun Kenapa harus mempunyai seorang ibu yang bersifat sepertinya?"


"Kamu benar. Aku juga bingung kenapa Tuhan harus lahir dari wanita yang berhati busuk dan serakah sepertinya?"


"Kalian lihat Nona Alisya sangat cocok dengan uang bukan? Mereka sama-sama kuat dan sama-sama tampan dan cantik"


"Tidak hanya itu, Nona Alisya sudah kaya dari awal. sekarang kalian lihat wanita tadi. Bagian mananya yang unggul bahkan sama dengan Nona Alisya?"


"Tidak ada apa-apanya bahkan seujung kuku Nona pun tidak" jawab mereka bersama.


"Jelas karena hanya Nona Alisya yang pantas untuk Tuan"


Para anggota Kenzo segera menganggukkan kepala lalu kembali pada tugas masing-masing.


Di sisi lain Melinda dan Yoona baru sampai di rumah sakit. Yoona segera ditangani oleh dokter sedangkan Melinda menunggu di depan ruangan Yuna di tangani.


Beberapa menit kemudian keluar lah dokter dari ruangan Yoona. Melinda segera masuk ke dalam ruangan Yoona.


"Yona sayang"

__ADS_1


Melinda segera memeluk keponakan tersayangnya itu. Yoona yang masih terus menangis dengan air mata yang dengan deras berjatuhan di pipinya.


"Bibi lihat tangan aku! Bagaimana ini hiks?" Kata Yoona yang menangis memeluk Melinda.


"Semua ini gara-gara bibi" sentak Yoona yang langsung mendorong kasar tubuh Melinda hingga pelukan keduanya terlepas.


"Kok kamu malah nyalahin bibi sih? Kan kamu sendiri yang duduk di pangkuan Kenzo" balas Melinda yang tak terima di salahkan oleh Yoona.


"Tapi ini semua rencana bibi" yang menyatakan Melinda.


"Tapi...."


"Aku akan segera melapor pada papa. Aku tidak terima seperti ini! Bibi juga harus merasakan apa yang aku rasakan"


Melinda yang mendengar itu sempat membulatkan mata menatap tajam Yoona. Namun wanita muda itu mengacuhkannya.


"Sialan, ini tidak bisa di biarkan. Kalau sampai aku di tendang dari keluarga Kim maka aku tidak akan mendapatkan apapun Aku harus mencari cara agar masalah ini tidak sampai di telinga anggota keluarga yang lain" Kata Melinda dalam hati yang takut bila ditendang oleh keluarga Kim.


Huhhh


Terlihat Melinda yang menarik nafas lalu melembutkan wajahnya berjalan mendekati arah Yoona yang masih menangis dalam diam.


"Apa kamu sudah menyerah untuk mendapatkan Kenzo?" Tanya Melinda lembut.


"Apapun Yang terjadi aku harus menahan Yoona agar tetap di sini" Kata Melinda dalam hati.


"Aku harus bagaimana bibi? Aku tidak ingin di bunuh dan mati sia-sia di tangan Kenzo" yang membuang muka.


Rupa-rupanya nih Medusa masih punya otak ternyata.


"Kamu tenang saja. Kamu cukup diam saja biarkan bibi yang bergerak" Kata Melinda yang mengusap kepala Yoona.


"Tapi aku takut" ucap Yona yang meragu.


"Percaya pada bibi. Kali ini kamu akan berhasil mendapatkan Kenzo. Bayangkan Jika kamu bisa menjadi istri Kenzo menjadi Nyonya seorang KEANO kekurangan seperti ini tidak akan di lihat oleh orang-orang. Semua orang akan menghormati dirimu" Kata Melinda yang memprovokasi Yoona agar mau bertahan menunggu sebentar lagi.


"Baiklah Yoona akan ikuti rencana bibi" kata Yoona dengan senyum polos namun tak ada yang melihat matanya yang menatap tajam di depan sana.


"Jika cara seperti ini tidak mempan kepada anak itu. Maka harus dengan cara licik" Kata Melinda dalam hati.


Melinda tersenyum licik memikirkan rencananya. Melinda yakin rencananya kali ini pasti akan berhasil menggait Kenzo masuk dalam perangkapnya.


Sedangkan di tempat lain di rumah sakit yang sama seorang pria baru saja sadar dari pingsannya yang entah berapa lama dia tidak sadarkan diri.


"Hm Aku ada di mana?" Guman pria itu yang beranjak duduk namun yang keluar dari mulutnya hanya ringisan kesakitan.


"Sial, anak buangan itu selalu menjadi penghalang aku untuk mendapatkan Maya. Dari dulu dia selalu tidak menyukaiku bahkan selalu membuatku babak belur" gerutu sosok itu yang tak lain dan tak bukan adalah Bram yang baru tersadar dari pingsannya.


"Ruangan ini? Ternyata aku berada di rumah sakit tapi Siapa orang yang mengantar aku....Ah pasti Maya. Aku tahu wanita itu tidak akan pernah melupakanku begitu saja di aspal yang dingin itu" kata drum penuh percaya diri jika yang mengantarnya ke rumah sakit adalah Maya mantan kekasihnya.

__ADS_1


" Maya sudah menikah tapi dia hanya akan menjadi milikku. Aku akan merebutnya dari pria itu Aku tidak bisa menyerang ya namun bagaimana jika Maya yang datang padaku dan memilihku. Maka pria itu tidak akan bisa berbuat apa-apa" ucap Bram dengan senyum misterius menyusun rencana untuk mendapatkan Maya kembali.


"Jika dengan cara yang baik-baik kamu tidak mau kembali maka jangan salahkan aku jika aku akan ribut kamu dengan paksa. Akan aku buat dia membenci kamu dan kamu tidak punya pilihan lain selain kembali kepadaku" kata Bram dalam hati yang telah menyusun rencana entah apa itu yang jelasnya bukan sesuatu hal yang baik


__ADS_2