
**Hay bertemu lagi😁 bagaimana kabarnya? Author harap semua baik-baik saja ya🙏😄
Okey tanpa membuang waktu mari kita lanjut ke episode berikutnya. Selamat membaca bye😘
"Dok bagaimana keadaan istri saya?" Leon segera bertanya kepada Dokter.
"Keadaan Nona Alexa baik-baik saja Tuan namun kami sudah semaksimal mungkin berusaha mempertahankan janin di dalam kandungan Nona Alexa tapi Tuhan berkendak lain Nona Alexa keguguran"
Jedarrrr
Bagai di sambar petir di siang bilang Leon langsung terduduk lemas di lantai rumah sakit itu.
"Apa kami bisa menjenguk menantu saya"
"Bisa"
Dokter itu segera pergi meninggalkan Leon dan Marissa yang masih berdiri mematung dengan pikiran masing-masing.
"Leon ayo kita masuk sekarang ini Alexa membutuhkan kamu pasti dia juga hancur jika tau anaknya tak terselamatkan" kata Marissa yang sudah mendapatkan kesadarannya.
Leon yang mendengar penuturan sang Mommy langsung bangkit dan berjalan masuk dalam ruangan Alexa dengan lesu dan muram.
Sedangkan di tempat lain Kenzo dengan setia menunggu sang kekasih di depan perusahaan yang di pimpin oleh Alisya.
Ceklek…
Kenzo menoleh dan tersenyum melihat orang yang sedari dia tunggu kini duduk di sampingnya.
"Kita jalan sekarang" kata Kenzo datar namun tidak dengan tatapannya yang teduh dan lembut kepada Alisya.
"Byy aku nggak mau pulang dulu" ucap Alisya cemberut lalu bersandar pada dada bidang Kenzo.
Kenzo yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa tersenyum lalu merangkul pinggang Alisya.
Kenzo tidak heran lagi jika tiba-tiba Alisya bersikap manja padanya karna dia tau jika itu adalah salah satu sifat asli Alisya.
"Kamu ingin kemana lagi baby ini sudah malam di tambah sudah jam 9 mau kemana lagi?" tanya Kenzo penuh kelembutan.
"Bermain di markas kamu" kata Alisya manja.
"Markas ku?" beo Kenzo dengan dahi yang mengerut.
"Iya aku ingin bermain lagipula bukankah disana ada mainanku?" kata Alisya menarik turunkan alisnya.
"Aaa baiklah jika begitu. Dirga ke markas" perintah Kenzo.
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab Dirga patuh
Dirga langsung membelokkan arah mobilnya karna memang arah yang mereka tujuh tidak searah dengan Apartemen Alisya.
Sepanjang perjalan hanya ada kesunyian tak ada yang membuka suara lebih tepatnya hanya Dirga yang nelangsa karna di jok belakang walau Alisya dan Kenzo tidak membuka suara mereka begitu mesra membuat Dirga hanya bisa mengelus dada sabar.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di depan markas Kenzo. Alisya yang sudah tidak sabar untuk bermain segera keluar lalu berlari masuk dalam markas di ikuti Ke zo yang hanya berwajah datar dan dingin.
"Selamat malam Nona"
"Selamat malam Tuan"
Para anggota Kenzo segera memberi hormat dengan menundukan kepala padaAlisya dan Kenzo walau hanya di acuhkan oleh pasangan itu.
Alisya terus berlari dengan riang hingga berhenti di depan sebuah pintu warna hitam kemerahan.
"Selamat malam Nona" salam pria yang menjaga pintu itu lalu menundukan kepalanya kepada Alisya.
"Buka pintunya" perintah Alisya datar.
"Tapi Nona......" penjaga itu sepertinya terlihat ragu untuk membuka pintu ruangan itu.
"Buka saja"
Tiba-tiba saja terdengar suara bariton dari arah belakang tubuh Alisya membuat penjaga itu mengangkat sedikit Pandangannya.
"Buka" perintah Kenzo.
Penjaga itu segera menjalankan perintah Tuannya dengan patuh.
Ceklek
"Silahkan Nona.... Tuan......" Penjaga itu segera mempersilahkan Alisya dan Kenzo masuk ke dalam ruangan.
Alisya dan Kenzo segera berjalan masuk dalam ruangan dengan wajah datar dan aura yang mencekam membuat beberapa orang yang sedang berjaga langsung menggigil ketakutan.
********
"Maaf Leon aku tidak bisa menjaga bayi kita" ungkap Alexa dengan wajah penuh penyesalan.
"Tapi aku merasa bahagia dan beruntung akhirnya aku terbebas dari bayi sialan itu. Dengan begini aku akan leluasa menjalankan rencananya" kata Alexa dalam hati.
"Bagaimana tidak mau keguguran tadi izin ke toilet tapi nyatanya malah keluyuran" timpal Marissa tiba-tiba membuat Alexa melototkan kedua matanya.
"Coba saja kamu tidak keluyuran sembarang dan hanya diam diri di dalam salon kamu tidak akan di tabrak motor. saya kehilangan cucu saya semua itu karna kesalahan kamu" lanjut Marissa yang menyalahkan Alexa.
__ADS_1
"Kok salah Alexa Mom?" Alexa yang di salahkan langsung memprotes.
"Emang itu semua kesalahan kamu" kata Marissa dengan kesal.
"Alexa kan memang dari awal nggak mau ikut Mommy tapi Mommy maksa" kata Alexa dengan kesal.
"Lalu apa masalahnya jika hanya perawatan bukankah itu bagus. Tapi kenapa kamu sangat menolak seperti sedang menyembunyikan sesuatu." tekan Marissa.
Deg
Alexa langsung menegang saat mendengar penuturan Marissa belum lagi Leon yang kini menatap penuh selidik.
"A......aku ha......hanya tidak suka perawatan saja" ucap Alexa menahan gugup.
"Tidak suka? bukannya kamu paling suka jika menyangkut salon dan perawatan" kata Leon ikut menimpali.
"Hm i....itu aku juga tidak tahu tapi semenjak hamil aku malas dan tidak suka hal begituan." kata Alexa.
"Tapi karna kecerobohan kamu aku kehilangan calon anak aku Alexa" sentak Leon dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun.
"Maaf" kata Alexa dengan nada yang tidak ikhlas.
"Maaf katamu? apa kamu pikir dengan maaf kamu itu anakku akan kembi hidup ha....? bahkan kamu mengatakan maaf pun dengan tidak ikhlas" bentak Leon kepada Alexa.
"Kamu kenapa malah nyalahin aku sih Leon? harusnya kamu juga nyalahin Mommy dong karna dia yang maksa aku untuk ke salon padahal sudah aku tolak" kata Alexa yang tidak ingin di salahkan sendirian.
"Lho kok salah Mommy? jelas-jelas itu kesalahan kamu" protes Marissa.
"Tapi Mommy yang maksa aku untuk ikut"
"Jika kamu tidak keluar dari salon itu kamu tidak akan kecelakaan seperti ini"
"STOP!" teriak Leon membuat Alexa dan Marissa langsung diam.
"Alexa harusnya kamu itu introspeksi diri bukan malah menyalahkan Mommy ini semua memang berawal kamu jika kamu hanya diam di dalam tidak keluar kamu tidak akan seperti ini" sentak Leon lalu berbalik keluar dan menutup pintu dengan keras keras.
"Cih dasar menantu tak berguna" umpat Marissa lalu ikut keluar dari ruangan Alexa.
"Sial. jika begini mereka akan kembi membenciku aku senang karna bayi itu mati karna aku tak Sudi merawatnya tapi ini juga bisa berdampak buruk padaku" Guman Alexa yang hanya bisa gigit jari.
Untuk sesaat Alexa merasa menyesal karna berusaha kabur dari pantauan sangat mertua. Jika akan jadi begini akhirnya dia tidak perlu keluar atau lari karna sama saja membahayakan posisinya pikir Alexa.
"Selamat malam Mantan Daddy dan mantan Mommy"
Deg
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa makan teratur dan jaga kesehatannya ya☺️ biar bisa baca terus coretan halu Author😂