
sinar mentari pagi telah keluar keluar dari tempatnya menyinari bumi memamerkan kepada bumi jika sinarnya dapat memberi rasa hangat di udara dingin pagi hari.
sinar mentari pagi memasuki sebuah kamar mewah membuat salah satu dari kedua orang yang terlelap itu terbangun.
Kenzo yang merasakan sinar mentari menggerakkan kelopak matanya sedikit demi sedikit hingga matanya mulai terbuka sempurna dengan pelan.
Kenzo tersenyum tipis saat membuka mata hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah wanita yang dia cintai yang telah menjadi miliknya seutuhnya semalam.
tangan Kenzo terulur merapikan dan menyelipkan helaian anak rambut Alisya di belakang telinga hingga Kenzo bisa menatap sempurna wajah polos nan damai milik Alisya saat tengah terlelap.
"mimpi ku menjadi kenyataan" gumam Kenzo yang mengelus pipi mulus Alisya sebelum mengecup kening sang istri begitu lama dan dalam seakan mencurahkan segala isi hati Kenzo kepada wanita yang sangat dia cintai itu.
"Aku mencintaimu istri ku" ungkap Kenzo namun tidak ada balasan dari Alisya karena Gadis itu ah ralat wanita itu masih asyik di dalam mimpinya.
senyum di bibir keju semakin lebar saat matanya menatap tanda-tanda merah di leher sang istri yang menjadi bukti cintanya tadi malam.
"dia pasti kelelahan karena tadi malam aku menggempurnya berulang kali" Guman Kenzo menatap tiba wajah pucat Alisya.
"sial. Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri aku pasti kamu sekarang kelelahan ya baby" ucap Kenzo pelan mengelus wajah pucat sang istri.
memikirkan istrinya kelelahan dan pasti akan merasakan nyeri saat terbangun dari tidurnya. kezo tak punya waktu untuk terus tidur Kenzo dengan pelan menarik lengannya yang di jadikan bantal oleh Alisya.
Kenzo dengan penuh kehati-hatian turun dari ranjang mencari handuk lalu melilitkannya di pinggang setelah itu matanya menatap sekitar mencari benda pipis serba canggih apalagi jika bukan ponsel.
setelah menemukannya tanpa ba-bi-bu Kenzo segera mengambilnya mengutak-atik benda persegi serba canggih itu hingga tiba-tiba terdengar,
"Dirga Carikan saya salep pereda nyeri sekarang juga" kata Kenzo datar.
"Pereda nyeri apa Tuan?" tanya Dirga.
"Yang jelas obat pereda nyeri pada wanita nanti kamu tanya sama Ma....... Maya sahabatnya istri ku dia pasti tau tidak seperti kamu jamur jemuran yang sudah berlumur mana ngerti" ucap Kenzo pedas yang langsung mematikan sambungan telepon sepihak.
sedangkan di tempat lain Dirga yang masih mengantuk pun langsung mengomel dengan kesal karena permintaan Bos gilanya itu.
"dasar bos gila bagaimana bisa dia sudah gila pagi-pagi buta seperti ini. mana ada mall atau toko yang buka jam segini" gerutu Dirga
dengan malas dan nyawa yang belum terkumpul sempurna bila turun dari ranjang empuk miliknya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan sikat gigi.
5 menit kemudian Dirga keluar dari kamar mandi langsung ke walk in close mengganti pakaian lalu menyemprotkan parfum ke badannya setelah selesai menyambar ponsel dan kunci mobilnya berjalan keluar dari apartemennya menuju lobby.
sampai di parkiran masuk dan langsung menghidupkan nya melaju ke jalan raya.
setelah berkendara hampir 15 menit Dirga sampai di gedung yang ditempati mayat tinggal dengar langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam gedung memiliki lalu menekan lantai yang ditempati Maya.
Ting
__ADS_1
lift terbuka tanpa ba-bi-bu Dirga langsung keluar lalu menuju unit kamar hanya sampai di depan pintu apartemen Dirga langsung memencet bel apartemen tidak puas dengan itu Dirga malam mengejar-ngedor pintu apartemen wanita itu yang baru saja menjadi kekasihnya tadi malam.
Sedangkan di dalam apartemen Maya yang baru saja bangun berdecak kesal saat mendengar pintu apartemennya sedang digedor-gedor dari luar membuat mood Maya yang sedang bahagia langsung ambruk menjadi bad mood.
"sial orang gila mana yang datang pagi-pagi buta membuat mood ku menjadi buruk?" guru tu Maya berjalan ke arah pintu dengan memegang sapu ijuk di tangannya.
Ceklek
Pintu terbuka Maya langsung mengangkat sapu ijuk nya lalu menyerang dalang yang mengedor-ngedor Pintu Apartemen miliknya.
"rasakan itu sialan dasar orang gila" teriak Maya Caesar yang terus menyerang orang itu dengan sapu ijuk di tangannya.
Bugh
Bugh
bguh
"Hentikan....henti....kan May. astaga ini sangat sakit. ini aku Maya...!" teriak Dirga yang langsung mencekal tangan Maya hingga berhenti di udara.
"lah Tuan Dirga" pekik Maya menutup mulut dengan tangannya saat melihat jika orang yang dia ke bukit adalah Dirga pria yang resmi menjadi kekasihnya tadi malam.
"Kamu ngapain ke sini pagi-pagi buta? mana gedor-gedor pintu lagi titik kamu nggak tahu aku masih ngantuk belum lagi kalau kamu digebukin sama para tetangga"
bukannya minta maaf Maya malah mengomel Lee Dirga hingga membuat pria itu hanya bisa menutup mata akan ulah Maya yang mengerocos layaknya radio rusak.
kepala Dirga yang sudah pusing akan permintaan Kenzo tambah pusing rasanya mau meledak saat mendengar adalah Maya yang panjang layaknya jalan tol.
"sayang aku tidak akan datang ke sini sepagi ini jika keadaan baik-baik saja namun keadaan sekarang benar-benar urgent nyawa aku akan sebentar lagi melayang jadi berhentilah memuji seperti emak-emak dasteran" kata Dirga yang malah ikut-ikutan mengomel panjang kali lebar.
"emang siapa yang mau cabut nyawa kamu?" tanya Maya yang santai melipat tangan di dada.
"siapa lagi jika bukan Tuan Kenzo kali ini dia akan benar-benar membunuhku jika aku tidak bisa menemukan salep pereda Nyeri." ungkap Dirga putus asa.
"salep pereda nyeri?" beo Maya menatap Dirga serius yang di balas anggukan kepala oleh Dirga.
"fiks untuk anak pasti sudah di unboxing" Guman Maya mengetuk-ngetuk dagunya.
"Ayo masuk" kata Maya yang langsung menarik Dirga masuk ke dalam apartemennya.
"Kamu tunggu di sini" ucap Maya yang mendudukkan Dirga di ruang tamu.
setelah itu Maya segera berlari ke kamarnya hingga 5 menit kemudian dia keluar dengan pakaian yang berbeda menghampiri Dirga.
"Ayo berangkat" ucap Maya yang berada di depan Dirga.
__ADS_1
mendengar itu Dirga langsung berdiri lalu berjalan keluar dari apartemen diikuti oleh Maya dari belakang.
"kita cari salepnya ke mana?" Maya bertanya saat keduanya telah berada di dalam mobil.
"Aku tidak tahu" jawab Dirga jujur karena memang surga tidak tahu harus mencari benda yang namanya salep pereda nyeri di mana apalagi dia tidak mengerti untuk apa bos gilanya itu memesan salep namun bukan karena luka atau alergi.
"Ya iyalah bukan untuk luka atau alergi orang untuk itu" jawab Maya dalam hati saja.
"Ya sudah kamu ikuti saja petunjuk yang ku berikan" kata Maya yang mulai menunjukkan jalan.
beberapa menit kemudian Dirga dan Maya sampai di tempat yang dikatakan oleh Maya. Maya langsung turun dari mobil sedangkan Dirga tetap berada di dalam mobil.
"Ayo ke tempat bos kamu" kata Maya.
"hm"
Dirga hanya berdehem sebagai jawaban lalu menjalankan mobilnya menuju hotel yang di tempati Kenzo dan Alisya.
setelah berkendara hampir 20 menit Dirga sampai di hotel tempat Kenzo. Dirga langsung membawa salep yang dibeli Maya ke kamar Kenzo.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
"Mana?" kata Kenzo yang langsung mengadakan tangannya.
"Ini Tuan" Dirga memberikan salep itu di atas telapak tangan Kenzo.
"Oh ya tolong handle semua urusan perusahaan hari ini karena hari ini aku tidak akan masuk ke perusahaan" kata Kenzo.
"Tapi Tuan...." kalimat Durga langsung di potong oleh Kenzo.
"Ajak saja gadis itu. Aku tahu kamu menyukai gadis itu" kata Kenzo melirik Maya yang berdiri hanya beberapa meter dari mereka berdua.
sedangkan Dirga langsung diam mendengar penuturan Kenzo barusan padahal dia tidak pernah mengatakan atau memberi perhatian secara terang-terangan kepada Maya selama ini titik lalu bagaimana bisa Kenzo mengetahui jika dia menyukai Maya.
Brak
Dirga langsung terperanjat kaget saat pintu ditutup dengan kasar oleh Kenzo di depan mukanya.
"Dasar Bos edan" umpat Dirga berlalu pergi.
__ADS_1
"Kenapa lagi?"