Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
3 burung Beo


__ADS_3

"Dia yang liar atau kalian yang tidak berguna sebagai orang tua. kalian pasti tidak tahu jika putri kalian berada di rumah sakit dan Sedang berjuang antara hidup dan mati." Ucap Dirga Sinis dan menatap jijik pasangan paruh baya di depannya ini.


"Apa maksud Tuan Dirga?" Edric bertanya kepada Dirga


"Masih bum paham? Putri anda Alisya Sekarang berada di rumah sakit bahkan keadaannya koma"


setelah mengatakan itu Dirga langsung berjalan pergi. jika bisa ia ingin sekali mencambuk mereka terutama Alexa itu.


"Tunggu tuan...." Edric menghentikan Dirga sehingga mau tidak mau Edric berhenti lalu menoleh ke arah Edric.


"Rumah sakit mana putriku di rawat"


"Masukan" jawab Dirga singkat padat dan jelas lalu melanjutkan langkahnya.


"Mas..."


"Kalian ikut aku. kita harus menjenguk Alisya di rumah sakit" kata Edric lalu berlari masuk mengambil kunci mobil.


"Pakai ini agar kami tidak masuk angin nanti" Kata Edric menyodorkan sebuah Cardi kepada Alexa lalu masuk ke mobil di ikuti Reva dan Alexa.


Alexa sebenarnya malas untuk ikut tapi mau gimana lagi tidak mungkin dia menolak lagipula mungkin di sana ada Kenzo jadi dia akan menunjukan sisi simpatinya kepada Alisya dengan begitu Kenzo akan kagum kepadanya pikir Alexa lalu memperbaiki perasaannya agar lebih tenang.


Hanya butuh waktu 20 menit Edric akhirnya sampai di rumah sakit yang di maksud oleh Dirga. Edric langsung berjalan masuk di ikuti oleh Revan dan Alexa di belakangnya. Edric menghampir meja Suster untuk menanyakan kamar inap Alisya


"Sus ruangan atas nama Alisya Arkana Demian dimana yah" Tanya Edric


"Pasian atas nama Alisya Arkana Demian ada di ruang VVIP nomor 1 Pak" jawab Suster itu.


Sontak Edric, Reva, dan Alexa langsung menganga di tempat. bagaimana bisa Alisya di tempatkan di kamar VVIP pikir mereka bertiga.


"Apa tidak salah Sus" Reva yang tak bisa menahan rasa penasarannya bertanya kepada Suster untuk memastikan kembali.


"Tidak Bu Pasian atas nama Alisya Arkana Demian memang di tempatkan di ruang VVIP nomor 1" jawab Suster itu dengan yakin.


Karna rasa penasaran yang tinggi Edric langsung berjalan dengan langkah lebar dan cepat menuju ke ruangan VVIP nomor 1 yang di katakan oleh Suster tadi. Sedangkan Reva dan Alexa hanya bisa mengikuti langkah lebar Edric bahkan terlihat keduanya sesekali akan berlari kecil untuk bisa menyamakan langkah mereka dengan Edric.


Ceklek


Deg

__ADS_1


Hati Alexa langsung berdenyut sakit melihat pria yang ia tunggu-tunggu kedatangannya malah kini sedang menggenggam tangan wanita lain. Lebih sakit lagi wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya saudari kembarnya sekaligus wanita yang paling ia benci di dunia ini.


"KENZO...."


Alexa yang tidak bisa lagi menahan emosi dan cemburunya langsung menerobos masuk melewati Ayah dan Ibunya.


"Aku menunggu mu datang di rumah bahkan sampai rela dandan cantik seperti ini tapi kamu! kamu malah datang menemui WANITA MURAHAN INI...."


PLAK.....


"ALEXA"


Reva dan Edric hanya bisa melototkan kedua mata mereka saat menyaksikan bagaimana Kenzo menampar Alexa sampai jatuh terduduk di lantai.


"Jangan Pernah menghina Wanitaku" Kenzo berkata dengan menekan setiap kalimatnya menatap Nyalang Alexa yang sedang terduduk di lantai.


Nyatanya sepertinya Alexa lupa akan Kenzo yang kejam dan tanpa perasaan. Pria tampan itu bahkan bisa membunuh wanita hamil sekalipun jika berani mengusiknya.


"Jika saja kalian bukan keluarga Wanitaku sudah aku musnahkan kalian dari muka bumi ini" kata Kenzo menunjuk Edric dan Reva yang hany bisa berdiri mematung di depan pintu.


Mendengar perkataan Kenzo membuat Edric dan Reva langsung berwajah pucat. tubuh kedua pasangan paruh baya itu bahkan sampai bergetar hanya karna tatapan tajam seorang Kenzo.


"Cih. percaya diri sekali anda. bahkan hadiah-hadiah itu bukan aku yang memberikannya tapi Dirga" kata Kenzo santai menatap Sinis dan jijik kepada Alexa


Sontak kedua mata Alexa langsung membulat bukan hanya Alexa tapi Dirga juga bahkan sampai menjatuhkan rahangnya saat mendengar pengakuan Tuannya itu.


"Tapi itu atas perintah anda Tuan" Protes Dirga dalam hati sambil melirik masam Kenzo yang nampak santai. sedangkan Maya yang duduk tak jauh dari Dirga hanya bisa menahan tawa saat melihat ekspresi masam Dirga.


"Tapi dia melakukan itu pasti atas perintah kamu-kan?" Alexa masih terus kekeh pada pendiriannya untuk memiliki Kenzo kembali di sisinya.


"Tentu benar. ternyata otak Anabel masih berfungsi juga" Batin Dirga antara memuji atau menghina hanya dia dan tuhan yang tahu.


"Itu bukan untukmu tapi Untuk Alisya, Wanitaku"


"Tapi Ken...selama ini kita dekat bahkan aku sampai bawakan kamu makan siang setiap hari semua itu kamu anggap apa"


"Karna kamu mengaku sebagai gadis bercadar itulah mengapa aku membiarkan kamu berada di sekitarku"


"Jika dari awal aku tahu kebenarannya sudah dari awal aku membunuh dan mencincang habis tubuh jelek mu itu" Lanjut Kenzo dalam hati

__ADS_1


"Kamu...."


"Lagian kamu tuh sudah punya Leon, untuk apalagi mengejar Tuan Kenzo. apa kamu mau melakukan hal yang sama lagi seperti 3 tahun lalu yaitu merebut Tunangan adik kamu sendiri" Papar Maya memotong perkataan Alexa.


Wajah Alexa langsung berubah menjadi pucat pasi saat Maya membongkar rahasianya. Alexa yang dari awal hanya fokus kepada Kenzo tidak menyadari jika di dalam Ruangan ini ada orang lain yaitu Maya dan Dirga.


"Tidak. itu semua bohong" Elak Alexa sambil Mengkode kepada Edric dan Reva agar membantunya.


"Apa yang di katakan Alexa itu..."


"Sudahlah. Semua yang aku katakan itu kebenarannya Kamu merebut Tunangan saudari kamu sendiri lalu kalian sebagai orang tua bukannya menasehati Alexa tapi kalian malah menyetujuinya bahkan mengirim Alisya dengan paksa ke Luar negeri."


"dan anda Nyonya Revalina anda seorang wanita sekaligus seorang ibu bagi Alexa dan Alisya tapi kenapa anda tak bisa bersikap adil kepada kedua putrimu bahkan mereka sama-sama lahir dari rahimmu." Kata Maya pedas menunjuk Reva yang hanya bisa mematung.


"Apa yang kamu katakan Maya. jangan menyebar kebohongan aku tak pernah merebut Leon dari siapapun apalagi Alisya." Alexa masih terus berusaha mengelak membuat Maya bertambah kesal.


"Benarkah" Maya bertanya di iringi dengan sebuah senyuman misterius


"I...iya a..aku tak merebut siapapun" jawab Alexa dengan gugup karna melihat senyum Maya. Alexa dapat merasakan sesuatu yang tidak baik akan segera menghampirinya dan itu membuatnya cemas.


"Kalau begitu kamu tidak keberatan bukan jika kamu menelfon Leon untuk datang di rumah sakit sekarang juga" Ucap Maya tersenyum Licik


"Ah...i...itu Le...Leon masih di luar kota. yah luar kota jadi tidak bisa hadir disini" Kata Alexa berbohong padahal Leon memang ke luar Kota namun dia sudah pulang bahkan baru tadi siang Pria itu datang menemui Alexa bahkan Spain bisa menemani Alexa berbelanja.


"Bilang saja kau takutkan?" Tanya Maya sambil menatap Kenzo dengan mengedip-edipkan matanya lalu melototi Alexa dan Kenzo bukan orang bodoh yang tidak paham akan kode yang di berikan Maya.


"Bukankah Leonard Sward sudah kembali tadi pagi" Ucap Kenzo sinis


"Dasar pembohong ulung. sudah jelas jika kamu itu sedang berusaha merebut Tuan Kenzo dari Alisya sama seperti kamu merebut Leon dari Alisya 3 tahun lalu" kata Maya dengan senyum sinis.


"Sial. apa yang harus aku lakukan? jika aku menelfon Leon lalu datang kemari dia akan melihat aku mendekati Kenzo dan itu membahayakan posisi aku yang sebagai Calon Istrinya karna ia masih berguna untukku ke depannya" Batin Alexa Resah.


"Kenzo"


"Sayang....kamu bangun" hanya butuh satu detik Kenzo yang berwajah datar langsung berubah hangat saat mendengar suara Alisya.


Kenapa Alisya baru bersuara? Karna dari awal ia sudah tertidur pulas saat Alexa dan kedua orang tua mereka masuk.


"Kenapa sangat berisik" gerutu Alisya yang merasa tidurnya terganggu.

__ADS_1


"Maaf sayang disini kedatangan tiga ekor burung BEO"


__ADS_2