
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa malam yang di rasa Kenzo ibaratkan hanya sekejap mata langsung di ganti dengan pagi hari.
Kenzo menatap damai dan penuh cinta sosok yang tidur di pelukannya memberi kehangatan juga kenyamanan kepada sosok itu.
Enghgeh
Beberapa menit berlalu terlihat Alisya menggeliat dalam tidurnya hingga sedikit demi sedikit mata itu mulai terbuka hingga sempurna.
"Selamat pagi baby" sapa Kenzo lembut yang langsung mengecup dahi Alisya.
"Emm pagi" balas Alisya dengan suara khas bangun tidur.
Kenzo tersenyum lalu menggeleng-gelengkan kepalanya entah kenapa suara Serak khas Alisya malah terdengar seksi di telinganya.
"Byy kamu kenapa? pusing?" tanya Alisya menatap Kenzo yang masih menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak apa-apa baby hanya sedikit...... mungkin aku harus segera mandi" kata Kenzo segera beranjak dari ranjang.
"Kamu mau kemana byy kan kamar mandinya disana" kata Alisya menunjuk pintu kamar mandi.
"Kau tidak ingin mandi baby?" bukannya menjawab Kenzo malah bertanya balik kepada Alisya.
"Belum. setelah kamu aku akan mandi" jawab Alisya mengerjap polos.
"Baiklah" pasrah Kenzo segera berjalan menuju kamar mandi.
Sampai di dalam Kenzo langsung membuka seluruh pakaian di tubuhnya lalu masuk ke bath up berendam dengan air dingin.
Haaah
Kenzo menarik napas lalu membuangnya secara kasar. pandangan matanya menurun melihat inti pusat dirinya.
"Bagaimana bisa hanya mendengar suaranya kamu bangun? akan sangat memalukan jika Alisya melihat ini" guman Kenzo membayangkan wajah Alisya.
__ADS_1
Bukannya mereda menara itu malah semakin berdiri tegak saat Kenzo membayangkan Alisya membuat Kenzo meremas rambutnya frutasi.
Kenzo mendesah kasar melihat menaranya sudah siap tempur. mau tidak mau akhirnya Kenzo menyelesaikannya sendiri dengan bantuan sabun dan membayangkan wajah Alisya.
"Owh Alisya....."
"Baby ah..."
Kenzo meracau tidak jelas karna gairahnya sudah berada di puncak ubun-ubunnya. tanganya semakin cepat memijat benda tak bertulang itu hingga beberapa menit kemudian terdengar suara ******* panjang Kenzo tanda sudah menyelesaikan permainan Solonya.
"Sial. seumur-umur baru kali ini aku melakukan hal gila seperti ini" guman Kenzo dengan napas yang terengah-engah.
Setelah menyelesaikan urusan pertamanya Kenzo segera bergegas membersihkan diri di bawah guyuran shower.
Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya memamerkan perut dan dada yang begitu berotot.
Glek
Alisya yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang langsung menelan ludah saat melihat otot-otot Kenzo yang begitu terpampang jelas yang membuat Kenzo semakin macho dan gagah.
Pandangan mata Alisya tidak berpindah dari perut dan dada Kenzo yang masih tersisa sisa-sisa air yang menempel disana yang menambah keseksian Kenzo tanpa Alisya sadari kini Kenzo sudah berdiri di depannya.
"Baby" bisik Kenzo di depan wajah Alisya.
"Hm" Alisya hanya berkedip polos.
Kenzo yang tak tahan langsung menarik tengkuk Alisya lalu mencium bibir Alisya.
Cup
Di cium dan di lumatnya secara lembut bibir Alisya atas bawah bergantian, Alisya yang merasakan ciuman lembut Kenzo terbuai hingga membalasnya namun lama-kelamaan ciuman keduanya semakin intens dan menuntut.
Napas Kenzo memburu ciumannya semakin menuntut dengan lidah yang bermain di dalam rongga mulut Alisya. lidah kedua insan itu terus membelit dan saling membelai membuat sesuatu di dalam diri keduanya semakin menggebu-gebu.
__ADS_1
Kenzo yang merasakan napsunya semakin meningkat dengan pusat inti dirinya yang sudah mulai bangun langsung menghentikan ciumannya.
Hosh....... hosh........ hosh
"Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat di bath up untuk kamu mandi" kata Kenzo lembut menyapu bibir Alisya yang masih tersisa Saliva dengan ibu jarinya.
"Baiklah aku akan mandi" jawab Alisya cepat.
Alisya segera turun dari ranjang berlari ke kamar mandi dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus membuat Kenzo terkekeh gemes.
"Kamu benar-benar unik baby tapi..... itu yang membuat mu berbeda dengan yang lain. keunikan mu mampu menarik perhatianku sejak pertemuan pertama" guman Kenzo tersenyum-senyum sendiri mengingat pertemuan pertama mereka.
Jika Kenzo sedang bahagia maka berbeda dengan Kevin yang tengah mengamuk karna anak buahnya yang dia urus untuk menghabisi Kenzo sampai saat ini belum memberi kabar apapun membuatnya kalut dan kesal sekaligus.
"Kemana perginya cecunguk-cecunguk itu kenapa belum juga memberi kabar" kata Kevin dengan kesal membanting gelas hingga pecah.
Prang.....
"Tuan.... Tuan....... Tuan......"
Kevin yang memang lagi dalam mod buruk langsung mengambil Vas bunga melemparnya ke arah orang yang baru masuk .
Pyaaar
"Buh syukur aku cepat menghindar" batin orang yang baru masuk menatap ngeri Vas yang hancur berkeping-keping.
"Ada apa?" tanya Kevin datar.
"Tuan.. Anggota kita yang kita urus untuk menghadang Kenzo semua mati tidak ada satu orang pun yang selamat" lapor orang itu yang merupakan tangan kanan Kevin setelah kematian Samuel.
*Masih ingat Samuel? Samuel adalah tangan kanan Kevin pertama namun dia mati dengan mengenaskan karna ulah Alisya.
Samuel muncul di bab 2 Pertemuan yah*.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ha....?" teriak Kevin Kaget