
Brak
"Mommy hiks"
"Alexa ada apa sayang" Reva yang sedang menyuapi Edric langsung kaget saat pintu di buka Dengan kasar lalu muncul Alexa dengan keadaan yang berantakan rambut acak-acakan, pipi yang merah, dan menangis sesenggukan.
"Alisya Mom....Alisya mengusir aku dari ruangannya" Alexa Mengadu kepada Reva membuat wanita paruh baya itu langsung berdiri menghampiri Alexa yang nampak kacau.
"Siapa yang melakukan ini Alexa katakan kepada Mommy" kata Reva mengguncang bahu Alexa.
"Tamat sudah kau Alisya" Batin Alexa tersenyum licik dalam hati.
"Alisya Mom hiks hiks Alisya bahkan menampar aku Mom hiks"
"APA" teriak sebuah suara bariton di belakang tubuh Alexa membuat Alexa segera membalikkan badannya.
"Leon" Guman Alexa pelan melihat Leon berdiri di depan pintu.
Sedangkan Leon Membelalakkan mata melihat keadaan tunangannya yang begitu berantakan. Dirinya baru pulang dari perjalanan bisnisnya tadi pagi dan siangnya ia dapat kabar jika calon mertuanya masuk rumah sakit dan sekarang Tunangannya lagi lagi di aniayanya oleh saudari kembarnya sendiri membuat Leon semakin membenci saudari dari Tunangannya itu. Dengan langkah lebar Leon berjalan ke hadapan Alexa lalu membawa Alexa dalam pelukannya.
"Leon hiks..." Alexa langsung menangis Bombay di pelukan Leon.
"Tenang ya....ada aku disini aku akan melindungi kamu dari Alisya Tenang yah" ujar Leon mengelus lembut rambut Alexa.
"Sayang katakan bagaimana Alisya bisa melakukan ini" Reva bertanya kepada Alexa.
"Aku tadi hanya menyuruhnya untuk datang menjenguk Daddy tapi Alisya malah marah-marah dan memukulku hiks hiks" jawab Alexa di iringi dengan tangisan.
Hati Leon bagai di remas-remas mendengar penjelasan dan tangisan Wanita yang ada di pelukannya itu.
"Dimana dia sekarang" Tanya Leon dengan menahan amarah.
__ADS_1
"Pasti di ruangan, ruang VVIP nomor 1" jawab Reva cepat.
"Dia di rumah sakit ini juga" tanya Leon agak kaget ternyata Alisya ada di rumah sakit tapi kenapa bisa dia di rawat di rumah sakit pikir Leon
"Iya" jawab Reva
"Alexa sayang kamu tunggu disini biar aku yang memberi pelajaran kepada Alisya" kata Leon lalu melepaskan pelukannya dari Alexa dan berjalan keluar tanpa mendengar jawaban Alexa
"Astaga... aku lupa di ruangan Alisya masih ada Kenzo" Alexa langsung memucat saat mengingat masih ada Kenzo di ruangan Alisya.
"Aku harus menyusul Leon bisa berantakan rencana aku kalau sampai Leon ketemu sama Kenzo terus ngaku kalau dia adalah tunangan aku bukan Alisya." Batin Alexa langsung berlari mengejar Leon yang sudah tidak terlihat lagi. memang ruangan Edric dan Alisya berjauhan karna Edric di ruangan VIP sedangkan Alisya di ruangan VVIP.
Leon yang emosi dengan langkah lebarnya berjalan cepat menuju ruangan Alisya. sampai disana tanpa memperdulikan kehadiran dua orang di samping pintu Leon langsung memegang kenop pintu tapi di hentikan oleh salah satu pria kekar itu.
"Tunggu" kata pria itu memegang tangan Leon.
"Minggir aku ingin masuk" sentak Leon kepada pria itu.
"Anda tidak di ijinkan untuk masuk ke dalam" kata Pria kekar itu sambil menatap tajam Leon.
"Tuan Kenzo tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke ruangan ini selain Tuan" potong Bodyguard itu dengan datar.
"Tuan Kenzo," Guman Leon lalu menatap Bodyguard di depannya.
"Kenzo yang mana" tanya Leon
"Kenzo Devandra Keano" Jawab Bodyguard dengan datar
Tubuh Leon langsung menegang saat mendengar nama itu. siapa yang tak mengenal Kenzo pria kejam sadis dan tak berperasaan tapi bagaimana bisa Alisya bisa mengenal Kenzo bahkan Kenzo menempatkan bodyguard untuk menjaga ruangan Alisya belum lagi ruangan yang di tempati Alisya adalah kelas VVIP pikir Leon lalu memundurkan tubuhnya.
"LEON..." Teriak Alexa dari jauh yang sedang berlari menuju ke arahnya lebih tepatnya ke arah ruang Alisya.
__ADS_1
"Ka...kamu ke...kenapa ti...tidak ma..suk" tanya Alexa terputus-putus karna napasnya belum stabil.
"Di larang" jawab Leon singkat menatap pintu ruangan Alisya dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.
"Siapa" tanya Alexa yang belum menyadari akan keberadaan kedua Bodyguard yang menjaga di pintu ruangan Alisya.
"Mereka" kata Leon menunjuk kedua bodyguard itu dengan dagunya. sontak Alexa langsung mengikuti arah Leon, matanya terbelalak melihat dua orang bodyguard sedang berjaga.
"Me..mereka." Alexa hanya bisa menunjuk mereka.
"Bodyguard Tuan Kenzo. mereka tak mengizinkan siapapun untuk masuk selain Tuan Kenzo dan itu perintah langsung dari Tuan Kenzo" jelas Leon.
Alexa mengerutkan dahi saat mendengar penjelasan Leon lalu tiba-tiba ia menyeringai dengan licik.
"Berarti di dalam tidak ada Kenzo. ini waktu yang tepat untuk memberi pelajaran kepada gadis sialan itu lewat Leon aku yakin Alisya pasti masih sangat mencintai Leon. Alisya pasti akan sangat tersakiti melihat orang yang ia cintai membela wanita lain." Batin Alexa tersenyum licik tapi dalam hati Lalu menoleh ke arah Leon sedetik kemudian mata yang tadi memandang tajam kini berganti dengan pandangan yang sendu dan memerah karna air mata yang jika berkedip maka air mata itu akan langsung tumpah membahu Leon menatap iba gadis di depannya.
"Leon.....kita kembali saya yah.... tidak perlu membalas perbuatan Alisya, A...aku ikhlas kok mungkin Alisya masih marah karna berfikir aku merebut kamu dari dia padahal dia hiks..." Alexa tidak melanjutkan kalimatnya karna ia sudah menangis membuat Leon mengepalkan kedua tangannya dengan keras.
"Alisya dari dulu sampai sekarang kamu tidak pernah berubah. Selalu egois dan ingin menang sendiri bahkan Alexa yang menjadi saudari dan menyelamat kehormatan keluargamu kamu benci padahal dia rela berkorban untuk menjadi tunanganku agar kedua belah pihak tidak ada yang malu tapi kau?"
"Tapi kau dengan egoisnya membenci Alexa karna menjadi Tunanganku sedangkan kamu sendiri waktu itu yang kabur dariku. kamu harus benar-benar di beri pelajaran Alisya" Geram Leon dalam hati.
"Berhenti menangis Sayang. kamu membuat ku sakit" kata Leon lembut menghapus air mata Alexa. Entah itu air mata benaran atau hanya Alexa yang tahu.
"Am..aku hiks hiks aku minta maaf Leon hiks hiks.. A...aku tidak ber...maksud merebut kamu hiks hiks" kata Alexa di dekapan Leon dengan sesenggukan.
"Alisya kali ini kamu benar-benar keterlaluan bagaimana bisa kamu menyakiti saudari kamu sendiri terlebih gadis sebaik dan setulus Alexa" kata Leon dalam hati menahan emosi.
Sungguh! demi apapun Leon benar-benar muak akan kelakuan Alisya yang terus menyakiti Alexa tidak hanya hati tapi juga fisik. Leon tidak habis pikir dimana perginya Alisya yang dia kenal dulu, Alisya yang ceria, Alisya yang polos yang penuh akan kebaikan dan ketulusan, Alisya yang bertutur kata yang lembut, kemana perginya Alisya yang itu hingga muncul Alisya yang begitu mengerikan layaknya menjelma menjadi musuh untuk Alexa.
Leon tau, perlakuan kedua orang tua Alisya dan Alexa memang membedakan kasih sayang mereka antara Alexa dan Alisya tapi bukan berarti Alisya bisa melampiaskan kemarahannya di Alexa.
__ADS_1
"Kita tunggu disini sampai Tuan Kenzo datang agar kita bisa masuk ke dalam" Kata Leon dengan lembut
"APA" teriak Alexa.