
Tak
Tak
Suara langkah kaki menggema di lorong rumah sakit saat kaki jenjang Alisya berlari dengan kencang menuju ruangan yang menjadi ruangan Maya dan kedua pengawalnya.
Ceklel
Hosh hosh hosh
''Alisya.....!''
''Nona.....!''
''Gimana keadaan kamu dan kandunganmu?'' Tanta Alisya yang berjalan mendekat ke arah Maya.
''Aku baik-baik saja. maaf karna melindungi ku kamu samai harus merelakan dirimu di bawah oleh bajingan itu.'' Kata Maya yang k
merasa bersalah pada Alisya.
''Tidak apa-apa aku baik-baik saja.' Balas Alisya.
''Alisya kamu benar-benar tidak apa-apa bukan?'' Maya bertanya untuk memastikan jika sahabatnya itu tidak terluka.
''Ayolah aku baik-baik saja bahkan aku tidak mendapatkan luka sedikitpun.'' Kata Alisya yang menyakinkan Maya jika dia baik-baik saja.
''Bagaimana keadaan kamu?'' Aliya beralih menatap Alya yang hanya diam saja sedari tadi.
''Aku tidak apa-apa Nona hanya saja.....'' Jeda Alya yang menarik napas dalam-dalam.
''Hanya saja apa?'' Tanya Alisya yang menatap penuh tanda tanya kepada Alya.
''Hanya saja Ariana koma Nona, salah satu peluru menembus dadanya hampir mengenai jantungnya.'' Ungkap Alya yang menundukan kepala.
Alya sedih karna rekannya, sahabatnya, dan pelindungnya terluka. Bagi Alya, Ariana adalah sahabat sekaligus pelindung untuknya. Namun kini gadis itu tengah terbaring tak berdaya di atas brankar rumah sakit.
Alisya yang melihat kesedihan di mata Alya langsung merasa bersalah. Alisya tahu tembakan yang berada di dada Ariana adalah tembakan terakhir yang di dapatkan Ariana karna berusaha mengejarnya.
''Maaf ini semua salah ku. Andaikan aku tidak tertangkap mungkin dia tidak akan mengalami luka separah ini,'' Kata Alisya penuh rasa bersalah.
''Nona tidak perlu minta maaf ini memang sudah tugas kami yang bertugas sebagai pengawal anda.'' Kata Alya yang tak ingin Alisya merasa bersalah.
''Kamu tenang saja aku pasti akan membuat mereka semua membayar semua ini secara lunas.'' Ucap Alisya dengan nada datar dan dingin.
''Dirga dimana Kenzo?'' Alisya langsung bertanya pada asisten sang suami saat Alisya tidak menemukan keberadaan Kenzo dalam ruangan itu.
Glek
''Sebenarnya ini juga yang menjadi pertanyaan kami nona. Tuan Kenzo sedari tadi tidak bisa di hubungi sama sekali.''' Kata Dirga dengan perasaan gelisah.
Deg
__ADS_1
Entah kenapa saat mendengar penuturan dari Dirga membuat Alisya langsung teringat dengan mimpinya tadi. Tiba-tiba perasaannya menjadi cemas dan panik secara bersamaan.
''Sejak kapan dia pergi?'' Tanya Alisya.
''Sekitar 4 jam yang lalu Nona.'' Jawab Dirga.
''Sialan! Cepat cari keberadaannya!'' Sentak Alisya yang langsung menatap mereka dengan tajam.
'''Di luar sana keadaan tidak aman tapi kalian malah diam. Cepat cari!''
Dirga dan lainnya langsung kocar kacir mencari dan melacak keberadaan Ketua mereka.
''Sial, kenapa perasaan aku tidak tenang begini? Byy kamu dimana?'' Guman Alisya yang menggigit jarinya.
30 menit kemudian
Sudah 30 menit berlalu tapi belum ada tanda-tanda akan Dirga dan yang lainnya mengenai keberadaan Kenzo. Alisya hanya bisa duduk diam di sofa namun jangan sangka keterdiaman Alisya ada sebab lain yang di pikirkan dan di rencanakan dalam otak kecilnya itu.
''Bagaimana?''
''Lokasi terakhir adalah disini,'' Kata Dirga yang memperlihatkan lokasi terakhir kalinya Kenzo berada.
''Bukankah ini hutan?'' Tanya Alisya yang membulatkan mata saat menyadari jika tempat itu adalah hutan.
''Itu benar Nona dan hutan itu berada dalam kawasan markas Kevin.'' Terang Dirga.
'APAA.........?'' Alisya semakin tidak karuan sekarang Alisya benar-benar yakin jika mimpi dan perasaan gelisah yang di rasakannya adalah tanda bahaya.
''Kalian berdua ikut aku sekarang juga!'' Ucap Alisya datar menunjuk Dirga dan Ramos.
Alisya langsung bergegas berdiri berjalan cepat keluar dari ruangan itu. Sedangkan Dirga dan Ramos segera berlari mengikuti Alisya dari belakang.
Alisya dengan gila menarik pegal gas motornya menuju tempat terakhir Kenzo sang suami bisa di lacak. Beberapa menit kemudian Alisya sampai di lokasi kejadian itu di susul oleh Dirga dan Ramos.
''Kalian yakin ini tempatnya?'' Tanya Alisya yang menatap keadaan sekitar.
''Benar Nona ini tempatnya'' Kata Dirga tegas dan yakin.
''Kalau begitu cepat cari petunjuk!''
Ramos dan Dirga langsung turun dari motor mereka masing-masing kedua pria langsung berpencar menjalankan tugas mencari petunjuk. Sedangkan Alisya tak tahan hanya diam diri menunggu hasil memutuskan turun tangan untuk mencari petunjuk.
Namun baru saja Alisya turun dari motor tiba-tiba muncul orang yang langsung menghampirinya. Orang-orang itu adalah anggota Alisya yang sudah dia hubungi sebelum mereka menuju tempat.
''Cepat cari! Temukan petunjuk sekecil apapun itu." Kata Alisya.
"Baik Nona"
Beberapa menit kemudian berlalu namun mereka belum menemukan apapun sebagai petunjuk. Hingga di saat Alisya sudah hampir putus asa di saat itu pula terdengar suara Ramos yang berlari mendekat ke arah Alisya.
"NONA.......!" Teriak Ramos yang berlari tergesa-gesa mendekat ke arah Alisya.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa berteriak seperti itu?" Alisya bertanya dengan suara yang benar-benar pelan.
saat ini wanita mudah yang baru beberapa bulan merasakan kebahagiaan itu kini wajahnya terlihat murung dengan tatapan kosong.
"Disana ada tanda gesekan sebuah kecelakaan!"
"Dimana?" Tanya Alisya yang langsung mendongak.
"Disana Nona"
"Yasudah ayo kita kesana!"
Sampai disana Alisya langsung mengamati sekitar hingga matanya terpaku pada pembatas jalan yang rusak. Entah sadar atau tidak yang jelas Alisya menuju jurang itu hingga berdiri di pembatas jalan menatap ke bawah sana. Hingga matanya menangkap sesuatu yang tidak asing di matanya. Sesuatu yang pernah dia naiki yaitu sebuah DT motor yang sangat dia kenali.
"Ini.......ini tidak mungkin" Guman Alisya yang menggelengkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak mungkin hiks" Alisya menatap sekitar namun jurang itu pasti dalam membuat pikiran Alisya semakin kalut.
"TIDAK.........! KENZO.......!" Alisya berteriak nyaring yang langsung ambruk.
"Apa yang Nona lakukan? Jika sampai Nona masuk kesana itu sangat berbahaya" Kata salah satu Anggota Alisya yang memeluk Alisya dari belakang hingga Alisya tidak terduduk di tanah.
"Nona apa yang......."
" Hubungi Timsar kalian. Perintahkan untuk menelusuri jurang itu dan hutan itu. Pastikan mereka menemukan keberadaan suamiku?" Ucap Alisya datar dan dingin namun tatapan matanya kosong.
"Baik Nona" Ramos dan Dirga hanya bisa menurut apa yang di katakan oleh Alisya.
Ramos dan Dirga saling pandang satu sama lain. Ingatan keduanya di paksa mundur beberapa hari yang lalu..
"*Jika suatu saat aku tidak bisa memimpin kalian atau terjadi sesuatu padaku tolong jaga dan lindungi istriku," Ucap Kenzo tiba-tiba.
Sontak Karna ucapan tiba-tiba Ke zo membuat kedua pria yang berada di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah Dirga dan Ramos kaget.
"kenapa Tuan berkata seperti itu?" Dirga memutuskan untuk bertanya karna dia benar-benar penasaran.
"Entahlah aku juga tidak tahu. hanya saja.... aku merasa akan terjadi sesuatu untuk beberapa hari terakhir. aku juga merasakan jika aku akan berpisah dengan Alisya dalam waktu tidak menentu. Aku tidak ingin percaya akan hal ini tapi perasaan ini terus datang."
Mendengar itu Ramos dan Dirga lagi-lagi hanya bisa bungkam karna kedua pria itu tidak pernah meragukan insting dari ketua mereka. Hanya saja kali ini terlihat berbeda dimana uang menjadi objeknya adalah dirinya sendiri.
"Jika aku menghilang maka semua yang ku miliki jatuh ke tangan istriku termaksud dengan kelompok kita. Jika waktunya nanti aku menghilang dan tidak di temukan maka patuhi apa yang di katakan oleh istriku karna mulai saat itu dia adalah ketua kalian" Kata Kenzo dengan penuh penekanan.
"Baik Tuan*"
Mengingat pembicaraan mereka itu Ramos dan Dirga hanya bisa menghela napas. Ternyata apa yang di cemaskan Kenzo terjadi juga.
"Apa kalian membawa senjata kalian dengan lengkap?" tanya Alisya datar pada Ramos dan Dirga.
Sontak Ramos dan Dirga langsung menganggukkan kepala mereka berdua secara serentak.
"Ada di bagasi motor Nona" jawab Ramos dan Dirga yang melirik motor mereka masing-masing.
__ADS_1
"Bagus. Kita akan melakukan penyerangan sekarang juga!" ucap Alisya yang terdengar tegas dan yakin.
"APA......"