
Sontak mereka semua langsung melindungi aset masa depan mereka masing-masing. Sungguh kebar-baran Alisya hari ini akan mereka ingat selalu. Masih terekam jelas bagaimana dengan santainya Alisya menendang telur puyuh milik Bram dan masih terbenam jelas bagaimana ekspresi Bram tadi pastinya yang sangat-sangat sakit dan nyeri pada miliknya.
Tidak tahukah Alisya jika itu adalah area yang harus dijaga dari serangan. Wajah Kenzo memucat melihat kelakuan Sang istri yang terlewat barbar. Namun semua yang ada di sana terutama Ramos yang paling memiliki ekspresi paling pucat di antara yang lain karena dia yang merupakan memiliki kebiasaan aneh yaitu sering gonta-ganti pasangan.
"Ada apa dengan wajah kalian? Kenapa kalian memucat semua? sudah seperti melihat hantu saja?"
"Ini lebih mengerikan dari melihat hantu" kata semuanya dalam hati menatap ngeri Alisya.
"Aku memang cantik namun tidak perlu mengagumiku seperti itu juga" ucap Alisya yang mendekat pada Kenzo namun Kenzo malah menghindar takut jika kondang Alisya belum juga pergi.
"Heyy byy kamu kenapa?" Tanya Alisya kepada Kenzo.
"Itu kamu tidak akan..."
Kenzo tidak lagi melanjutkan kalimatnya hanya melirik area bawah eh salah maksudnya Bram yang tengah pingsan.
Alisya yang melihat itu sontak tertawa terbahak-bahak karena ekspresi mereka semua benar-benar lucu.
Hahahaha
"Jadi kalian...... Hahaha itu alasan kenapa kalian memegang pusaka kalian seperti itu?" Tanya Alisya yang masih menahan tawa walau harus gagal karena ekspresi mereka benar-benar bikin ngakak.
"Ah sudahlah. Aku tidak akan gitu kok yang penting jangan buat aku marah apalagi kalau kesal" Kata Alisya dengan santai.
"Tidak akan!" Ucap mereka semua dalam hati.
Mulai hari ini mereka akan mengingat selalu, akan mereka tanam dalam otak mereka masing-masing untuk tidak memprovokasi wanita di depan mereka itu. Kecil namun mematikan pikir mereka semua.
"Dan jelas berbeda denganmu" Ucap Alisya sa yang menunjuk ke arah Kenzo sang suami.
Glek
"Apalagi Tuhan" Jerit Kenzo dalam hati.
Kenzo menelan ludah tak peduli dia ketua mafia pembunuh berdarah dingin atau CEO perusahaan besar. Namun jika di hadapkan dengan istrinya dia akan menjadi pria yang lemah bahkan kerap kali turun di bawahnya sebagai pemimpin perusahaan. tapi jika kalian mengusik istrinya maka di situlah kalian akan melihat sisi liarnya yang mengamuk.
"Jika kamu berani berselingkuh atau memiliki wanita lain di belakangku bukan tendangan yang kamu dapatkan tapi....." Jeda Alisya dengan senyum misterius
"Apa baby?"
"Akan aku kebiri dan aku akan potong sampai rata menggorengnya lalu ku kirimkan pada wanita simpanan mu" Kata Alisya dengan senyum manis namun penuh penekanan setiap katanya dan Kenzo tahu senyuman manis kali ini adalah tanda alarm bahaya untuknya.
"Sudahlah. pernikahan Maya dan Tuan Dirga telah selesai saatnya pulang" Kata Alisya yang melenggang pergi begitu saja.
__ADS_1
"Sayang ayo kita pergi! Aku lapar"
Dirga segera merangkul bahu sang istri menuju mobil meninggalkan yang lain yang masih terpaku pada di tempat masing-masing.
"Tuan Kenapa istri Tuan begitu sangat menakutkan?" Ucap Kris tiba-tiba menatap ngeri punggung Alisya.
"Tidak hanya menakutkan tapi dia benar-benar monster" Timpal Alvaro.
"Dulu aku mengaguminya berharap mendapatkan jodoh sepertinya. Tapi sekarang aku benar-benar akan menghindar dari wanita seperti itu di masa depan" Sahut Ramos yang ikut menimpali pembicaraan Kris dan Alvaro.
Deg
Ketiga pria itu langsung menegang saat merasakan punggung mereka yang terasa dingin dengan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Namun mereka tahu ini bukan dingin dari cuaca melainkan dari sosok yang amat mereka takuti. Dengan kepala yang patah-patah ketiga pria itu menoleh ke tempat sumber dari hawa dingin yang mereka rasakan.
Glek
"Mampus" umpat ketiganya secara bersamaan setelah melihat tatapan Kenzo yang sudah siap melahap mereka bertiga.
"Ma....maaf Tu ...an"
Plak plak plak
Tiga pukulan mendarat sempurna di kepala mereka
Brummm
"Baby....!"
Kenzo hanya melongo melihat mobil mahalnya di bawah pergi oleh seseorang yang siapa lagi jika bukan pula dari sang istri tercinta.
"Ramos berikan kunci motormu!" Titah Kenzo tak ingin dibantah.
Ramos hanya bisa pasrah dengan hati yang setengah ikhlas menyerahkan kunci motornya pada Kenzo putih
Bruum
Kenzo dengan kecepatan tinggi langsung mengejar Alisya yang sudah melaju jauh di depan sana.
"Cih untuk apa di kejar coba? Tadi malah diam seperti patung" dumel Alisya.
Alisya benar-benar kesal hari ini. Sebagaimana tidak? Alisya belum ingin bertemu dengan pria bajingan itu Bram tapi dia malah nongol tiba-tiba. Tidak hanya itu bahkan dirinya di buat menunggu belum lagi cacing di perutnya sudah pada demo meminta untuk di isi maka tambah kesal-lah Alisya jadinya.
"Astaga apalagi yang kamu perbuat baby?" Guman Kenzo yang melihat sang istri yang ugal-ugalan di jalan dengan kecepatan yang super tinggi.
__ADS_1
"Ini juga mana sih restorannya?" Kata Alisya yang sudah tambah kesal karena belum juga menemukan satu restoran pun.
Ckit
Kenzo yang berada jauh di belakang sana langsung membulatkan Mata melihat aksi sang istri. Alisya yang sudah sangat lapar langsung menginjak rem saat melihat kedai makan. Tanpa ba-bi-bu Alisya turun dari mobil lalu masuk dalam warung itu tanpa peduli Jika dia sudah menjadi pusat perhatian. Tidak hanya mobil yang mewah namun apapun yang di kenakan Alisya terlihat mahal. Belum lagi wajahnya yang begitu cantik dan manis secara bersamaan.
"Mau pesan apa non?" tanya Wanita paruh baya yang menghampiri Alisya.
"Menu utama saja bu tapi yang jumbo"
"Baiklah tunggu sebentar"
Wanita paruh baya itu segera berbalik menuju pria paruh baya yang tengah berperang dengan alat dapur. Mata Alisya tertegun melihat pria paruh baya itu yang mendudukkan wanita paruh baya di dekat meja. Bahkan pria paruh baya itu duduk di bawah wanita itu lalu memijit kaki sang wanita. Alisya yang tebak pasti mereka suami istri.
"Mereka hidup sederhana namun penuh cinta di hari tua seperti ini" Kata Alisya dalam hati yang memperhatikan warung yang dia singgahi itu.
"Andaikan Papa dan Mama hidup sederhana seperti ini apakah aku akan hidup penuh kasih sayang? Pastinya. Aku pasti hidup penuh kasih sayang karena tidak ada perebutan harta. Harta benar-benar mukjizat sekaligus petaka untuk manusia fana " Ucap Alisya yang melihat sendu pasangan paruh baya itu yang begitu saling mengasihi satu sama lain.
"Baby"
Alisya yang terfokus pada pasangan itu di kagetkan dengan kedatangan Kenzo yang tiba-tiba duduk di depannya.
"Kamu membuatku kaget" ucap Alisya menatap ke salah sang suami.
"Maaf " Ucap Kenzo yang mengecup kening Alisya.
"Ini pesanannya non" kata wanita paruh baya itu meletakkan pesanan Alisya di atas meja.
"Nak lepaslah kesedihanmu jemputlah kebahagiaanmu. masa lalu tak bisa diubah dan dihapus namun masa depan berada dalam takdir tangan dan usaha sendiri. lepaskan mereka yang pergi dan syukuri apa yang kamu miliki sekarang "
Setelah mengatakan itu wanita paruh baya itu segera pergi tak lupa mengelus pucuk kepala Alisya dengan senyum tulus. Sedangkan Alisya diam mematung menatap punggung wanita paruh baya itu yang semakin menjauh.
"Baby. Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Kenzo menepuk bahu sang istri.
"Tidak ada "jawab Alisya singkat.
"Makan lah"
"Kita makan berdua"
"Tapi...."
Aaa
__ADS_1
Kenzo tersenyum membuka mulutnya menerima suapan dari wanita yang sangat dia cintai itu. Kenzo tidak peduli di mana dan makanan apa yang di sodorkan oleh Alisya. Bahkan jika itu racun sekali pun akan Kenzo terima dengan ikhlas mungkin terdengar puitis dan tidak masuk akal tapi itulah Kenzo yang mencintai Alisya dengan level yang paling tertinggi dalam tahta cinta. Kenzo tidak akan mampu hidup bila tidak ada Alisya dalam hidupnya. akhirnya kedua insan itu makan sepiring berdua dengan sendok yang sama.