Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Syarat


__ADS_3

"Apa kamu bisa menjamin tidak akan melukai perasaannya lagi.?"


"Saya jamin Tuan"


"Cih aku butuh jaminan jika kamu tidak akan meninggalkan atau mencampakkan Cucu ku"


"Saya akan berikan apapun asal jangan pisahin saya dengan Alisya"


"Apapun itu?"


"Ya apapun itu" jawab Kenzo tegas dan yakin.


Mendengar itu Bimo dan Kakek XU saling lirik dengan senyum misterius di bibir keduanya. Keduanya menganggukan kepala samar lalu menoleh ke arah Kenzo kembali.


"Kamu yakin akan memberikannya apapun itu?" tanya Bimo lagi.


"Bahkan nyawa akan aku berikan" balas Kenzo yakin.


"Baiklah jika begitu berikan semua aset kekayaan mu bahkan perusahaan menjadi atas nama Alisya" kata Kakek XU tegas.


"Akan aku berikan" balas Kenzo yang tidak berfikir 2 kali.


Sedangkan Dirga yang sejak tadi mendengarkan semuanya hanya bisa diam dalam keterkejutannya terhadap permintaan Kakek XU bahkan lebih kaget lagi mendengar jawaban Kenzo yang tak berfikir 2 kali mengiyakan permintaan Kakek XU yang menurut Dirga keterlaluan.


"Apa otak Tuan sedang koslet atau salah minum obat. bagaimana bisa Tuan dengan mudah mengiyakan bahkan saya yang menjadi saksi bagaimana Tuan membangun perusahaan itu hingga menjadi seperti sekarang ini." kata Dirga dalam hati.


Jika Dirga kaget dengan keputusan Kenzo maka begitu pula Bimo dan Kakek XU yang tidak menyangka Kenzo akan langsung mengiyakan membuat kedua pria beda usia itu garuk-garuk kepala karna bingun harus menanggapi dengan apa.


"Kenapa dia dengan mudah mengiyakan harusnya tuh dia mikir dulu kalau gini gimana tanggapnya" batin Kakek XU kesal Karna rencananya malah balik kembali.


"Tapi sebagai gantinya aku ingin Alisya segera menjadi milik ku" ucap Kenzo tiba-tiba.


Brak


Bimo yang mendengarnya langsung emosi hingga menggebrak meja membuat Dirga hampir terbatuk.


"APA KAMU FIKIR ALEXI ITU BARANG HINGGA KAMU BERANGGAPAN UNTUK MENUKAR HARTA MU DENGAN ADIK KU HA......? KAMU BISA MEMBELI SEMUA YANG KAMU MAU TAPI KAMU TIDAK BISA MEMBELI ADIKKU S*ALAN..." teriak Bimo.


Bimo begitu emosi hingga berteriak nyaring kepada Kenzo dengan urat-urat lehernya menonjol.

__ADS_1


"Kamu salah paham aku tidak pernah berfikir apalagi berniat menukar Alisya dengan harta ku. aku hanya ingin dia segera menjadi milikku seutuhnya, menjadi istriku" ucap Kenzo tegas.


Sontak mendengar itu membuat semua orang langsung tertegun di tempat. Mereka bertiga langsung menoleh ke arah Kenzo secara kompak. mencari kebohongan di mata Kenzo namun mereka tidak menemukannya.


"Tanyakan hal itu pada Alexi" ucap Kakek XU setalah terdiam cukup lama.


"Tapi...."


Brak


Bimo yang ingin bicara langsung terhenti saat pintu di buka sontak mereka semua langsung menatap ke arah pintu dengan tajam namun tatapan mereka langsung melembut saat melihat sosok yang sedang berkacak pinggang di depan sana.


"Sebenarnya apa yang kalian bahas hingga harus mengusir kami dalam ruangan ini dan berakhir menunggu kalian di depan pintu seperti orang gila" teriak Alisya menatap kesal mereka semua.


"Cewe kalau pms pasti taunya marah-marah Mulu" Guman Bimo pelan namun masih di dengar oleh Kenzo.


"Ini sudah selesai kok" balas Bimo kaku.


"Lumutan tau" kata Alisya kesal.


" Ini juga satu ngapain masih disini sana balik di perusahaan kamu. lihat muka kamu saja pengen aku kubur hidup-hidup" gerutu Alisya menatap sinis Kenzo dan Dirga.


"Itu juga kenapa berlutut disitu kamu mau melamar Bimo yah....? ko terong makan terong" ucap Alisya pedas.


Jedarrr


Bagai di sambar petir siang bolong raut wajah Kenzo dan Bimo sangat masam namun bukannya merasa bersalah Alisya malah dengan enteng bersandar tenang di pintu.


"Baby...." Kenzo berucap lirih berdiri berjalan mendekat ke arah Alisya.


"Maafkan aku..." ucap Kenzo tulus.


"Cih orangnya sudah mati baru minta maaf sekalian aja tuh gali kuburannya" kata Alisya kesal.


"Apa dia benar-benar PMS kenapa dia sangat sensitif" kata Kenzo dalam hati melirik Alisya lalu Bimo yang sudah memijit pelipisnya entah karna apa.


"Itu....."


"Ngomong-ngomong tuh jasad ulat keket dimana? kuburannya gitu biar aku sering kunjungi" tanya Alisya penasaran.

__ADS_1


"Kan sekalian ku bakar tuh makam biar menangis darah dia di neraka sana kuburnya ku bakar"


Alisya tertawa jahat dalam hati memikirkan rencana yang untuk membakar makam dari wanita yang dia panggil ulat keket yang tak lain adalah Anatasya.


"Dimana?" ulang Alisya menatap serius Kenzo.


"Aku tidak tau Dirga yang mengurus semuanya" kata Kenzo menunjuk Dirga di belakangnya.


"Lebih baik kalian diam dan tutup mulut jika tidak maka siap-siaplah menerima kabar heboh" batin Bimo yang sudah memprediksi apa yang akan di lakukan oleh Alisya berikutnya.


"Maaf Tu...Tuan ta...tapi Nona Anatasya tidak ada makamnya" kata Dirga terbata-bata.


"Kenapa tidak ada bukannya aku menyuruh mu untuk membereskan mayatnya" sentak Kenzo menatap tajam Dirga karna bisa-bisa Alisya marah lagi padanya.


"Iya saya mengurusnya tapi saya tidak memakannya Tuan" balas Dirga.


"Lalu kamu apakan?" tanya Kenzo mengernyit bingun di ikuti yang lain tiba-tiba penasaran.


"Itu saya buang di kandang buaya peliharaan Tuan di markas" jawab Dirga.


"APA....." teriak Kenzo kaget.


"Lagian sudah lama aku ingin membunuhnya hanya saja tidak bisa jadi sebagai bentuk penghormatan terakhir ku yang sudah aku sedikit membuatnya berguna dengan menjadi makanan para buaya-buaya itu" lanjut Dirga dalam hati.


"Padahal aku berencana mengunjungi makamnya sekalian membakarnya biar jadi mayat panggang" kata Alisya dengan wajah cemberut.


Uhukk uhukk


Kenzo dan Dirga yang mendengar penuturan Alisya langsung tersedak ludah sendiri bagaimana bisa Alisya mempunyai pikiran seperti itu pikir Kenzo dan Dirga.


"Aku akan benar-benar binasa jika mencari masalah lagi dengannya nanti di masa depan. aku harus mulai mengingat jika wanita ku adalah jelmaan singa betina" kata Kenzo dalam hati.


Kenzo memang kejam tapi ia tidak pernah membakar orang baik hidup-hidup apalagi kalau sudah berada di liang lahat.


"Aku hampir lupa jika dia adalah ketua dari Dark Devil tapi dia bukan keturunan asli bagaimana bisa kekejamannya bahkan sama" kata Dirga dalam hati menelan ludah.


"Syukur aku tidak jatuh cinta kepada gadis seperti Nona Alisya walau aku menyukai Maya tapi Maya hanya cerewet" lanjut Dirga dalam hati membayangkan wajah Maya.


Cerewet? tidak tau saja kamu Dirga jika Maya lebih bar-bar di banding Alisya walau ia tak sekejam Alisya namun ke bar-baran-nya sudah di level puncak

__ADS_1


__ADS_2