
Maya berteriak histeris saat melihat Clarissa yang menutup mata tidak sadarkan diri dengan wajah pucat dan hidungnya mengeluarkan darah.
"Rissa bangun.... Rissa"
"Clarissa jangan becanda"
"To.......tolong bawah d.....dia ke rumah sakit" kata Maya dengan suara yang tercekat menatap kosong wajah pucat Clarissa.
Sret
Ramos yang berada di situ langsung menarik Clarissa menggendong model bridal style. Rumus dengan langkah cepat berlari keluar dari ruangan Maya menuruni tangga menuju lantai 1.
"CEPAT BUKA PINTUNYA!" Teriak Ramos pada salah satu anggota Kenzo yang berjaga di depan restoran Maya.
Brak
Ramos segera masuk dalam mobil menjalankan mobilnya meninggalkan restoran. Ramos menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat tempat Kris bekerja menjadi dokter.
"Hey Nona...! Kamu harus bertahan kamu harus bertanggung jawab telah membuat dadaku berdebar. Kamu harus mempertanggung jawabkan rasa asing yang telah kau hadirkan di dalam diriku" kata Ramos yang melirik Clarissa.
"Kita bahkan belum berkenalan dengan benar. Kamu harus bertahan" gumandramos yang semakin melaju kejang membela jalanan.
Hingga beberapa menit kemudian Ramos sampai di rumah sakit yang dia tuju. Ramos segera keluar lalu menggendong Clarissa membawanya masuk ke dalam rumah sakit.
"Tuan letakkan di atas brankar ini" kata salah satu suster yang menghampiri Ramos dengan membawa sebuah brankar.
"PANGGIL DOKTER KRIS SEKARANG JUGA! KATAKAN PADANYA JIKA RAMOS MENCARINYA!" Teriak Ramos yang menggelegar di seluruh penjuru rumah sakit itu.
Mendengar itu beberapa suster dan perawat langsung berhamburan mencari keberadaan dokter Kris. Sedangkan Ramos dan dua orang suster langsung mendorong brankar Clarissa yang menuju IGD.
"Maaf Tuan mohon menunggu di sini" ucap suster yang menghentikan pergerakan Ramos untuk ikut masuk ke dalam ruang IGD.
"Biarkan aku masuk!" Ucap Ramos yang penuh penekanan menatap tajam suster di depannya itu.
"Tidak bisa Tuan. Tolong patuhi prosedur rumah sakit"
"Kalian cepat panggil dokter Kevin jika tidak..."
"Ada apa Bro? Kenapa kamu terlihat cemas seperti itu?" Sahut Kris yang datang tiba-tiba dengan nafas yang masih ngos-ngosan karena berlari menuju IGD.
"Masuk dan selamatkan dia. Jika tidak maka aku yang akan membunuhmu" kata Ramos yang nenek kan setiap kata kalimatnya.
"Santai bro"
Ramu segera mendorong keris masuk dalam ruangan sedangkan Kris hanya bisa menurut.
Sampai di dalam Kris langsung membulatkan mata saat melihat pasiennya yang seorang gadis muda. Namun yang menjadi fokus Kris adalah wajah gadis itu terlihat pucat bagaikan tak ada darah.
"Astaga aku benar-benar akan di bunuh" ucap Kris yang langsung mendekat ke arah gadis itu.
"Persiapan semuanya!" Titah Kris.
Sedangkan di luar Ramos berjalan mondar-mandir di depan ruang IGD.
__ADS_1
"Ya Tuhan ku mohon jangan ambil dia. Biarkan aku mengenal dirinya lebih dekat. Aku tak pernah mempercayai keberadaanmu tapi jika memang kamu ada aku hanya meminta Tolong selamatkan dia" kata Ramos dalam hati penuh harap doanya didengar oleh Tuhan.
"Kamu tidak bisa meninggalkanku Nona" Desis Ramos yang langsung memukul tembok hingga membuat tangannya terluka dan berdarah.
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki menggema di lorong rumah sakit itu menuju ruang IGD. Tidak peduli bahkan saya akan lupa Jika dia tidak sendiri lagi. Maya berlari cepat menuju ruang IGD pikirannya semakin keluh saat melihat Ramos yang tengah terdiam mematung bersandar di tembok.
"Sayang jangan berlari kamu sedang hamil" teriak Dirga di belakang sana namun di acuhkan oleh Maya.
"Bagaimana? Apa yang terjadi kepada Clarissa?" Tanya Maya yang langsung mengguncang kedua bahu Ramos.
"Dia berada di sana" jawab Ramos yang menuju ruang IGD dengan dagunya.
Maya berbalik lalu melihat ruangan IGD. Mata Maya langsung merah menahan air mata. Maya tahu jika orang sudah masuk di ruangan itu maka kondisinya benar-benar dalam masa kritis.
Grep
Syukur Dirga bergerak cepat jika tidak maka dapat di pastikan Maya akan jatuh terduduk di lantai.
"Duduk dulu sayang"
Dirga membawa sang istri di sebuah kursi lalu mendudukkannya di sana.
"Ku harap begitu" balas Maya dengan suara pelan. Maya yang berasa pusing langsung memijit pelipisnya.
"Clarissa itu siapa?" Alisya bertanya setelah sekian lama menelan rasa penasarannya.
"Clarissa adalah adik kandung dari Bram"
"APAA......"
Sontak Alisya dan Dirga langsung menatap tajam Maya karena kedua orang itu benar-benar tidak menyukai Bram.
"Jangan menatapku seperti itu. Clarissa memang adik kandung dari Bram akan tetapi dia hidup dan tinggal bersama ibunya"
"Tapi aku tidak tahu setelah putus dengan Bram. Clarissa juga ikut menghilang bagaikan di telan bumi. Aku sudah melacaknya namun aku tidak pernah menemukan jejaknya. Jejak terakhir yang aku dapatkan adalah 3 tahun lalu yaitu di negara China."
"China"
"Ibu kandung dari Clarissa adalah penduduk asli negara China tapi setahuku ibu kandung dari Risa juga tidak mempunyai saudara karena dia merupakan anak tunggal"
"Apa kamu sudah mencari tahu?"
"Sudah. Akan tetapi tindak tembus seperti ada yang menghalangi melindungi datanya agar tetap aman"
"Bagaimana bisa kamu tidak bisa melacaknya kemampuan kita bahkan hanya berbeda sedikit"
"Tapi nyatanya aku memang tidak bisa melacaknya sedikitpun bahkan beberapa kali akun ku diserang balik"
__ADS_1
"Ini tidak bisa di percaya kecuali...."
"Kecuali apa Alisya"
Ceklek
Alisya yang baru membuka mulut langsung menutup kembali saat ruangan IGD tiba-tiba di buka dan keluarlah Dokter Kris.
"Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja bukan?" Ramos langsung menanyakan keberadaan Clarissa kepada Kris.
Haaaaa
Kris Hanya bisa menarik nafas lalu menatap Ramos dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Di mana keluarganya? Aku membutuhkan keluarga dari garis itu untuk membicarakan perihal apa yang terjadi kepada gadis kecil itu" ucap Kris yang menanyakan keluarga Clarissa.
"Saya kakak angkatnya. Clarissa sudah yatim-piatu" kata Maya tiba-tiba.
"Baiklah mari kita bicarakan semuanya di ruanganku. Kurasa kalian adalah bagian dari gadis itu" kata Kris.
Deg
Maya dan Ramos langsung memegang di tempat. Sekarang mereka berdua benar-benar cemas mengingat jika sudah di panggil seperti ini maka kemungkinan besar keadaan Clarisa benar-benar kritis.
Kris berjalan di depan menuju ruangannya di ikuti oleh Ramos dan yang lainnya di belakangnya.
"Silakan duduk Nona" ucap Kris yang mempersilahkan Maya dan Alisya untuk duduk di kursi depan mejanya.
Sedangkan untuk ketiga pria Ramos Dirga dan Kenzo mereka hanya berdiri di belakang kedua wanita itu menunggu penjelasan dari Kris.
"Dia kritis" kata Kris dengan serius.
Deg
Dua jantung yang berdegup kencang dengan irama yang berbeda-beda. Maya yang syok karena gadis kecil yang di carinya selama ini di temukannya dalam keadaan yang seperti ini. Sedangkan Dirga langsung terdiam kaku di tempat dengan jantung yang berdebar kencang dan dada yang sesak.
"Bagaimana bisa dia kritis? Dia tidak mempunyai luka apa-apa di tubuhnya?" Sentak Ramos yang menatap tajam ke arah Kris.
"Gadis kecil itu memang kritis Ramos. Dia memang tidak mengalami luka di luar atau yang berada di tubuhnya. Akan tetapi berada dalam dirinya." Terus terang Kris nggak dapat mereka satu persatu hingga tatapan Kris terpaku ke arah Ramos.
Walau Ramos hanya menampilkan ekspresi datar namun Kris jika sahabatnya itu tengah cemas terhadap keadaan sang gadis.
"A...apa maksud se...semua ini Dok?" Tanya Maya dengan suara yang tercekat dan tatapan sendu.
Haaah
Terlihat Kris yang menarik nafas lalu membuangnya dengan pelan. Menatap mereka dengan serius sebelum membuka mulutnya untuk mulai menjelaskan.
"Tumbuh tumor ganas yang berada di kepala bagian belakang gadis itu. Bahkan tumor itu hampir mengenai otak belakang gadis itu" ucap Kris namun tidak ada yang membuka mulut.
"Selain itu, gadis itu hanya memiliki satu ginjal. mungkin beberapa tahun lalu gadis itu pernah mendonorkan ginjalnya untuk orang lain. jika tebakan ku benar maka gadis itu hanya mengonsumsi obat-obatan yang bahkan mungkin bukan resep dari dokter. Selain hanya minum obat, orang yang hidup hanya dengan satu ginjal akan melakukan cuci darah tiap bulan sedangkan gadis itu tidak melakukannya terbukti dengan ginjalnya yang satunya mulai rusak"
Brukk
__ADS_1