Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Menyerang markas Scorpio


__ADS_3

"Dimana" tanya Kenzo datar dengan mengangkat kakinya sebelah.


"Hutan bagian selatan di belakang gunung" kata Ramos meletakan sebuah peta.


Kenzo dan Dirga memerhatikan dengan teliti letak markas mafia Scorpio yang telah di lingkari.


"Pohon ini...." kata Dirga menggantung kalimatnya dan menatap teliti pohon besar yang berada dalam peta.


"Itu adalah pintu masuk sedangkan pintu keluar ada disini, lebih tepatnya batu besar ini adalah penghalang pintu keluar" jelas Ramos menunjuk sebuah batu besar yang berada di tengah-tengah kaki gunung.


"Pintu Keluar" Tanya Dirga mengangkat alis sebelah.


"Ya pintu keluar" jawab Ramos.


"Kenapa bisa pintu keluar dan pintu masuk berbeda" tanya Dirga heran sedangkan Kenzo hanya menyeringai licik.


"Sekali masuk tak akan bisa keluar" kali ini bukan Ramos yang menjawab melainkan Kenzo di iringi dengan Seringaian kejam.


"He sungguh ku akui mereka cukup pintar Namun hanya pengecut yang memancing lawan untuk datang di kawasan mereka yang jelas-jelas perkumpulan mereka" kata Dirga dengan Sinis.


"Persiapan semuanya kita akan menyerang mereka malam ini. Pastikan Kevin harus tertangkap hidup dan mati" kata Kenzo Datar dan Dingin lalu beranjak berdiri dan pergi meninggalkan ketiga pria yang masih saling melirik satu sama lain.


"Ramos bagaimana apa ada perkembangan tentang pencarian Nona Alisya" Dirga bertanya setelah memastikan jika Kenzo sudah benar-benar keluar.


"Sampai saat ini anggota yang ku perintahkan untuk mencari keberadaan Nona itu belum ada kemajuan sama sekali" Jawab Ramos mendesah kasar.


"Apa kemampuan mu berkurang Ga kenapa tidak kamu lacak saja" kata Alvaro yang belum mengetahui keahlian Alisya dalam hal meretas.


"Aku hacker Nomor 1 di dunia tapi dia adalah Monster hack jadi percuma aku melacaknya aku tak akan menemukannya jika ia tak mengizinkan akan itu." jawab Dirga membuat Alvaro melongo.


"Kau tidak bercanda bukan?" tanya Alvaro.


"Untuk apa aku bercanda" balas Dirga membuat Alvaro langsung Bungkam lalu tiba-tiba ia teringat akan Maya wanita yang membongkar kisah masa lalu mereka sewaktu kecil.


"Berarti wanita itu sudah mencari tahu setiap orang yang dekat dengan Tuan dan juga semua tentang kami pasti wanita itu sudah mengetahuinya" batin Alvaro.

__ADS_1


"Sebarkan para Anggota kita untuk mencari keberadaan Nona Alisya jika kita ingin masih selamatkan nyawa kita." kata Dirga serius.


"Tenang saja aku sudah menggerakkan anggota kita di seluruh negara untuk mencari Nona Alisya kecuali...."Ramos menghentikan kalimatnya lalu menatap ragu-ragu Dirga.


"Apa" sentak Dirga.


"Kecuali negara China, anggota kita tidak boleh keluar masuk di negara itu karna itu bukan wilayah Tuan selain itu di China selama 3 tahun ini muncul kelompok dengan Nama Dark Devil mereka mengaku bukan Mafia, mereka buka gangster, bukan pula sebuah Genk Namun kelompok itu terkenal akan kekejamannya jika kita ingin maju kesana kita harus membicarakan ini kepada Tuan." kata Ramos.


Mafia Kenzo memang ada di beberapa negara bahkan rata-rata mempunyai Markas cabang di setiap negara. Mafia Kenzo memang kejam dan beringas tapi mereka tidak mengusik pihak musuh jika tidak di usik lebih dulu


itulah mengapa Ramos mengatakan akan butuh Izin langsung dari Kenzo apakah harus memasuki China atau tidak.


Kenzo tidak memperbolehkan anggotanya untuk memasuki kekuasaan Dark Devil bukan karna takut melainkan prinsip yang di pake kelompok itu sama seperti prinsip Mafia Kenzo dimana jika tidak di usik maka tidak akan mengusik. Kelompok itu tidak sebesar dan seluas Kekuasaan Mafia Kenzo tapi menurut desas desus orang yang pernah melihat langsung cara mereka mengesekusi mereka mengatakan kekejaman kelompok itu hampir sama dengan kelompok Kenzo.


"Ku rasa Tuan akan menerobos masuk ke dalam kekuasaan Dark Devil mengingat pertemuan pertama Tuan dan Nona Alisya ada di negara itu" kata Dirga yang di balas anggukan oleh Ramos.


"Tapi akan sayang bilang Dark Devil menjadi musuh kita bukan sekutu" Kata Ramos yang menyayangkan apabila mereka harus bermusuhan dengan kelompok Dark Devil padahal akan sangat menguntungkan apabila mereka menjadi sekutu atau berteman baik dengan kelompok itu.


"Lebih baik kita segera bersiap karna aku rasa Tuan akan mengamuk besar-besaran kali ini. Soal pencarian Nona Alisya kita sampingan dulu karna musuh yang kita hadapi terkenal akan kelicikannya." kata Alvaro setelah sekian lama diam dan mendengarkan.


"Sialan kau" Umpat Ramos melemparkan bantal sofa di muka Dirga.


"Lagian aku tuh heran masa Mafia lembek kayak gini" Celutuk Alvaro yang tambah menghina Ramos.


"Sialan" Umpat Ramos melemparkan bantal sofa lagi ke arah Alvaro.


"Aku bukannya lemah atau gimana yah! tapi aku tuh suka mual Liat penyiksaan kalian apalagi Tuan Kenzo dia menyiksa bagaikan menguliti hewan." gerutu Ramos sambil bergidik ngeri mengingat bagaimana brutal dan beringasnya seorang Kenzo apabila menyiksa musuh atau Penghianat.


Ramos salah satu bawahan kepercayaan Kenzo yang di percaya untuk mengurus Markas Mafia miliknya. hanya saja bila biasanya Mafia kejam dengan sering menyiksa korbannya sebelum membunuhnya maka Ramos berbeda Ia akan langsung menembak kepala atau menebas kepala musuh tanpa menyiksanya lebih dulu karna dia kan langsung Mual bahkan muntah jika melihat peyiksaan.


Karna itu pula yang membuat Alvaro dan Dirga sering meledeknya dengan sebutan lemah padahal jika mengukur kekuatan adu fisik, Ramos bahkan setara dengan Dirga oleh karna itu Kenzo menunjuknya sebagai pemimpin untuk anggotanya di saat Kenzo tidak ada di tempat.


"Sudahlah kalian memang selalu membully diriku" Kat Ramos Dramatis lalu beranjak berdiri dan pergi meninggalkan Alvaro dan Dirga yang hanya terkekeh dalam hati.


******

__ADS_1


Malam yang gelap hanya suara jangkrik yang terdengar waktu orang terlelap tidur Namun tidak dengan Kenzo dan para Anggotanya yang kini Berpakaian serba hitam lengkap dengan senjata masing-masing di setiap orang.


Kenzo menatap semua barisan anggotanya lalu menatap Dirga dan menganggukan kepala samar.


"READY" Teriak Dirga yang langsung di balas teriakan para anggota.


"READY" teriak para anggota.


"Go" Teriak Dirga menaiki motornya di ikuti oleh yang lainnya.


Kenzo segera meleset melaju kencang ke depan yang langsung di ikuti oleh anggotanya.


Di kesunyian malam itu hanya terdengar suara bising kendaraan anggota Kenzo saling bersahut-sahutan membela jalanan itu. puluhan bahkan ratusan pengendara motor menarik pegal Gas dengan kencang menyebabkan suara motor mereka semakin nyaring andaikan ini di dalam kota maka dapat di pastikan mereka akan langsung di tahan oleh aparat negara mengingat berisiknya mereka tapi sayang mereka kini sekarang berada di tengah-tengah hutan.


Setelah berkendaraan selama 1 jam akhirnya Kenzo dan para anggotanya sampai di tempat yang di tunjuk dalam peta.


"Kita sudah sampai Tuan" lapor Ramos kepada Kenzo.


"Kerjakan" perintah Kenzo.


Terlihat anggota Kenzo berpencar menjadi beberapa kelompok lalu masuk ke dalam hutan kini Hanya ada sekitar 100 di belakang Kenzo.


"Ramos bawah Anggo sebanyak 30 orang untuk Jaga di tempat keluar" perintah Kenzo.


"Baik Tuan" jawab patuh Ramos lalu bergegas pergi di ikuti sekitar 30 anggota di belakangnya.


Kini di posisi Kenzo tersisa sekitar 70 anggota di tambah Dirga, Alvaro, dan Dirinya sendiri.


"Maju"


Mereka semua mulai menelusuri jalan setapak yang menuju pintu masuk markas Scorpio sampai di sana Kenzo langsung Menyeringai kejam.


BRAK


"SERANG....."

__ADS_1


BOM


__ADS_2