Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
3 Bulan kemudian


__ADS_3

3 bulan kemudian


di bandara internasional Rusia Terlihat Seorang gadis yang memakai pakaian serba hitam turun dari pesawat dengan anggun dan menarik sebuah koper. orang-orang dalam bandara itu pada menatap ke arahnya lalu berbisik-bisik satu sama lain Bukan karna kecantikannya melainkan Cadar yang menutupi sebagian wajahnya sehingga membuat ia terlihat misterius. Namun gadis bercadar hanya mengacuhkan bisikan para orang-orang itu, Dengan santai ia berjalan melewati kerumunan.


" Ah sebelum itu bagaimana jika aku berfoto dulu lalu mengirimnya pada dia. Aku yakin jika dia memang menunggu ku maka dia akan segera bergerak mencari ku setelah tahu tempat ku " Monolog Gadis bercadar merogoh ponselnya lalu meminta tolong pada seseorang untuk memotretnya.


" Oke sekarang beres. sekarang tinggal nyari supir mobil yang di kirim mah tua Bangka itu " Gadis bercadar mengedarkan pandangannya ke seluruh jalan lalu melihat seorang pria Yang amat ia kenal sedang berdiri di samping mobil dengan mengangkat papan namanya. Gadis bercadar dengan segera berjalan ke arah pria itu.


" Paman " panggil gadis bercadar


" Siapa " Tanya pria itu


" saya yang paman sedang tunggu " jawab Gadis bercadar dengan lembut


" Ah maaf Non, silahkan masuk " Pria itu membukakan pintu mobil bagian jok belakang untuk nona majikannya Lalu memasukan koper Nona majikannya untuk di simpang di bagasi mobil.


" Haaa.... jika saja nenek masih hidup aku tidak akan pernah kembali ke Negara ini apalagi ke rumah Toxsic itu " Gadis bercadar hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar mengingat Rumah yang seperti neraka baginya. Belum apa-apa tapi ia sudah merasa lebih Muak mengingat perlakuan Orang dalam rumah itu yang memperlakukan dia begitu berbeda.


" Yang sabar Non, Suatu saat nanti kebahagiaan akan hadir menjemput Non. Jika tidak mendapatkan kasih sayang mereka sebagai orang tua yakinlah akan ada orang baru yang datang membawa kebahagiaan untuk non Hingga non lupa akan apa yang non rasa selama ini bahkan mungkin lebih besar contoh seperti suami misalnya" Seakan mengerti apa yang di rasakan Nona mudanya yang satu ini supir itu mengeluarkan Nasehat untuk Nona mudanya. Supir itu sangat tahu bagaimana kehidupan Nona mudanya yang satu ini yang dimana dari kecil Ia dan istrinya yang atur semua keperluan Ia dari kaki sampai atas kepala.


" Terimah kasih paman Untuk Nasehatnya. ku harap kebahagiaan ku akan segera tiba aku sudah lelah dengan semua ini paman " Ucap Lirih gadis bercadar dengan tatapan mata yang sendu menatap jalanan.

__ADS_1


" Dan aku tidak akan pernah melepaskan apa yang akan menjadi milikku lagi walau kalian harus bersujud di kaki ku sekalipun aku tidak peduli. Kali ini aku datang bukan untuk mengemis Kasih sayang kalian lagi tapi aku datang untuk membuktikan bahwa walau tanpa kalian dan nama kalian aku bisa berdiri di kaki aku sendiri " kata Gadis bercadar dalam hati dengan tangan mengepal


" Dan kamu kakak tersayang ku. Ambillah Tunangan masa kecilku sebagai kado terakhir dari ku karna untuk Ulang tahun selanjutnya mungkin aku tidak bisa memberikan apa yang kau mau lagi seperti sebelum sebelumnya " Gadis bercadar mengepalkan kedua tangannya hingga kuku panjangnya menusuk telapak tangan gadis bercadar hingga berdarah.


" Sabarlah Non Tuhan tidak buta dan tuhan pula tidak tidur Ia pasti punya Rencana untuk Non " Kata Supir itu melirik Nona mudanya dari kaca Spion.


" Sabarlah Non Paman yakin kamu akan menemukan kebahagiaan yang lebih besar dan menjadikan mu sebagai prioritas utamanya. Nyonya dan tuan akan menyesal jika mengetahui bagaimana perilaku gadis yang mereka puja selama ini hingga mengabaikan putri mereka yang lain.


Setelah berkendara selama 30 menit akhirnya mobil yang di tumpangi gadis bercadar memasuki sebuah mension mewah berlantai dua. Supir itu langsung keluar lalu berlari membukakan pintu untuk nona mudanya.


" Silahkan turun Non kita sudah sampai " kata Supir itu kepada Nona mudanya yang sibuk main ponsel


" Ah terimah kasih paman " Gadis bercadar segera turun dari mobil lalu menatap mension di depannya dengan pandangan Sulit di artikan.


Gadis bercadar segera beranjak membuka pintu Mension mewah itu.


" Selamat datang Nona muda " Sambut beberapa pelayan yang di pimpin oleh pelayan yang wanita paruh baya


" Bi Ina " Gadis bercadar segera memeluk pelayan tua itu dengan erat.


" Aku kangen bangat ma Bi Ina " kata gadis bercadar yang masih berada dalam pelukan BI Ina.

__ADS_1


" Bibi juga kengen mah Non kecil. sekarang non sudah tambah cantik ya " Kata Bi Ina membelai rambut gadis bercadar.


Bi Ina adalah kepala pelayan di mension ini Ia juga merupakan Orang yang merawat gadis bercadar dari kecil sampai usianya memasuki masa remaja.


" Bibi apa kabar " Tanya gadis bercadar melepaskan pelukannya dari wanita tua yang sudah anggap seperti ibunya itu.


" Kabar bibi baik Nak. bagaimana dengan kamu selama di China " Tanya Bi Ina menarik koper gadis bercadar yang baru di bawah oleh supir tadi atau Pak Yanto suami BI Ina.


" Menyenangkan Bi. disana aku bisa melakukan apapun yang aku mau nenek juga tidak pernah melarang ku malah ia selalu mendukungku untuk melakukan apapun yang ku mau " Papar Gadis bercadar


" Tapi sayang Nenek cepat Nyusul kakek di surga " Ucap gadis bercadar dengan lirih


" Nyonya besar sudah bahagia di atas sana non jangan membuatnya terbebani karna ketidak ikhlasan kamu melepaskannya " Nasehat BI Ina menghapus Air mata Gadis bercadar


" Iyah BI, Aku sudah ikhlas kok " Kata Gadis bercadarencoba tersenyum walau tidak terlihat karna terhalang dengan Cadarnya.


" Ayo kita masuk Non " Pelayan tua itu membawa nona mudanya masuk dalam mension mewah itu.


Baru saja masuk sudah terdengar Suara canda tawa dari Ruang Keluarga Gadis bercadar memutar bola mata malas.


" Cih memuakkan membuat telinga ku berdenyut sakit mendengar tawa Toxsic mereka " Gadis bercadar menatap sinis satu keluarga yang terlihat begitu bahagia lalu ia menatap Sini pemuda yang duduk di sofa sendirian menatap gadis yang sedang bermanja pada pria paruh baya itu dengan tatapan lembut.

__ADS_1


Pasangan paruh baya itu adalah kedua orang tua kandungnya yaitu Edric Kaif Beatrix dan Reva fahzara Beatrix, Lalu gadis yang sedang bersandar manja di dada Ayahnya adalah saudara kembarnya Namanya Alexa Briana Beatrix, Anak kesayangan Kedua orang tuanya Sedangkan Pemuda yang duduk di sofa sendirian Dia adalah Leonardo Sward Tunangan masa kecilnya yang di pilihkan oleh kakeknya tapi 3 tahun lalu posisinya di gantikan oleh kakaknya yaitu Alexa Sedangkan Dia. dia di kirim ke luar Negeri


__ADS_2