
"Baby bangun ini sudah pagi" Kenzo mengecup lembut kening sang istri yang masih terlelap.
Bukannya bangun Alisya malah semakin memeluk erat Kenzo sambil mendusel-dusel dada Kenzo. Sedangkan Kenzo yang mendapat perlakuan seperti itu dari sang istri sontak langsung menegang.
"Baby.... Apa semalam belum cukup hm...." Ucap Kenzo dengan suara berat nan serak.
"Hm aku masih ingin.." bisik Alisya yang sudah mulai mencumbu dan mencium memberi tanda cinta di dada bidang Kenzo.
"Baby stop..... Bukankah kamu ingin menjenguk wanita itu maksudku.... Clarissa" Kenzo menarik lembut rambut Alisya hingga sang istri mendongak melihat ke arahnya.
Glek
Kenzo menelan ludah saat melihat tatapan sayu Alisya di tambah lagi saat matanya tak sengaja melihat dua gunung yang begitu membuat sesuatu di bawah sana semakin menegang.
Kenzo tak bermaksud untuk menolak hanya saja Kenzo takut membuat Alisya kelelahan hanya karna memenuhi nafsunya. Kenzo ingat setelah kejadian 3 hari yang lalu saat dia di jebak oleh ibunya dan Alisya yang datang mengamuk. Sejak saat itu Kenzo terus menggempur Alisya dimana pun mereka berada. Baik itu di kantor apalagi jika di mension.
Sudah 3 hari Kenzo menggempur istrinya itu terlalu rutin. Bagaimana tidak? Bukan hanya pada malam hari dia meminta haknya sebagai suami tapi pagi, siang, sore pun jika dia ingin maka dia akan memintanya. Namun anehnya lagi Alisya tak menolak hal itu justru dengan senang hati menerima Kenzo.
"Kamu menolak ku hm?" Alisya bertanya dengan suara yang menggoda tak lupa dengan bibir bawahnya dia gigit hingga terkesan sangat seksi.
"Bah....baby...." Suara Kenzo semakin serak dan berat berusaha mendorong sang istri yang sudah mulai menguasai tubuhnya.
"Kenapa hm....?" Dengan sengaja Alisya menjalankan tangannya di tubuh Kenzo.
Dengan santainya Alisya mulai mencumbu leher sang suami sedangkan tangannya terus bergerak bebas di tubuh sang suami. Tangannya merayap pelan dan menggambar pola abstrak di dada Kenzo yang justru semakin memancing gairah pria itu.
Sedangkan Kenzo tidak bisa apa-apa lagi. Kini ia terbaring tak berdaya di bawah kendali sang istri. Cumbuan Alisya di lehernya sudah membuatnya semakin tegang di tambah dengan gerakan sensual jari-jari tangan lentik sang istri di dadanya membuatnya semakin bergerak gelisah.
Alisya yang melihat Kenzo bergerak gelisah menahan gairahnya langsung tersenyum licik.
Hap
Alisya tersenyum licik saat tangannya dengan nakal menangkap sesuatu yang menegang di bawah selimut tebal itu.
"Baby...."
__ADS_1
"Masih menolakku hm...?" Bisik Alisya sensual di telinga sang suami tak lupa memberi gigitan kecil disana.
Grep
Kenzo yang sudah tidak tahan lagi dengan gelora yang sudah berada di ubun-ubun langsung membalik keadaan hingga Alisya terbaring di bawah kukungannya.
"Kamu membuatku tergila-gila baby.... Bukan tergila-gila lagi tapi membuatku sangat gila" Desis Kenzo yang menatap Alisya penuh gairah.
"Dan aku suka akan itu" balas Alisya yang tersenyum menggoda.
Cup
Tak tahan lagi menahan godaan dari sang istri Kenzo dengan gairah yang sudah meledak-ledak langsung memagut bibir menggoda Alisya. Alisya tersenyum di sela-sela ciuman keduanya. Ciuman Kenzo semakin menuntut dan bergairah. Bukan hanya bibir tapi dagu, rahang, dan leher tak luput dari sapuan bibir dan lidah sang predator Kenzo.
Ciuman Kenzo semakin turun hingga berakhir di antara kedua gundukan itu. Kenzo dengan senang hati bermain dengan benda favoritnya itu. Menggigit dan meremas Kenzo terus lakukan hingga suara syahdu dari Alisya keluar juga.
"Ah....Byy..." Alisya menarik dan menekan kepala Kenzo agar semakin dekat dengan dadanya.
"Ah.... Kenzo...."
"Why baby...?" Kenzo tersenyum miring saat melihat wajah sang istri yang sudah memerah menahan sesuatu yang ingin di tuntaskan.
"Sesuai keinginan sang ratu" bisik Kenzo yang langsung memposisikan sang tongkat untuk memasuki goa.
Jleb
"Ah...."
Keduanya mendesah panjang menikmati rasa yang memenuhi dan memijit halus masing-masing.
Sret
"Baby apa yang kamu lakukan?" Kenzo bertanya dengan wajah bingun saat Alisya menggulingkannya ke bawah hingga kini posisinya berada di bawah tubuh Alisya.
"Kamu lambat byy aku sudah tidak tahan" gerutu Alisya.
__ADS_1
Hah?
Kenzo yang mendengar itu hendak protes tapi baru saja membuka mulut Alisya memulai aksinya.
"Ah..... Baby kamu membuatku gila...!" Kenzo meracau dengan mata yang melak melek menimkmati pijatan dinding gua di bawah sana.
Beberapa menit kemudian peluh membasahi keduanya tubuh mereka masing-masing mengkilat karna keringat. Hingga terdengar ******* panjang yang keluar dari mulut keduanya.
"Terima kasih baby. Aku mencintaimu" bisik Kenzo di telinga Alisya.
Cup
Tak lupa Ke zo mengecup kening Alisya begitu lama dan dalam.
"Astaga dia malah tertidur" Guman Kenzo yang geleng-geleng kepala melihat Alisya yang sudah tertidur padahal mereka baru selesai melakukan ritual itu.
"Ada apa dengan dirimu baby? Kenapa selama 3 hari ini aku merasa kamu begitu agresif. Namun aku suka akan hal itu. Tapi aku takut kamu kelelahan baby. Aku tidak ingin kamu sakit karna aku akan merasa sangat bersalah." Guman Kenzo.
Tak tega melihat tubuh sang istri yang begitu lengket akan keringat. Kenzo tanpa ba-bi-bu langsung menggendong Alisya yang sedang terlelap model bridal style membawanya ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi Kenzo dengan telaten meletakkan sang istri di bathtub. Dengan telaten Kenzo memandikan dan menyabumi Alisya dengan lembut sampai bersih. Setalah merasa bersih Kenzo segera memasangkan jubah mandi ke tubuh Alisya.
"Apa dia begitu kelelahan hingga tak terbangun sama sekali saat aku memandikannya tadi?" Guman Kenzo yang menyelimuti sang istri sampai dada.
Di tempat lain seorang gadis baru saja membuka matanya setelah mata indahnya menutup selama beberapa hari.
"Sssst" gadis itu ingin mengangkat tangannya tapi langsung terhenti saat merasakan tangannya sedang di genggam seseorang.
"Dia....... Bahkan dia yang hadir dalam mimpiku" Guman Clarissa yang mengelus lembut kepala Ramos.
Ramos yang merasakan elusan di kepalanya langsung membuka mata lalu mendongak hingga.
Deg
"Sweet kamu bangun...." Ucap Ramos dengan mata yang memerah.
__ADS_1
"Hm" Clarissa hanya menganggukan kepala sebagai balasan.
"Terima kasih Tuhan"