
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membangunkan sosok yang tengah tertidur lelap di atas ranjang dengan di bungkus selimut yang tebal dan lembut.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya yang sedang terlelap namun terbangun karna suara ketokan pintu di depan kamarnya.
Dengan pelan-pelan Alisya menggerakkan matanya hingga kelopak mata itu terbuka secara sempurna. Terlihat tangan Alisya yang meraba sampingnya yang mencari keberadaan suaminya yang siapa lagi jika bukan Kenzo.
"Kok nggak ada?" Guman Alisya yang bangun duduk bersandar di kepala ranjang.
Alisya mengedarkan matanya menatap ke seluruh penjuru mencari Kenzo tapi tidak menemukan apa-apa.
Tok
Alisya mengalihkan atensinya kepada pintu yang terus di ketuk dari luar. Dengan langkah malas Alisya berjalan mendekati pintu lalu membukanya.
"Selamat pagi little girl!"
Ternyata orang yang sedari tadi mengetok pintu kamar Alisya dan Kenzo adalah Kevin. Alisya yang melihat wajah Kevin hanya memutar mata jengah saja. Alisya sudah tahu kebiasaan Kevin yang akan terus membangunkannya dan membuat sarapan untuknya.
"Ayo turun kamu harusnya bangun lebih awal untuk sarapan sekarang lihat ini sudah jam 9 tapi perut kamu masih kosong kasian Dede bayinya. Ayo cepat...!" Kevin dengan lembut menarik Alisya untuk turun di meja makan hanya menggunakan piyama tidur dan masih rambut acak-acakan.
Sampai di meja makan Kevin langsung mendudukan Alisya di kursi lalu mengambilkan makanan untuk wanita hamil itu.
"Aku merasa seperti merawat anak kecil saja." Kata Kevin dalam hati yang terkekeh melihat Alisya makan begitu lahapnya.
"Sudah." Seperti biasa Alisya hanya akan memakan daging dan sayur langsung di tinggalkan di atas piring.
"Sayurnya little girl!" Ucap Kevin yang menekan kalimatnya.
"Nggak mau..... Itu rumput." Balas Alisya yang beranjak pergi.
Kevin yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Alisya semenjak hamil tidak menyukai sayuran apapun. Justru semuanya di katakan rumput alias makanan kambing.
Sedangkan di tempat lain Kenzo hanya bisa menatap datar tumpukan berkas yang menggunung di depannya.
"Sudah semua?" Tanya Kenzo yang melirik Dirga sang asisten.
Dirga yang mendengar itu langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dirga melirik Kenzo sebelum membuka mulut untuk bicara.
"Masih ada lagi Tuan." Jawab Dirga dengan menggaruk-garuk kepalanya.
Haaah
__ADS_1
Terdengar helaan napas kasar dari Kenzo. Kenzo melirik 3 gunung di depannya yang harus dia selesaikan. Kenzo dapat menebak jika kemungkinan dia akan lembur akan tetapi memikirkan istrinya sedang hamil Kenzo mengurungkan niatnya untuk lembur.
"Simpan dan bawah saja ke rumah. Di kantor cukup ini saja yang aku kerjakan." Kata Kenzo yang memijit pelipisnya.
"Tapi Tuan....."
"Kamu mau lembur? Kalau mau kerjakan kamu saja sendiri! Aku akan pulang istriku sedang hamil. Uang bisa di cari tapi wanitaku paling utama. Saat ini baik Alisya maupun Maya sedang butuh-butuhnya perhatian lebih dari kita. Jangan hanya terfokus pada pekerjaan kita mereka yang utama. Lagipula ini perusahaan tidak akan langsung bangkrut saat kita tidak masuk 1 Minggu saja." Terang Kenzo
Deg
Dirga yang mendengar perkataan Kenzo langsung tertegun. Pria itu terdiam kaku dengan ingatan yang mengarah pada Maya. Selama ini Dirga sadar tidak memberi perhatian lebih pada istrinya itu. Pagi dia akan langsung ke kantor dan pulangnya malam yang kadang kala Maya sudah tertidur lelap.
"Pergilah kerjakan pekerjaanmu, kita akan pulang cepat hari ini."
"Terima kasih Tuan."
Dirga membalik badannya lalu berjalan keluar dari ruangan Kenzo. Sedangkan Kenzo kembali berfokus pada Pekerjaannya yang menggunung di atas meja.
"Tunggu Daddy pulang nak." Guman Kenzo yang mulai serius pada pekerjaannya.
Sedangkan di mension kini tengah di hebohkan dengan kedua wanita hamil yang kini tengah mencari Kevin tapi tidak mereka temukan.
"Kemana perginya Kepin?" Guman Alisya yang mencari Kevin di kamar tamu tapi tidak ada juga.
"Aku juga tidak tahu Maya..... Waktu tadi dia masih ada." Kata Alisya yang membongkar lemari Kevin berharap Kevin bersembunyi disana.
"Tapi disini nggak ada Alisya!" Protes Maya yang ikut kesal.
"Terus gimana?"
"Cari lagi....." Kata Alisya yang keluar dari kamar Kevin di ikuti oleh Maya di belakangnya.
Sedangkan orang yang mereka cari kini tengah duduk santai di dalam gudang dengan berbagai makanan. Kevin telah menduga jika kedua bumil itu akan meminta hal lain-lain lagi.
"Aku terus yang jadi pelarian mereka. Sesekali suami mereka kek? Kan lumayan buat jatuh harga diri ketua Mafia dan wakilnya hahaha." Kata Kevin yang tertawa jahat.
Di sisi Alisya dan Maya kini kedua bumil itu menyerah mencari keberadaan Kevin yang menghilang di telan bumi alias hilang di mension itu.
"Mau di buatkan minum Nyonya Muda? Nona?"
"Buatkan saja kepala pelayan, banyakin es-nya." Pinta Alisya yang duduk di sofa dengan kesal begitu pula Maya.
"Ini gimana? Aku lapar tapi aku mau makan mangga itu." Guman Alisya yang mengelus perutnya dengan wajah masam.
"Kita telfon saja suami kita gimana?" Tanya Maya yang memberi usul kepada Alisya.
__ADS_1
Alisya yang mendengar itu hanya diam namun matanya melirik jam yang menggantung di dinding.
"Tapi jam segini pasti mereka sibuk May." Balas Alisya dengan lesu.
"Kamu benar. Mereka pasti sibuk." Ucap Maya dengan pelan.
"Minumannya Nyonya, Nona" Kepala pelayan segera meletakkan minuman dingin di atas meja.
Hhhuuuuu
Kenzo mendesah kasar melihat tumpukan berkas di atas mejanya sudah mulai berkurang.
Tok
Tok
Tok
"Masuk..." Sahut Kenzo yang fokus pada berkas di tangannya.
"Tuan... Makan siangnya." Ucap Dirga ayang membawa makan siang untuk Kenzo.
Kenzo yang mendengar penuturan Dirga langsung mendongak melihat Dirga.
"Taroh di meja.!" Ucap Keniz yang meletakkan berkas di tangannya beranjak berdiri menuju sofa.
"Mau kemana...? Duduklah kita makan bersama." Kata Kenzo yang melihat Dirga yang ingin beranjak pergi.
"Terima kasih Tuan." Dirga yang memang sudah kelaparan segera duduk di depan Kenzo.
Kedua pria itu makan dengan dalam diam dan penuh khidmatnya. Hingga beberapa saat Kenzo dan Dirga telah menyelesaikan makan siang mereka. Kedua pria itu segera kembali pada pekerjaan masing-masing.
"Tunggu aku baby..." Guman Kenzo yang mengelus foto Alisya yang berada di bingkai foto di atas meja Kenzo.
Cup
Tak lupa mencium foto itu penuh kasih sayang dan penuh akan cinta. Seakan-akan foto itu merupakan sang istri tercinta. Kenzo tersenyum tipis meletakkan kembali bingkai foto Alisya di sampingnya. Kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya berperang dengan berkas dan Leptop secara bersamaan.
Sedangkan di sisi Dirga terlihat jika pria itu baru saja masuk ke dalam ruangannya. Dengan langkah lebar Dirga langsung menuju kursi kebesarannya. Tatapan Dirga terpaku pada foto Maya selaku sang istri yang berada di atas meja kerjanya. Tangannya terulur mengambil bingkai foto itu membawanya dan menatapnya dengan penuh cinta dan rasa bersalah.
"Maafkan aku sayang.... Aku terlalu sibuk tanpa memikirkan keadaan kamu yang mungkin butuh perhatian ekstra dariku apalagi kamu sedang mengandung anak kita." Kata Dirga yang mengelus wajah Maya di foto itu.
Terlalu terfokus pada pekerjaan tanpa Dirga sadari telah mengacuhkan Maya. Walau secara langsung mayat tidak membicarakan akan hal itu. Akan tetapi seperti yang katakan tadi wanita hamil membutuhkan perhatian yang serba ekstra.
"Baiklah. Tunggu aku pulang." Ucap Dirga dengan senyum tipis kembali meletakkan foto Maya di sisi mejanya.
__ADS_1