Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kereta Api


__ADS_3

"Apa maksudmu?"


"Maksud aku Alexa tidak hamil bahkan tidak akan pernah hamil karna efek samping obat yang ku berikan adalah dapat merusak rahim hingga menjadi mandul"


Deg


Sontak ucapan Alisya membuat semua orang langsung tersentak kaget terutama Alexa karna dia sudah tidak bisa hamil lagi.


"Aku lupa jika kamu pintar dalam meracik obat maka kamu juga handal dalam menciptakan racun. kamu benar-benar tak terduga baby" kata Kenzo dalam hati yang bukannya takut malah merasa bangga dengan keahlian kekasihnya itu.


"Mau ku beri tahu suatu kebenaran?" Alisya bertanya dengan serius membuat ketiga orang yang di rantai di depannya mengangkat kepalanya hingga dapat menatapnya.


"Diam kalian ku anggap iya" kata Alisya berjalan santai lalu duduk di pangkuan Kenzo dengan manja menyandarkan kepalanya di dada Kenzo.


Alexa yang melihat pemandangan di depan hanya bisa mengepalkan tangan menatap tajam Alisya yang sedang berada di pangkuan Kenzo.


Alisya yang melihat tatapan tajam Alexa bukannya takut malah dengan sengaja memanas-manasi dengan meraih tengkuk Kenzo lalu mengecup singkat bibir seksi Leon.


Cup


"B******K! TURUN DARI PANGKUANNYA SIALAN.... HARUSNYA YANG DIA PANGKU ITU AKAU BUKAN J******g SEPERTI KAMU." teriak Alexa berlari menerjang Alisya namun tidak bisa karna sudah terpasang rantai di kaki kanannya.


"Byy kau dengar? katanya harusnya dia yang ada di pangkuan kamu bukan aku." kata Alisya dengan cemberut seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.


Kenzo yang melihat wajah Alisya cemberut langsung menggertakkan giginya menahan amarah. Kenzo berdiri lalu mendudukkan Alisya di kursi tunggal lalu berjalan ke arah Alexa yang terus memberontak.


Plak


Tanpa aba-aba Kenzo langsung melayangkan tangannya di wajah Alexa hingga membuat Alexa langsung jatuh terduduk karna tamparan Kenzo.


Setelah menampar Alexa tanpa rasa Bersalah Kenzo merogoh sapu tangan miliknya lalu mengelap tangannya yang menampar Alexa tadi seperti habis mengenai kotoran.


"Sebenarnya aku tak ingin menamparmu bukan karna tak tega tapi aku tidak Sudi menyentuh kotoran seperti kamu tapi karna kamu berani membuat kesayangan ku cemberut maka aku dengan terpaksa harus membuang kejijikan ku padamu hanya untuk menamparmu" kata Kenzo kembali berjalan di sisi Alisya.


Sedangkan Alexa hanya bisa menangis dalam diam dengan tangan yang mengepal. di dalam hatinya tengah menyumpah serapahi Alisya karnanya aku harus seperti ini semua yang dia inginkan selalu saja Alisya dapatkan.


Alexa berjanji dalam hati di saat ia bisa keluar dari sini ia berjanji akan membalas dan menyingkirkan Alisya dari muka bumi ini. Ia rela menjadi pembunuh asalkan semua harta warisan Beatrix jatuh ke tangannya di tambah Kenzo, apapun yang terjadi Kenzo hanya akan jatuh dalam pelukannya bukan orang lain.


Alexa terlalu Naif yang masih mau mengharapkan kebebasan bahkan berencana untuk menyingkirkan Alisya. Jangankan membalas dendam keluar 1 langkah saja dari markas ini tidak mungkin.


"Hey kau nenek lampir berhenti menangis suaramu itu membuat kuping kesayangan ku sakit" sentak Kenzo tiba-tiba membuat Alexa terperanjat.


"Baby jangan dengarkan suara jelek itu mending kamu mendengarkan suaraku saja" kata Kenzo yang terselip nada godaan pada Alisya.


"Cih diamlah Byy aku ingin mengatakan suatu kebenaran ups bukan kebenaran tapi sebuah kisah" kata Alisya dengan seringaian licik.


Mendengar nada suara kekasihnya yang terdengar serius Kenzo langsung diam lagipula ia juga sedikit tertarik apa yang akan di ceritakan kekasihnya itu.

__ADS_1


Alisya berdiri dari duduknya lalu berjalan sedikit mendekat kepada Reva dan Edric. Di pandangnya kedua orang itu yang nampak seperti kacau terutama Reva melihat itu Alisya tersenyum misterius.


"Bersiaplah karna aku akan mulai cerita. Dengarkan dan menyimak jangan ada yang memotong" kata Alisya datar dan dingin.


Alisya terlihat mengela napas berulang kali sepertinya kisah yang akan dia ceritakan sedikit sensitif terbukti belum apa-apa tangan Alisya sudah mengepal.


"Kisah ini adalah kisah seorang gadis bernama Rifkaya gadis yatim piatu hidup sebatang kara. Rifka mempunyai 1 orang sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudari sendiri. Rifka gadis cantik yang memiliki sifat lemah lembut, ramah, dan penyayang karna sifat itulah suatu hari mampu menarik perhatian seorang pengusaha besar. Pria itu jatuh hati pada Rifka pada pandangan pertama hingga hari demi hari mereka lewati bersama. Singkat cerita setelah 2 tahun menjalin kasih Rifka dan pria itu memutuskan untuk menikah."


"Rifka begitu bahagia menantikan hari pernikahannya dengan pria yang amat dia cintai begitu pula sebaliknya namun di balik semua itu Rifka tak menyadari jika sahabatnya itu juga mencintai pria yang sama."


"Sampai di hari pernikahan Rifka begitu bahagia karna sudah menjadi seorang istri dari pria yang dia cintai namun di lain sisi sahabat Rifka mulai membenci Rifka puncaknya adalah saat sahabatnya itu menjebak suami Rifka namun sayangnya yang dia jebak adalah kembaran pria itu bukan suami Rifka."


"Karna kejadian itu akhirnya sahabat Rifka menikah dengan kembaran dari suami Rifka. Sahabat Rifka semakin membenci Rifka karna suaminya begitu mencintainya berbeda dengannya suaminya hanya bersifat dingin dan acuh karna pada saat itu belum ada cinta antara mereka."


"Kebencian gadis itu semakin memuncak saat mendapati dirinya hamil dari anak suaminya yang merupakan kembaran dari pria yang dia cintai."


"Kebencian itu semakin bertambah setiap harinya apalagi saat mengetahui jika Rifka juga hamil. Sejak saat itu ia mulai menyusun rencana bersama suaminya karna ternyata suaminya juga menginginkan harta dari kakaknya."


"Hingga Rifka menghadiri acara kolega bisnis suaminya namun nyatanya malam itu menjadi malam mereka berada di dunia ini karna malam itu mereka mengalami kecelakaan dan meninggal namun anak mereka selamat."


Alisya menyelesaikan ceritanya dengan berbagai macam ekspresi ada ekspresi marah, kecewa, bahkan matanya sudah memerah entah karna menahan tangis atau menahan amarah.


"Lalu dimana anak itu baby?" Kenzo yang sejak awal mendengar cerita Alisya ikut merasa penasaran dengan nasib bayi itu begitu pula dengan ketiga bawahan kepercayaannya yaitu Ramos, Kris, dan Alvaro.


"Bayi itu sekarang berada di depan kamu. bayi itu adalah aku dan Rifka dan suaminya yang tak lain adalah Edward Kaif Beatrix adalah Ayah kandungku dan saudara kembar Edric Kaif Beatrix"


"Sekarang katakan dimana makam kedua orang tua ku!" Alisya bertanya dengan nada datar dan dingin.


"Jadi kau sudah tau jika kamu bukan orang tua kandung kamu?" tanya Edric sinis.


"Tapi sayang aku tak akan mengatakan dimana letak makam pria B***$## itu." Lanjut Edric lalu tertawa terbahak-bahak.


Alisya yang sudah sedari tadi menahan emosi langsung meledak saat mendengar ledekan Edric apalagi pria itu tidak tahu malu malah mengumpati Ayahnya.


Bugh


"Rupanya kau tidak mau membuka suara rupanya" ucap Alisya setelah memberi Bogem mentah kepada Edric.


"Tapi tak apa, akan aku cari sendiri lagipula masih ada satu keluarga lagi yang ikut andil dalam kecelakaan mereka bukan?"


Alisya hanya tersenyum miring saat melihat Edric dan Reva melototkan mata mereka berdua ke arahnya.


"Tenang saja mereka akan segera aku basmi tapi sebelum itu kalian dulu yang akan menemui raja neraka" ucap Alisya ambigu.


"Apa yang kamu lakukan Alisya lepaskan aku...... aku adalah sahabat ibu kamu, ibu kamu akan sedih jika kamu menyakiti aku seperti ini" teriak Reva menggila.


"Ho ho ho akhirnya anda mengaku juga Nyonya Reva yang terhormat tapi..... semua itu sudah terlambat" balas Alisya.

__ADS_1


"Alisya dengarkan penjelasan aku dulu..... Alisya kamu tidak boleh seperti ini.... Alisya...."


Reva terus berteriak dengan memberontak tapi tak bisa apa-apa sebab rantai di kakinya sepertinya tidak akan terlepas selain akkinya putus.


"Byy apa di sekitar sini ada stasiun kereta api?" Alisya kembali ke pangkuan Kenzo lalu bersandar di dada bidang Kenzo.


"Hem sekitar 2 kilo dari sini" jawab Kenzo mengelus Surai indah Alisya.


"Benarkah?"


"Hm"


"Bisakah kau menyuruh anggota mu untuk membawa mereka di dalam mobil" pinta Alisya dengan manja.


"Ramos.....!"


"Siap Tuan." Jawab Ramos cepat.


"Kalian cepat bawah mereka ke mobil!" perintah Ramos kepada penjaga ruangan itu.


"Tidak lepaskan......."


"Hey apa yang kalian lakukan?"


"Alisya maafkan Paman...."


Alisya hanya acuh Berpura-pura tuli mendengar teriakan orang-orang itu.


"Byy ayo kita juga ikut pergi." kata Alisya beranjak turun dari pangkuan Kenzo.


"Kemana baby?"


"Melihat sedikit pertunjukan"


Alisya dan Kenzo segera berjalan keluar dari markas lalu masuk dalam mobil mengikuti mobil yang membawa Edric ke stasiun kereta api.


Sampai disana Alisya langsung turun di ikuti oleh Kenzo sedangkan Edric beserta istri dan anaknya hanya bisa berdiam diri di dalam mobil karna mereka sudah bius.


Alisya tersenyum miring saat mendengar suara rek kereta api semakin mendekat. Tanpa banyak bicara Alisya langsung masuk ke dalam mobil yang di tumpangi oelh Edric.


Wusssh


BRAK.......


"BABY.....!"


"NONA....."

__ADS_1


__ADS_2