
Tak
Leon meletakkan kotak putih itu di atas meja lalu membaringkan kembali dirinya di sofa namun belum cukup 1 menit Leon kembali bangun mengambil kotak itu lalu membukanya.
Kedua mata Leon langsung terbelalak melihat isi di dalam kotak itu apa. matanya menajam bagaikan silet, napasnya memburu dengan amarah yang sudah di ubun-ubun, kedua tangannya mengepal dan meremas kotak itu dengan kasar.
"ALEXA..........!"
Terikkan Leon yang menggeledar menggemparkan membuat semua penghuni mension itu terbangun dan berlari tergopoh-gopoh kerah asal teriakan Leon.
"LEON ADA APA SIH? PAGI-PAGI BUTA GINI SUDAH TERIAK-TERIAK DADDY MASIH NGATUK TAU" teriak Wijaya menatap tajam putra semata wayangnya itu dengan tatapan tajam miliknya.
"Tau tuh..... Mommy enak-enak tidur malah terbangun karna teriakan kamu. Apa apa sih? ada maling? atau apa?"
Marissa langsung memberi pertanyaan berurutan kepada Leon yang sudah kesal tambah semakin kesal Karna ocehan Daddy dan Mommy-nya.
"Alexa mana?" Leon bertanya dengan nada yang kentara sekali menahan amarah.
Kedua mata Leon melihat ke arah belakang tubuh kedua orang tuanya tapi tidak menemukan orang yang dia cari.
"Alexa mana Mom, Dad?" tanya Leon sekali lagi.
"Dia kan istri kamu kenapa bertanya sama Mommy." jawab Marissa kesal.
"Mommy kira ada hal penting tau-taunya malah masalah sih Alexa" lanjut Marissa mendudukkan pantatnya di atas sofa.
Semenjak mengetahui jika Alexa keguguran baik Marissa atau pun Wijaya kembali tidak menyukai Alexa. Apalagi baru sehari Alexa keguguran perusahaan kembali mendapat masalah hingga mereka menyimpulkan jika bayi yang di kandung Alexa adalah pembawa rezeki atau keberuntungan namun malah di hilangkan oleh Alexa membuat mereka semakin tidak menyukai Alexa.
"ALEXA..........!" teriak Leon lagi.
"Ada apa sih Leon dari tadi teriak terus kamu nggak tahu ini masih pagi-pagi buta ha......?" balas teriak Alexa.
Leon yang mendengar suara Alexa langsung mengangkat kepalanya hingga ia bisa melihat jika Alexa sedang berada di atas tangga.
Tak
Tak
Tak
Suara bunyi sendal Alexa yang sedang menuruni anak tangga. Leon tidak mengalihkan pandangannya dari Alexa bukan pandangan terpesona atau tatapan cinta namun tatapan tajam yang penuh akan amarah yang siap meledak kapan saja.
"Ada apa......." ucapan Alexa langsung terhenti saat tamparan tangan besar Leon melayang di pipinya.
Plak........
"Apa yang kamu lakukan sialan......" teriak Alexa memegang pipinya yang habis di tampar Leon bahkan bibirnya ikut sobek saking kerasnya tamparan itu.
"Kamu bertanya apa yang aku lakukan? harusnya aku yang bertanya apa yang kamu lakukan turun di lantai satu hanya mengenakan pakaian seperti ini ha.....?" bentak Leon.
"MAU JADI PELACUR KAMU HA....? OH AKU LUPA KAMU MEMANG DARI AWAL SUDAH MENJADI ****** BAHKAN AKU RAGU JIKA YANG MENODAI KAMU ITU ADALAH AKU!" teriak Leon menggebu-gebu.
Bagaimana mau tidak emosi Leon yang sedari awal sudah menahan amarah tambah tak bisa mengendalikan amarahnya saat melihat Alexa dengan santainya turun di lantai satu yang banyak menghuninya seperti pelayan dan beberapa pekerja laki-laki yang mondar mandir sini sana dan dengan tanpa rasa malunya sedikitpun Alexa turun yang mengenakan baju haram atau gaun malam yang seksi (Lingerie).
__ADS_1
"AYO KATAKAN ****** JIKA YANG MENODAI KAMU BUKAN AKU!" bentak Leon.
Alexa yang tak terima di sebut ****** dan terus di bentak-bentak langsung menampar wajah Leon.
Plak
"Berani-beraninya kamu memanggilku ****** ha......? aku wanita baik-baik bahkan keperawanan aku di renggut oleh kamu" teriak Alexa.
"KALAU BUKAN ****** APA NAMANYA UNTUK ORANG YANG MENGGODA AYAHNYA SENDIRI BAHKAN BERSETUBUH DI DEPAN IBU-NYA SENDIRI BAHKAN PELACUR SEKALIPUN TIDAK BERSETUBUH DENGAN AYAHNYA SENDIRI" bentak Leon langsung menghamburkan puluhan potongan foto Alexa saat sedang berhubungan badan dengan Ayahnya yaitu Edric dengan berbagai gaya.
Deg
Alexa langsung mematung saat mendengar bentakan Leon yang menyinggung hubungan dirinya dan Daddy-nya.
Alexa berdiri mematung dengan keringat dingin membasahi punggungnya kepalanya terus menggeleng dengan kedua tangannya yang meremas ujung gaunnya.
"Tidak Leon itu tidak benar! aku tidak akan melakukan hal bejat itu tidak akan! bagaimana bisa aku melakukannya dengan Daddy aku sendiri." kata Alexa yang mencoba mengelak.
"Lalu yang di foto-foto itu siapa?" ucap Leon sinis.
Mendengar itu Alexa langsung menatap lantai yang kini berhamburan potongan foto karna dia tadi tidak terlalu memperhatikan apa yang di lemparkan oleh Leon pikirannya berkecamuk karna Leon mengetahui apa yang telah dia lakukan bersama Edric.
Dengan tubuh serta tangannya yang gemetar Alexa duduk lalu memungut foto itu hingga kedua matanya langsung terbelalak saat melihat fotonya yang sedang bercinta dengan Daddy kandungnya sendiri dengan berbagai gaya dan pose.
"Nggak ini nggak benar. ini pasti editan Leon percaya sama aku" kata Alexa dengan panik.
"Editan dari mana? Ini jelas-jelas kamu Alexa" sentak Marissa menatap tajam menantunya itu.
"Nggak ini editan! ini pasti ulah Mommy 'kan? ini pasti rencana Mommy yang mau pisahin aku dan Leon. Nggak cukup apa Mommy bunuh anak aku sekarang Mommy mau pisahin aku dengan Leon juga." teriak Alexa menunjuk-nunjuk muka sang mertua.
Plak
"Jangan berani-berani kamu menunjuk wajah istri saya seperti itu lagi jika tidak kamu akan terimah akibatnya." bentak Wijaya.
"Tapi itu memang bukan aku. aku tidak melakukan hal tak senonoh itu kenapa tidak ada yang percaya padaku......!" teriak Alexa menarik rambutnya frutasi.
"Leon ada Flashdisk" kata Wijaya tiba-tiba.
Sontak Leon langsung menoleh ke Daddy nya karna tadi dia terlalu fokus pada foto-foto itu jadi dia tidak menyadari jika di dalam kotak itu ada Flashdisk.
Leon berjalan mendekati sang Daddy lalu mengambil Flashdisk itu dan membolak balikkan nya menelitinya dengan cermat. tanpa bicara sepatah katapun Leon berjalan menuju TV yang berada di ruang tamu itu lalu memasangkan Flashdisk itu ke TV lalu mengambil remote dan kembali berjalan menuju Alexa kembali.
"Apalagi sekarang? aku harap ini tidak membuat aku semakin terpojok. Entah siapa yang merencanakan semua ini." kata Alexa dalam hati.
"Awas saja jika kamu terbukti jika di foto itu adalah kamu maka siap-siaplah untuk menerima akibatnya" bisik Leon.
Alexa hanya bisa berdiri mematung dengan perasaan was-was Karan Alexa tidak tau apa isi di dalam Flashdisk itu tapi Alexa sudah merasakan jika keadaannya akan semakin terpojok.
"Leon ayo nyalakan!" perintah Marissa yang sudah tidak sabar melihat isi di dalam flashdisk itu.
Leon hanya menganggukkan kepala lalu menekan kata play di remot itu hingga Tv menyalah bersamaan dengan itu semua pasang mata yang ada disitu membulat secara sempurna melihat pergulatan panas antara seorang anak dan seorang Ayah kandung sendiri
"Sialan........" umpat Leon yang langsung melayangkan lagi tamparan di wajah Alexa.
__ADS_1
Plak
"DASAR MURAHAN, PELACUR, ****** SIALAN......"
Leon langsung mengamuk dengan menampar wajah Alexa beberapa kali hingga darah terus mengalir di sudut bibir Alexa.
Bruk
"Aku benar-benar jijik kenapa bisa menikahi pelacur murahan seperti kamu." kata Leon penuh penekanan.
Marissa yang merasa tak puas akan apa yang di berikan oleh Leon kepada Alexa langsung berjalan mendekati Alexa yang sudah terduduk di lantai dengan keadaan bibirnya penuh darah.
Srek
Marissa langsung menjambak rambut Alexa hingga kepala Alexa mendongak ke atas menatap Marissa yang berada di depannya.
"Kau begitu bangga dengan wajah cantikmu ini bukan? maka lihat apa yang akan aku lakukan dengan wajah kebanggaan kamu ini"ucap Sinis Marissa melepaskan jambakannya.
"PELAYAN......!" teriak Marissa.
"Iya Nyonya" jawab Pelayan.
"Ambilkan aku air panas pastikan itu mendidih dengan sempurna" perintah Marissa yang langsung di turuti oleh pelayan itu.
Sedangkan Alexa yang mendengar penuturan sang Ibu Mertua langsung mundur namun di hentikan oleh Marissa yang kembali menjambak rambutnya.
"Mau kemana kamu ******."
Marissa langsung menarik rambut Alexa dengan kencang hingga membuat Alexa berteriak kesakitan.
"Leon hiks....... tolong aku....... Ini sakit" kata Alexa meminta pertolongan kepada Leon.
Leon yang mendengar rintihan dan permintaan tolong Alexa hanya diam bahkan dengan santainya duduk menyaksikan apa yang di lakukan Mommy-nya tanpa berpikir jika yang sedang di siksa adalah istrinya.
Ada yang bertanya kenapa keluarga Leon kok sadis seperti itu? Kenyataannya inilah sifat asli keluarga Leon yang tak jauh berbeda dengan kelakuan Kedua orang tua Alexa yang dulu menyiksa Alisya.
Kekejaman keluarga Beatrix tak seberapa jika di bandingkan oleh kekejaman keluarga Sward bahkan mereka tak segan-segan membunuh orang-orang yang menentang mereka.
"Nya ini air panasnya"
Seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa membawa baskom kecil di tangannya.
"Pegang dia!" titah Marissa yang mengambil alih baskom itu.
"Tidak.....! lepas apa yang kalian lakukan aku ini noda muda kalian. Lepaskan.....!" teriak Alexa yang terus memberontak namun tenaganya yang hanya sedikit lagi tak ada apa-apanya di banding tenaga dia orang yang memegangnya.
Byur
"AAAAA PANAS....0ANAS TOLONG..... PANAS..." teriak Alexa histeris saat air panas itu Marissa tumpahkan di wajahnya.
Karna terlalu panas dan terus bergerak secara tak sadar Alexa membuka sesuatu yang sudah bertahun-tahun ia kenakan dan sembunyikan.
Srett
__ADS_1
"Alexa kamu......... Siapa kamu?" teriak Leon.
"Itu adalah wajah Aslinya."