Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kedatangan Leon


__ADS_3

"Kenapa Mommy? aku ini tunangan Leon sekaligus calon istrinya?"


"Siapa bilang? yang akan menikah dengan Leon Itu Alisya bukan kamu. mana mau saya punya menantu yang licik dan miskin seperti kamu yang tidak punya apa-apa. hidup saja numpang kepada Alisya." sarkas Marissa.


Dhuarrr


Bagai di sambar petir di siang bolong Alexa membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Marissa yang begitu santai.


"Bagaimana bisa begitu Tan, aku..... bukankah Tante Dan Om sudah setuju menjodohkan aku dengan Leon" tanya Alexa bergetar.


Sungguh demi apapun Alexa benar-benar takut sekarang hingga wajahnya pun ikut memucat.


"Tidak. ini tidak bisa di biarkan, aku akan benar-benar berakhir jika harus kehilangan Leon sekarang ini" batin Alexa menggeram frutasi.


"Itu dulu sebelum saya tau bagaimana kamu dengan begitu kejam menyiksa saudari kembarnya sendiri.lagipula mana mau saya punya mantu miskin seperti kamu" sarkas Marissa menatap sinis Alexa.


"A....apa maksud Tante?" tanya Alexa gugup.


"Kurang jelas. saya dan suami saya setuju untuk menjodohkan kamu dengan Leon anak saya, saya fikir kamu yang akan mewarisi semua harta kekayaan Beatrix ternyata kamu tidak dapat apa-apa." jelas Marissa.


"Jadi hanya karna aku miskin Tante batalin perjodohan aku dan Leon gitu" tanya Alexa lagi yang langsung di angguki Marissa.


"Tapi Tan......"


"Nggak ada tapi-tapian Alexa kamu harus menerima keputusan kami lagipula dari awal yang di jodohkan dengan Leon itu Alisya bukan kamu."


"Tapi Alisya nggak mau malah kabur ke luar negeri"


"Itu karna kamu dan kedua orang tuamu yang bejat itu memaksanya keluar negeri agar kamu bisa bertunangan dengan Leon"


"Sial. aku benar-benar sial sekarang apa yang harus aku lakukan" batin Alexa yang semakin frutasi harapannya satu-satunya hilang.


"Maaf Alexa Tante mau istirahat lebih baik kamu pulang" usir Marissa secara halus lalu beranjak meninggalkan Alexa begitu saja tanpa mendengar jawaban Alexa.


Melihat Marissa meninggalkannya begitu saja membuat Alexa semakin kesal. dengan menahan kesal Alexa beranjak pergi meninggalkan kediaman orang tua Leon dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun.


****************


Drett


Drett


Drett


Alisya yang sedang fokus di berkas langsung mengalihkan pandangannya pada telepon kantor yang berdering.


"Hallo"


"Nona di bawah ada Tuan Leon yang ingin bertemu dengan anda"

__ADS_1


Mendengar itu Alisya langsung mengerutkan dahinya untuk apa lagi pria itu datang menemuinya pikir Alisya.


"Biarkan saja"


"Baik Nona"


Mendengar Leon datang menemuinya membuat mood Alisya langsung buruk hingga malas untuk bergerak.


Ceklek


"Alisya" panggil orang yang baru saja masuk yang pasti adalah Leon.


"Untuk apa kamu datang mencariku" tanya Alisya ttp.


"Kau tidak ingin mempersilahkan aku duduk dulu Lisya?" tanga Leon yang mengacuhkan pertanyaan Alisya malah bertanya balik.


"Untuk apa datang mencariku" ulang Alisya yang mencoba bersabar menghadapi Leon.


Alisya juga tidak mengerti namun saat melihat wajah tebal Leon saat ini itu membuatnya muak dan punya keinginan besar untuk memukul dan mencakar wajah itu.


"Dasar bajingan" umpat Alisya dalam hati menatap benci ke arah Leon.


"Aku datang kesini hanya untuk mengajak kamu makan siang bersama" kata Leon santai penuh senyuman namun tidak saat mendengar jawaban Alisya.


"Cih aku makan siang bersama kekasihku" jawab Alisya yang membuat senyum Leon pudar.


"Berhenti mengatakan kekasih Alisya" bentak Leon menatap tajam Alisya yang kini tengah tersenyum manis tapi di mata Leon itu senyuman penuh cemoohan.


"AKU TUNANGAN MU ALISYA" bentak Leon meledak-ledak karna emosinya yang sudah di ubun-ubun. sedangkan Alisya yang melihat itu hanya tersenyum sinis.


"Kegilaan apa yang ku lakukan di masa lalu hingga aku mencintai pria egois seperti dia" batin Alisya menatap rumit Leon.


"Jangan lupa kamu yang pertama mengkhianati aku Leon." desis Alisya.


"Tapi aku terpaksa" ucap Leon.


"Terpaksa sampai kamu menempelnya layaknya perangko" balas Alisya sinis yang langsung membungkam mulut Leon.


"Tetap saja Alisya kamu tetap harus menikah denganku kamu tidak lupa bukan dengan wasiat terakhir Kakek"


"Aku tidak lupa tapi kamu yang lupa"


"Okey aku minta maaf akan itu. tapi kamu juga harus memutuskan Tuan Kenzo" ucap Leon.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Alisya dengan senyum miring di bibirnya.


"Kamu harus mau Alisya karna kamu adalah milikku" teriak Leon.


"Siapa yang berani mengklaim wanitaku sebagai miliknya"

__ADS_1


Tiba-tiba saja suara berat nan serak itu masuk di pendengaran Alisya dan Leon yang masih saling melempar tatapan tajam. keduanya langsung menoleh ke asal suara ekspresi wajah keduanya tentu terkejut namun berbeda. Alisya hanya terkejut biasa sedangkan Leon kini wajahnya pucat pasih lutut bergetar takut.


"Kenzo" panggilan lembut itu membuat Kenzo mengalihkan pandangannya lalu sedetik kemudian mata tajam tadi berubah menjadi lembut dan hangat menyambut pelukan kekasih tercinta.


"Kenapa hm" tanya Kenzo lembut mengelus Surai hitam Alisya.


"Dia membuat moodku buruk" ucap Alisya seperti anak kecil yang sedang mengadu kepada ayahnya karna mainannya di ambil.


Kenzo yang mendengar itu hanya bisa terkekeh lalu menatap tajam Leon yang hanya bisa mematung melihat wanita yang dia cintai bertahun-tahun malah memeluk pria lain di depannya.


""ALISYA......"


"Turunkan nada bicaramu pada wanitaku" tekan Kenzo dengan suara berat yang mendominasi.


"Lihat dia Bahkan membentak dan meneriakiku itu sangat memalukan" ungkap Alisya menunjuk-nunjuk Leon dengan jari telunjuknya.


Sedangkan di belakang Kenzo Dirga dan Maya hanya bisa menjatuhkan rahang terumata Maya gadis itu bahkan melototkan kedua matanya menatap sifat Alisya yang sudah seperti anak kecil.


"Bagaimana bisa Singa Betina berubah menjadi Kucing tak berdaya" batin keduanya menatap horor ke Alisya.


"Maaf Tuan tapi.... bagaimana pun juga Alisya itu adalah calon istri saya. Kakek saya dan Kakek Alisya sudah sepakat menjodohkan kamu sejak kecil hingga kami tumbuh bersama" kata Leon panjang kali lebar.


Tidak tahukah Leon jika ucapannya itu telah membangunkan sisi iblis dalam diri Kenzo. Kenzo yang tadi tampak tenang kini terlihat wajahnya begitu datar dan terkesan menyeramkan dengan mata yang memerah serta nafas yang memburu membuat semua orang langsung tercekat termasuk Alisya yang langsung melepaskan pelukannya lalu mendongak menatap Kenzo yang kini tidak lagi menatapnya.


"No...nona menjauhkan se....sedikit Tuan sekarang berada di puncak amarahnya" ucap Dirga terbata-bata menatap ngeri wajah Kenzo yang begitu menyeramkan.


Mendengar penjelasan Dirga bukannya takut Alisya malah tersenyum penuh binar lalu tersenyum aneh ke arah Leon yang kini sudah bergetar ketakutan.


"Kebetulan aku ingin sekali memukulmu tapi aku tidak Sudi tanganku kotor jadi mari kita manfaatkan situasi ini" kata Alisya dalam hati tersenyum licik.


"Kenzo ayo pukul dia! bahkan tadi dia memaksaku untuk menikah dengannya dan meninggalkanmu" kata Alisya yang menyiram bensin di percikan api.


Seperti yang di inginkan Kenzo semakin tajam menatap Leon jika bisa mungkin Leon sekarang sudah jadi daging cincang karna tatapan tajam Kenzo.


"Apa nona benar-benar berniat membunuh pria ini" batin Dirga.


"Tamat sudah riwayatmu Leon sekarang singa itu akan benar-benar menerkammu" batin Mya menatap kasihan Leon.


"Pria yang malang" Batin Dirga dan Maya.


SREK


"AAAAAAA TUAN" pekik Leon karna Kenzo menarik kerah bajunya dengan keras.


"Belum bodoh" bentak Kenzo.


Sedangkan Alisya kini sibuk menahan tawa melihat wajah pucat pasi Leon.


"Ingat baik-baik jangan pernah mengganggu Alisya lagi atau memaksa dia kembali kepada kamu lagi karna sekarang dia WANITAKU" tekan Kenzo yang tambah menarik kerah baju Leon hingga Leon seperti tercekik rasanya.

__ADS_1


"Jika berani lagi mengganggunya, aku tidak segan-segan meratakan dengan tanah perusahaan yang kau banggakan itu" desis Kenzo di depan wajah Leon.


__ADS_2