
Kenzo yang baru duduk dikagetkan dengan kedatangan dua orang yang benar-benar membuat mulutnya langsung berubah jelek. Bagaimana tidak yang bagus karena baru saja diantar sang istri ini malah langsung disambar petir siang bolong akan kedatangan dua orang itu.
"Nak Mami rindu" ucap Melinda yang menghampiri Kenzo dengan menarik Yona bersamanya.
"Apalagi yang dilakukan wanita tua ini?" Umpat Kenzo yang menatap datar Melinda mendekat ke arahnya.
Belum sempat Kenzo berdiri tiba-tiba saja ada sesuatu yang duduk di pangkuannya.
"Kau......"
Ceklek
"Sialan.....!" Teriak Alisya yang ada pada pintu.
Melinda dan Yoona yang melihat keberadaan Alisya langsung menyunggingkan senyum penuh kemenangan.
Srett
"Pelakor sialan..." Teriak Alisya muka yang langsung menarik rambut Yoona dengan kencang.
Aaaa
Plak
Plak
Bruk
Alisya tanpa sungkan langsung memberi tamparan pada wajah Yoona tak cukup. Tak cukup sampai di sana Alisa bahkan mendorong tubuh Yoona hingga tersungkur dan kepalanya membentur sudut meja hingga sampai berdarah.
Srett
"Aa lepaskan" teriak Yoona yang merasa kesakitan.
"Lepaskan? Belum bisa sayang Kau pikir aku sama dengan wanita lain yang hanya akan diam jika suaminya di dekati perangko seperti kamu ini? Kamu salah besar sayang. Aku bukan mereka aku tak akan segan-segan membunuh hama hama yang sejenis kamu ini" ucap Alisya penuh penekanan.
Alisa penuh dengan rasa kesal semakin menekan cengkramannya pada dagu Yoona.
"Hey... Wanita gila lepaskan keponakan!" Teriak Melinda yang menarik rambut Alisya.
"Sialan,"
Bruk
Sepertinya kekesalan Alisya sudah berada di puncaknya. Alisya tak main-main dia bahkan sampai menendang kaki Melinda membuat wanita paruh baya itu langsung tersungkur di lantai.
"Baby...?"
"Apa? Mau membantu mereka? Masih ingat apa yang aku katakan tadi?" Tanya Alisa yang menatap tajam Kenzo seperti singa yang kelaparan.
"Kamu sudah...." Alisya tidak melanjutkan kalimatnya hanya melirik pangkal paha sang suami.
Glek
Kenzo yang melihat tatapan tajam dan arah tatapan Alisya langsung menelan ludah dengan keringat dingin.
"Ti....tidak baby aku...."
"Diam atau tidur di luar Nanti malam!" Potong Alisya yang penuh penekanan.
" Lakukan apapun yang kamu mau aku akan diam"
Set
Mendengar ancaman dari sang istri Kenzo segera menutup rapat-rapat mulutnya dengan menutup area bawahnya dengan tangan. Kenzo tidak peduli Mau dikatakan lemah atau lembek dia sangat mencintai istrinya apalagi dia sudah terbiasa tidur memeluk wanita itu. Kenzo akan benar-benar menjadi panda hitam kalau tidak ada Alisya di sampingnya saat tidur.
"Ayo lanjutkan, lakukan apapun yang kamu mau baby" kata Kenzo yang langsung mengangkat kedua tangannya di udara.
"Nak kamu...."
"Good My husband" kata Alisya yang tersenyum miring.
"Siapa kamu?" Tanya Yoona dengan suara lembut namun matanya menatap tajam Alisya.
"Buang tatapan jelekmu itu dari ku sialan!" Teriak Alisya yang benar-benar kesal pada wajah penggoda wanita di depannya itu.
"Kamu masih bertanya aku siapa? Dasar ******. Tapi baiklah akan aku tunjukkan siapa aku" kata Alisya yang berjalan ke arah belakang tubuh Yoona.
Sret
__ADS_1
"Aaah Apa yang kamu lakukan" teriak Yoona saat Alisya dengan kencang menarik rambutnya.
"Apa matamu buta?? Lihat! Wanita itu adalah aku, Alisya Arkana Keano" bisik Alisya penuh penekanan.
"Sial Kenapa aku tidak sadar Jika dia wanitanya? Aku harus memikirkan cara agar wanita ini tersingkir dari hidup Kenzo" kata Yoona dalam hati yang mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
"Jangan pernah coba-coba untuk membuat ku marah jika masih ingin hidup dengan damai. Kamu tahu ketika aku marah aku bisa saja membuat perusahaan ayat ini tercinta kamu itu bangkrut"
"Cih kamu hanya mengandalkan Tuan Kenzo saja. Kamu hanya anak buangan keluarga......"
Plak
"Aku paling benci ketika kamu mulai menghinaku. Kamu tenang saja aku tidak akan menggunakan kekuasaan suamiku untuk menjatuhkanmu" kata Alisa dengan senyum miring.
"Lalu Apa kamu mampu?" Ejek Yona yang berdiri menantang Alisya.
"Jadi maksud kamu aku tidak mampu?" Tanya Alisya sinis.
Hahaha
Melihat wajah sombong Yoona membuat Alisya tertawa terbahak-bahak. Alisya yang malas berdebat segera mengambil ponselnya.
"Halo ada apa alasan?" Pria yang berada di seberang sana kontak lain dan tak bukan adalah Bimo.
"Bimo Aku ingin kamu meratakan cabang perusahaan keluarga Kim yang berada di China sekarang juga" ucap Alisya datar.
"Apa mereka membuat masalah?" Tanya Bimo yang dapat ditebak Jika dia sedang menahan amarah.
"Tidak. Hanya saja Putri kesayangan mereka Kim Yono telah berani menggoda suamiku" ucap Alisa yang menatap sini Yoona.
"Sialan, kamu akan menerima kabar sukses" kata Bimo yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Sepertinya bibi kesayangannya ini belum memberitahu kamu" kata Alisya dengan santai.
"Apa maksudnya?"
"Tanyakan saja pada bibi kesayanganmu itu" kata Alisa yang melirik Melinda.
"Apa maksudnya bibi?" Tanya Yoona pada Melinda yang sudah berwajah pucat saat mendengar perintah Alisya membuat Melinda mematung.
Melinda melupakan suatu fakta dan kenyataan jika Alisya merupakan Pewaris satu-satunya perusahaan terbesar di China. Melinda tidak menyangka jika Alisya adalah orang yang begitu nekat melakukan apa yang dia katakan.
"Byy hidupkan tv-nya!" Kata Alisya yang sedang memainkan ponselnya.
"Oke baby"
Kenzo segera menghidupkan TV setelah selesaikan kau segera mendekat duduk tenang di samping sang istri.
"Istriku benar-benar keren"bisik Kenzo yang memeluk Alisya dari samping
"Nah lihat itu!"tunjuk Alisya pada layar TV dengan senyum puas.
Sontak Melinda dan Yoona segera menoleh ke arah TV. Namun mata keduanya langsung membulat saat melihat perusahaan cabang dari Kim kini tengah di lahap si jago merah.
"Sialan,"
Plak
"Baby!" Pekik Kenzo saat Alisya di tampar di depan matanya.
Dalam sekejap mata wajah yang tadinya hangat kini berubah menjadi wajah datar. Langsung menatap datar wanita di depannya itu dengan nafas yang memburu urat-urat pembuluh darahnya telah membengkak hingga terlihat di lehernya. Kenzo menatapnya Nyalang di depannya yang berani menampar istrinya.
Tanpa aba-aba Kenzo langsung menampar balik wanita itu menarik rambutnya dengan kencang.
"Beraninya kamu menampar istriku" kata Kenzo yang penuh penekanan semakin menJambak rambut Yoona.
"Tuan dia membuat perusahaan papaku...."
"Dasar ******"
Sret
P
Kenzo langsung menarik kasar rambut Yoona membawanya keluar dari ruangannya tanpa memperdulikan teriakan kesakitan dari Yoona.
"Kenzo lepaskan Yoona!" Teriak Melinda panik langsung mengejar Kenzo.
"Tuan......"
__ADS_1
"Ramos kumpulkan semua karyawan di lobby sekarang juga!" Titah Kenzo yang tak ingin di bantah sedikitpun
"Baik Tuan" jawab Ramos yang segera berlari.
Sedangkan Alisya yang menjadi biang masalah kini duduk tenang di kursi kebesaran sambil menyunggingkan senyum miring.
"Berani mengusikku maka berani menerima akibatnya" kata Alisya yang tersenyum licik.
BRAKK
Aaa
"Kalian semua lihat baik-baik wajah kedua orang ini terutama wanita ini" teriak Kenzo yang menarik rambut Yoona sehingga mendongak.
Sreet
Hiks
"Wajah ini jangan biarkan dia masuk dalam perusahaan walau hanya selangkah saja. Jika aku tahu ada yang memasukkannya akan aku pecat dengan tidak hormat"kata Kenzo penekanan.
"Baik Tuan" balas mereka serentak.
"Kenzo Apa yang di lakukan istrimu itu..."
"Diam! Apa yang dilakukan istriku selalu benar" Sentak Kenzo menatap tajam Melinda.
"Ken..."
"Lalu kamu mau membenarkan kelakuan keponakan tersayang ini? Istri mana yang dia melihat suaminya didekati seorang ******? Jangan karena ibunya seorang wanita penghibur maka dia juga akan seperti itu"
Deg
Yoona yang mendengar bentakan Kenzo langsung menegang apalagi saat Kenzo mengungkit masa lalu ibunya. namun Yoona tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya.
"Hiks hiks lepas hiks" ucap Yoona dengan pelan.
Wajahnya yang merah karena tamparan dari Alisya kini semakin merah karena tangisan. Yoona merasakan sakit luar biasa pada kepalanya karena Kenzo yang menarik rambutnya begitu keras. Bahkan Yoona merasakan kepalanya seperti sedang dikuliti hidup-hidup.
"Ah begitu saja menangis" ucap Kenzo sinis yang melepaskan tarikannya pada rambut Yoona.
"Ramos mainanku!"
Deg
Sontak semua orang langsung memegang saat mendengar kata mainan. Jika sudah seperti ini maka akan ada pertumpahan darah lagi. Semua karyawan langsung menatap Yona dengan tatapan yang berbeda-beda. Ada yang menatap iba dan kasihan ada pula yang menatapnya dengan sinis.
"Bibi hiks sakit hiks" kata Yoona yang melihat ke arah Melinda.
Melinda yang melihat jika sang keponakan kesakitan langsung bergerak mendekat titik namun sebelum sampai di depan Yoona Melinda langsung dicegat anak buah dari Kenzo.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!" Beri aku Melinda yang memberontak namun tidak dihiraukan oleh dua orang yang memegangnya itu.
"Ini Tuan"
Kenzo menyeringai dingin mengambil mainan yang dimaksud adalah belati kecil namun sangat tajam.
"Berhentilah berteriak wanita tua"kata Kenzo penuh penekanan melirik Melinda, "jika tidak ingin aku memotong pita suara jelekmu itu" tambah Kenzo.
Glek
Melinda yang mendengar ancaman Kenzo langsung berhenti memberontak. Apalagi saat melihat pistol kecil yang ada pada tangan Kenzo membuat Melinda terdiam kaku dengan mata yang melotot.
Sedangkan Yoona sudah semakin takut saat melihat Kenzo yang berjalan ke arahnya.
"Ka...kamu ma...mau a...apa?" Tanya Yona yang meringus mundur namun langsung ditahan oleh anak Kenzo.
"Menjauh hikspergi...!"
"Kenapa mundur? Di mana keberanian kamu saat tadi dengan berani duduk di pangkuanku?"
"Ma....maaf A...aku min...minta maaf. A....aku ti...tidak sengaja hiks a..aku kesandung hiks aku benar-benar tidak sengaja to....tolong ampuni aku hiks. A...ku melakukan i...itu karna mencintaimu. A...ku jatuh cinta pada pertemuan pertama kita"
"Mencintaiku?"
Hahahaha
Kenzo tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Yoona yang sangat bodoh. Yona bilang tidak sengaja melakukannya tapi tidak secara langsung dia juga mengungkapkan bahwa dia sengaja melakukannya. Benar-benar licik pikir semua orang.
"Tangan mana yang berani menampar istriku?"
__ADS_1