
Jika pasangan si bar-bar dan si kaku sedang bahagia maka begitu pula si pasangan utama kita yaitu Alisya dan Kenzo.
Alisya yang habis mandi langsung membuka lemari pakaiannya namun matanya terbelalak saat melihat jika pakaian yang tergantung di dalam lemari itu semuanya adalah baju kurang bahan dan jaring laba-laba.
"Ini kerjaan siapa sih. ini kenapa baju yang belum selesai di simpan lemari aku terus juga ini jaring laba-laba kenapa malah disini coba. pakaian aku kemana? jangan-jangan ini ulah si Kenzo." gerutu Alisya yang menatap kesal puluhan baju kurang bahan dan jaring laba-laba di dalam lemarinya.
"Dia fikir aku mau gitu pakai nih jaring laba-laba? OGAH"
Dengan kesal Alisya beranjak dari lemarinya laku berpindah pada lemari pakaian Kenzo. setelah lemari terbuka Alisya mulai mencari kemeja yang mungkin pas di tubuhnya
Setelah mencari beberapa menit tidak ada yang pas di tubuhnya terpaksa Alisya memilih kemeja warna putih yang. begitu kegedean.
"Begini lebih baik daripada aku pakai jaring laba-laba, itu sangat menakutkan" guman Alisya yang bergidik ngerti.
Alisya kembali ke ruang kamar mereka lalu langsung menuju jendela menatap pemandangan malam hari yang begitu indah di temani bulan yang bersinar cerah.
Ceklek
Glek
Kenzo yang baru keluar dari kamar mandi mematung melihat Alisya yang tengah berdiri di dekat jendela namun bukan itu fokus Kenzo. fokus Kenzo jatuh pada paha dan kaki jenjang sang istri yang begitu panjang dan bersinar.
"Kenapa dai tidak memakai pakaian yang aku belikan" kata Kenzo dalam hati.
Kenzo berjalan ke arah Alisya lalu memeluknya dari belakang membuat Alisya kaget.
Grep
"Kenapa tidak baju yang aku belikan" bisik Kenzo di telinga Alisya.
"Itu bukan baju tapi jaring laba-laba" balas Alisya.
"Aku sengaja membelikannya untuk mu" kata Kenzo.
Kenzo masih betah dengan posisi memeluk Alisya dari belakang namun bibirnya terus mengecup dan menghisap pelan leher Alisya.
__ADS_1
"Ken.. geli"
ucap Alisya yang langsung berbalik bermaksud mendorong Kenzo untuk menjauh namun keburu Kenzo yang memeluk pinggangnya dengan erat.
Cup
Kenzo menarik tengkuk Alisya menc*um bibir Alisya dengan lembut dan 0enuh cinta.
"Aku mencintai mu" ungkap Kenzo di sela-sela ciumannya.
Alisya tersenyum mendengar ungkapan Kenzo dan mulai membalas ciuman Kenzo. mereka melanjutkan ciuman manis nan lembut namun lama kelamaan menjadi c**man dan l*mat*n yang panas dan menuntut sampai membuat keduanya benar-benar mabuk kepayang.
Kenzo membawa dan menuntut istrinya untuk berjalan ke arah ranjang. sampai di ranjang Kenzo membaringkan Sang istri di atas ranjang lalu mulai menc**m Kembali b*b*r manis Alisya, Tangannya mulai menjelajah lekuk tubuh indah sang istri membuat Alisya lagi lagi merasakan sensasi rasa aneh yang seakan membakar seluruh pembuluh darahnya yang menjadi mendidih.
Keduanya larut dalam pelukan dan kehangatan akan penuh cinta, hari telah larut,mereka menyatukan gejolak dalam dada mereka masing-masing, jantung yang saling beradu dan bersahutan, bisik-bisikan cinta yang saling bertautan bagai nyanyian indah di malam romantis pasangan suami istri yang begitu mesra dan intim malam ini.
cinta bermekaran bagaikan kembang api di malam tahun baru menjelajah lembah surga dan mendaki gunung ke puncak Himalaya bersama membuat mereka merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.
Kenzo begitu bersemangat membuat sang istri terus mengeluarkan nyanyian dan merdu dan indah yang semakin membakar dirinya untuk terus sampai ke puncak sampai malam menjadi larut mereka seolah tidak hilangnya saling memberi kehangatan satu sama lain.
" Ken....zo"
Alisya dengan sekuat tenaga menahan suara laknat itu tapi tidak bisa membuatnya terus mengeluarkan suara laknat yang membuat Kenzo semakin terbakar.
"Kenz.....zo"
"Ya...... teruslah panggil na...nama ..ku baby" bisik Kenzo di telinga Alisya dengan deru napas yang memburu.
Beberapa menit kemudian terdengar napas Kenzo semakin memburu matanya penuh akan ga*rah, terus berpacu lebih cepat membuat Alisya memekik beberapa kali tidak lama itu di susul Kenzo yang mendesah panjang.
"Ba....baby......aku datang"
Kenzo ambruk setelah menembakan bibit unggulnya ke dalam rahim sang istri.
"Terima kasih dan aku mencintaimu istri ku" ungkap Kenzo yang mengecup pelipis Alisya.
__ADS_1
Hah hosh hosh
Terdengar suara napas mereka yang masih memburu setelah pergulatan panjang tadi. kulit Alisya yang putih semakin bersinar mengkilat saat tengah bermandikan keringat seperti itu namun Kenzo dengan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak lagi menyerang Alisya.
"Stop Kenzo....! malam ini cukup 3 ronde dia istri mu bukan j*l*ng Yang akan kamu mainkan untuk memenuhi na*su mu" ucap Kenzo dalam hati menekankan pada diri sendiri untuk tidak menyerang Alisya walau di bawah sana sudah menegang.
"Tidurlah" ucap Kenzo yang menarik Alisya dalam pelukannya.
Alisya hanya bis menurut karna sekarang dia benar-benar lelah walau hanya tiga kali namun Kenzo itu memiliki tenaga yang besar.
Alisya merapatkan dirinya kepada Kenzo lalu mulai menutup matanya karna memang sekarang dia butuh waktu istirahat.
Beberapa menit kemudian mendengar suara napas Alisya yang teratur Kenzo segera turun dari ranjang lalu menuju kamar mandi tidak lama Kenzo kembali dengan baskom kecil di tangannya.
Kenzo menyibak selimut Alisya hingga lagi lagi dia harus menelan ludah saat melihat tubuh bulat sang istri yang tak terhalang sehelai benang sekalipun.
"S**t tahan Kenzo" umpat Kenzo saat melihat pusat inti dirinya kembali bangun.
Kenzo menggeleng-gelengkan kepala beberapa kali mengusir pikiran kotor yang memenuhi kepalanya.
Kenzo dengan lembut membasuh dan membersihkan milik **** istrinya dengan handuk kecil yang dia celupkan di air hangat. terlihat beberapa kali Kenzo terus membasuh dan membersihkan melakukannya beberapa kali hingga yakin Sudah bersih.
Setelah yakin Bersih Kenzo segera beranjak mengambil sesuatu di laci nakas yang ternyata berupa salep yang di berikan Kris pada tempo hari.
Dengan telaten dan penuh kelembutan Kenzo mengoleskan salep itu ke bagian yang terlihat memerah setelah semua selesai Kenzo kembali menyelimuti Alisya dengan baik.
Kenzo beranjak berdiri lalu berjalan kembali ke arah kamar mandi lalu keluar dan langsung melihat jam di dinding yang menuju jam 3 dini hari. Kenzo segera naik di atas ranjang lalu memeluk sang istri.
"Selamat malam istri ku" ucap Kenzo mengecup kening Alisya lalu ikut memejamkan matanya menuju alam mimpi.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Segitu saja ya😁 nggak usah minta banyak-banyak nanti malah di tolak soalnya😂
Oh yah bab ini sebenarnya bab 191 tapi karna lagi eror jadi ketukar dan jadi bab 194 jadi harus baca ini dulu yah baru baca bab 192-193.
__ADS_1