Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
memutuskan hubungan


__ADS_3

"Ka...kamu akan masuk di perusahaan" Edric bertanya dengan terbata-bata, Aliran darahnya seperti tersumbat membuat wajahnya menjadi pucat pasi.


"Aku tidak bilang akan masuk perusahaan Tapi jika aku mau aku bukan masuk melainkan akan langsung mengambil Alih" jawab Alisya santai mampu membuat Edric Reva dan Alexa langsung pucat pasi. perusahaan adalah aset mereka satu-satunya yang mengalirkan uang ke ATM mereka jika perusahaan itu di ambil alih maka di pastikan mereka akan hidup miskin walau Edric mempunyai saham disana tapi itu lebih besar dari punya Alisya.


"Kamu mengancam Daddy" Edric menggertakkan giginya menatap nyalang Alisya.


"Aku tidak mengancam Tapi jika tidak percaya maka bersiaplah" Kata Alisya penuh seringaian licik.


"Kau...."


"Lagipula kalian itu bukan siapa-siapa aku lagi" potong Alisya.


"Kami orang tuanya ALISYA" bentak Reva yang tidak bisa menahan emosinya lagi.


"Orang tua yang mengabaikan aku, orang tua yang hanya memikirkan satu putrinya tanpa melihat keberadaan ku, orang tua yang hanya bisa membuat aku menangis, orang tua harusnya memberi kebahagiaan kepada anaknya bukan malah memberikan kehidupan yang seperti Neraka untuk anaknya" Alisya berkata dengan pedas dan itu cukup mampu membuat manusia di depannya itu bungkam.


"Jika begitu tidak usah kembali lagi ke kediaman Beatrix" Kata Edric mengancam. Ia yakin Alisya akan membatalkan niatnya untuk balas dendam karna Alisya sangat menyayangi mereka.


"Sudah pasti. aku tidak akan pernah kembali ke neraka yang berwujud rumah itu" kata Alisya dengan yakin. tekadnya sudah bulat ia akan membalas dendam dan akan keluar dari rumah itu lalu mengambil semua haknya, dia tidak peduli jika kehidupan ketiga manusia di depannya menderita atau bahkan tidur di jalanan sekalipun. Kini yang ada di pikirannya hanya balas dendam hatinya telah di penuhi akan dendam yang membara.


"Dan anda Tuan Edric yang terhormat persiapkan dirimu karna aku akan segera datang untuk mengambil apa yang memang seharusnya milikku" Lanjut Alisya menatap Sinis pria yang menjadi ayahnya itu.


"Kau....DASAR ANAK TAK TAHU DI UNTUNG" bentak Edric melayangkan tangannya untuk menampar Alisya


Dor


Aaaaa


"JAUHKAN TANGAN KOTOR MU DARI WANITAKU" Kenzo berteriak dengan memancarkan aura gelap di seluruh ruangan itu membuat semua orang menggigil ketakutan bahkan Alisya sekalipun.


"Tu....tuan Ke...Kenzo" Edric dengan gemetar menoleh ke arah Kenzo yang sedang menatapnya Nyalang yang siap untuk menelannya hidup-hidup. wajah Edric langsung memucat bukan karna kekurangan darah melainkan karna wajah Kenzo kini terlihat sangat menyeramkan dengan mata setajam silet itu.

__ADS_1


"Kenzo kenapa kamu menembak Daddy ku" Alexa bertanya kepada Kenzo sambil berjalan ke arahnya.


"Majulah selangkah lagi akan aku hancurkan isi kepalamu itu" kata Kenzo datar dan dingin.


Alexa langsung menghentikan langkahnya saat mendengar ancaman Kenzo. Ia sendiri tahu setiap ucapan Kenzo tak pernah main-main jika bilang bunuh maka ia akan membunuh tanpa pandang bulu.


"Kenzo...."


"Berhenti memanggil namaku dengan mulut busukmu itu. Panggil aku TUAN!" sentak Kenzo membuat Alexa kaget


"PANGGIL AKU TUAN!" ulang Kenzo


"Tu...tuan" kata Alexa dengan pelan kedua tangannya meremas ujung pakaiannya, matanya memerah karna menahan amarah.


"Bagus, ke depannya kalian harus memanggilku Tuan. jika tidak aku tidak keberatan untuk menghancurkan kepala kalian itu" Ucap Kenzo memberi peringatan sekaligus ancaman untuk ketiga manusia di depannya ini yang telah menyakiti wanitanya begitu dalam.


Siapa sangka ternyata dari awal Kenzo hanya berdiri di depan pintu sehingga ia mendengar dengan jelas semua yang mereka katakan kepada Alisya.


Amarah Kenzo membuncah saat mendengar Reva meminta kepada Alisya untuk melepaskannya untuk bersama Alexa setelah itu mereka akan menyayanginya.


Kenzo hampir tidak bisa menahan diri untuk masuk namun ia masih penasaran bagaimana jawaban Alisya sehingga ia tetap dengan sabar menunggu jawaban Alisya walau dalam hati ia sudah bertekad sekalipun Alisya melepaskannya, Ia sendiri tidak akan melepaskan Alisya sampai kapanpun itu.


Namun lagi lagi darahnya saat pria paruh baya itu mengusir Alisya dari rumahnya dan Puncaknya saat Edric membentak Alisya, Kenzo langsung masuk matanya melotot melihat ayunan tangan Edric hingga tanpa ragu Kenzo mengambil pistol yang memang selalu ada di pinggangnya bahkan tanpa ragu Kenzo langsung menarik pelatuk pistol itu. syukur saja ruangan Alisya kedap suara jadi suara letusan peluru tak sampai ke dengar keluar.


"Ssssst" Edric mendesis menahan sakit di lengannya akibat tembakan Kenzo.


"Mas" Pekik Reva melihat suaminya seperti menahan sakit dan darahnya pun berubah kehitaman.


"Lebih baik kalian segera mencari Dokter jika terlambat maka terimah akibatnya." kata Kenzo tersenyum sinis lalu berjalan mendekat ke arah Alisya.


"Apa maksud Tuan" Tanya Reva kepada Kenzo sambil memapah Edric.

__ADS_1


"Racun" jawab Kenzo singkat padat dan jelas.


"RACUN" pekik Alexa dan Reva menatap tajam Kenzo yang berjalan ke arah Alisya.


"Kalian lupa siapa yang kalian hadapi" kata Kenzo


Mendengar itu Edric Revan dan Alexa langsung memucat terutama Edric kini wajahnya sudah pucat Pasi bahkan jika jika di gores pun pakai pisau muka Edric itu tak akan keluar darah lagi (Canda Eaalah).


Dulu Edric berfikir sekejam apapun Kenzo ia pasti tidak akan berani menyakitinya karna ia adalah Ayah kandung dari wanita yang dia dekati tapi sekarang ini Edric langsung paham Kenzo akan menghabisi siapa pun yang mengusik Alisya bahkan jika harus dia sendiri. Edric semakin kalut dan takut sekarang semua posisi tidak ada yang aman untuknya dan Reva sekaligus Alexa.


"Tuan....apa yang Tuan lakukan Tuan menembak ayah aku, ayah Alisya juga" kata Alexa lemah lembut masih berusaha untuk menarik simpati Kenzo.


"Cih apa peduliku" jawab Kenzo tanpa perasaan membuat Alisya yang sedari tadi hanya memperhatikan langsung tersenyum tipis.


"Alisya bagaimana pun dia Daddy kita" kata Alexa menatap Alisya dengan mata berkaca-kaca sedangkan Alisya yang melihat hanya bisa mengerutkan dahi. Emang Alisya salah apa dia hanya diam pikir Alisya menatap aneh Alexa yang sedang menangis di depannya.


"Dia bukan ayah aku lagi. dia orang asing" Kata Alisya membuang muka.


"Alisya kamu membuang kami" kata Alexa dengan ekspresi kaget. Entah kaget pura-pura atau kaget benaran hanya dia yang tahu.


"Bukankah kalian eh salah mereka membuang diriku lalu hanya fokus padamu bahkan kamu ikut andil dalam hal ini" balas Alisya menatap sengit Alexa


"Kamu...."


Bruk


"MAS......"


Hay Hay apa kabar para pembaca setiaku? Author harap semua baik-baik saya yah😄


Jangan Lupa yah Beri Vote like and tinggalkan jejak di komentar Biar Author semangat Nulisnya dan Up-Nya😀😀💪

__ADS_1


__ADS_2