
"Tidak ada saya hanya ingin memberi hadia kecil kepada Tuan apa bisa?" kata Kenzo datar.
"Hoho dengan senang hati anak muda akan aku terima" balas pria itu.
Mendengar itu Kenzo menyembunyikan senyum sinis di sudut bibirnya lalu berjalan ke arah pria itu dengan tatapan datar.
BUGH
"Apa yang kamu lakukan ha.......?" teriak pria itu yang tak lain adalah Robert.
"Memberimu pelajaran karna sudah berani menjebak wanitaku" kata Kenzo santai.
"Sialan......." umpat pria itu lalu berdiri dan menyerang Kenzo membabi buta namun Kenzo hanya terus mengelak dan menghindar tanpa membalas serangan pria itu.
Bugh
Bugh
Bugh
"Kalian cepat serang mereka" teriak Robert dengan napas yang terengah-engah.
Dor
Dor
Dor
Kedua kubu langsung baku tembak dengan brutal Sedangkan Kenzo dan Robert langsung kembali adu jotos.
Alisya yang melihat Kenzo dan Robert sedang saling menyerang hanya tersenyum tipis lalu pandangannya menelusuri keadaan sekitar.
"Nona awas......."
Dor
Sret
Untung saja Kenzo bergerak cepat jika tidak maka dapat di pastikan Alisya akan menjadi sasaran peluru itu lagi.
"Fokus baby kita akan segera menemukannya tapi kamu fokus dulu" kata Kenzo dengan datar namun matanya memancarkan kekhawatiran.
Dor
Aaaa
"Justin" teriak Alisya melihat orangnya tertembak.
"Kalian benar-benar berani mengganggu kedamaianku maka kalian juga harus menerima akibatnya"
Tiba-tiba suara berat itu terdengar lalu di susul munculnya pria yang setengah baya namun masih terlihat gagah walau sayang di wajahnya terdapat bekas luka yang panjang dan mungkin tidak bisa di hilangkan.
Alisya langsung menatap tajam pria di depannya kedua tangannya mengepal dengan erat rahangnya mengeras dengan gigi yang menyeletuk.
Deg
"Aura ini" pria itu langsung menegang karna dapat merasakan hawa membunuh yang sangat kental dan sedikit familiar.
Pria itu segera mengedarkan pandangannya menatap satu persatu musuh yang berdiri di depan matanya termaksud Kenzo hingga matanya langsung menubruk mata gadis di belakang Kenzo yang sedang menatapnya tajam. gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya.
"Siapa kau?" tanya pria itu datar menatap tajam Alisya yang masih terus menatapnya.
"Perantara dirimu dan tuhan" jawab Alisya ambigu membuat pria di depannya itu mengernyit bingun.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya pria itu tidak mengerti.
"Siapa kau?" Kenzo bertanya dengan nada datar dan dingin lalu menarik lembut Alisya menyembunyikan di belakang tubuhnya.
"Ketua asli Black Dragon. David Dafison"
Bukan pria itu yang menjawab melainkan Alisya membuat Kenzo langsung bertambah waspada. sedangkan pria itu untuk sesaat membulatkan matanya terkejut lalu dengan cepat David menggantikannya dengan wajah datar.
"Bagaimana kau tau nama ku?" David bertanya dengan hawa dingin namun Alisya hanya diam.
"JAWAB" bentak David.
"Karna aku akan segera mencabut nyawamu" jawab Alisya penuh penekanan.
"Cih dasar ******"
Alisya yang mendengar umpatan David langsung menerjang David dengan pukulan tapi David bisa mengelak.
Bugh
Bugh
Bugh
Alisya terus menyerang David walau Alisya tidak bisa menjangkau David. beberapa menit kemudian terlihat Alisya mulai terpojok wajahnya sudah membiru sudut bibirnya sobek karna pukulan dari David.
Sret
Bugh
Kenzo yang melihat wanitanya terpojok segera menolong Alisya dengan menendang keras dada David hingga mundur beberapa langkah.
"Are you oke baby?" Kenzo bertanya dengan cemas menatap sendu wajah kekasihnya yang sudah babak belur.
"Kamu hadapi dia saja nanti David aku yang bereskan" kata Kenzo penuh penekanan.
"Tapi....."
"Mengertilah baby. aku tahu kamu kuat tapi David bukan lawan kamu apalagi tangan kanan kamu terluka" potong Kenzo cepat.
Alisya diam lalu melirik lengan kanannya yang terkena peluru tadi awal masuk mension.
"Baiklah" kata Alisya pelan.
Alisya dan Kenzo lalu berdiri dengan tangan yang saling bertautan.
"Wow tak ku sangka ternyata kalian sepasang kekasih." kata David menatap takjub pada Alisya dan Kenzo namun di mata Alisya tatapan itu begitu menyebalkan.
"Robert apa kamu tahu jika mereka adalah sepasang kekasih" lanjut David bertanya kepada rekannya yang berdiri di sebelahnya.
"Hahaha aku tidak tahu tapi aku syukuri karna aku pernah mencicipi tubuh wanita itu" kata Robert penuh ejekan.
"Sialan......"
Kenzo dan Alisya langsung menyerang Robert dan David secara bersamaan.
"Bahkan tubuhmu itu begitu nikmat baby tapi sayang aku tidak berhasil memasukimu" kata Robert dengan senyum mesumnya.
"Jangan salahkan aku" guman Alisya yang matanya tiba-tiba memerah karna menahan amarah.
Alisya menyerang Robert dengan amarah yang sudah di ubun-ubun. kali ini Alisya mengeluarkan semua kekuatannya terhadap Robert.
Bugh
__ADS_1
Bugh
Krek
Srek
Syat
Beberapa menit kemudian Alisya berhasil melumpuhkan Robert begitu pula Kenzo yang sudah membuat David terkapar tak berdaya di atas lantai itu.
KREKK
AAAAAAA
Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. mereka langsung bergidik ngeri melihat senyum iblis Alisya yang berhasil mematahkan kedua kaki Robert.
"Hukuman itu adalah hukuman kecil dariku karna sudah berani merendahkan ku" ucap Alisya dengan sinis lalu berjalan ke arah Kenzo.
Tanpa sepengetahuan Alisya ternyata di dekat Robert ada sebuah pistol. Robert melihat pistol itu lalu mengambilnya dan langsung membidik Alisya yang membelakanginya.
Dor
"BABY/NONA......"
Bruk
"Bi....Bimo" ucap Alisya gemetar.
"Syukurlah saya tepat waktu, No....nona" ucap Bimo menatap sayu Alisya namun masih bisa tersenyum.
"Bimo.... kamu bertahan" kata Alisya dengan suara gemetar saat merasakan cairan di belakang tubuh tegap Bimo yang sudah menubruknya.
"JUSTIN TEMBAK MATI PRIA TUA ITU." teriak Alisya histeris.
"Nona biar kami urus" kata Kris yang mengambil alih Bimo yang sudah setengah sadar.
Alisya diam mematung melihat anggota Kenzo memapah Bimo.
"Bawah pria ini ke markas" perintah Kenzo kepada anggotanya.
"Baby are you oke?" Kenzo bertanya dengan cemas.
"Di.......dia ter.....tembak di.....dia akan baik-baik sa.....saja kan?" Alisya bertanya dengan nada bergetar pandangan matanya pun kosong.
"Dia akan baik-baik saja percaya padaku. sekarang kita pulang" kata Kenzo lalu menggendong Alisya dengan gaya bridal style namun Alisya tak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Baby berhentilah mencemaskannya. aku cemburu" kata Kenzo dengan kesal.
Jangan anggap jika Kenzo mengatakannya karna ingin menghibur Alisya Bulshit Kenzo benar-benar cemburu melihat tatapan cemas Alisya untuk pria lain. Kenzo tidak tahu bagaimana hubungan keduanya walau terlihat selama ini mereka seperti bawahan dan atasan tapi Kenzo tidak tahu seperti apa cerita mereka di masa lalu.
Kenzo akui dia cukup protektif dan cemburuan namun Kenzo benar-benar tidak sanggup bila harus kehilangan Alisya.
Kenzo menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. dalam mobil itu hening tak ada yang membuka suara. Kenzo yang dengan pemikirannya bertanya-tanya bagaimana hubungan sebenarnya antara Alisya kekasihnya dengan Bimo yang dia tahu jika sebagai wakil Ketua dari kelompok Alisya.
Sedangkan Alisya pikirannya melayang pada kenangan masa lalu dimana Bimo yang terus melatihnya hingga jadi gadis kuat yang tak mudah di tindas, Bimo yang selalu membelanya jika Kakek XU memarahinya, Bimo yang menjelma menjadi sosok kakak dan Ayah untuknya, Bimo yang rela menggantikan hukumannya saat terkena hukuman dari Kakek XU walau Bimo tak mengatakannya tapi Alisya tahu akan hal itu.
Tanpa Alisya sadari air mata itu jatuh begitu saja di pelupuk matanya. dadanya begitu sesak mengingat pengorbanan apa saja yang telah di lakukan Bimo untuknya. semua yang terjadi pada Alisya tak luput dari pandangan Kenzo hingga sekuat tenaga Kenzo mencengkram setir mobil untuk melampiaskan amarahnya.
Ckit
Kenzo memberhentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menoleh ke Alisya yang masih menangis dalam diam dan tatapan kosong.
"Alisya tenanglah semua akan baik-baik saja. ku mohon jangan menangis kau membuatku sakit baby" Ucap Kenzo lirih
__ADS_1