Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Tamparan


__ADS_3

Waktu terus berputar dengan hari hari terus berlalu hingga tak terasa sudah 1 Minggu terlewatkan peristiwa meninggalkannya Wijaya.


Sudah 1 Minggu ini pula Alisya terus menempeli Kenzo seperti perangko yang kemana pun Kenzo pergi maka Alisya akan terus mengikutinya layaknya anak ayam yang mengikuti induknya bahkan untuk urusan perusahaan Beatrix Company kini Alisya telah menyerahkannya kepada Justin anggotanya di Dark Devil.


Ada yang masih ingat Justin? jika lupa Author beri tahu Justin ada di episode sebelumnya yang berprofesi sebagai pengacara namun karena perintah langsung dari sang nona membuatnya melepaskan pekerjaannya sebagai pengacara untuk sementara waktu.


1 Minggu Alisya terus bersikap berbeda membuat Maya heran dan bertanya-tanya akan perubahan sikap Alisya yang bisa di bilang jauh dari kata normal tapi Kenzo malah senang Karna Alisya begitu manja dan lengket padanya walau begitu Maya tetap takut ada apa-apa dengan sahabat baiknya itu.


Maya merasa aneh karna Alisya akan bersikap manja dan berperilaku aneh saat bersama dengan Kenzo saja sedangkan jika bersama dirinya atau yang lain maka Alisya akan bersikap normal seperti biasa.


Dulu Maya berfikir Alisya begitu karna dia sudah benar-benar mencintai Kenzo tapi setelah di lihat-lihat kembali Maya merasa ada yang janggal dengan Alisya namun Maya tidak bisa apa-apa karna Kenzo malah terlihat senang dengan hal itu.


Sudah seminggu ini pula Maya dan Alisya tinggal di apartemen yang sama yaitu apartemen Alisya.


Ada yang bertanya bagaimana dengan keadaan Leon dan Marissa?


Keadaan mereka jauh dari kata baik-baik saja saja, Leon yang berusaha keras mencari investor sana sini namun belum juga mendapatkannya. Wajah yang dulunya terlihat rapi dan cerah kini telah berganti wajah kusam dan kumis jakung telah tumbuh menghiasi wajah Leon namun Leon tidak perduli akan itu.


Sedangkan Marissa wanita tua itu sudah satu Minggu mengurung dirinya di dalam kamar miliknya yang terus menangisi Wijaya suaminya.


Kediaman yang dulunya di huni beberapa pelayan dan penjaga kini hanya tersisa 1 orang pelayan dan 1 orang satpam saja karna Leon tidak sanggup lagi membayar para pelayan dan satpam.


Marissa hanya berdiam diri tanpa memegang atau membuka ponsel jadi tidak mengetahui berita terancamnya perusahaan Sward Company bangkrut jika Marissa mengetahui itu maka dapat di pastikan bisa-bisa wanita tua itu langsung gila karna harus hidup susah.


"Alisya kamu mau kemana" tanya Maya yang melihat Alisya lewat dengan pakaian yang rapi.


"Ke perusahaan Kenzo" jawab Alisya seperti biasa datar dan dingin.


"Duduk dulu ada yang ingin aku bicarakan" ucap Maya serius.


Alisya yang mendengar nada suara Maya yang terdengar serius pun memilih duduk di sofa depan Maya.


"Alisya aku ingin bertanya" ungkap Maya menatap ragu Alisya.


"Tanyakan saja tidak perlu ragu" balas Alisya yang melihat keraguan di mata Maya.


"Alisya apa menurutmu sifat kamu ke Kenzo itu nggak sedikit berbeda?" tanya Maya takut-takut.


"Berbeda dari mananya? menurut aku itu hal biasa dia kan kekasih aku Maya jadi wajar dong kalau aku manja dan posesif sama dia" kata Alisya.


"Tapi Alisya sifat kamu itu sudah seperti....." kalimat Maya terpotong dengan apa yang di katakan oleh Alisya.


"Seperti apa? seperti ****** maksudmu gitu? kamu kenapa si May Kenzo itu kekasih aku sudah hal biasa bukan jika seorang kekasih bermanja pada kekasihnya. kamu tidak menyukai Kenzo bukan?" kata Alisya menatap Maya sinis


Deg


Maya merasakan ngeri di hatinya bukan karna menyukai Kenzo tapi melihat tatapan sinis Alisya dan nada sinis Alisya membuatnya merasakan sesak.


"Aku harap kamu tidak melebihi batas mu dengan mencintai kekasih aku sendiri May karna jika itu terjadi aku tidak keberatan jika harus memusuhi mu. Kenzo adalah sumber kebahagiaan aku maka akan aku pertahankan sampai aku mati sekalipun" ungkap Alisya lalu beranjak berdiri lalu pergi meninggalkan Maya yang mematung.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin merebut apa yang menjadi sumber kebahagiaan kamu Lis tapi.... aku merasa sifat kamu berubah dan sedikit aneh" Guman Maya menatap sendu tempat yang di lewati oleh Alisya.


Sedangkan di bawah Alisya tengah menuju mobilnya namun sebelum sampai di mobil tangannya di cekal seseorang membuatnya berhenti jalan.


"Sia.......pa Leon" guman Alisya melihat orang yang mencekal tangannya adalah orang dari masa lalunya.


"Lepaskan...!" sentak Alisya namun pegangan tangan Leon begitu erat hingga tak terlepas.


"Lepaskan atau aku melakukan dengan cara kasar" kata Alisya datar dan dingin.


"Alisya dengarkan aku dulu sebentar." kata Leon dengan memelas.


"Baiklah. sekarang lepaskan" titah Alisya.


Melihat Alisya mau mendengarkan dirinya Leon dengan pelan melepaskan tangan Alisya.


"Sekarang katakan cepat....! aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan keluh kesahmu" ucap Alisya sinis.


"Alisya aku mohon tolong bujuk Tuan Kenzo agar melepaskan perusahaanku" ucap Leon memelas


"Apa maksud kamu?" tanya Alisya heran.


"Alisya Tuan Leon membocorkan data-data rahasia perusahaan ku hingga membuatnya gulu tikar tidak hanya itu Tuan Kenzo juga menghasut para pegang saham untuk menarik sahamnya pada perusahaanku"


"Ha.....? bagaimana bisa Kenzo yang menjadi sasarannya jelas-jelas itu rencana aku yang membocorkan data perusahaan itu ke internet"


"Cih lalu apa urusannya dengan aku? itu resiko kamu."


"Alisya tolong mengerti aku. Perusahaan hampir bangkrut, Daddy meninggal karna kecelakaan dan Mommy, Mommy sekarang hanya mengurung diri di kamar dia stres Alisya...!"


"Lalu kenapa kalau dia stres aku malah berharap wanita tua itu menjadi gila."


PLAK


"Kau....... kau berani menamparku?"


"Kenapa tidak kamu benar-benar tidak punya hati mendoakan Mommy ku menjadi gila Alisya."


"Aku tidak punya hati? Lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu ha....? Mereka berdua menjadi dalang di balik kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuaku S****nnn"


Deg


Leon tertegun mendengar penuturan Alisya yang mengatakan kedua orang tuanya adalah dalang dari kecelakaan kedua orang tuan Alisya.


"Tidak mungkin itu tidak mungkin"


"Ck kau itu tau apa hanya anak manja dulunya dan tamparan ini akan segera aku balas maka bersiaplah menunggu kehancuranmu."


Selesai berkata seperti itu Alisya langsung berlari menuju mobilnya lalu pergi meninggalkan Leon yang hanya bisa mematung di tempat.

__ADS_1


"Dasar Leon s****n berani sekali dia menamparku. dia fikir aku samsak tinju apa?"


Alisya menjalankan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan umpatan dari para pengendara lain.


Sepanjang jalan Alisya terus menarik pegal Gas dan mulutnya terus komat Kamit mengomel karna ulah Leon.


Setelah berkendara ugal-ugalan 10 menit akhirnya Alisya sampai di perusahaan Kenzo tanpa ba-bi-bu Alisya keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil kasar.


Alisya langsung berlari masuk dalam perusahaan Kenzo yang langsung menuju lift khusus CEO dan orang-orang tertentu. tidak ada yang menghentikan Alisya karna mereka tau gadis itu adalah kekasih sang CEO.


BRAK


"byy hiks hiks hiks" teriak Alisya yang menangis bombay.


Kenzo yang sedang fokus pada leptop langsung terpenjat saat pintu di dobrak. jantung Kenzo langsung tersayat saat wanita yang dia cintai muncul dengan keadaan mengenaskan dan tangisan yang memilukan.


"BABY....!"


Pekik Kenzo yang langsung berdiri dan berlari ke Alisya yang sedang duduk menangis seperti anak kecil.


"Baby... Kamu kenapa hm"


Kenzo membuka tangan Alisya yang menghalangi wajahnya hingga mata Kenzo langsung berubah tajam saat melihat jika di sudut bibir wanitanya berdarah selain itu terlihat jelas cetakkan tangan besar di wajah Alisya membuatnya yakin jika wanitanya ini habis di sakiti.


Kenzo masih dengan mata tajam dan aura dingin langsung menggendong koala Alisya membawanya di ruang pribadinya.


Sampai di sana Kenzo mendudukan Alisya di pinggir ranjang lalu kenzo membuka laci mengambil kotak P3K.


"Siapa yang melakukan ini hm?"


Kenzo bertanya dengan suara berat dan menggeram menandakan jika sedang menahan amarah yang amat besar.


"Ayo jawab baby"


Kenzo mencoba sabar menghadapi kekasihnya itu yang hanya terus menangis.


"Leon....... Leon hiks dia menamparku ini sakit hiks"


Ungkap Alisya menunjuk pipi kirinya yang bengkak dan sudut bibirnya pecah.


"Bedebah itu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Jangan lupa mampir di karya baru Author ya😉 Ayo buruan ramekan biar Author senang😂😂😂


Judul : Mengejar Cinta Sang Mafia**


__ADS_1


__ADS_2