Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Bertemu lagi


__ADS_3

"Selamat menikmati Nona"


Deg


Alisya yang sedang bersiap untuk menyantap makanannya langsung terdiam kaku saat mendengar suara yang sangat di kenalnya dan sudah lama tidak di dengarnya.


Alisya dengan kaku mendongak hingga bisa melihat siapa sosok itu hingga tatapan keduanya bertemu.


"Alisya"


Sosok itu juga sama kagetnya seperti Alisya bahkan kini dia tak lagi menatap Alisya melainkan menundukan pandangan matanya.


"Leon....."


Sosok itu tak lain dan tak bukan Adalah Leon Cinta pertama sekaligus orang yang memberinya luka di saat dia mengkhianatinya dengan Alexa. Alisya ingin marah melampiaskan semua amarahnya yang masih tertahan bukan masih cinta namun masih ada setitik kebencian namun melihat keadaan Leon yang sekarang membuat hati nurani Alisya bekerja.


Sosok yang dulunya rapi dengan balutan Jass dan bekerja di kantor kini hanya bisa berpakaian sederhana dan bekerja pun di sebuah warung makan yang terlihat sederhana.


Hati kecil Alisya teriris melihat keadaan Leon yang sekarang bagaimana pun juga Leon adalah salah satu sosok yang menemaninya dan selalu ada di saat dia terpuruk dulu.


"Leon apa kabar?" tanya Alisya menatap lembut Leon.


"Ka....kabar ku baik. Ba.... bagaimana denganmu?" tanya Leon gugup.


Sebenarnya Leon cukup malu bertemu Alisya apalagi di saat kondisinya yang seperti ini namun mau gimana jika sudah takdir.


"Duduklah"


"Maaf Alisya bukan aku menolak tapi aku sedang bekerja"


"Minta izinlah pada Bos mu dulu ada hal penting yang ingin aku bicarakan" kata Alisya dengan serius.


Leon yang melihat jika Alisya benar-benar serius tanpa niat ingin menghinanya langsung menganggukan kepala lalu berbalik menuju tempat Bosnya atau pemilik dari warung makan itu ada.


Sedangkan Alisya langsung makan dengan lahap karna dia benar-benar lapar sekarang. Hingga beberapa menit kemudian terlihat Leon yang datang menghampiri Alisya.


Alisya yang merasa ada orang di sampingnya segera mendongak dan melihat orang yang di sampingnya yang ternyata adalah Leon.


"Duduklah" kata Alisya yang menyuruh Leon untuk duduk di depannya.


Leon yang mendengar ucapan Alisya langsung bergegas duduk di depan Alisya. walau jauh di lubuk hatinya dia cukup malu namun dia sampingkan hal itu.


"Kamu bekerja disini?" tanya Alisya yang mengedarkan pandangannya menatap sekitar.


"Ya aku kerja disini" jawab Leon pelan.

__ADS_1


"Sejak kapan?"


"Sejak perusahaan Daddy bangkrut. aku sudah kerja disini"


"Kenapa tidak melamar kerja di perusahaan lain?"


Leon yang mendengar pertanyaan Alisya langsung mengangkat kepalanya hingga bisa melihat lurus Alisya yang tengah menatapnya juga.


"Kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Alisya saat melihat jika Leon hanya diam dengan menatapnya rumit.


"Tidak bisa. bukankah kamu sendiri yang memBlacklist aku sehingga tidak dapat dan di tolak di perusahaan manapun" kata Leon yang terdengar tanpa adanya amarah atau pun setitik kebencian terhadap Alisya.


Deg


Alisya yang mendengar pengakuan Leon sontak tertegun. dia memang membuat perusahaan itu bangkrut namun tidak pernah memblacklist nama Leon jadi bagaimana bisa Leon di tolak sedangkan Alisya tau jika kinerja Leon memang bagus.


Sedangkan Leon yang melihat Alisya diam berfikir jika Alisya sedang menyesali keputusannya.


"Tak perlu menyesal Lisya, aku tau apa yang aku dan kedua orang tua ku di masa lalu adalah luka yang sangat amat dalam untuk mu. hukuman yang kamu berikan dengan hanya membangkrutkan perusahaan milik Ayahku itu adalah hukuman ringan tanpa melaporkan Mommy ku ke polisi hingga tak masuk penjara."


"Aku atau pun Mommy tak membenci mu kami sadar semua ini karma untuk kami. kami bersyukur kamu membuat perusahaan itu bangkrut dengan begitu kamu berhasil membuat kami sadar. sekali lagi meminta maaf baik untuk kesalahan ku ataupun kesalahan kedua orang tua ku di masa lalu. kamu tidak perlu merasa menyesal telah membuat kami jatuh miskin" terang Leon yang menggenggam tangan Alisya yang ada di atas meja.


Alisya yang melihat jika tangannya di genggam langsung menariknya.


Leon yang melihat penolakan Alisya hanya tersenyum masam padahal itu hanya perbuatan kecil namun wanita di depannya itu menolaknya secara terang-terangan.


"Ma.....maaf a...aku kelepasan" kata Leon dengan terbata-bata merasa tak enak kepada Alisya.


Alisya hanya diam tanpa membalas karna sekarang dia benar-benar sedang bingun bagaimana bisa Leon di Blacklist dari dunia bisnis itu sangat mustahil.


"Siapa yang melakukannya? seingat ku, aku tak pernah melakukan itu. berarti ada orang lain, tapi siapa?" batin Alisya yang bertanya-tanya.


"Alisya.... hey...."


Leon yang melihat Alisya yang terus diam dengan tatapan kosong segera menepuk bahu Alisya hingga membuat sang Empu sadar.


"Eh"


"Tidak perlu menyesal. kami baik-baik saja lagipula aku sudah punya pekerjaan dan Mommy juga sekarang jualan kue kami juga sudah punya rumah sendiri bukan lagi kontrakan jadi tidak perlu menyesal." ucap Leon lembut.


"Hm"


Alisya hanya berdehem sebagai jawaban. Terlihat Alisya yang menunduk membuka tasnya mencari sesuatu hingga Alisya kembali mendongak setelah menemukan apa yang dia cari.


"Besok datanglah ke Beatrix Company" kata Alisya yang menyodorkan kartu namanya kepada Leon yang mematung.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya Leon menatap dalam Alisya.


"Datanglah kesana, kebetulan posisi manajer kosong kamu bisa mengisi itu" terus terang Alisya yang tak ingin basa basi.


"Tapi....."


"Percaya atau tidak aku tidak pernah Blacklist nama mu. aku memang membuat perusahaan Ayah mu bangkrut namun aku tidak mendaftarkan hitam nama mu" potong Alisya cepat.


"A....APA"


"Tapi apa kamu yakin memberi posisi itu kepadaku kamu tau kan aku pernah mengkhianati kamu bisa saja aku juga mengkhianati kamu untuk yang kedua kalinya" ucap Leon.


Alisya yang mendengar itu hanya diam menatap dalam bola mata Leon yang juga menatapnya.


Deg


deg


deg


Jantung keduanya berdetak dengan irama yang berbeda, jantung Leon berdetak cepat dengan debaran yang begitu kencang sedangkan Alisya biasa saja.


"Apa kamu punya kesempatan untuk menghianati aku untuk kedua kalinya Leon?" Alisya bertanya dengan nada suara datar dan dingin yang menusuk.


"A....aku....." Leon tidak tau harus berkata apa untuk sekarang dengan bangga dia akan mengatakan tidak akan berkhianat namun hati manusia tidak ada yang tahu kapan akan berubah. Mata hati saja bisa buta apalagi jika di hadapkan dengan tahta dan harta.


"Aku tidak tahu. Hari ini aku akan mengatakan dengan yakin jika aku tidak akan mengkhianati kamu namun aku tidak tau ke depannya apa perkataan ku ini bisa di pegang atau tidak atau apa mata hati aku akan tetap terbuka atau mata hati aku tertutup" terus terang Leon yang tak ingin menyembunyikan apapun dari Alisya.


"Kesempatan kedua ini jaminannya adalah Nyawa Leon. jika kamu berkhianat aku tak segan-segan untuk mengambil Nyawa mu. kau tau aku bukan Alisya kecil yang begitu lemah seperti kelinci tapi Aku adalah Alisya yang berbeda singa yang akan menyerang siapa saja target mangsa ku" ucap Alisya yang menatap Leon dengan tatapan yang menusuk.


"Menurut mu apa kamu masih punya kesempatan untuk berkhianat di saat Nyawa mu dan Nyawa Mommy yang menjadi tahananya?" tambah Alisya menyerigai dingin.


"BABY.....!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***Informasi tambahan🤚 karna Novel ini akan segera ku tamatkan maka bulan ini Author adakan Give Away bagi yang memberi dukungan paling terbanyak sebanyak 3 orang di mulai hari ini tgl 1 dan pemenangnya akan di umumkan pada akhir bulan😉


Pulsaa 100K untuk juara 1


Pulsa 50K untuk juara 2


Pulsa 25K untuk juara 3


Jadi jangan lupa beri dukungan baik like atau vote setiap habis membaca perbab-nya agar Kalian juga para readers tidak sia-sia membaca karya-ku dengan menjadi pemenang Give Awaynya💪💪💪💪😉

__ADS_1


Ingat pengumumannya di akhir bulan bay😘😘😘😘😘🙈***


__ADS_2