
" Hehehe Menarik " Batin seseorang yang mengawasi Alisya dari sejak tadi tanpa di ketahui oleh Alisya.
" Sudah " Tanya Maya kepada Alisya
" Hm Naik Cepat kita harus segera pergi " perintah Alisya lalu melihat ke arah sekitar
brumm Brummmm
Alisya lalu meninggalkan tempat balapan dengan kecepatan yang Tinggi pastinya Maya Mengabsen lagi nama-nama binatang di kebun binatang karna Ulah Alisnya.
" Sial jangan sampai mereka menemukan gue secepat ini. Balas dendam gue disini bahkan belum gue mulai sialan " Umpat Alisya dalam hati mencekram dengan keras Stir Motor miliknya dan matanya menatap tajam jalanan di depannya.
skip......
" Gila Lo yah. Gue bilang Pelan Lo malah Ngebut nggak tau apa gue rasanya mau terbang tuh di belakang" Omel Maya
" Yah Sorry. tadi gue rasa di awasi gitu jadi gue Ngebut " jawab Alisya
" Emang Lo punya musuh atau gimana hingga di awasi " Tanya Maya Mengernyitkan Alis melihat Alisya
" Kagak " Jawab Alisya
" Tapi Identitas Gue yang lain banyak musuhnya " lanjut Alisya walau dalam Hati
" Terus Napa Lo merasa di awasi coba " tanya Maya
" Gue juga kagak tau " jawab Alisya lalu merebahkan dirinya di atas ranjang Maya
" Atau jangan-jangan "
" jangan-jangan apa " tanya Alisya
" Tuan Kenzo sudah menemukan Kamu Alisya sehingga itu dia memata-matai kamu " pungkas Maya
" Gue rasa bukan. gue tahu Kenzo orang hebat bahkan Mafianya menjadi mafia paling kejam dan di takuti di seluruh Dunia akan tetapi tidak secepat ini dia akan menemukan gue. jikapun sudah menemukan gue pasti dia akan mengawasi kediaman Beatrix" kata Alisya dalam Hati
" Semoga Saja. Walau gue sendiri ragu tapi ku harap itu dia " kata Alisya
" bukan komplotan orang-orang Brengsek itu " lanjut Alisya dalam hati
" Lo jangan Lupa Alisya sayang Tuh si Tuan Kenzo selain pemimpin perusahaan besar nomor 1 di dunia dia juga ketua mafia Nomor 1 di dunia " kata Maya
" Iyah Iyah gue tahu ya Elah. sudah kita tidur saja besok gue ikut Lo ke Restoran " kata Alisya lalu menarik selimutnya untuk segera tidur.
__ADS_1
" Ku harap kau adalah lelaki yang berbeda " batin Alisya lalu menutup mata menuju Alam mimpi
" Ku harap kali ini dia adalah laki-laki yang tepat untuk Lo " kata Maya dalam hati menatap Sendu Alisya lalu menutup mata menyusul Alisya dalam mimpi
Skip......pagi hari
" ALISYA BANGUN.....DASAR KEBO " Teriak Maya karna Alisya di bangunin dari tapi dia nggak bergerak sama sekali Membuat Maya kesal setengah mati
" Alisya Bangun Woy Ini sudah jam 7 Lewat Woy...." Teriak Maya Lagi lalu mengambil bantal dan memukulkan kepada Alisya
BUGH
BUGH
BUGH
" BANGUN SUDAH JAM 7 LEWAT...." Teriak Maya di telinga Alisya
" Apaan sih mau ini baru pagi buta juga. gue masih ngantuk njirrrr " Kata Alisya yang matanya masih terpejam
" Ini anak benar-benar bikin orang darah tinggi " Guman Maya geleng-geleng kepala
" Pagi apanya Alisya......Ini sudah pagi jam 7 lewat Woyyyyy " Omel Maya
" Jam 7......WHAT...." Teriak Alisya lalu Langsung melompat ke kamar Mandi meninggalkan Maya yang sedang Melongo melihat tingkahnya.
Tok
Tok
Tok
" Apaan " sahut Alisya dari dalam kamar mandi
" Gue tunggu di meja makan yah " Teriak Maya
" Iya Iyah "
" Jangan lama-lama hari ini gue sibuk " Maya memberi peringatan kepada Alisya
" Iya nggak lama kok paling 10 menit " sahut Alisya
10 menit kemudian Alisya keluar dari kamar Maya dengan pakaian yang rapi dan wangi. lalu menuju ke meja makan yang sudah ada Maya yang duduk enteng Disana.
__ADS_1
" Sudah bangun Lo " Sindir Maya kepada Alisya yang baru saja duduk di depannya. Alisya hanya cengengesan saja menatap Maya
" Sudah Dong Anak rajin hehehe " jawab Alisya memamerkan gigi putih miliknya.
" Cih. Heran gue nggak dulu nggak sekarang Loh tetap aja Kebo Pusing gue. Gue kira melihat melihat kepribadian Lo yang berubah dratis tidur Lo yang kebo juga itu hilang dari kepribadian Lo tapi ternyata oh ternyata hanya khayalan ku saja " Maya Mengoceh dengan panjang kali lebar.
" Gue juga kira sifat Cerewet dan Bawel Lo hilang tapi ternyata masih sama saja Lo tetap bawel dan Cerewet " balas Alisya.
mereka mulai sarapan bersama dengan diam sesekali baik Maya maupun Alisya akan melemparkan candaan hingga mereka berdua tertawa bersama
Sedangkan di tempat lain Kenzo sedang bersiap untuk pergi ke markas Mafia nya karena dia baru saja mendapatkan informasi dari orang kepercayaannya di markas bahwa ada seorang penghianat membuat ia langsung turun tangan. Kenzo memang tidak selalu ada atau memantau markasnya dengan langsung tetapi jika ada yang mengusik kekuasaannya di dunia bawah atau atas maka Kenzo tidak segan-segan Membuat orang itu Musnah atau gulung tikar.
" Tuan " Dirga langsung menundukkan kepalanya Melihat Kenzo berjalan ke arahnya dengan sigap Dirga membuka pintu mobil bagian jok belakang untuk kenzo
" Langsung ke markas " perintah Kenzo saat masuk ke dalam Mobil
" Baik Tuan " patuh Dirga lalu menjalankan Mobil menuju Markas Mafia King LUCIFER .
Sesampainya di markas Kenzo langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam markas dengan aurah dingin dan penuh Intimidasi pertanda ia sedang menahan Amarahnya. Seluruh Anak buah Kenzo langsung memberi hormat pada ketua mereka
" Dimana penghianat itu " Tanya Kenzo kepada salah satu bawahan kepercayaan dia di markas
" dia berada di Ruang penyiksaan 1 Tuan " jawab Pria itu dengan menundukkan kepalanya.
Kenzo langsung menuju ke Ruang penyiksaan 1 khusus Ruangan para penghianat yang mengkhianati dirinya yang di ikuti Dirga dan 1 orang pria tadi di samping Dirga
" Dia Orangnya " tanya Kenzo saat melihat seorang pria terikat di sebuah kursi
" Iya Tuan " jawab Pria di samping Dirga
" Bangunkan " perintah kenzo datar lalu menuju kursi Tunggal yang sering dia duduki
Pria itu Segera pergi entah kemana lalu tiba-tiba muncul dengan sebuah ember di tangannya. Ember itu dapat di pastikan berisi air panas melihat uap yang melembung di atas ember
BYURRR
Pria itu langsung menyiram kan air panas itu ke kepala pria yang menjadi penghianat itu
" Aaaaa panas Sialan siapa yang...." perkataan penghianat terpotong dengan
" Saya Kenapa " Potong Kenzo dengan menatap tajam dan Dingin Sang penghianat
" Tuan......" Kata Penghianat itu dengan tubuh bergetar bukan karna Panasnya Air yang di siramkan melainkan Bergetar karna ketakutannya terhadap Pria di depannya ini.
__ADS_1
" Tu...an A...apa sa....lah Sa....saya " tanya penghianat itu terbata-bata. Mendengar itu membuat Kenzo tersenyum Sinis ke Arah penghianat itu
" Masih berani Bertanya Rupa.......