Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Dirga mengantikan Kenzo


__ADS_3

" Dirga Sialan......" Umpat Kenzo Mengumpati Asistennya.


Ceklek


" Kenapa lama sekali wanitaku sudah kelaparan dari tadi " Semprot Kenzo kepada Dirga yang baru saja masuk bersama Maya di belakangnya.


" Maaf tuan tadi kami mampir ke supermarket...."


" Siapa yang menyuruh mu untuk kesana ha..." Teriak Kenzo berkacak pinggang melototi Dirga.


" Itu Nona Maya Tuan...." Ungkap Dirga membuat Kenzo langsung melihat ke arah wanita di belakang Dirga yang sedang memegang kresek.


" Mampus " batin Maya lalu Mengkode Alisya.


" Mana makanannya May gue laper " kata Alisya mengalihkan perhatian Kenzo yang sedang menatap tajam Dirga langsung menatap ke arahnya.


" Tunggu ya " ujar Kenzo mengusap ubun-ubun Alisya dengan lembut.


" Berikan " Kenzo mengulurkan tangannya meminta bubur pesanan Alisya. dengan tangan gemetar Maya memberikan bubur itu kepada Kenzo.


"Hati-hati" Kenzo segera membantu Alisya untuk duduk dengan mengambil bantal sebagai sandarannya.


"Aku suapi" kata Kenzo lalu mengambil bubur Alisya dan memindahkannya di mangkuk.


"Aaaa" Kenzo menyuapi Alisya hingga bubur itu hampir habis.


"Minum dulu" Kenzo dengan telaten dan sabar membantu Alisya untuk minum Sedangkan kedua orang lainnya hanya bisa menjadi obat nyamuk untuk Alisya dan Kenzo.


"Sepertinya aku harus mencari seorang kekasih" Batin Maya dan Dirga menatap jengah pemandangan di depan mereka itu.


"Sekarang kamu tidur, istirahat biar cepat sembuh" kata Kenzo.


Sontak membuat kedua mata Alisya melotot


"Enak aja. dari kemarin tidur Mulu sekarang juga mau tidur lagi yang benar saja" protes Alisya. Dirinya masih mau bersantai malah di suruh untuk tidur lagi membuat mood Alisya seketika buruk.


"Mending tidur deh Lis biar cepat sembuh, biar cepat pulang gitu. emang kamu mau tinggal di rumah sakit lama-lama?" tanya Maya yang di balas gelengan kepala oleh Alisya.


"Makanya tidur...."


"Iya iya nih aku tidur" kata Alisya lalu merebahkan dirinya di ranjang dengan di bantu oleh Kenzo.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu Alisya pun tampaknya sudah tertidur terbukti dengan denguran halus nafasnya yang teratur.


"Tuan......apa tuan tak ingin bersiap. bukankah tuan akan datang untuk makan bersama keluarga Nona Alisya" kata Dirga


"Batalkan." jawab Kenzo singkat padat dan jelas tanpa menoleh ke Dirga


"Tapi kenapa Tuan" Dirga langsung menutup mulutnya saat menyadari jika pertanyaan itu secara spontan keluar dari mulutnya.


"Mana mungkin aku kesana di saat aku dengan susah payah mendapatkan kepercayaannya." kata Kenzo menatap lembut Alisya yang sedang terlelap.


"Ku harap kali ini dia adalah orang yang tepat." Batin Mata menatap sendu Alisya.


"Tapi kita terlanjur mengiyakan Tuan" Ucap Dirga pelan.


"Yasudah kamu saja yang datang menggantikan aku" balas Kenzo membuat Dirga menjatuhkan rahangnya.


"Menggantikan Tuan" beo Dirga


"Hm"


"Astaga apa tuan tidak salah. kenapa harus aku yang datang di kediaman keluarga sampah itu" protes Dirga dalam hati menahan kesal.


" Saya permisi Tuan" Pamit Dirga yang hanya di balas dengan lambaian tangan oleh Kenzo. dengan berat hati jiwa dan raga Dirga melangkah keluar dari ruang inap Alisya dengan wajah yang di tekuk masam.


"Mom bagaimana apa aku sudah cantik" Alexa menoleh lalu bertanya kepada Reva sang ibu yang berada di samping dirinya.


"Tentu. putri Mommy memang selalu tampil cantik apalagi malam ini. sangat sangat cantik" puji Reva kepada Alexa membuat Alexa semakin melebarkan senyumnya.


"Apa Kenzo akan terpesona nanti Mom" Tanya Alexa lagi dengan binar bahagia yang tak bisa di sembunyikan lagi.


"Tentu siapa yang bisa menolak akan pesona kecantikan seorang exa Briana Beatrix" jawab Reva lagi sambil merapikan helaian anak rambut Alexa.


"Sudah. ayo kita turun sebentar lagi pasti Tuan Kenzo tiba. kamu harus tampil anggun dan terlihat menunggu kedatangannya agar Tuan Kenzo semakin kagum kepadamu. " kata Reva panjang kali lebar lalu menarik tangan Alexa untuk segera turun menyambut Kenzo.


"Lihat Alisya sekali lagi kamu akan menangis darah karna lagi lagi pria yang kau inginkan akan jatuh ke pelukanku. hahahaha" tawa jahat Alexa dalam hati sambil membayangkan bagaimana hancurnya Alisya menyaksikan dirinya dan Kenzo berdiri di pelaminan.


"Mas.....Tuan Kenzo belum datang" Reva bertanya kepada Suaminya Edric yang sedang duduk sendiri di ruang keluarga.


" Belum mungkin masih di jalan.....Eh putri Daddy begitu cantik malam ini" Puji Edric kepada Alexa yang menurutnya tampil begitu anggun dan cantik malam ini.


"Tuan....."

__ADS_1


"BI Ina....Tuan Kenzo sudah tiba." Tanya Edric kepada kepala pelayan di depannya.


"Itu..... Tuan yang datang bukan Tuan Kenzo" jawab Bi Ina


"APA....."


"Selamat malam Tuan Edric" Tiba-tiba sebuah suara menggema di ruangan itu.


Mereka bertiga langsung menoleh ke asal suara mata mereka membulat karna di depan mereka berdiri Dirga sangat Asisten dan orang kepercayaan Kenzo.


"Tuan Dirga...Selamat malam" balas Edric kaku. matanya terus mencari sosok lain di belakang tubuh tegap seorang Dirga.


"Tuan Kenzo tidak bisa ikut karna ada sesuatu yang mendesak. saya kesini menggantikan Tuan Kenzo" kata Dirga seakan mengerti tatapan ketiga manusia di depannya ini.


"Ah begitu rupanya. mari langsung saja kita ke ruang makan" Edric dengan kaku mengajak Dirga untuk ke ruang makan. padahal ia sudah mempersiapkan semuanya untuk meminta maaf dan meminta Kenzo menjadikan Alexa sebagai Nyonya Dewantara.


"Padahal Alexa sudah dandan Cantik" kata Reva menatap lembut Alexa yang hanya bisa memasang wajah muram dan cemberut.


Sedangkan Dirga yang mendengar perkataan Reva sontak langsung melihat ke arah Alexa.


"Ini yang di bilang Cantik. Jika Tuan ada disini aku yakin Tuan bukannya terpesona malah jijik atau bahkan tuan akan Mual karna dandanan wanita ini yang seperti pencampuran antara Anabel dan badut" Batin Dirga seketika menahan tawa saat membayangkan Tuannya itu mual.


Bagaimana tidak mau Mual, Alis setebal aspal, bulu mata setebal rambut, bedak setebal 5 cm, dan jangan lupakan bibir yang merah menyala layaknya seorang iblis yang ingin memangsa manusia. belum lagi pakaian yang kekurangan bahan itu bukannya membuat Tuannya akan terpesona tapi malah merasa jijik.


"Silahkan di nikmati Tuan Dirga." kata Edric mempersilahkan Dirga.


Mereka semua mulai makan tidak ada yang membuka obrolan hanya ada suara dentingan sendok dan pisau.


Beberapa menit kemudian mereka semua mulai selesai makan begitu pula Dirga yang mengelap bibirnya dengan sapu tangan yang di milikinya.


"Terima kasih akan makan malamnya Tuan Edric. makanan ini sungguh makanan yang enak dan lezat"


"Tapi menjadi hambar karna adanya campuran Anabel dan Badut itu" Lanjut Dirga melirik Alexa yang sedari tadi diam dan wajahnya sedikit menunjukan kekesalan dan Dirga paham akan hal itu tapi malah membuatnya bahagia.


"Terima kasih untuk pujiannya Tuan Dirga. itu istri saya yang memasaknya" kata Edric memuji Reva istrinya membaut Reva Tersenyum malu.


"Kalian terlihat bahagia ya?" Kata Dirga dengan ambigu membaut Edric dan Reva menjadi bingun.


" Bahkan sangat bahagia tanpa memikirkan jika putri kalian satunya tidak ada di rumah" Kata Dirga menatap mereka semua Sinis.


"Maaf jika tuan merasa tersinggung dengan ketidak hadiran Alisya dalam makan malam ini. Anak itu susah di atur semakin hari kelakuannya semakin Liar" kata Edric menjelek-jelekkan Alisya di depan Dirga dengan berharap Dirga mengatakannya kepada Kenzo dengan begitu maka Alexa yang akan di pilih Kenzo nantinya untuk menjadi Nyonya Dewantara.

__ADS_1


Sedangkan Dirga yang mendengar penuturan Edric hanya bisa tersenyum sini.


"Dia yang liar atau kalian yang tidak berguna sebagai orang tua. kalian pasti tidak tahu jika putri kalian berada di rumah sakit dan Sedang berjuang antara hidup dan mati......


__ADS_2