
Kenzo begitu serius mengerjakan berkas di atas mejanya hingga tak sadar jika dia sudah berjam-jam duduk mengerjakan tumpukan berkas itu hingga Dirga masuk ke dalam ruangannya pun Kenzo tidak sadari akan itu.
"TUAN...." teriak Dirga.
Kenzo yang sedang fokus pun langsung berhenti mendongak menatap tajam Asistennya itu dengan mata elangnya.
"Tu...Tuan..."
"Dimana sopan santun kamu Dirga saat masuk di ruangan atasan kamu?" tanya Kenzo yang menatap tajam Dirga seperti ingin menelannya hidup-hidup.
"Saya susah mengetok pintu Tuan tapi Tuan tidak mendengar nya" bela Dirga.
"Jadi kamu ingin bilang ini kesalahan saya?"
"Bu.....bukan seperti..."
"Ini jam berapa?" potong Kenzo cepat.
"Haaaaa" cengo Dirga
"Jam berapa?" ulang Kenzo penuh penekanan.
Dirga yang mendengar pertanyaan dari Kenzo segera merogoh ponselnya lalu melihat jam ponselnya.
"Jam 3 sore Tuan" jawab Dirga cepat.
BRAK
Kenzo langsung menggebrak meja dengan wajah yang sudah datar seperti tembok membuka ponselnya lalu meletakkannya di telinga.
"Apa Nyonya muda sudah pulang?" Kenzo bertanya dengan datar kepada orang yang berada di sebrang telfon sana yang tak lain dan tak bukan adalah kepala Pelayan di mension mereka.
"Belum Tuan Muda" jawab Kepala pelayan.
Mendengar itu Kenzo langsung mematikan sepihak sambungan telfonnya lalu menoleh ke arah Dirga yang masih berada dalam ruangan itu.
"Perasaan ku tidak enak" batin Dirga yang menelan ludah saat melihat Kenzo yang menatapnya seperti burung elang yang siap menerkam mangsanya.
"Cari keberadaan Istriku 10 menit harus sudah kamu temukan" titah Kenzo.
Dhuarrrr
"Sudah ku duga" batin Dirga.
"Baik Tuan" balas Dirga.
Dirga dengan secepat kilat berbalik lalu berjalan cepat keluar dari ruangan Kenzo dengan mengotak Atik ponselnya.
__ADS_1
"Bos gila itu..... bagaimana bisa istrinya menghilang dia tidak tau" gerutu Dirga dalam hati.
"Hallo..."
"Ramos cepat retas keberadaan Nona Alisya 10 menit harus ada jika tidak kita semua akan di penggal" potong Dirga cepat lalu mematikan ponselnya.
Dengan langkah yang semakin di percepat Dirga langsung menuju ruangannya sampai disana Dirga langsung menerobos cepat.
"Sayang...."
Deg
Dirga yang ingin menuju meja kerjanya langsung berhenti hingga menoleh ke arah sofa. disana telah duduk manis perempuan yang dia cintai perempuan itu tak lain adalah Maya namun Dirga segera sadar dia tidak punya waktu.
Dirga dengan langkah lebar berjalan mendekat ke arah Maya memberi pelukan dan kecupan singkat di kening sang kekasih.
"Maaf sayang aku tidak menyadari kehadiran mu namun sekarang masih ada masalah yang harus ku urus dengan segera jadi duduk manislah disini jika kamu masih ingin melihat kekasih mu ini menghirup udara segar besok" kata Dirga kepada Maya.
Setelah berkata seperti itu Dirga langsung berdiri lalu berjalan menjauh dari Maya kembali duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengotak atik leptopnya namun sudah 2 menit tapi Dirga belum mendapatkan apa-apa.
Maya yang melihat sang kekasih segera berdiri lalu mendekati ke arah Dirga yang masih terus berusaha mencari keberadaan Alisya wanita kesayangan Bos-nya itu entah bagaimana bisa hilang.
Grep
"Apa yang kamu cari?" tanya Maya serius yang tiba-tiba sudah duduk tenang di pangkuan Dirga.
"Alisya maksudku Nona Alisya. entah bagaimana bisa Nona Alisya menghilang dan Tuan Kenzo sedang mencarinya dalam 10 menit harus di temukan" terang Dirga yang terus memainkan jarinya di atas keyboard tanpa terganggu dengan Maya yang berada dalam pangkuannya.
"Tidak bisa sayang nanti kepala ku di penggal sama Tuan Kenzo"
"Hentikan. biarkan aku yang mencarinya, jika Alisya menghilang karna keinginannya sendiri kalian tidak akan menemukannya selain dia sendiri yang muncul" kata Maya dengan tenang.
Dirga yang sedang serius pun langsung menghentikan tangannya dan menatap Maya dari samping.
Maya yang melihat jika Dirga berhenti segera mengambil alih Leptop itu dan mulai mengacak-acak nya hingga 2 menit kemudian terlihat Maya tersenyum simpul.
"Sudah" kata Maya yang menjauhkan tangannya dari Leptop.
Dirga langsung menarik Leptop itu melihat titik merah yang di temukan oleh sang Kekasih.bibir Dirga segera melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman manis.
"Terima kasih sayangku...." ungkap Dirga yang langsung mengecup singkat bibir Maya.
Cup
"Aku ke ruang Tuan Kenzo dulu kamu..... lebih baik pulang karna mungkin...." Dirga tidak bisa melanjutkan lagi kalimatnya karna dia benar-benar merasa bersalah pada kekasihnya itu.
"Tidak apa-apa, aku mengerti aku akan pulang kamu hati-hati dan itu bekal makan siang mu kamu makan ya" kata Maya dengan lembut mengelus rahang Dirga.
__ADS_1
"Maaf sayang aku benar-benar......"
"Tak apa..... aku mengerti. aku pulang dulu" potong Maya yang mengecup rahang Dirga lalu berlalu pergi.
Dirga menatap punggung sang kekasih dengan rasa bersalah namun mau gimana lagi dia juga tidak punya pilihan.
Setelah Maya keluar dari ruangannya Dirga langsung menghampiri rantang bekal yang di bawa Maya lalu membawanya ke ruangan Kenzo sang Atasan.
Tok
Tok
"Masuk...."
"Tuan....."
"Bagaimana?" potong Kenzo cepat pasalnya sekarang dia benar-benar takut Karan nomor istrinya tidak aktif.
"Ini lokasi Nona Alisya Tuan"
Dirga segera meletakan Leptop itu di depan Kenzo. sedangkan Kenzo langsung menyalin itu tanpa basa basi segera berlari kencang tanpa menunggu dan peduli pada Dirga.
"Baguslah kau pergi sendiri.... aku bisa makan" Guman Dirga yang duduk di sofa Kenzo namun baru saja membuka penutup rantang teriakan Kenzo langsung membuatnya kaget.
"DIRGA CEPAT......!"
"Dam'it" umpat Dirga yang langsung berlari meninggalkan bekal yang di bawakan Maya di atas meja.
"Cepat meluncur kesana...!" perintah Kenzo yang menatap tajam Dirga yang baru masuk ke dalam mobil.
"Baik Tuan" balas Dirga.
Dirga segera menghidupkan mobil lalu menjalankannya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju tempat yang di duga lokasi keberadaan Alisya sang pawang dari pria yang duduk di jok belakang itu.
Hingga setelah berkendara selama 10 menit ugal-ugalan Dirga dan Kenzo sampai di tempat yang menjadi lokasi keberadaan Alisya.
Kenzo tanpa basa basi langsung masuk ke dalam warung makan di depannya hingga sampai di dalam matanya langsung membulat dengan napas yang memburu melihat sang istri sedang tatap-tatapan dengan mantannya yang tak lain adalah Leon.
"Pria buangan itu ternyata tidak tobat. beraninya dia mau merebut wanita ku, tidak akan aku biarkan" kata Kenzo yang dengan langkah lebar menuju meja sang istri.
"Baby...!"
Alisya yang sedang serius langsung menoleh saat mendengar suara yang di kenalnya begitu pula Leon yang ikut menoleh ke arah suara.
Deg
"Tu...... Tuan Ke... Kenzo" Guman Leon.
__ADS_1
Tubuh Leon langsung Akku dengan keringat dingin yang menetas di keningnya dan punggungnya yang sudah basah.
"Baby apa kamu sedang berselingkuh?"