Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Rencana


__ADS_3

"Sudahlah ayo duduk biar aku ambilkan makanan" kata Alisya datar.


Kenzo yang mendengar nada suara sang istri yang sudah datar segera duduk di samping Alisya tanpa protes lagi ia tidak ingin membuat istrinya itu bad mood bisa-bisa dia juga Yanga kan jadi sasaran jadi untuk jaga-jaga lebih baik menurut dan menjadi kucing manis pikir Kenzo.


Kepala pelayan yang melihat perubahan ekspresi Tuan mudanya cukup terkejut sebelum tersebut tipis menatap Tuan Mudanya yang begitu patuh akan perintah dari Istrinya.


"Tuan besar.... apa anda bisa melihat kebahagiaan dari Tuan muda? Tuan muda telah menemukan kebahagiaannya jadi Tuan besar beristirahat yang tenang disana" kata kepala pelayan dalam hati.


Selesai makan Kenzo dan Alisya kembali ke kamar mereka karna hari sudah malam. sampai di kamar Alisya langsung berbaring di ranjang dengan tangan Kenzo yang menjadi bantalnya. beberapa menit kemudian terdengar denguran halus Alisya yang pertanda terlelapnya Alisya di dalam mimpi.


Cup


Kenzo yang mendengar denguran halus Alisya menunduk melihat wajah damai sang istri yang di hadiahi dengan 1 kecupan sayang di kening Alisya yang tengah tertidur.


Kenzo bergerak pelan menarik lengan yang di bawah kepala Alisya setelah selesai Kenzo segera turun dari ranjang dengan hati-hati takut Alisya bangun.


Kenzo meraih ponselnya lalu menekan nomor yang terterah Ramos disana.


"Dimana?" Kenzo bertanya dengan suara rendah.


"kami di ruang bawah tanah Tuan" jawab Ramos di sebrang sana.


"Baiklah tunggu aku aku akan segera datang" kata Kenzo yang langsung mematikan telfon sepihak.


Kenzo yang mematikan telfon langsung menoleh kembali di atas ranjang yang tengah di isi oleh wanita yang dia cintai. Kenzo kembali berjalan mendekat ke arah Alisya lalu mengecup bibirnya dengan ********** sebentar.


"Aku keluar sebentar baby aku akan segera kembali" kata Kenzo yang langsung keluar dari kamar mereka.


Kenapa Alisya cepat tertidur karna Kenzo telah mencampurkan obat tidur pada minimun Alisya tanpa sepengetahuan Alisya.


Kenzo berjalan menuju ruang kerja miliknya lalu menekan tombol hitam di balik kursi kerjanya hingga tiba-tiba lantai yang di tutup dengan karpet terbuka memperlihatkan lift khusus yang langsung di masuki oelh Kenzo.


sampai di lantai bawah ternyata langsung di sambut oleh ketiga bawahan kepercayaannya yaitu Ramos, Kriss dan Alvaro.


"Selamat malam Tuan" sapa ketiganya yang kompak membungkukkan badan.


"Langsung saja" kata Kenzo yang langsung duduk di kursi dengan meja bundar.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa Tuan?" tanya Kriss penasaran kepada Kenzo.


"Selidiki wanita tua ini" kata Kenzo yang menyodorkan foto berukuran 3 R kepada Ramos.


Ramos yang menerima foto di tangannya langsung membelalakkan mata terkejut bukan Hanya Ramos namun Kriss dan Alvaro juga sama karna Ramos dan yang lain tau siapa wanita tua di dalam foto itu.


"Untuk apa mencarinya" Ramos bertanya di sela-sela terkejutnya.


"Aku merasakan perasaan tidak enak tentang hubungan ku dengan Istri ku dan firasat ku entah kenapa malah menunjuk pada wanita tua itu apalagi kami akan berbulan madu aku tidak ingin kecolongan lagi." kata Kenzo yang mengungkapkan kekhawatirannya.


Kenzo tidak tau harus berbuat apa tapi semenjak pernikahannya dia mulai merasakan firasat buruk akan segera datang menimpa dia dan Alisya. Ke zo tidak ingin kecolongan lagi yang akan membuatnya kehilangan Alisya.


"Tuan akan berbulan madu?" Alvaro bertanya dengan senyum aneh di bibirnya.


"Yah" jawab Kenzo singkat.


"Dimana" tanya Alvaro tang semakin berbinar-binar.


"Korea"


"Kenapa tidak di Paris yang terkenal akan menara Eiffel atau Jepang yang terkena akan bunga sakuranya"


"Terserah yang jelas bikinkan aku keponakan yang banyak" kata Alvaro dengan senyum merekah di bibirnya.


"Jika benar dia ada sangkut pautnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ramos kepada Kenzo tanpa mengalihkan tatapannya kepada foto di tangannya.


Mendengar pertanyaan itu Kenzo diam tidak langsung menjawab hanya wajah datar yang dia tampilkan.


"Si playboy cap kodok ini, aku berusaha mencairkan suasana dia malah memperkeruh kembali" kata Alvaro dalam hati menatap tajam Ramos.


"Memang apa yang akan aku lakukan bagiku sekarang Alisya adalah hidup ku, duniaku, dan napas ku jadi aku tidak mungkin pergi meninggalkannya" kata Kenzo mantap.


"Aku hanya mengingatkan jangan coba-coba untuk terpengaruh apapun alasannya karna kamu tau sendiri alasannya dia pergi. jika kamu lengah atau terpengaruh sedikit saja maka kamu akan kehilangan Alisya yang mungkin untuk selamanya." kata Kris tiba-tiba.


" kamu tidak mungkin lupa jika di belakang Alisya ada kelompok Dark Devil kelompok itu memang bersembunyi dari luar tapi jika ketua mereka di usik mereka tidak akan segan-segan mengibarkan bendera perang. walau kita banyak anggota dan di kenal sebagai Mafia paling kejam tapi anggota Dark Devil tidak bisa di anggap remeh apalagi ketika aku sudah selidiki semua anggota kelompok itu merupakan keturunan langsung dari para pengawal dan pelayan yang mengabdikan diri pada jendral besar XU pada masa dinasti" terang Ramos yang memang sudah mencari tau asal usul Dark Devil walau tidak semua tapi sebagian besar dia sudah tau.


Bagi yang belum paham atau lupa tentang Dark Devil bisa cek di episode sebelumnya yang bab ke 78. Asal usul Liang XU dan Dark Devil.

__ADS_1


"Jangan lupa juga ada kakak angkat Alisya yang merupakan tangan kanan dari Dark Devil pria itu tidak bisa di anggap remeh karna dari kecil bahkan dia jadi mesin pembunuh" lanjut Ramos melipat tangan di dada.


Kenzo yang mendengar itu tertegun bagaimana bisa ia lupa dengan sosok pria yang membuatnya cemburu namun juga berjasa dalam mempersatukan kembali dia dan Alisya.


"Bagaimana aku bisa lupa dengan pria itu yang bahkan kekuatannya setara dengan ku" Guman Kenzo namun masih di dengar ketiga orang di dalam ruangan itu.


"Kekuatan kalian sama?" pekik ketiganya secara bersamaan bahkan sampai melototkan mata.


"Yah. aku bahkan sampai babak belur di tambah lagi pria itu punya kepribadian lain" balas Kenzo santai.


"Alter ego" ucap Kriss.


"Yah bahkan kepribadian lain pria itu lebih menakutkan"


"Mendengar penuturan Ramos yang mengatakan pria itu menjadi mesin pembunuh di masa kecil tidak mengherankan jika dia punya kepribadian lain dalam tubuhnya" kata Kriss dengan santai.


"Aku harus segera kembali. jangan lupa kirimkan beberapa pengawal bayangan untuk membuntuti kami ke Korea" titah Kenzo yang langsung berdiri dari kursinya.


"Baik Tuan" balas mereka bertiga kompak.


Kenzo berjalan masuk ke dalam lift bergegas naik ke atas sampai di ruang kerja miliknya Kenzo langsung berjalan cepat menuju kamarnya.


Ceklek


Kenzo membuka pintu dengan pelan lalu masuk dengan langkah yang tak mengeluarkan suara.


"Syukurlah kamu tidak terbangun" kata Kenzo.


Melihat Alisya yang masih tertidur Kenzo segera kembali mengotak Atik ponselnya hingga beberapa menit kemudian dia meletakkan di atas meja lalu naik di atas ranjangnya memeluk sang istri menuju alam mimpi.


Ting....


Dirga yang sedang lembur di kantor mengalihkan pandangannya saat telinganya mendengar suara Notif pesan masuk dalam ponselnya.


"Mungkin Maya" Guman Dirga yang dengan cepat meraih ponselnya namun senyum di wajah Dirga langsung pudar saat bukan nama Maya yang terlibat tapi Bos gila.


Wajah Dirga semakin masam saat membuka dan membaca pesan dari Bosnya itu yang membuat kepalanya mau meledak seketika.

__ADS_1


"Bulan madu...? Dasar Bos stress, nggak punya hati, tak berperasaan, Dasar gila," teriak Dirga yang memaki-maki Kenzo dengan segala umpatan.


"Bagaimana bisa dia enak-enakan mau bulan madu merasakan surga dunia meninggalkan aku disini yang kapan saja mati karna ulahnya. ini saja aku akan lembur selama 3 hari 3 malam lalu bagaimana jika di tambah seminggu lagi? apa dia benar-benar gila?" teriak Dirga yang mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


__ADS_2