
"Selamat malam Mantan Daddy dan mantan Mommy" ucap Alisya.
Deg
Dua orang yang sedang terikat di kursi langsung menegang saat mendengar dan melihat sosok yang begitu mereka benci.
"Bagaimana kabar kalian?" Alisya bertanya dengan senyum sinis di bibirnya lalu duduk di depan sosok yang tak lain dan tak bukan adalah Edric dan Reva.
"Untuk apa kau datang anak pembawa sial?" teriak Reva menatap benci Alisya.
"Benarkah aku pembawa sial? lalu bagaimana dengan anak yang anda banggakan itu yang menjadi selingkuhan suami anda sendiri Nyonya Reva?" ucap Alisya dengan senyum miring di bibirnya.
Deg
Reva langsung menegang dan terdiam di tempat mulutnya tertutup rapat saat Alisya mengungkit pengkhianatan suaminya dengan putrinya sendiri.
"Bukankah menyenangkan melihat bahkan ikut bermain saat Suami anda sedang bermain dengan selingkuhannya yang ternyata adalah putri anda sendiri?"
"Kau......." Reva hanya bisa menatap tajam Alisya dengan tubuh yang gemetar.
Sedangkan Alisya tersenyum melihat Reva yang begitu emosi menangkapinya. Alisya sengaja memancing amarah Reva karna itu akan semakin membuat rencananya berhasil.
"Aa satu lagi aku punya kabar yang sangat baik untukmu mantan Daddy" kata Alisya dengan senyum miring.
Edric yang mendengar penuturan Alisya entah kenapa merasakan keadaan yang sebaliknya jika kabar baik yang di bawah Alisya itu hanya kedok.
"Mantan Daddy tidak penasaran?" Alisya bertanya dengan memiringkan kepalanya melihat Edric hanya diam tanpa ada tanda-tanda membuka suara.
"Byy lihat dia mendiami aku" kata Alisya menatap Kenzo dengan wajah masam.
"Apa yang harus aku lakukan baby?" sahut Kenzo yang mengikuti permainan Alisya.
"Buat dia bicara padaku byy" ucap Alisya dengan wajah memelas.
"Letakkan bara api di atas telapak pria tua itu" perintah Kenzo.
Sontak Edric langsung membulatkan kedua matanya saat mendengar penuturan Kenzo.
"A......ampun Tuan jangan lakukan itu" teriak Edric langsung histeris dan terus memberontak saat melihat anggota Kenzo berjalan ke arahnya dengan bara api yang di jepit.
"Baringkan!" titah Kenzo yang langsung di turuti anggota Kenzo.
"Tidak.... Lepaskan Tuan ampuni saya" teriak Edric yang terus memberontak tapi apa dayanya dia hanya seorang diri sedangkan yang memegangnya 4 orang apalah artinya kekuatannya di bandingkan ke 4 orang itu.
"Tuan"
Tes...
AAAAAAA
Edric berteriak histeris saat bara api yang menyala-nyala itu di letakkan di atas telapak kakinya. teriakannya terdengar begitu pilu namun tak ada yang memperdulikannya.
"Kau puas baby?"
"Hm lumayan"
"Dasar anak pembawa sial kau iblis Alisya" ucap Edric di sela-sela kesakitannya.
__ADS_1
"Hm aku memang iblis tapi kalian yang mengubahku menjadi iblis" balas Alisya tersenyum miring.
Edric langsung bungkam mendengar balasan Alisya yang begitu menohok.
"Sekarang dengarkan kabar baik yang akan aku sampaikan ini mantan Daddy" kata Alisya dengan senyum manis di bibirnya.
"Kabar baik apa?" tanya Edric.
Edric tidak berani lagi diam mengingat apa saja yang barusan terjadi karna dia mendiami Alisya dan Edric tidak ingin mengulang hal yang sama.
"Putri kesayangan mu itu ups..... Maksudku selingkuhanmu itu baru saja masuk rumah sakit dan kandungannya keguguran" ucap Alisya santai.
Deg
Edric langsung membelalakkan mata Mendengar Alexa keguguran. walau janin itu terbuat dari kesalahan tapi Edric tidak ingin janin itu pergi tapi sekarang bagaimana lagi?
"Ini semua pasti perbuatanmu kan?" teriak Edric menatap tajam Alisya.
"Maybe. Itu memang perbuatanku dan rencanaku. bagaimana rasanya?"
"Apa maksudmu?"
"Kehilangan orang yang kita sayangi." ucap Alisya datar.
Deg
"Ini baru awal karna kalian harus sedikit demi sedikit merasakan apa yang aku rasakan" lanjut Alisya lalu berjalan meninggalkan Edric dan Reva yang hanya bisa terdiam.
Alisya keluar dari ruangan tahanan Edric dan Reva lalu menuju keluar markas namun tangannya di cekal oleh seseorang.
"Kamu nginap aja disini di kamar aku" Ucap Kenzo kepada Alisya.
Mendengar itu Alisya langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum indah di wajahnya lalu menarik tangan Kenzo berjalan menuju kamar Kenzo yang berada di lantai paling atas markas mafia milik Kenzo.
Ceklek
Alisya langsung berjalan cepat lalu menaiki ranjang ukuran king size itu. Kenzo yang melihat tingkah kekasihnya hanya bisa tersenyum tipis lalu menyusul Alisya naik di atas ranjang.
"Tidurlah..... aku akan tidur di sofa" ucap Kenzo mengecup dalam kening Alisya.
"Tidak. aku ingin tidur di pelukan kamu malam ini" tolak Alisya yang mencekal pergelangan tangan Kenzo.
"Itu artinya kamu mengizinkan aku tidur di atas ranjang yang sama." ucap Kenzo menyembunyikannya senyum di bibirnya.
"Ya hanya tidur bersama tanpa melakukan sesuatu" kata Alisya tegas.
"It's okey" balas Kenzo dengan senyum tipis di bibirnya lalu menarik selimut untuk menyelimuti dirinya dan Alisya.
"Kemarilah"
Alisya tersenyum lalu masuk dalam pelukan Kenzo yang langsung di dekap dengan erat tubuh mungilnya oleh Kenzo.
Beberapa menit kemudian Kenzo tidak merasakan lagi pergerakan Alisya hanya mendengar denguran halus Alisya. Kenzo menunduk sedikit untuk melihat wajah Alisya yang berada dalam pelukannya yang ternyata sudah tidur nyenyak.
Melihat itu Kenzo tersenyum tipis membelai pelan wajah mulus Alisya yang tak ada satu pun jerawat yang hinggap.
"Selamat malam baby" ucap Kenzo lalu mengecup bibir Alisya dengan sedikit **********.
__ADS_1
"Maafkan aku Baby aku sedikit mencuri ciuman darimu habisnya aku tidak tahan" kata Kenzo nyaris seperti bisikan.
Kenzo menatap dalam wajah damai Alisya hingga beberapa menit kemudian matanya terasa berat hingga ia tertidur dengan senyum indah di sudut bibirnya.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang gadis sedang menggerutu dan mendendang nendang ban mobil miliknya.
"Mobilnya saja yang harga ratusan juta masa bisa mogok gini sih" omel gadis itu.
"Kamu ini mobil mahal harga ratusan juta masa mogok nggak malu tuh mah mobil butut yang aman-aman bae" Gadis itu terus mengomel sambil menunjuk-nunjuk mobil di depannya.
"Alisya dungu nih mobil kagak pernah di bawah bengkel atau nggak pernah di isi ya? mana sepi gini lagi." guman Gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Maya sahabat dekat Alisya.
Maya menatap kiri kanan yang terlihat sepi dan juga udara agak dingin karna sudah larut malam. Maya tak punya kendaraan terpaksa meminjam mobil Alisya untuk berangkat ke Restoran miliknya. (Si Maya lupa kali kalau dia itu kaya)
Maya tidak takut jika dia di bekal toh dia sudah bisa beladiri selain itu dia punya pistol di dalam Tasnya hanya saja Maya itu paling takut dengan hal-hal mistis seperti hantu dan kawan-kawannya.
"Mudah-mudahan nih tempat kagak ada penunggunya." guman Maya menatap sekitar dengan 0andangan ngeri.
"Mbak pocong, Pak genderowwo, Mbak Kunti jangan ganggu Maya ya? Maya mau tidur disini malam ini mobil Maya mogok" kata Maya seakan meminta izin.
Tin
Tin
Tin
"ASTAGA"
Maya sedang melamun langsung tersentak kaget saat ada suara klason mobil di dekatnya. Maya menatap heran mobil yang berhenti di depannya hingga kaca mobil turun.
"Tuan Dirga" guman Maya menatap heran Dirga.
"Ada apa dengan mobil anda Nona?" tanya Dirga datar.
"Wah dasar songon nggak Bos nggak bawahan sama-sama datar" batin Maya.
"Mogok" jawab Maya singkat.
"Emang enak di cuekin" lanjut Maya dalam hati cekikikan sendiri.
"Naiklah"
"Tidak Tuan" tolak Maya halus.
Apa itu masih halus Maya? Kalau menurut Author itu sudah kasar😂😂
"Apa anda mau bermalam di tempat sepi ini?"
"Kenapa tidak?"
Sontak Dirga langsung membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Maya begitu enteng. Dirga langsung menatap tajam Maya yang hanya nampak santai.
"Disini sepi apa anda tidak takut di begal?" Dirga mencoba sabar menghadapi burung beo di depannya.
Burung beo? Yeah Dirga memberikan nama khusus untuk Maya dengan sebutan burung Beo lantaran Mata begitu cerewet menurut Dirga.
"Saya punya ini" balas Maya memutar-mutar pistol di tangannya.
__ADS_1